Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
254. Adu Keterampilan


__ADS_3

Kali ini Yao harus serius, dia tidak bisa membiarkan orang lain mempermalukannya. Prana dikeluarkan, sekujur tubuhnya diselimuti aura berwarna biru gelap.


Si Guardian sedikit gemetar ketika merasakan kekuatan prana milik Yao. Dia sebenarnya sudah mengetahui bahwa orang di belakangnya sangat kuat.


Tidak hanya di Domain Dewa, di dunia nyata juga sangat disegani. Dia adalah guru dari sebuah perguruan misterius yang tidak diketahui publik.


Menurut rumor, Yao sebenarnya sudah tua tetapi dia mempunyai kemampuan khusus untuk menyamarkan penampilannya. Hasilnya dia berhasil di terima di Tanduk Iblis dengan sangat mudah.


Red Devil merasakan tekanan kuat dari Yao, dia tidak bisa bertarung satu lawan satu dengannya. Karena umurnya masih muda, kemampuan prana miliknya masih terbatas.


Kedua pengawal wanita kuning menyerang tanpa berpikir panjang. Blue memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang mereka dari belakang.


Red Devil tidak melakukan tindakan pencegahan karena dia yakin Blue bisa mencapai musuhnya tepat waktu. Bahkan jika perhitungannya meleset, kedua pembunuh itu tidak akan bisa membunuhnya.


Pertahanannya sudah melewati 1300 poin, itu setara dengan seorang Guardian papan atas. Walaupun tidak setinggi Si Guardian musuhnya, Red Devil masih bisa bersaing dengan yang lainnya.


Perlu diingat, Red Devil dan Blue itu adalah orang yang sama. Jadi pergerakan mereka bisa selaras dan saling melengkapi.


Ayunan dua pedang Blue benar-benar menghilangkan 60% HP musuhnya. Disusul dengan sentuhan lembut dari Red Devil, keduanya berhasil di kirim ke Rumah Kebangkitan.


Sekarang tinggal dua lawan dua, Yao dan Si Guardian yang tidak diketahui namanya. Bahkan Blue tidak mengetahui namanya karena mungkin di masa depan dia tidak terkenal atau menunjukkan diri.


Yao tepuk tangan melihat Red Devil dan Blue berhasil mengalahkan rekannya. "Keterampilan yang sangat baik, tetapi itu masih belum cukup untuk mengalahkan aku!" katanya yang masih mempertahankan aura biru gelap miliknya.


Red Devil mengangkat sudut bibirnya, Blue tersenyum tipis. Keduanya adalah orang yang sama, jadi pemikirannya mirip.


"Sungguh ancaman yang sangat menakutkan. Sejujurnya aku tidak memiliki kepercayaan bisa menang, tetapi kamu harus tahu tanggung jawab seorang ketua," kata Blue menggenggam erat pedangnya sambil berjalan menuju Yao.


Diikuti Red Devil yang berjalan pelan di sebelah kanannya.


Keduanya tidak melepaskan prana karena merasa ini belum waktu yang tepat. Hanya orang bodoh atau terlalu kuat yang menggunakan kartu as miliknya di awal.


Prana milik Blue adalah kartu as yang haus dia jaga sampai pertarungan mencapai puncaknya. Bahkan jika memungkinkan kekuatan prana miliknya digunakan untuk kabur.


Si Guardian terkejut melihat kedua musuhnya tidak melepaskan prana. Dia sangat yakin bahwa Blue dan Red Devil bisa menggunakan prana dengan baik.


"Dalam keadaan seperti ini, mereka masih menahan kekuatan. Sebenarnya seberapa kuat Blue dan Red Devil itu," gumamnya pelan.


Yao berjalan ke arah Blue, dia mempercepat jalannya dan akhirnya berlari menuju musuhnya. Sebagai pembukaan pedangnya dilapisi aura biru gelap dan menargetkan leher musuhnya.


Blue menahan serangan Yao menggunakan dua pedangnya. Dia membiarkan punggungnya terbuka supaya Yao menyerangnya.


Sesuai dugaan, Yao memanfaatkan ruang terbuka. Dia menarik pedangnya dengan cepat dan merubah garis serangnya menuju punggung musuh.


Namun siapa yang mengira, Red Devil datang dan mengadu kekuatan mereka berdua.


"Tingg..." Suara benturan pedang terdengar sangat nyaring.


Red Devil terlempar sejauh 3 meter, kekuatan Yao ketika serius bukan main. Bahkan dengan poin status yang tinggi, Red Devil tidak bisa mengimbanginya.

