
Arief menggelengkan kepala. "Walaupun aku hanya berkembang di lingkup kecil, ini adalah duniaku. Siapapun tidak akan pernah mempengaruhi keputusanku kecuali ibu," katanya dengan senyum tipis di bibirnya.
"Aku tahu itu, makanya tidak mempengaruhi keputusanmu. Sekarang aku juga tertarik dengan permainan bernama Domain Dewa. Menurutmu seberapa besar pengaruh keluarga Nakamoto jika sebagian besar bergabung dengan Fairy Dance?" tanya Nakamoto ke 6.
Sebagai seorang ketua guild Arief harus menjawab dengan sebaik mungkin. "Semua orang di sana setara, tidak ada perlakuan khusus. Sejujurnya kami akan membuka cabang guild di sekitar sini, jika berminat cobalah untuk masuk."
Keduanya berbincang cukup lama, Nakamoto ke 7 dan 8 hanya bisa diam mendengar pembicaraan keduanya.
Nakamoto ke 9 lebih parah, dia melebarkan matanya tidak percaya Arief bisa berbicara dengan kakek buyutnya dengan lancar.
Menurut rumor yang beredar tidak ada orang yang bisa berbicara lancar di depannya, bahkan jika itu adalah ayahnya sendiri. Sekarang dia menemukan bukti bahwa rumor itu hanyalah kabar burung.
Nakamoto ke 9 tidak mengetahui bahwa kekuatan Nakamoto ke 6 memang sangat kuat. Orang biasa tidak akan bisa berdiri tegap di depannya, apalagi berbicara.
Perbedaan mendasar terjadi karena Arief mempunyai kemampuan khusus, dia juga sudah mempunyai pengalaman 50 tahun di kehidupan sebelumnya.
Ditambah lagi kekuatan di belakang ibunya juga cukup kuat, buktinya tidak ada yang menyentuh Arief ketika melakukan perjalanan sendiri.
"Baiklah, aku akan mencoba menghubungi temanmu Nidia. Keluarga Nakamoto akan sepenuhnya mendukung Fairy Dance."
Nakamoto ke 6 berjalan keluar dari ruangan, kehadirannya seharusnya tidak terlihat oleh orang lain. Termasuk Nakamoto ke 9 yang menganggap bahwa kakek buyutnya sudah mati.
Hal itu dilakukan untuk menghindari sorotan publik dan beberapa masalah mendasar.
Sebelum keluar dari pintu, Nakamoto ke 6 berhenti dan menoleh ke arah Arief. "Jangan lupa ajarkan Moon Light pada Nakamoto ke 9. Aku berharap keluarga Nakamoto bisa berkembang di bawah kepemimpinannya," katanya.
"Itu semua tergantung dengan keinginannya. Aku hanya bisa menawarkan jalan, dia yang akan menentukan," kata Arief pelan.
"Baiklah, aku percaya padamu. Jika ingin menemukan tempat yang bagus untuk berlatih pergilah ke puncak gunung itu," kata Nakamoto ke 6 sambil menunjuk gunung yang tidak terlalu tinggi.
"Terima kasih."
Nakamoto ke 7 dan 8 langsung menghadap Arief. Mereka berdua memandang Arief dengan tatapan kagum sekaligus terkejut. "Bagaimana kamu bisa berbicara dengan lancar?"
"Kalian terlalu takut sehingga mempengaruhi kepercayaan diri. Walaupun orang itu sangat kuat, dia tidak bisa mengeluarkan seluruh kemampuannya karena alasan tertentu," jawab Arief dengan nada sopan dan santai.
Ketiganya berbincang tentang beberapa hal dan meminta petunjuk tentang pengembangan prana milik mereka. Harus diakui bahwa Arief masih muda, tetapi pengetahuannya tentang prana di atas kedua orang dari Nakamoto.
Setelah selesai, Nakamoto ke 9 menghampirinya. "Apa jalan yang kamu tunjukkan masih berlaku?" tanyanya.
"Tentu saja, mari pergi ke gunung dan melakukan beberapa latihan ringan. Domain Dewa akan dibuka besok pagi," kata Arief yang tidak sadar bahwa waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore.
"Ayo!" jawab Nakamoto ke 9 tidak memperdulikan waktu.
Keduanya berlari menuju puncak gunung. Tidak butuh lama sebelum mereka sampai, Arief berdiri dengan tegap tanpa kelelahan. Berbeda dengan Nakamoto ke 9 yang tampak sangat tertekan.
