
Sekarang Blue mengerti mengapa guild Secret Number melindungi tempat ini mati-matian. Raungan yang dia dengar itu adalah seekor naga, sama seperti Ryu di Desa Koral.
Bedanya naga di gua ini liar, tidak seperti Ryu yang langsung mematuhi tuannya. Jika tebakan Blue benar, Secret Number tidak bisa menjinakkan nada di dalam.
Itulah mengapa mereka menutup tambang dengan tembok megah untuk menandakan bahwa itu adalah tempatnya.
Jika berhasil menjinakkan naga di dalam gua, pasti mereka akan mempublikasikannya untuk mendapatkan perhatian dunia.
Sebuah guild super tidak akan takut dengan guild lainnya. Mereka akan saling bertarung jika ada yang menyerang.
Tidak mungkin untuk Super Guild menggunakan seluruh kekuatannya. Jaringan yang luas akan menolong satu sama lain.
Itulah mengapa berurusan dengan Super Guild sangat merepotkan. Jika satu saja Super Guild diganggu, ada ratusan guild yang akan menyerang.
Kepala Desa melangkahkan kakinya kedalam gua, dia mengerutkan kening. "Aneh, sangat jelas bahwa disini hanya bisa dimasuki oleh Iblis. Mengapa kamu bisa masuk?"
Tanduk Kepala Desa bersinar, itu menandakan bahwa tubuhnya sedang membersihkan racun di dalam tubuh.
"Aku mempunyai kemampuan khusus yang bernama Anti Body. Jadi segala racun yang setara atau lebih lemah dari tubuhku, memasuki gua ini sama dengan berjalan di halaman rumahku."
Anti Body adalah salah satu kemampuan yang memungkinkan pemain bisa melepaskan racun didalam tubuh secara otomatis. Skill ini dia dapatkan dari Celah Dimensi.
"Racun di gua ini sangat kuat. Seberapa kuat sebenarnya dirimu?"
Blue tersenyum tidak mau menjawab pertanyaan Kepala Desa. Sebenarnya tubuhnya lebih lemah dari iblis tua, tetapi segel Venom meningkatkan tubuhnya hingga setara dengannya.
Artinya selama Blue menggunakan segel iblis dia setara dengan Venom dalam hal kekuatan tubuh saja. Terlebih lagi Venom adalah Raja Iblis yang berfokus mengembangkan tubuhnya karena serangannya berfokus pada cakarnya.
"Aku tidak kuat, Raja Iblis Venom adalah iblis yang sangat kuat."
Suara raungan terdengar sekali lagi, Kepala Desa merinding. Dia tidak pernah mendengar suara ini sebelumnya.
"Apa itu?"
"Ada sosok yang telah bangkit. Ini akan sangat merepotkan jika monster itu keluar. Katakan pada Iblis Kecil untuk segera membentuk pasukan secepat mungkin!" kata Blue memberikan perintah.
Kepala Desa langsung berlari ingin melarikan diri dari gua.
"Tunggu, katakan padanya bahwa dia hanya mempunyai waktu selama 1 bulan," lanjut Blue memberikan informasi tambahan.
Anggukan kepala desa mengisyaratkan bahwa dia setuju. Kecepatan larinya tidak dapat dipungkiri cukup cepat.
Melihat Kepala Desa sudah pergi, Blue mengangkat sudut bibirnya. "Ayo lihat apa yang ada di dalam gua ini."
Seperti biasa Bee langsung muncul tanpa peringatan. Dia langsung duduk di kepala Blue tanpa sopan santun sedikitpun.
"Sepertinya naga itu kesakitan. Dengan kekuatanmu sekarang sangat berbahaya masuk ke sarangnya," kata Bee memberikan pendapatnya.
"Justru sebaliknya. Ini adalah momen yang harus aku manfaatkan!" kata Blue dengan tegas. Dia mengeluarkan Raul, Ela, dan Drakula.
Ketiganya berada dalam bentuk manusia, dengan satu lambaian tangan langsung berubah menjadi wujud aslinya.
"Bos, udara disini sangat kotor. Apa aku perlu membersihkannya?" tanya Ela menawarkan jasanya.
__ADS_1
"Belum waktunya untuk memberikannya. Aku percaya kamu memiliki kekuatan, tetapi aku harap kamu tidak mengatakan kekuatanmu sebelum aku memberikan perintah."
Blue mempunyai rencana untuk memanfaatkan kekuatan Ela untuk negosiasi terburuk. Menurut ingatannya naga itu sangat menyukai udara yang sejuk.