__ADS_1


"Kekuatan yang sangat mengerikan," kata Red Devil memuji lawannya. Sayangnya pujian itu hanyalah pengalih perhatian, Blue memanfaatkan sisi kosong dan mengayunkan pedangnya ke arah pinggang.


Tebasan Blue berhasil dihentikan dengan kecepatan yang dia miliki. Keduanya bentrok, sekali lagi Blue terpental tiga meter.


"Aku tidak mengira kamu bisa sekuat ini. Seharusnya kamu adalah ketua dari Tanduk Iblis," kata Blue memuji kekuatan lawannya.


Kali ini tidak ada serangan kejutan, hal itu dikarenakan Yao tidak menggunakan kesempatan yang dimilikinya. Dia hanya berdiri tegap dan membawa pedang di tangan kanannya.


Siapa yang mengira ternyata tangannya sedikit gemetar dan sedikit mati rasa karena benturan pedang sebelumnya. Dia tidak pernah mengira bahwa kekuatan musuhnya sangat tinggi.


Sekali lagi Yao memastikan bahwa keduanya tidak menggunakan prana. Namun serangan tadi tidak mungkin ayunan pedang biasa.


Latihannya setiap hari menebas besi dengan pedang dan tidak pernah gemetar dan mati rasa seperti sekarang, tidak heran banyak pedang yang patah karenanya.


Sebenarnya Red Devil atau Blue asli menggunakan prana yang sangat tipis. Dia menggunakannya untuk melukai lawannya melalui pedang.


Kekuatan prana tidak menyerang pedang, melainkan menyerang tangan musuh yang terdekat. Percikan prana miliknya bisa mempengaruhi kekuatan genggaman musuhnya.


Jika pria bisanya, seharusnya Yao sudah melepaskan pedangnya dan menyerah. Namun Blue tidak boleh meremehkannya lagi, dia harus menggunakan kekuatannya lebih kuat.


Resikonya prana miliknya akan terlihat, tetapi setelah melihat tiruan Blue, dia berubah pikiran. Jika tiruan Blue tidak menggunakan prana dan Red Devil menggunakan prana kesannya Red Devil yang lebih pantas menjadi ketua guild.


Tujuannya tidak lain untuk mempromosikan Fairy Dance bahwa banyak pemain kuat didalamnya, terapi tidak bisa menggantikan kehadiran Blue yang sesungguhnya.


Yao tidak membiarkan keduanya istirahat, dia mengayunkan pedangnya ke arah Red Devil yang baru saja menggunakan salah satu skillnya.


Blue belum memiliki kesempatan untuk menyerang, dia masih menonton dan memperhatikan celah. Namun Si Guardian sampai di depannya dan mengayunkan tamengnya.


Blue menggunakan satu pedang untuk menghentikannya. Walaupun Si Guardian cukup kuat dalam pertahanan, tetapi tidak untuk Kekuatan.


Sehingga tiruan Blue bisa dengan mudah menghentikannya.


Benturan besi terjadi dimana mana, entah itu pertarungan antara Yao dan Red Devil ataupun Blue dan Si Guardian yang masih belum diketahui namanya.


Serangan berat yang dilepaskan Yao membuat Red Devil hanya bertahan. Dia menunggu kesempatan yang sangat baik, itu dilakukan oleh orang lemah yang sedang menunggu kesempatan.


Tangkis kanan .. . tangkis kiri ... tangkis bawah ... tangkis atas, Blue bertahan terus menerus. Hpnya berkurang sedikit demi sedikit karena pecahan atribut lawannya atau mungkin kekuatan prana.


Red Devil terus bertahan seperti samsak tinju, tetapi tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya dia sedang menyerang menggunakan keterampilan prana aneh miliknya.


"Sampai kapan kamu bertahan, jangan membuatku tertawa. Ayo keluarkan semua yang kamu miliki!" kata Yao penuh dengan emosi kompetitif.


Sebenarnya dia hanya tidak terima karena diremehkan musuhnya. Padahal Yao sudah melepaskan prana, tetapi lawannya masih belum menggunakannya. Itu adalah penghinaan bagi seorang seniman beladiri.


Red Devil mengetahui itu dari gurunya di kehidupan sebelumnya. Bukannya Red Devil tidak ingin menggunakan prana, terapi karena dia ingin menjaga tiruannya supaya dihormati orang.


Jika kekuatan Red Devil lebih buruk darinya pasti banyak orang akan menganggap Blue tidak pantas menduduki kursi ketua guild.


