Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
103. Prajurit


__ADS_3

"Salju, kenapa divisi Arsitek yang menghabiskan banyak uang belum membuahkan hasil?" tanya Mawar Putih dengan nada tinggi. Dia telah mengeluarkan ratusan juta hanya untuk modal awal, tetapi tidak ada sedikitpun perkembangannya.


Salju yang sedang memperhatikan laporan divisi Arsitek juga kebingungan, tidak ada kesalahan dalam pengembangan. "Aku kurang mengerti, Nek. Semua sudah berjalan sesuai rencana. Anggaran dan sumber daya sudah tersedia," katanya pelan.


Mawar Putih sedikit heran dengan Fairy Dance yang bisa membuat Arsiteknya sangat kuat dan mempunyai kreatifitas yang tinggi. Rencana Licik mulai muncul di kepalanya, dia ingin beberapa pemain divisi Arsitek masuk kedalam Fairy Dance.


Tujuannya tidak lain adalah belajar tentang Arsitek dan mengambil beberapa desain yang cukup bagus. Jika beruntung mereka bisa mendapatkan desain senjata sihir.


Mawar Putih tersenyum lebar memikirkan rencananya yang sangat gemilang. Namun dia tidak tahu bahwa rencananya akan membuat Galaxy Star kehilangan Arsitek berbakatnya.


Profesi Arsitek tidak bisa menjadi hebat secara langsung seperti kebanyakan profesi lainnya, mereka membutuhkan sumber daya dan beberapa bimbingan dari Arsitek sungguhan di dunia nyata.


Zaha sering berkonsultasi dengan Arief tentang permasalahannya tentang mengembangkan senjata sihir. Di samping itu, pada dunia nyata Zaha menyewa seorang Arsitek profesional untuk mengajarinya.


Perlu diketahui, uang saku bulanan Zaha ratusan juta kredit. Jadi sebanyak apapun dia menghabiskan uang, tidak akan pernah habis uangnya.


Berbeda dengan bocah kecil dari Galaxy Star yang hanya mendapatkan gaji dan sumber daya tanpa bimbingan yang jelas.


Arief yang selesai memperbaiki beberapa kerusakan Desa Abidzar dengan koin emas miliknya. Sekarang Desa Abidzar akan menjadi milik guild Fairy Dance seluruhnya, untuk meningkatkan keamanan, dia membangun Menara Sihir tingkat rendah yang didapat dari Cacing Raksasa.


Karena Arief sendiri adalah seorang Arsitek, dengan pengalamannya dia membangun Menara Sihir sebaik mungkin. Dia juga berencana menggunakan Batu Energi tingkat menengah untuk mempertahankan Menara Sihir.


Setelah beberapa waktu berlalu, Arief menemui Bondan dan Dona yang baru masuk kedalam permainan. "Sekarang kalian berdua akan menjadi penanggung jawab Desa Abidzar. Jangan lupa ada dua harta disini, Tambang Emas dan Gua Cacing Raksasa," katanya memberikan informasi.


Arief juga sudah menyewa ribuan penambang pribumi untuk dipekerjakan. Setidaknya mereka akan menghasilkan 10 ribu Batu Identifikasi setiap harinya, jika dijual dengan harganya mencapai 120 ribu emas.


Jumlah penghasilannya melebihi Tambang Emas, tetapi perbedaannya ada di tingkat suplai. Tambang emas tidak akan habis selama tidak dihancurkan, sedangkan Gua Cacing Raksasa memiliki batas.


"Dona kamu akan menjadi administrator, sedangkan Bondan akan menjadi pemimpin keamanan. Aku yakin kalian bisa melakukannya, jika membutuhkan bantuan jangan ragu untuk menghubungi aku atau Jessica."


Arief menjelaskan panjang lebar tentang keistimewaan Desa Abidzar, Bondan dan Dona mendengarkan seperti seorang murid yang sangat senang belajar.


Bukan tanpa alasan, Arief memberikan informasi tentang desa dengan nada dan intonasi yang sangat tepat. Sehingga membuatnya Dona dan Bondan yang sebelumnya tampak barbar mendengar dengan saksama.


"Tapi, Bos. Jika serangan musuh terus berlanjut, bukankah tambang emas dan gua Cacing Raksasa akan ditemukan?" tanya Dona mulai mengerti keadaan sekitar.


Arief tersenyum mendapatkan pertanyaan yang masuk akal seperti itu. "Tenanglah, aku akan membuatnya tidak terlihat dan pengamanan yang terbaik," katanya.