Bahkan Naga Api menginginkan ruangan yang di berkat Dryad maupun Peri Pohon Dunia. Ela adalah salah satu penduduk di pohon dunia, jadi bisa dibilang dia adalah peri pohon dunia.
Ela mengangguk menandakan persetujuan.
Blue melanjutkan perjalanan dengan menunggangi Raul. Alasannya menunggangi hewan peliharaan karena ingin menunjukkan dominasinya didepan naga.
Sebuah pintu setinggi 5 meter tertutup rapat, Blue menyentuhnya tanpa pikir panjang. Tidak lama kemudian pintu tersebut terbuka perlahan.
Mata Blue membelalakkan karena terkejut, senyum lebar terlihat di bibirnya.
Seekor Naga Hitam dirantai dan terdapat sebuah pedang berwarna kuning menancap di punggungnya. Siapapun akan mengetahui bahwa pedang itu adalah Pedang Legendaris Keris.
Bentuknya seperti gelombang, dan terdapat dari besi terkuat di Dunia Dewa. Tanpa menunggu lama, Blue menggunakan Mata Dewa untuk melihatnya.
"Kartanegara?" kata Blue pelan. Artinya Naga Hitam ini pernah petarung dengan Raja Kartanegara, Blue langsung mengarahkan pandangannya ke Bee.
Bee mengirimkan telepati. "Benar Kartanegara memang pernah melawannya, tetapi dia mengorbankan salah satu pusaka miliknya. Keris itu tidak akan bisa dicabut kecuali dirinya sendiri, jadi jangan berharap lebih," katanya.
Naga Hitam membuka matanya perlahan. "Manusia yang sangat berani. Kamu berdiri di depan Raja Naga dengan dada membusung, aku akan membunuhmu!" katanya dengan suara keras.
Blue menggelengkan kepala. "Sekarang kamu hanyalah badut yang terkurung di dalam gua ini. Bahkan jika keluar kekuatanmu hanya bisa menandingi seekor naga gunung, jangan terlalu percaya diri!" balas Blue dengan sindiran.
Walaupun kenyataannya memang seperti itu, Naga Hitam tidak mau mempercayainya. Dia meraung marah dan mengatakan, "Kurang ajar kamu manusia lemah!"
"Jangan bercanda, orang yang menyegel kekuatanmu disini adalah manusia. Jangan pernah meremehkan mereka!"
"Siapa sebenarnya dirimu?"
"Aku adalah orang yang mewarisi barang dari Raja Kartanegara, atau lebih tepatnya manusia yang menyegel kamu disini!"
"Sialan, jadi kamu keturunannya!" kata Naga Hitam sambil mengayunkan cakar naga untuk melukai Blue.
Sayangnya orang yang di hadapi adalah manusia super waspada dan selalu memperhitungkan situasi. Jadi cakarnya berhenti tepat beberapa centimeter dari tubuh Blue.
Naga Hitam mulai marah, dia menggunakan kekuatan yang besar untuk menghembuskan Blue. Namun Drakula menggunakan skillnya untuk membelikan udara, sehingga hembusan serangan Naga Hitam tidak mempengaruhinya sama sekali.
Tidak mau menyerah, Naga Hitam menggunakan sihir dari mulutnya. Namun setelah beberapa detik, sihirnya malah lenyap.
"Kekuatanmu sebenarnya tidak disegel, tetapi pengendalian sihirnya terpengaruh oleh Keris. Kedatanganku kesini bukan untuk mencari musuh, melainkan mencari rekanan."
Blue berjalan ke depan satu langkah sambil mengulurkan tangannya. Dia mengisyaratkan untuk melakukan jabat tangan tanpa kerja sama.
Naga Hitam yang tidak mengetahui gerakan itu kebingungan. Dia merasa pengetahuannya tentang dunia luar sangat sedikit. "Apa yang kamu lakukan?" tanyanya.
Sudut bibir Blue terangkat, dia sudah dapat memastikan bahwa Naga Hitam sudah terlalu lama dikurang. Jadi dia tidak mengetahui kebiasaan di luar gua.
Blue tertawa ringan. "Haha, kamu bahkan tidak tahu kebiasaan berjabat tangan. Apa kamu bisa berubah menjadi manusia?" tanyanya.
"Mengapa aku harus berubah jadi makhluk rendahan?" tanya Naga Hitam sedikit penasaran.
__ADS_1
"Dengan berubah menjadi manusia, kamu akan mempunyai ruang gerak yang cukup luas. Cobalah jika tidak percaya," kata Blue dengan tatapan meyakinkan.
