
Ayunan pedang Blue memancarkan cahaya warna putih, dia menggunakan keterampilan Slash untuk menyerang.
Namun siapa sangka Kelinci Kuning mengetahui bahwa serangan musuh dangat mematikan. Dengan kecepatan tinggi dia menghindari serangan.
Kelincahan Blue sudah hampir 800 poin, tetapi masih bisa dihindari. Hal itu membuat Blue sedikit terkejut.
"Monster apa ini?" gumam Blue yang kebingungan melihat monster kelinci yang belum terkena kerusakan sedikitpun, begitu pula Blue yang belum terkena kerusakan.
Black Wing dikeluarkan, Raul bersiap menyerang. "Sepertinya aku tidak bisa mengalahkannya sendiri," kata Blue sambil tersenyum tipis.
Bee terbang dengan kecepatan yang cukup pelan. Dengan membusungkan dadanya, dia ingin membantu mengalahkan kelinci kuning yang sangat gesit.
Ela memiringkan kepalanya bingung, Bee bisa keluar sendiri tanpa di suruh Blue. Namun yang dia bingung bukan itu, melainkan untum apa Bee maju dengan kecepatan rendah.
Raul berlari bersama Blue menuju Kelinci Kuning yang sangat gesit. Keduanya menggunakan serangan kombinasi yang sangat memukau.
Cakar dari Raul, kemudian di ayunan pedang Blue membuat serangan sangat ingah untuk di tonton. Bee masih belum bergerak terlalu banyak, dia masih terbang perlahan melewati semua serangan Kelinci Kuning.
Dengan percaya diri Bee menggunakan Skill Menubruk, anehnya Kelinci Kuning tidak menghindarinya. Blue mulai berpikir bahwa Kelinci Kuning tidak bisa melihat keberadaan Bee.
Karena Kelinci Kuning terkena pengaruh buruk, ia tidak akan bisa bergerak selama beberapa detik. Memanfaatkan situasi, Blue menggunakan Ekstrim Blade di tambah dengan Keseimbangan.
Raul menggunakan keterampilan Sambaran Petir untuk membuat monster kelinci tidak bergerak lagi. Ratusan sayatan muncul, Blue menggunakan Skill Ekstrim Blade dengan sempurna.
[Blue memberikan kerusakan - 1 juta]
"Kesalahan sistem?" gumam Blue yang melihat kerusakan yang dia hasilkan. Pada kehidupan sebelumnya Blue belum pernah mengalahkan Kelinci Kuning, jadi ini adalah pertama kali untuknya.
"Kelinci Kuning mempunyai Pertahanan yang lebih rendah dari 0. Makanya ketika terkena serangan kerusakan yang diterima sangat tinggi," jelas Bee yang melihat Blue kebingungan.
"Darimana kamu tahu hal itu?" tanya Raul yang hampir kehabisan MP karena mempertahankan Sambaran Petir dan mengeluarkan semua keterampilannya.
Bee menunjuk kepalanya, lebih tepatnya di pelipis. "Aku mempunyai ingatan yang lebih banyak. Raja Kartanegara telah memberikan banyak informasi tentang Domain Dewa."
"Sungguh mengesankan," sahut Ela.
Blue sudah membuka mulutnya, dia ingin mengatakan hal yang sama dengan Ela. Namun perkataannya sudah di dahulu oleh peri kecil kita semua.
Setelah mengalahkan Kelinci Kuning, Blue ingin melihat hadiah apa yang dia dapatkan.
[Hadiah :
- Daging Kelinci Kuning (Langka)
- Mata Kelinci Kuning (Epik)
- Batu Skill (Konverter Pertahanan - Kelincahan)
- Inti Monster]
Inti monster langsung diberikan pada Ela, tanpa segan dia menyerapnya. Tubuhnya memancarkan cahaya warna kuning, sebuah keterampilan baru muncul.
[Langkah Senyap]
Dalam sekejap akan berpindah tempat dengan jarak kurang dari 5 meter. Pendinginan keterampilan 20 detik.
Sekarang Ela tidak hanya pendukung yang harus dilindungi, dengan keterampilannya tersebut dia bisa menghindari serangan mematikan dari lawannya.
__ADS_1
Batu skill mengandung sebuah keterampilan khusus yang hanya ada satu di dunia. Untuk mendapatkannya, pemain harus membunuh monster khusus.
Namun sekarang Batu Skill yang dimiliki oleh orang tercepat di dunia pada masa lalu ada di depannya. Tentu saja Blue tidak akan menunda untuk menggunakannya.