Tanpa menunggu lama Arief menjalankan rencananya, dia membuat sebuah simbol sihir yang harus dipelajari oleh seorang Arsitek atau profesi pembuatan lainnya. Karena dengan simbol sihir, pemain bisa meningkatkan barang yang dihasilkan.


Makanya Zaha selalu membuat Senjata Sihir yang sangat berkualitas di masa sekarang. Simbol sihir di buat menggunakan MP, jadi Arief harus secara hati-hati menempatkannya di setiap sudut gua cacing dan tambang emas.

__ADS_1


"Membutuhkan kerja keras untuk membuat simbol sihir," kata Arief yang mulai berkeringat menghabiskan konsentrasinya untuk membuatnya.


Simbol sihir harus dibuat dalam satu rangkaian tulisan, jika tidak semua usaha keras sebelumnya akan luntur menjadi sihir biasa. Dibutuhkan fokus yang tinggi dalam menciptakan sebuah simbol sihir.


Setelah berhasil membuat semua simbol sihir, Arief langsung keluar permainan untuk mengistirahatkan badannya dan memulihkan konsentrasi.


"Pekerjaanku hari ini sudah selesai, waktunya menyantap makan malam ibu," kata Arief dengan nada semangat.


Seperti dugaannya, Yuliana menyiapkan makan malam karena Arief berada di rumah hari ini. Mereka berdua mengobrol dengan santai sambil menyantap makanan di atas mesa.


Di suatu momen, Arief melepaskan sedikit prana untuk melihat penyakit Yuliana. Dia cukup ahli dalam bidang kedokteran, harusnya menggunakan prana untuk kesembuhan adalah sesuatu yang baik.


Yuliana yang tidak keberadaan diperiksa, mengulurkan tangannya supaya Arief memeriksanya dengan teliti. Dia tahu bahwa Arief bukan bocah biasa yang hanya mengandalkan data sekarang, dia mempunyai pemikiran kreatif untuk menciptakan teknik prana.


"Aku belum bisa mengenali penyakit yang ibu derita. Tetapi seharusnya tidak membahayakan nyawa, itulah yang aku ketahui sekarang," kata Arief memberikan informasi yang dia ketahui.


Dalam hati Arief sangat terkejut, penyakit yang di derita Yuliana merupakan teknik prana yang sangat misterius. Bahkan dengan pengetahuan masa depannya, Arief tidak bisa menyembuhkan Yuliana.


"Menang organisasi yang menyerang bukan orang sembarangan. Mereka bisa mengendalikan suara langkah kaki dan hembusan angin disekitarnya, satu kata yang bisa aku gambarkan, Mengerikan," kata Yuliana memberikan tanggapan.


Arief tidak ingin melawan musuh yang tidak jelas seperti mereka, tetapi dia sangat penasaran dengan teknik prana yang melukai tubuh ibunya. Dengan eksperimen dan penelitian lebih lanjut di Domain Dewa, Arief akan mencari tahu bagaimana cara menyelamatkan ibunya.


Arief duduk didepan rumah sembari menulis latihan setiap anggota Fairy Dance.


Sekelompok pria berpakaian rapi langsung masuk kedalam halaman dan memberikan hormat kepada Arief yang hanya memakai celana pendek serta kaos oblong.


Yuliana yang mendengar suara baju tentara yang khas ketika melakukan penghormatan, langsung keluar dari dalam rumah.


"Siapa kalian?" tanya Arief dengan tenang sembari meletakkan buku catatan dan berdiri di depan kursinya.


"Prajurit Garda pertama, Pasukan Garuda." 30 orang menjawab dengan suara pelan tapi mantap. Hal itu dilakukan supaya tetangga yang sudah tidur tidak terbangun.


"Pak Tua, itu selalu membuatku kerepotan .... Baiklah, sekarang kalian lepas seragam dan gunakan kaos biasa. Terserah apa yang kalian lakukan, jam 3 pagi kita akan berangkat menuju Rumah Latihan," kata Arief tegas.


Perlu diketahui sekarang sudah pukul 10 malam, jadi mereka hanya mempunyai 5 jam untuk bersantai.


Arief sudah selesai menulis porsi latihan untuk anggota Fairy Dance, dia segera tidur untuk mengistirahatkan badannya yang sudah kelelahan.


Prajurit tentara belum di bubarkan, mereka masih berdiri di depan pintu tanpa bergerak sedikitpun. Untungnya Yuliana datang dan menyuruh para tentara untuk bubar.