Merasakan bahwa tiruannya sedang terdesak, Red Devil tidak bisa tinggal diam. Dia langsung berlari menuju Blue dan si Guardian.

__ADS_1


Sayatan pedangnya menghantam punggung Si Guardian dengan telak. Memanfaatkan situasi Blue memberikan serangan dari depan.


Sayangnya itu belum cukup untuk mengalahkan Si Guardian.


Yao muncul di sebelah Si Guardian dengan tatapan tidak sedang. "Pengecut, kamu selalu melakukan serangan menyelinap," katanya dengan nada provokasi.


Mendengar perkataan lawannya, Red Devil sedikit terpengaruh. Namun dia bisa mengendalikan diri dan mengangkat sudut bibirnya.


"Bukankah perang tidak hanya ditentukan satu orang, melainkan kelompok. Bagaimana kalau kita bertarung dua lawan dua?" tanya Red Devil.


Yao dan Si Guardian saling memandang. Mereka tidak pernah melakukan serangan kombinasi, berbeda dengan Blue dan Red Devil.


"Aku menerimanya!" kata Yao yang mulai tidak sabar. Dia tidak mendapatkan pertarungan yang diinginkan.


Tanpa berbicara lagi, Yao langsung menerjang Blue dan Red Devil. Karena terlalu percaya diri, dia lupa bahwa lawannya adalah dua orang.


Blue menghentikan pedangnya dan Red Devil memanfaatkan kesempatan untuk memberikan kerusakan pada musuhnya.


Ayunan pedangnya mengarah ke pinggang Yao yang terbuka lebar. Red Devil menggunakan api untuk menyelimuti pedangnya.


Seperti sebelumnya kerusakan yang dihasilkan akan berubah menjadi 1. Namun sebelum mengenai Yao, Si Guardian melempar tamengnya dan berhasil menggagalkan serangannya.


Red Devil langsung melirik Si Guardian yang tidak menggunakan tamengnya. Dia langsung terbang dan menerjang musuhnya, tujuannya adalah Si Guardian yang tidak membawa senjatanya.


Siapa yang menyangka ternyata tameng Si Guardian bisa kembali dengan sendirinya setelah dia menggunakan beberapa gerakan kecil.


Benturan pedang dan tameng terdengar nyaring. Red Devil menggunakan kesempatan itu untuk mundur, dia tidak boleh gegabah menghadapi Si Guardian.


Blue masih menghadapi serangan terus menerus dari Yao, Red Devil berlari menuju arahnya. Dia mengayunkan pedang ke arah punggung lawannya.


Namun Yao sudah waspada, dia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Setelah berhasil menghindar, Yao mengayunkan pedangnya ke Red Devil.


Namun itulah yang sedang ditunggu Red Devil, dia langsung mengadu pedangnya untuk kesekian kalinya. Seperti biasa Red Devil terlempar beberapa meter, tetapi sekarang Yao menyadari sesuatu.


"Sekarang aku mengerti, kamu sebenarnya menggunakan prana untuk mempengaruhi tanganku. Setiap kali pedang kita berbenturan, tanganku selalu mati rasa dan gemetar."


Red Devil mengangkat sudut bibirnya. "Sungguh pengamatan yang sangat baik, tetapi apa kamu tidak merasa terlambat?" tanyanya melihat tangan Yao bergetar hebat.


"Kamu terlalu membanggakan diri. Selama pedangku masih ada di tanganku, kamu tidak akan bisa menang!" kata Yao penuh percaya diri.


Alasan Red Devil tidak ingin melawan Si Guardian karena orang tua itu sangat kuat. Padahal sering melakukan kontak, tangannya masih sangat erat memegang tamengnya.


Si Guardian akhirnya mengerti mengapa tangannya sedikit gemetar ketika menerima serangan mereka berdua.


"Sungguh kemampuan prana yang unik. Sangat disayangkan jika kamu berkembang dengan Fairy Dance, bagaimana jika bergabung denganku?" tanya Si Guardian.


Yao melirik Si Guardian dengan tatapan tajam. "Jangan bercanda, kamu tidak mengundangku ke Tujuh Mawar, tetapi dua orang itu mendapatkan kesempatan!" katanya sedikit iri.


Bakat Yao tidaklah rendah, tetapi dia tidak mendapatkan undangan dari Si Guardian. Sebenarnya dia sudah mendapatkan undangan dari 6 Fraksi lainnya, tetapi fraksi Si Guardian tidak mengundangnya.

__ADS_1


__ADS_2