
Arief sadar bahwa anggota Rumah Perlindungan Fairy tidak terlalu bagus dalam perang skala menengah. Dia harus memaksimalkan kekuatan mereka untuk meraih kemenangan.
Zaha sudah menyiapkan 100 Meriam Sihir Otomatis, jadi Arief masih memiliki kesempatan untuk menang dengan mudah.
Namun pemimpin Rumah Perlindungan Rostov bukan pemain biasa. Dia adalah salah satu pemain yang membangun Rumah Perlindungan dengan modalnya sendiri.
Dia adalah Rostov, pemain yang berhasil mengalahkan seorang top global level dengan strategi perangnya.
Dalam kehidupan nyata, Rostov adalah seroang anak jenius yang menjuarai olimpiade Fisika dan Matematika tingkat Negara.
Bisa dibayangkan betapa hebatnya dia dalam mengakumulasikan kekuatan musuh serta meminimalkan kerugian.
Sayangnya Arief adalah monster tua yang super jenius. Karena berfokus dalam Domain Dewa, dia tidak menghadiri semua perlombaan sekolah.
Hidup yang serba kekurangan memaksa Arief menggunakan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Sampai akhirnya Domain Dewa datang dan merubah hidupnya.
Setelah berfokus kedalam permainan, dia tidak pernah melupakan sedikitpun detailnya dalam Domain Dewa. Bisa dibayangkan betapa jeniusnya Arief pada kehidupan sebelumnya.
Sayangnya Arief kekurangan teman dalam kehidupan sebelumnya, hingga berakhir dengan dipecat oleh Shadow. Tidak mau mengulangi kesalahannya, Arief mencari banyak teman untuk menyelamatkannya jika mendapat masalah.
Salah satunya adalah mempertahankan kerjasama dengan Galaxy Star. Sebenarnya jika Fairy Dance tidak menerima tawaran, mereka masih bisa menahan gempuran musuh.
Arief sudah mempersiapkan gedung dengan harga jutaan kredit dan bisa melatih para petarung beladiri.
Namun Galaxy Star adalah rekan yang sangat menguntungkan, tidak hanya mereka mempunyai sumber dana yang pasti. Tetapi juga memiliki jaringan pertemanan yang sangat luas.
Akhir dari Rostov di kehidupan sebelumnya sama dengan Arief. Karena merasa Jenius, dia tidak memiliki teman sejati yang bisa menyelamatkannya.
Hingga akhirnya salah satu guild besar menghancurkannya. Bahkan karakternya sulit untuk dikembalikan karena berlevel 1.
Setelah karakternya berlevel 1, keberadaan Rostov tidak pernah diketahui. Rumor mengatakan bahwa dia bunuh diri.
Sebenarnya Arief sangat membutuhkan jasa Rostov, tetapi dia belum menemukan cara untuk membuatnya bergabung dengan Fairy Dance.
"Queen, bawa 5000 pasukan untuk menyambut mereka. Aku akan membantumu dari belakang," kata Arief memberikan perintah.
Mendengar strategi Arief yang kurang matang, Aqila keluar dari belakang pintu. Karena ada banyak pemain, dia tidak ingin menunjukkan diri.
"Tidak mungkin kita melawan mereka secara langsung, ketrampilan pertarungan mereka di atas rata-rata," kata Aqila memberikan pandangannya tentang strategi.
Arief tersenyum mendengar Aqila mengeluarkan isi pikirannya. "Seperti yang kamu bilang, mereka mempunyai ketrampilan di atas rata-rata. Namun kita memiliki senjata yang dapat mengalahkan mereka."
100 Meriam Sihir Otomatis di tampilkan pada layar transaksi antara Arief dan Aqila.
"Aku ingin kamu menggunakan benda itu untuk meraih kemenangan serta minimalkan kerugian," lanjutnya.
Tidak hanya Meriam Sihir yang diberikan Arief, tetapi ada juga 1000 boneka perang. Aqila adalah orang cerdas, dia mengerti apa yang dimaksud Arief.
Doran dan kelompok tidak mengetahui barang apa yang diberikan Arief, tetapi mereka dapat menebak dari perubahan ekspresi Aqila yang tampak semangat.
"Doran, aku ingin kamu memimpin kelompok untuk mengincar sayap kanan pasukan musuh." Arief memberikan instruksi terperinci menggunakan bahasa militer. Dia sangat ahli dalam strategi perang karena sering membaca buku dan mempunyai mentor seorang veteran perang.
Semua orang dalam ruangan sudah terbiasa dengan istilah dalam militer. Jadi komunikasi mereka sangat baik.