Dia juga mengatakan untuk tidak terlalu formal dihadapan anaknya, karena anaknya mungkin tidak mengetahui kebiasaan militer yang super disiplin.

__ADS_1


Entah kenapa akhirnya Yuliana melihat kekurangan anaknya menjadi sangat senang. Hal itu dikarenakan dia belum pernah melihat kekurangan anaknya setelah bermain Domain Dewa.


Tepat jam 3 pagi, Arief keluar rumah dan melihat 30 pria berdiri tegap dengan menggunakan kaos biasa serta tas besar di punggungnya.


"Kita akan berlari menuju rumah latihan. Jangan mengeluh karena kita akan berlari sejauh 30 kilometer," kata Arief memberikan isyarat untuk mengikutinya.


Mengingat perkataan Yuliana kemarin, semua tentara mengikuti Arief yang berlari menggunakan sepatu berwarna putih miliknya. Walaupun terlihat sangat lusuh, sepatu itu adalah pemberian Yuliana ketika mereka kesusahan mencari uang.


Sekarang dengan keuangan yang sangat bagus, Arief bisa membeli sepatu termahal di dunia. Tetapi sepatu pembelian Yuliana adalah barang berharga yang harus dijaga.


Teknologi terkini bisa membuat serat sepatu yang sudah tak layak pakai bisa digunakan lagi, namun banyak yang mengatakan bahwa menggunakan alat tersebut sangat tidak efektif. Hal itu karena harga alat atau jasanya sangat mahal, bahkan bisa untuk membeli sepatu batu.


Berbeda dengan Arief yang sangat menghargai pemberian ibunya, dia langsung membelinya dengan harga 1 juta kredit. Dia menaruhnya di rumah latihan, supaya beberapa anggota yang tidak ingin menggunakan uangnya untuk membeli sepatu bisa memperbaikinya.


Udara yang dingin dengan langit yang penuh bintang masih menghiasi dini hari. Arief dan 30 prajurit berlari tanpa henti di aspal kota.


Setelah sampai, Arief membubarkan pasukan dan memanggil satu orang penanggung jawab tim.


Orang yang bertanggung jawab tidak lain adalah Robi, kapten dari garda pertama. Dia memiliki tubuh yang cukup baik, tetapi Arief melihat ada keanehan dalam cara dia berdiri.


"Apa kamu mengalami cedera?" tanya Arief melihat detail tubuh Robi yang kurang seimbang. Mungkin banyak orang tidak akan menyadarinya, terapi Arief berbeda. Dia harus memastikan postur tubuh supaya cedera anggota tidak mempengaruhi permainannya.


"Aku terkena tembakan di bagian pinggang belakang. Itu membuatku menjadi seperti sekarang," kata Robi tegas.


Sebagai seorang pengguna prana, Arief memberikan pertolongan pertama untuk menolong Robi supaya postur tubuhnya kembali normal. Dia mengunakan teknik pijat untuk melemahkan semua otot dan memperbaiki posisi tulang.


Dengan cara seperti itu, semua tenaga Robi yang di tempa selama ini menghilang. Dia tampak seperti orang lemah yang mempunyai otot besar.


Namun setelah dilakukan terapi satu kali, postur tubuh Robi sudah kembali normal. Sekarang waktunya membentuk tubuh dan kekuatan yang sebenarnya.


Arief juga melakukan pemeriksaan kepada setiap prajurit, supaya dia bisa melatih dengan kondisi terbaiknya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi, sudah waktunya Arief masuk Domain Dewa. Dia menugaskan Jessica untuk membeli mesin virtual dan melempar para prajurit ke Dungeon.


Tugas mereka di pagi hari adalah melatih konsentrasi di Domain Dewa. Setelah sore Arief memberikan beberapa latihan penguatan untuk membentuk otot.


Walaupun sudah sangat bagus otot para prajurit, Arief telah melakukan teknik pijat yang dapat mengendorkan otot seseorang. Jadi para prajurit harus melakukan penguatan kembali.


Jessica yang sigap langsung menghubungi Perusahaan Aldi untuk pemesanan 30 mesin virtual. Hanya perlu menunggu 30 menit sebelum mereka semua bisa menggunakan mesin virtualnya.


Tidak lupa sebelum masuk Domain Dewa, Jessica memberikan minuman konsentrasi kelas C.

__ADS_1


__ADS_2