"Atur napas dan alirkan prana milikmu. Jangan terlalu memperhatikan sekitar terlebih dulu, fokuskan energi pada dirimu," kata Arief memberikan petunjuk.
Nakamoto ke 9 adalah orang yang cukup cerdas dan berbakat. Jadi dalam sekejap dia langsung mengerti apa yang dikatakan Arief.
Keduanya berlatih sampai dini hari, Arief tidur di atas batu sambil melakukan meditasi. Sedangkan Nakamoto ke 9 tidur di tanah.
__ADS_1
Itu adalah pertama kalinya Nakamoto ke 9 tidur di tanah, selama ini dia selalu tidur di sofa yang sangat bagus. Semua orang keluarga Nakamoto bisa dia gunakan dengan bebas.
Bahkan jika mau dia bisa membeli sebuah negara hanya karena keinginan. Sekaya itulah keluarga Nakamoto.
Nakamoto memesan mesin virtual Domain Dewa terbaru, dia menempatkannya di ruangan khusus miliknya.
"Domain Dewa sebentar lagi aku dibuka, mari bergegas kembali." Arief menggoyang-goyangkan badan Nakamoto yang tertidur pulas.
Sebelum bangun Nakamoto meregangkan badannya seperti biasa. "Jam berapa ini?" tanyanya.
"Sudah jam setengah lima, ayo bangun dan lakukan beberapa pemanasan. 2 jam lagi Domain Dewa akan segera dibuka kembali."
Keduanya langsung melakukan latihan, Nakamoto tidak pernah berusaha sekelas ini. Dia mempunyai motivasi untuk berkembang karena Kakek Buyutnya mengatakan bahwa dia adalah kunci perkembangan keluarga.
Setelah keduanya pergi, ada seorang pria tua keluar dari persembunyian. "Anak yang sangat waspada. Siapa sebenarnya dia?" tanyanya pada Nakamoto ke 6 yang keluar di sampingnya.
"Dia adalah anak dari Si Putih dan Hitam, Arief. Dia memilih untuk menjadi ketua guild daripada meneruskan kepemimpinan ayah atau ibunya," jawab Nakamoto ke 6.
"Sesuai yang diharapkan dari anak Si Hitam. Baiklah, biarkan Nakamoto ke 9 berlatih dengannya. Aku melihat perkembangannya dalam sehari tidak buruk."
Tidak ada yang tahu siapa pria tua yang sangat dihormati oleh Nakamoto ke 6. Bahkan penjaga Nakamoto ke 7 tidak mengenalnya.
[Domain Dewa]
Blue sudah masih menggunakan mesin virtual yang dipesan khusus oleh Nakamoto.
"Sepertinya kita harus mengulang tahap ini lagi," kata Blue memandang Nakamoto. Dia melihat beberapa kepiting kecil yang dipulihkan.
Blue tidak terlalu serius, dia mengeluarkan Bee, Drakula, Raul, dan Ela. "Ayo selesaikan dengan cepat," kata Blue dengan penuh percaya diri.
Namun siapa yang menyangka semua famili miliknya tidak menjawab seperti biasanya. "Apa yang terjadi?" tanya Blue pada Bee yang tidak terpengaruh pembaruan sistem.
"Sepertinya sistem sedang mempersiapkan mereka. Jadi gunakan kekuatanmu dan beberapa benda mati untuk sementara." Bee mencoba menjelaskan situasinya.
Seperti biasa, ketika semua mahluk di dunia Domain Dewa berhenti, artinya pembaruan sistem sedang dijalankan. Walaupun Drakula mengetahui keberadaan sistem, dia belum bisa lepas darinya.
Karena Drakula tidak bisa menggunakan serangan arena besar. Blue mengeluarkan senjata pamungkasnya, Robot Penembak.
Dua robot cukup besar muncul dibelakang Blue. Nakamoto tidak terkejut lagi, dia sudah terbiasa dengan segala keajaiban yang ditampilkan orang aneh di sampingnya.
"Ayo hancurkan para kepiting itu!" kata Arief langsung berlari sambil mengambil dua pedang di punggungnya.
Ayunan pedang pertamanya langsung membunuh 5 monster yang berada di garis serangnya. Ini adalah salah satu perubahan keempat, biasanya satu serangan hanya untuk satu monster.
Namun sekarang senjata akan memberikan kerusakan pada monster yang terkena. Tidak peduli serangan itu bersifat area atau bukan.