Pada masa lalu, orang tercepat di dunia menggunakan keterampilan itu untuk mengalahkan semua musuhnya. Sayangnya konsentrasinya tidak mencukupi untuk mengalahkan pemain terbaik dunia.
Ketika Kelincahan pemain mencapai titik tertentu, konsumsi stamina dan konsentrasi akan meningkat drastis. Seorang pemain bertipe kecepatan akan mudah kelelahan, makanya sangat sedikit orang yang bisa menduduki peringkat dunia bertipe kecepatan.
[Konverter Pertahanan - Kelincahan]
Kelas : S
Level : 2 (0/100)(Cincin Kartanegara +1)
Pendinginan : 10 menit
Durasi : 1 menit
Merubah sementara semua poin Pertahanan menjadi Kelincahan.
Level maksimal : 9(+1 - Cincin Kartanegara)
"Sungguh cincin yang sangat mengerikan. Aku baru saja mendapatkan skill, tetapi langsung meningkat menjadi level 2!" gumam Blue.
"Sampai kapan kita di sini?" tanya Bee yang tampak mulai bosan.
Raul mengibarkan bulunya. "Ayo bergerak!" katanya tegas.
Kejadiannya seperti Ela sebelumnya, Blue belum sempat mengeluarkan suara, tetapi mulutnya sudah terbuka sedikit ingin mengatakan hal yang sama seperti Raul.
Ela tertawa kecil melihat Blue yang tampak canggung.
Setelah berjalan beberapa menit, akhirnya mereka sampai di tempat yang dimaksud. Tidak ada pemain satupun, hanya ada ribuan monster yang akan bangkit setiap menitnya.
Tanpa menunggu lama, Blue mengeluarkan peralatan berburunya. Setidaknya ada 50 Meriam Sihir Otomatis dan 5 Menara Petir untuk membantu menggiling monster.
Seperti seekor Harimau yang kelaparan, Blue menyerang seperti orang gila. Raul dan Bee juga melakukan hal yang sama.
Namun kalian tahu sendiri Bee hanya bergaya tanpa bisa memberikan kerusakan yang berarti. Walaupun seperti itu, Blue sangat menyayanginya.
Ela berperan penting dalam penggilingan, dia bertugas mengatur HP dan MP seluruh tim. Tidak lupa pula, Ela menyediakan Ramuan Penyembuh HP dan MP untuk semua tim.
Hal itu dikarenakan keterampilannya tidak terlalu banyak, sehingga tugasnya adalah berlari menuju rekannya yang kekurangan HP dan MP.
[Semut Hutan]
Level : 70
HP : 200 ribu
Monster di dalam hutan lebih lemah dibandingkan biasanya. Blue tidak mengetahui kenapa itu bisa terjadi, dia hanya memikirkan pendapatan pengalamannya yang sangat melimpah.
Setelah berjalan selama 3 jam, Blue mundur untuk sementara. Dia ingin mengembalikan konsentrasi dan staminanya.
Tidak lupa sebelum beristirahat, Blue memasang 5 Menara Petir disekitarnya. Sehingga monster yang mendekat akan langsung terkena serangan Menara Petir.
Blue duduk melakukan meditasi, hal ini sering dilakukan oleh pemain untuk mengembalikan stamina dan konsentrasi sedikit lebih cepat. Syaratnya pemain harus berkonsentrasi penuh tanpa ada gangguan dari luar.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama untuk mengembalikan kondisi terbaiknya. Blue langsung melanjutkan penggilingan monster, setiap ayunan pedangnya selalu memberikan kerusakan yang sangat besar.
Disisi lain, Desa Singosari sedang terancam. Alisa sebagai administrator kebingungan, untungnya ada Reza yang mendukungnya. Jika tidak, pasti Desa Singosari akan runtuh hanya dalam satu malam.
Seperti yang di harapkan dari Reza, pemain cerdas yang selalu mempunyai jalan keluar di setiap permasalahan.
"Tenang, kita masih memiliki beberapa pasukan yang cukup kuat." Reza yakin bahwa pasukan Garuda dapat menghentikan pergerakan para tentara bayaran.
Informasi mengatakan bahwa Darah Merah telah melakukan beberapa tindakan gila. Mereka menyerang semua desa milik Fairy Dance, bahkan termasuk di Danau Putih.
Namun sebelum mereka menginjakkan kaki di dalam desa, semua tentara bayaran langsung di lempar kedalam penjara khusus. Sehingga mereka tidak akan bisa keluar untuk beberapa hari.
