
Karena Regina juga ingin memberikan wajah pada Blue, dia bersedia membayar harga yang cukup tinggi. Namun harga yang diberikan Blue tidak sampai 10 juta koin seperti yang diperkirakan.
Walaupun begitu, Pentagon mengalami kekalahan telak pada perang dingin kali ini. Kompetisi Nasional diambil oleh Fairy Dance, peperangan di Domain Dewa juga diambilnya.
Ini adalah kemenangan telak, Tanduk Iblis juga tidak bisa berbuat apapun. Mereka tidak ingin mengganggu harimau yang sedang tidur.
Mungkin ini adalah akhir dari perselisihan antara Fairy Dance dan Tanduk Iblis. Namun setiap manusia mempunyai pemikirannya sendiri, mungkin saja suatu hari Tanduk Iblis mempunyai pendukung kuat hingga bisa menyaingi Fairy Dance.
Siapa yang tahu masa depan, tidak ada seorangpun kecuali satu. Dia adalah Blue yang pernah menjelajahi masa depan.
Walaupun begitu, dia tidak bisa bertindak gegabah karena masa depan sudah banyak berubah. Bisa saja Shadow akan menjadi kekuatan yang sangat di takuti di masa depan.
Mengapa Blue cukup yakin dengan pemikirannya, itu karena Aditya si pemanah jenius masih bertahan di Shadow. Blue harus mengakui bahwa keterampilannya masih di bawah Aditya ketika menjabat sebagai ketua guild.
Melihat dua orang keluar dari markas Fairy Dance hanya di Desa Koral, Blue tersenyum manis. "Sepertinya Pentagon tidak akan masuk kedalam jebakan kita. Baiklah, sudah waktunya melakukan perekrutan besar-besaran. Manfaatkan nama Blue dan Fairy Dance untuk menarik pemain."
"Baik!" jawab Jessica tegas.
Karena Kompetisi Nasional sudah selesai dan beberapa urusan guild sudah ditangani. Sudah waktunya bagi Blue meningkatkan levelnya.
Dia harus menggigit jari ketika melihat Jessica yang mempunyai kelas Epik berlevel 96. Sungguh peningkatan yang sangat gila.
Bisa dibilang Jessica adalah pemain yang memiliki level tertinggi di Danau Putih. Hal itu karena Blue memberikan sebuah trik kecil untuk mengingatkan level.
Namun ada beberapa pengaruh buruk yang harus diderita oleh pemain, mereka yang menggunakan trik itu akan mempengaruhi jumlah poin status yang diterima.
Sebagai seorang Veteran, tentu saja Blue mengetahui cara untuk menangkal pengaruh itu. Akhirnya Jessica bisa menggunakannya tanpa takut ada pengaruh buruk pada karakternya.
Begitu pula Amelia dan Aji, mereka juga melakukan trik yang sama.
Blue hanya bisa tersenyum kecut melihat levelnya yang masih 83. Bahkan jika menggunakan trik yang sama dengan Jessica, dia tidak akan bisa mengejar mereka.
Setelah berpikir beberapa kali, Blue akhirnya memilih untuk mengambil resiko. Dia berencana menggerebek Dungeon Rahasia level 100 yang mempunyai monster sangat banyak.
"Tunggu..." gumam Blue yang tampak ragu dengan Dungeon Rahasia yang ingin dia serang.
"Bukankah senjata kelas tamer ada di Dungeon Rahasia level 105," gumamnya sambil memperhitungkan kerugian dan keuntungannya.
Jelas sekali Blue tidak bisa melawan monster level 105 dalam jumlah yang banyak. Bahkan jika dia menggunakan senjata sihir ratusan, itu akan sia-sia pada Dungeon yang dia maksud.
Setelah berpikir cukup lama, Blue memutuskan untuk melakukan penggerebekan sendiri. Bukannya tidak mempercayai kekuatan rekan-rekannya, tetapi semua pemain yang masuk harus memiliki Kelincahan 1000 poin atau lebih.
Nama : Blue
Kelas :
Pendekar Pedang (Mistik)
Sword Saint (Mistik)
Ras : Manusia Tingkat Tinggi
Profesi : All Role
- Pandai Besi (Mahir)(Pandai Besi yang Terlupakan)
__ADS_1
- Arsitek (Mahir)
- Koki (Pemula)
Level : 83 (10%)
Kekuatan : 1088
Pertahanan : 689
Kelincahan : 1100
Daya Tahan : 542
Kepintaran : 469
HP : 15,6 ribu
MP : 12,4 ribu
Poin Status : 238
Poin Skill : 2860
Poin Profesi : 4660
"Sepertinya tidak perlu terburu-buru menggunakan poin status." Blue cukup percaya diri setelah melihat statistik karakternya.