Robot Penembak langsung menggunakan keahliannya untuk menembak dengan kecepatan tinggi. Sekali lagi Nakamoto hanya terdiam membantu tanpa bisa berbuat apapun.
Merasa tidak dibutuhkan, Nakamoto tidak menyerah. Dia berlari menuju gerombolan Kepiting dan menyesuaikan diri.
Butuh waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan tahap pertama Dungeon Rahasia Raja Kepiting. Setelah beberapa jam untungnya Drakula dan Ela tersadar dan mulai membantu.
__ADS_1
Hanya Raul yang masih belum bergerak, dia masih menunggu sistem diperbaharui.
"Bukankah sangat mudah?" tanya Blue yang sudah kelelahan serta duduk di tahan.
Nakamoto tidak bisa menjawab pertanyaan Blue dia hanya menganggukkan sambil menstabilkan napas. Kelelahan membuatnya kesulitan bernapas, sampai akhirnya mesin virtual secara paksa mengeluarkannya.
Tepat setelah keluar, Raul memancarkan cahaya berwarna biru tua. Petir yang awalnya berwarna biru menari warna biru kehitaman.
"Petir hitam, itu adalah salah satu petir yang paling dibenci oleh para Dewa," kata Bee menjelaskan perubahan yang dialami Raul.
"Artinya Raul adalah musuh alami para Dewa?"
"Tidak juga, lihatlah petir hitamnya masih terlalu lemah. Karena dia adalah penduduk pribumi, sudah sewajarnya itu terjadi," kata Bee pelan. Dia memberikan petunjuk tentang perubahan keempat.
Sayangnya Blue sudah mengetahui bahwa pemberontakan penduduk pribumi akan segera terjadi. Beberapa manusia juga sudah memiliki status lengkap mereka sendiri.
Pemberian sistem pada manusia pribumi sebenarnya diberikan pada perubahan kelima, tetapi perkembangan tidak terduga terjadi lagi.
Arief harus memikirkan beberapa rencana lain untuk memperkuat Fairy Dance. Untuknya dia sudah merekrut banyak bakat di Dunia Buatan dan Danau Putih.
Sekarang Pertahanan mereka jauh lebih kuat.
Raul mulai tersadar, matanya berubah dan dia langsung mengeluarkan Raungan khas serigala. "Aauuuu..."
"Apa yang terjadi denganmu, Raul?" tanya Blue penasaran.
"Bos, aku bisa melihat layar transparan di depan. Dengan menggunakan pikiran aku bisa menggerakkannya," kata Raul dengan nada sam seperti manusia.
Seperti yang diperhitungkan, pemberian sistem sudah dirilis. Arief berdiri dan menghela napas, dia menunggu Nakamoto untuk kembali.
Raul bersujud di depan Blue dan mengatakan." Tuan, izinkan aku melayani ada seumur hidup!" katanya dengan nada tegas.
"Iya, aku akan menerimamu seumur hidup. Tidak untuk Raul saja, tetapi Bee, Drakula, dan Ela juga termasuk," kata Arief.
Sebuah cahaya ungu kehitaman menyelimuti Raul. Cahaya hijau menyelimuti Ela, merah menyelimuti Drakula. Sedangkan Bee mempunyai cahaya warna pelangi.
Raul, Ela dan Drakula berbuah menjadi manusia. Raul menjadi seorang manusia yang memiliki kuping serigala dan taringnya tampak seperti serigala.
Drakula berubah menjadi manusia muda, dia tidak mempunyai karakteristik hewan karena berasa dari Vampir. Hanya saja gigi tajamnya masih terlihat.
Ela berubah menjadi wanita cantik dengan rambut panjang berwarna hijau. Serta daun menutupi sekujur tubuhnya.
Ketiganya mengucapkan terimakasih secara bersamaan. Hanya saja mereka melupakan satu familia, dia adalah Bee.
Semua orang langsung mengarahkan padangan ke arah Bee yang mungkin saja menjadi manusia.
Mereka bertempat menunggu dengan saksama dan melihat dengan sangat fokus. Cahaya pelangi mulai memudar, Arief adalah orang yang paling khawatir.
Jika Bee menjadi pria gendut, maka akan sangat kesusahan dalam memburu monster.
Namun siapa yang menyangka Bee tidak berubah sama sekali, dia tampak seperti sebelumnya. "Mengapa kalian memandang pangeran ini seperti itu," katanya sambil memainkan layar transparan yang hanya dia ketahui.
__ADS_1