Naga Hitam tidak pernah punya teman seperti Venom, dia adalah Raja Naga berabad-abad lalu. Sayangnya orang bernama Kartanegara berhasil menyegelnya di gua ini.
Naga Hitam berpikir, kemudian mengingat cara merubah wujud. Sistem muncul di depan matanya, naga Hitam melompat kebelakang dan langsung mengayunkan cakarnya.
"Sialan kau menipuku!" teriaknya.
"Apa yang kamu katakan. Itu adalah pesan sistem, beberapa tahun lalu sistem menguasai dunia. Sehingga semua makhluk di sini memilikinya."
Naga Hitam menutup matanya kembali dan mengingat teknik untuk merubah wujud. Sebuah cahaya menyelimuti tubuhnya dan mulai mengecil.
Seorang anak kecil setinggi 140 centimeter muncul di depan Blue. Kulitnya yang coklat kehitaman serta mata bulat yang terlihat imut membuatnya bisa dikatakan sebagai pangeran tampan. Penampilannya tidak kalah dengan Bee ketika berubah menjadi wujud manusia.
Jelas itu membuat Blue dan rekan-rekannya terkejut bukan main.
"Penampilanku masih sama seperti dulu, ini akan membuatku lebih nyaman." Naga Hitam mengulurkan tangannya ke arah Blue.
Tidak ada respon, semua masih belum sadarkan diri. Untungnya Blue langsung menenangkan diri dan menjabat tangan Naga Hitam.
"Senang berkenalan denganmu. Aku Blue, pemimpin guild Fairy Dance," kata Blue memperkenalkan diri.
"Oh iya, ini adalah cara berkenalan yang sangat modern. Aku Anak Raja Naga Hitam, namaku... Sepertinya aku lupa," kata Naga Hitam sambil memegang janggutnya.
Itu adalah kebiasaan ayahnya mengeluh jenggot panjangnya ketika berpikir.
"Artinya kamu bukan raja naga sebenarnya?" tanya Blue sedikit kecewa, tetapi dia harus bersyukur mendapatkan naga paling langka di Domain Dewa.
Naga Hitam melepas genggamannya dan disusul oleh Blue. "Iya, orang bernama Kartanegara itu tidak percaya kalau aku hanyalah anak Raja Naga. Aku tidak tahu berapa lama terkurung di gua aneh ini, udaranya pun tidak menyegarkan."
Momentum yang ditunggu akhirnya datang, Blue tersenyum manis. "Aku mempunyai teman yang bisa memperbaiki udara disini. Terlebih lagi aku mempunyai cara untuk mengeluarkan kamu dari sini," kata Blue memberikan janji manis.
Sebenarnya dia belum menemukan kasus tentang pengeluaran naga dari gua tambang Batu Energi. Namun dengan pengetahuan, seharusnya Blue bisa menemukannya beberapa tahun lagi.
"Benarkah, bagaimana caranya?" tanya Naga Hitam dengan penuh semangat.
"Kamu tahu, manusia itu sangat serakah. Tidak mungkin bagiku memberi tanpa mendapat imbalan," kata Blue menunjukkan maksud sebenarnya.
Naga Hitam mengerutkan kening, kepercayaannya langsung turun berkat pernyataan Blue. "Apa yang kamu inginkan?"
"Jadilah temanku!" jawab Blue yang membuat Bee dan semua familia terkejut.
Ukuran tangan kanan Blue langsung sampai di depan tubuh mungkin Naga Hitam.
Naga Hitam yang tidak pernah mempunyai teman kebingungan. Dia sudah tahu menjabat tangan Blue sama dengan menyetujuinya.
"Tenanglah, aku bukan manusia yang akan berkhianat." Blue tersenyum manis. Dia mengetahui bahwa ayahnya Raja Naga Hitam dibunuh oleh orang kepercayaannya.
Karena Blue mempunyai ingatan masa depan, dia pernah mendengar cerita tentang Raja Naga Hitam. Padahal Blue berharap naga didepannya adalah Raja Naga Hitam, tetapi keberuntungan berkehendak lain.
Anak Raja Naga tidak pernah diceritakan, artinya sejarah memang sengaja menghapusnya. Bahkan untuk Kartanegara itu mustahil untuk dilakukan.
Jadi Blue menarik kesimpulan bahwa Anak Raja Naga ini memang disegel disini oleh orang tuanya. Karena Raja Naga dan istrinya mati dalam peperangan.
__ADS_1
Kartanegara adalah orang yang disuruh Raja Naga untuk menyegelnya disini.