Dia segera menghubungi Zaha dan meminta beberapa senjata sihir yang mungkin akan membantunya pada penggerebekan Dungeon Rahasia level 105.
Senjata itu adalah salah satu alat terbaru yang berhasil diciptakan Zaha serta dukungan dari Blue. Dengan senjata itu Robot bisa menembak secara otomatis, tetapi kerusakan yang dihasilkan tidka terlalu besar.
Meskipun begitu, Robot Penembak mempunyai akurasi yang cukup tinggi, sekitar 90%. Artinya Robot Penembak bisa menentukan musuh dan mengejarnya sesuai garis serang.
Itu adalah senjata yang paling dibutuhkan Blue saat ini. Dia akan menghadapi banyak Kepiting Raksasa. Tujuannya tidak lain adalah mencari senjata khusus Tamer.
Dengan senjata itu, dia akan memikat Gebby supaya tidak bisa menolak Fairy Dance. Mungkin akan ada beberapa gesekan antara Gebby dan Pelindung Naga, Blue tidak ingin Fairy Dance dipandang lebih rendah dari Pelindung Nada karena mengambil anggotanya.
"Baiklah, persiapkan sudah selesai. Waktunya berangkat!" kata Blue penuh semangat.
Seperti biasa Bee keluar dengan sendirinya dan duduk di kepala Blue tanpa sopan santun. Kemudian dia menunjuk kearah depan dan berkata, "Ayo, berangkat!"
Tidak lupa Blue mengeluarkan Raul, Ela, dan Drakula. Raul dan Ela sudah berada di posisi masing-masing, sedangkan Drakula masih kebingungan.
Blue mengulurkan tangannya dan berkata, "Ayo!"
Drakula tersenyum dan duduk di telapak tangan Blue. Dia ditempatkan di atas kepala Raul dengan taring yang panjang dan putih.
Perjalanan mereka cukup jauh, akan memakan waktu lebih dari 7 hari Domain Dewa. Di perjalanan Blue selalu membantai beberapa monster dan memasak untuk semua familia miliknya.
Tidak terasa tujuh hari berlalu, Blue akhirnya sampai di tempat tujuan. Dia menerima pesan dari Jessica tentang beberapa gejolak di Kerajaan Banyuwangi.
"Tidak perlu terlalu bertahan. Ingat, kita tidak selemah sebelumnya. Berikan beberapa tekanan pada musuh!" kata Blue penuh ketegasan.
"Baik!" jawab Jessica dengan penuh semangat. Dia selalu memikirkan keuntungan perang. Pasalnya keuangan Fairy Dance akan semakin gemuk jika terus memenangkan peperangan.
__ADS_1
Bisa dibilang Fairy Dance belum pernah mengalami kekalahan. Hal itu dikarenakan Blue dan beberapa petinggi Fairy Dance memiliki pemikiran yang sangat baik.
Amelia langsung mengintruksikan pada beberapa pasukannya di Kerajaan Banyuwangi untuk bersiap perang. Karena Amelia masih berada di Danau Putih, pasukan Fairy Dance akan bertarung tanpa Amelia.
Blue tidak perlu ikut campur dalam peperangan, dia berfokus untuk meningkatkan level dan mengikat Gebby di Fairy Dance. Jika berhasil menariknya, pasti perkembangan Fairy Dance akan jauh lebih cepat.
Tidak ada satupun pemain yang berada di arena monster level 105. Jadi Blue bisa tenang berjalan menuju Dungeon Rahasia.
Namun siapa sangka ada pemain yang sedang menantang monster level 105 sendirian. Yang paling mengejutkan dia menghadapi monster tersebut tanpa bantuan senjata sihir.
"Nakamoto," kata Blue pelan. Dia tahu bahwa orang itu adalah salah satu pemain terbaik dunia. Sayangnya dia selalu berpetualang tanpa bergabung dengan guild apapun.
Setelah 35 tahun Domain Dewa bergulir, Nakamoto masih menempati posisi 90 ranking dunia Domain Dewa. Tidak hanya levelnya, tetapi juga kekuatan yang dihitung oleh sistem.