"Baiklah, ayo lakukan!" kata Arief sambil menyodorkan tangannya ketengah.
__ADS_1
Semua orang menanggapinya dan menyodorkan tangannya untuk meningkatkan semangat dan solidaritas.
"Jangan ada yang melakukan kesalahan. Fairy Dance ... Excellent!" kata Arief. Disambut dengan sorakan semangat anggotanya.
Mereka bergerak sesuai dengan strategi. Queen memimpin 5000 petualang untuk mempertahankan Rumah Perlindungan Fairy. Siapapun yang membunuh pemain musuh akan mendapatkan imbalan yang setimpal.
Sedangkan jika mereka terbunuh, akan ada kompensasi yang didapatkan. Semua sudah dihitung oleh Arief, Rumah Perlindungan Fairy masih memiliki 60 jutaan kredit.
Jadi dia tidak akan segan membeli barang dengan harga mahal untuk menunjang kemenangan Rumah Perlindungan Fairy.
Aqila memimpin 2000 pasukan Sihir untuk menyerang dari atas dinding. Mereka bertugas untuk mempertahankan HP rekannya dan memberikan kerusakan pada musuh.
Doran memimpin 500 orang untuk menyerang sayap kanan. Namun mereka harus memutar cukup jauh supaya musuh tidak mengetahuinya.
Arief akan bermain solo membersihkan beberapa pemain yang kabur dari barisan. Bermain solo atau bergerak sendiri adalah salah satu triknya untuk menyembunyikan diri.
Kelincahan Arief ditambah dengan kecepatan Raul, dia dapat dengan mudah masuk dan keluar dari medan perang.
Seharusnya tugas ini dilakukan seorang pembunuh, tetapi karena dalam tim tidak ada satupun pembunuh, jadi Arief harus mengorbankan diri untuk berperan sebagai kelas pembunuh.
"Rostov, kami tidak memiliki permusuhan hingga mengharuskan perang seperti ini. Apa sebenarnya maksudmu?" tanya Queen sambil menatap tajam kearah Rostov.
"Jangan bilang begitu, pada awalnya aku sudah membiarkan kalian. Namun Doran dan teman-temannya adalah musuh yang harus dibasmi!" kata Rostov sambil tersenyum.
Dia melihat sekeliling dan menemukan ada 7 ribu petualang yang mengepungnya, artinya masih ada 5000 lainnya.
Untuk berjaga-jaga, Rostov sudah menyiapkan pasukan tambahan untuk situasi tidak terduga. Dia tidak mengetahui bahwa sebagian besar petualang Rumah Perlindungan Fairy menolak untuk ikut dalam penyerangan.
Mereka hanya bisa mengerahkan 7500 petualang yang mau mengorbankan nyawanya. Karena peperangan cukup besar, mereka tidak ada kesempatan untuk keluar dengan selamat.
5000 orang telah menolak permintaan Arief, tetapi meraka tidak langsung dipecat. Hal itu karena Rumah Perlindungan Fairy bukan sekedar milikinya tetapi ada Galaxy Star yang menjadi pemegang saham utama.
"Rumah Perlindungan Fairy tidak punya hubungan dengan Doran. Mereka mengunjungi kami dan sudah keluar!" kata Queen berbohong tentang kebenaran kelompok Doran.
Rostov tertawa sambil memegang perutnya. "Kamu pikir aku bodoh. Topeng Setan adalah salah satu dari kalian!."
Semua orang sudah menebak bahwa Topeng Setan adalah anggota Rumah Perlindungan Fairy, karena tidak ada satupun pemainnya yang mati karena Topeng Setan.
Kecurigaan Rostov semakin besar ketika mendapat informasi bahwa Doran dan teman-temannya telah mengunjungi Rumah Perlindungan Fairy.
"Jika kalian tetap bersikeras menyerang kami, maka aku tidak tinggal diam!" kata Queen tegas.
Rostov tertawa sekali lagi, dia tidak pernah menerima ancaman dari seorang wanita cantik seperti Queen.
"Serang!" kata Rostov memberikan perintah.
5000 orang menyerang bersamaan, Queen dan 5000 pasukannya bersiap untuk menyerang. Namun sebelum mereka melangkah, ada seorang pria paruh baya yang menghentikan pertarungan.
Dia adalah salah satu pendukung dari Rumah Perlindungan Rostov, dia dikenal sebagai Mario Sang Penjagal. Tubuh besar serta menggunakan kapak besar membuatnya tampak sangat mengerikan.
"Queen, lebih baik kamu menyerahkan Doran atau aku akan menghancurkan Rumah Perlindungan Fairy!" katanya sambil menatap tajam.