Pertahanan Danau Putih bukan main-main, setidaknya ada jutaan orang pengguna prana yang melindunginya. Bahkan jika ada 15 juta pemain melakukan penyerang, kekuasaan Fairy Dance di Danau Putih tidak akan runtuh.
Apalagi hanya penyusup kecil yang mencoba melakukan penyerangan. Mereka seperti semut yang masuk kedalam samudra.
Keadaan Desa Singosari sangat memprihatinkan, para anggota Fairy Dance sedang kelelahan. Mereka tidak bisa bertarung dengan baik, makanya penyerangan tentara bayaran bisa sangat mulus.
"Aku sudah memikirkan berbagai cara untuk keluar dari situasi ini. Namun semua strategi di dalam kepalaku tidak dapat diterapkan." Alisa mulai putus dengan situasi yang dihadapi.
Berbeda dengan Reza yang mulai tertular Blue. Dia tersenyum tipis dalam situasi yang putus asa ini. "Jadi ini yang dimaksud, Bos. Sungguh perasan yang menyenangkan," katanya pelan.
Walaupun pelan, Alisa yang duduk di sebelahnya mendengar. "Apa orang ini gila?" tanyanya dalam hati.
Darah Merah yang mendapat kabar bahwa Desa Singosari sudah di ujung jurang, mereka segera menyiapkan pasukan untuk melakukan penyerangan. Norman masih duduk di kursi kerjanya, dia melihat langsung kekuatan pemain bernama Blue.
Selama orang itu ada di Fairy Dance, tidak mungkin Desa Singosari bisa di rebut kembali. "Dimana Blue?" tanyanya kepada tentara bayaran di sebelahnya.
"Informasi mengatakan bahwa dia masuk Hutan Kawi satu minggu yang lalu. Mungkin ada sebuah rahasia yang membuatnya tidak bisa keluar dalam waktu dekat."
"Bagus, segera jalankan rencana perebutan 4 desa milik Fairy Dance!"
"Kami sudah menggerakkan pasukan. Tidak hanya di Kota Dingin, Kota Danau Putih juga sedang dalam penyerangan."
"Bodoh!" teriak Norman dengan nada tinggi. Dia pernah mendengar ketika Danau Putih diserang maka guild penyerang akan rata dengan tanah.
Mungkin itu hanya rumor, tetapi Norman harus mempertimbangkan situasi. Rumor juga mengatakan bahwa Blue adalah pemain yang sangat kuat, kemarin dengan mata kepalanya sendiri melihat betapa menakutkannya seorang Blue.
Untungnya berita penyerangan Danau Putih belum sampai ke telinga Blue. Jika Blue tahu, pasti kalian sudah tahu apa yang akan terjadi.
Norman segera menyuruh para tentara bayaran untuk menarik mundur semua pasukannya. Namun siapa sangka, tidak ada satupun orang yang membalas pesan.
Mereka semua masuk kedalam penjara untuk sementara waktu, pilihan satu-satunya adalah keluar dari Domain Dewa dan melaporkan kejadian sebenarnya.
Orang yang di sebelah Norman mulai gugup, keringat dingin mulai keluar dari dahinya. "Siapa sebenarnya Fairy Dance?" katanya pelan.
"Apa yang terjadi?" tanya Norman penasaran.
"30 ribu pasukan yang aku kirim semua dipenjara lebih dari satu minggu. Sekarang wakil Fairy Dance sedang menuju markas kami," jawabnya lirih.
Tentara bayaran yang di sewa Darah Merah tidak lebih dari 50 ribu. Namun sekarang 30 orang dipenjara lebih dari waktu sewa, Darah Merah harus membayar lebih. Jika tidak, para tentara bayaran akan menyerang Darah Merah.
Suara ketukan pintu terdengar sangat keras. Dia adalah salah satu anggota dari tentara bayaran.
Pemimpin tentara bayaran bertanya, "Ada apa?"
"Sekelompok pemain telah menangkap ratusan anggota kita. Besar dugaan mereka dari Fairy Dance yang melakukan serangan balasan!"
__ADS_1
Malam adalah waktu yang paling di sukai Reaper dan tim. Namun kali ini bukan dia yang membuat masalah, tetapi Ratri anggota baru Fairy Dance.
Reza adalah otak dibalik semua rencana ini. Dia menugaskan beberapa pasukan Garuda untuk menangkap musuh. Hasilnya kekuatan tentara bayaran akan berkurang terus menerus.