Setiap orang mempunyai privasi, makanya beberapa pemain tidak mencantumkan namanya di papan ranking. Namun Nakamoto berpikir lain, dia menampilkan namanya untuk mengukur seberapa baik perkembangannya.
Pada papan ranking saat ini, Nakamoto menempati posisi 70. Siapa yang menyangka levelnya sudah berada di 97.
Blue tidak ingin mengganggu, tetapi Nakamoto menyadarinya dan langsung menyerang Blue tanpa pikir panjang. Dia merasa bahwa Blue sedang mengintainya dan akan melakukan hit terakhir pada monster yang ingin dia kalahkan.
"Salah paham!" kata Blue membela diri.
Namun Nakamoto tidak menghiraukannya, dia tetap mengayunkan keterampilan terbaiknya. Melihat situasi kurang menguntungkan, Blue menempatkan semua poin status yang dia miliki pada Kekuatan dan Kelincahan.
Karena Blue memiliki poin status 238, dia langsung mengalokasikannya pada Kekuatan sebanyak 119 dan Kelincahan 119 poin.
Kedua pedang berbenturan, kekuatan Blue tidak berada di kelas yang sama dengan Nakamoto, sehingga ayunan pedang ditambah keterampilan Slash berhasil membuat lawannya terbang beberapa meter.
"Siapa kamu?" tanya Nakamoto menggunakan penerjemah bawaan sistem.
Blue sebenarnya menguasai bahasa negaranya,, tetapi dia memilih untuk menggunakan bahasa sistem Domain Dewa.
"Blue, ketua Fairy Dance. Aku tidak berniat untuk mengganggu, jadi tolong jangan salah paham," kata Blue pelan.
Nakamoto bukan orang bodoh, tentu saja dia tidak ingin berurusan dengan orang super kuat di depannya. Tangannya gemetar setelah bentrokan sebelumnya, dia dapat memastikan bahwa orang didepannya jauh lebih kuat.
"Aku tidak bisa melihat level mu dan namamu di Papan Ranking, mungkinkah kamu adalah pemain idealis yang selalu menyembunyikan kekuatan?" tanya Nakamoto langsung pada intinya.
Dia adalah tipe orang yang tidak suka basa-basi. Jelas saja pernyataannya sedikit sensitif untuk pemain biasa. Namun Blue adalah pemain yang berpikir terbuka, dia langsung menunjukkan levelnya.
"Aku bukan pemain papan atas," jawab Blue pelan tetapi sangat misterius.
"83, tidak mungkin. Aku sudah 97, mengapa bisa kalah ketika bentrok sebelumnya," tanya Nakamoto tanpa ada rasa sungkan. Sebenarnya dia adalah orang baik, sayangnya tidak mempunyai banyak teman.
"Poin Status, prana, konsentrasi, dan masih banyak lagi. Yang paling fatal adalah ayunan pedangmu tidak bisa menampilkan kekuatan terbaik karaktermu," kata Blue menjelaskan beberapa kelemahan Nakamoto.
Sembari menundukkan kepala, Nakamoto berpikir keras tentang kesalahannya. Namun dia tidak bisa menemukannya kecuali kekalahan poin status.
"Tunggu, artinya kamu memiliki lebih dari 1000 poin Kekuatan di level mu sekarang?" tanya Nakamoto dengan nada penasaran.
"Ya, lebih tepatnya aku sudah melewati 1200 poin." Blue tidak menyembunyikan kebenarannya.
Seperti biasa Blue akan menggunakan tipu muslihat yang dia kuasai untuk mengikat Nakamoto. Mungkin saja lawan bicaranya tertarik masuk Fairy Dance dan menjadikannya pemain terbaik dunia.
Nakamoto melebarkan matanya tidak percaya. "Tidak mungkin, bagaimana kamu bisa mendapatkan poin status sebanyak itu!" teriak Nakamoto tidak percaya.
Blue menunjukkan poin status Kekuatannya, dia tidak ingin menunjukkan lainnya. "Jawabnya adalah menyelesaikan misi terus menerus. Itulah mengapa levelku jauh dibawah kalian," katanya.
__ADS_1
"Misi, bukankah itu sekarang tidak mendapatkan poin status," tanya Nakamoto dengan bahasa yang sedikit tidak jelas. Sudah sewajarnya sistem kurang baik dalam menerjemahkan bahasa seseorang.
"Ayo ikuti aku. Mungkin ini akan menjadi pengalaman yang bagus untukmu," kata Blue mengajak Nakamoto memasuki Dungeon Rahasia level 105.