Queen bukan orang biasa sehingga tetap tenang, dia berkata, "Jangan meremehkan Rumah Perlindungan Fairy atau kalian akan menyesal seumur hidup!."
Mario yang tidak ingin lagi menunda waktu langsung menyerang Queen yang masih berlevel 33.
__ADS_1
Arief berubah pikiran, dia melihat ancaman dari Mario. Tidak hanya poin statusnya yang tinggi, dia mempunyai level 40.
Padahal top global level masih berlevel 41, artinya Mario adalah seorang pemain yang menyembunyikan kekuatannya.
Anehnya Arief tidak mengingat orang bernama Mario ketika Rumah Perlindungan Rostov dihancurkan.
Karena menggunakan topeng, Arief tidak dapat melihat wajahnya. Hal itu membuatnya kesusahan mengenali musuh.
Sebelum serangan Mario mengenai Queen, Arief memblokirnya dengan sempurna. Kedua pemain yang bentrok saling berbagi kerusakan.
¬ Pemain Blue menerima kerusakan - 350 kerusakan kritikal.
¬ Pemain Mario menerima kerusakan - 325 kerusakan kritikal.
Arief sedikit tertinggal karena menggunakan Pedang Sihir tingkat rendah.
"Queen, jangan bengong jalankan strategi sebelumnya. Biarkan aku mengurus pria ini!" kata Arief.
Queen yang sadar langsung menyerang Rostov dan pasukannya. Tepat ketika mereka akan bentrok, Aqila menembakkan Sihir jarak jauh untuk mengurangi HP musuh.
Tidak hanya Aqila, semua pemain belakang memberikan kerusakan. Mereka bisa tenang karena berdiri di atas dingin.
Kubah pelindung dan Menara Sihir tingkat menengah tidak bisa di remehkan. Jadi setiap pemain yang berusaha menerobos kubah pelindung akan langsung di kirim ke Rumah Kebangkitan.
Doran dan pasukannya keluar serta menyerang bagian kanan formasi musuh, mereka tidak bertugas mengalahkan musuh. Tugasnya hanyalah mengurangi HP musuh dan membunuh beberapa orang yang ingin mundur kebelakang.
Suara ledakan terdengar dimana-mana. Walaupun mereka hanya menyerang tanpa memikirkan strateginya, Arief masih menghargai kesetiaannya membela Rumah Perlindungan Fairy.
"Sampai kapan kamu melihat tidak memperhatikan aku!" kata Mario sambil berlari untuk menyerang.
Sebenarnya Arief tidak pernah melepas kewaspadaannya dari Mario, dia hanya berbicara dan memandang pergerakan rekan-rekannya.
Dengan satu langkah kecil, Arief menghindari tebasan pedang Mario. "Sebagainya kamu tidak menyembunyikan kekuatanmu atau akan berakhir dengan penyesalan!."
Arief menggerakkan pedang untuk menebas punggung Mario yang terbuka.
Dengan memutarkan badannya, Mario menghindari serangan Arief. Namun kerusakan besar masih diterima.
¬ Pemain Mario menerima kerusakan - 975 kerusakan kritikal.
Melihat kerusakan yang dia terima, Mario sedikit terkejut. Seharusnya dengan posisinya seperti itu, serangan kritikal tidak akan mudah terpicu.
Sayangnya dia tidak mengetahui bahwa keberuntungan Arief sangat tinggi. Ditambah dengan skill Keseimbangan, kerusakan kritikal bertambah 50%.
Anehnya efek dari Pedang Sihir juga terpicu, menjadikan kerusakannya sangat tinggi.
Mario segera melompat mundur karena melihat aura biru di tubuh Arief yang cukup misterius. Arief tidak memberikan kesempatan berlari karena Kelincahannya sangat tinggi.
"Sial, siapa kamu sebenarnya!" kata Mario terkejut lihat HPnya terus berkurang dengan cepat.
"Sudah aku bilang, jangan menahan kekuatanmu atau kamu akan menyesal," kata Arief. Setelah skill Keseimbangan habis, aura biru menghilang.
Mario tertawa keras, dia tidak menyangka ada orang yang berhasil memaksanya hingga membuat HPnya berwarna merah.
Namun kekuatan sebenarnya Mario akan muncul setelah HPnya berubah berwarna merah. Tubuhnya membesar dan kapaknya bertambah besar.
__ADS_1
Sekarang dia nampak seperti seorang monster raksasa bertinggi 3 meter.
"Sekarang aku akan serius. Persiapkan dirimu!" katanya sambil tersenyum.