
Tidak berasa Blue sudah satu bulan berlabuh di Kerajaan Agto. "Sudah waktunya memberikan panggung besar untuknya."
Blue turun dari pohon besar, ia mengehentikan Raul dan Roger yang berburu. "Berhenti, sudah waktunya untuk melakukan sedikit pemberontakan."
Roger dan Raul berubah menjadi manusia. Raul langsung masuk kedalam ruang penyimpanan, sedangkan Roger akan mengikutinya ke dalam kerajaan.
Sesampainya di depan pintu masuk, Blue membisikkan sesuatu. "Banyak manusia di depan sana, kendalikan emosimu!"
"Baik, bos. Di latih master Raul membuatku semakin pintar mengendalikan emosi."
[Roger, Level 161, HP 5 juta.]
Mereka berdua masuk ke dalam kerajaan, Roger terlihat sangat marah. Namun ia harus ingat untuk tidak membuat keributan.
Sampai akhirnya ia melihat seorang manusia kelinci berbaur dengan manusia. "Apa yang terjadi disini, mengapa manusia kelinci berkomunikasi dengan manusia?"
"Zaman sudah berubah, beberapa kerajaan membuat perjanjian dengan manusia setengah monster." Blue memberikan penjelasan singkat tentang perubahan kerajaan Agto.
Sebenarnya ia juga cukup terkejut karena ayah Justin sangat pandai mengendalikan sebuah kerajaan. Pemasukan minimal dari kerajaan ini lebih dari 100 ribu koin emas perhari.
Jumlah yamg sangat fantastis untuk orang biasa, tetapi Blue sudah mempunyai sebuah pulau yang bisa menghasilkan jutaan koin emas perhari, belum lagi bisnis batu energi di wilayah iblis.
Tinggal menunggu waktu sebelum kerajaan ini berkembang pesat, Blue harus meninggalkan benih Fairy Dance supaya tidak tersingkir.
"Ayo cepat masuk ke arena pertandingan, kita tidak bisa ketinggalan pertandingan yang sangat seru hari ini."
Tepat setelah Blue dan Roger duduk, pertandingan dimulai. Blue tidak melihat trik licik lainnya, ia langsung menyuruh Justin untuk menghabisinya. Sesuai permintaannya, Justin mengalahkan lawannya dalam 3 menit saja.
Seorang kesatria dari Harimau Salju datang ke dalam arena. "Pangeran Justin, anda sudah keterlaluan!" teriak kesatria itu.
[Kesatria Harimau Salju, Level 136, HP 120 ribu.]
Sejak awal nama kesatria di depan Justin adalah Kesatria Harimau Salju.
"Apa maksudmu, Kesatria?" tanya Justin berpura-pura bodoh. Ia sudah mengumpulkan banyak orang setia disisinya, jadi tidak terlalu takut.
"Sebagai kesatria aku meminta duel kehormatan!"
"Bukankah tidak adil bertarung dengan anda yang mempunyai pengalaman yang melimpah." Justin mencoba menyulut api permusuhan.
__ADS_1
Blue di bangku penonton menyuruh 10 pengawal bersiap. "Jangan biarkan orang lain ikut campur, biarkan Justin menyelesaikannya dengan cepat!"
"Siap, Bos!"
10 pengawal langsung berpencar, mereka mengendalikan para sekutu untuk melindungi arena pertandingan.
Justin dan Kesatria akan bentrok, mereka saling memandang dengan tatapan permusuhan. Anak berusia 21 tahun akan menghadapi veteran berusia 45 tahun. Namun Justin tidak terlihat takut, ia malah tersenyum dan menyerang duluan.
Ayunan pedangnya pelan, Kesatria bisa dengan mudah membaca serangannya. Namun Justin sudah tahu, ia merubah arah serangannya dan mengenai lawannya.
[Justin memberikan kerusakan - 12 ribu.]
Tidak muncul kerusakan kritikal karena ia terlalu gugup melawan kesatria yang sangat hebat. Dirumorkan ia bisa mengalahkan beruang mengamuk tanpa membawa senjata.
Kesatria dengan cepat membuat serangan balasan. Padahal dadanya terkena tebasan, tetapi mata Kesatria terlihat tenang dan bisa melancarkan serangan balasan.
Justin sudah tahu pengalamannya bertarung jauh di bawahnya. Namun entah mengapa ia bisa mengendalikan dirinya dengan baik setelah berlatih keras bersama masternya.
"Kesatria, aku sangat terkesan dengan keterampilan anda. Meskipun aku masih muda, tolong jangan meremehkan!" ucap Justin yang merasa lawannya sedang menahan diri.
"Meskipun level anda tinggi, Domain Dewa bukan hanya masalah level. Aku hanya ingin menunjukkan perbedaan diantara kita."
"Haha, anda hanya anak haram. Jangan terlalu bangga tuan muda!"
Justin terkejut mendengar perkataan lawannya, ia tidak pernah menyangka ternyata hanyalah anak haram. Itulah mengapa ayahnya selalu memojokkannya.
Hembusan napasnya terdengar, Justin mencoba menenangkan dirinya. Ibunya masih di dalam istana, ia harus menahan diri dan memikirkan cara untuk meloloskan diri.
"Jangan ragu, sekarang adalah keputusanmu ingin melawan atau bergabung dengan grup Hu. Pikirkan baik-baik sebelum melangkah," ucap Blue melalui pesan suara.
Mendengar suara masternya, Justin langsung tersenyum manis. "Bodohnya aku memikirkan perkataan dari orang rendahan sepertimu. Memangnya kenapa kalau aku anak haram, itu tidak akan mengubah posisimu yang ada di bawah kakiku!" ucapnya dengan nada sombong.
"Hihi, kau akhirnya dia sama sepertiku," gumam Blue dari bangku penonton.
Kesatria tampak sangat marah, wajahnya berubah merah dan pedangnya langsung terbang ke arah lawannya.
Justin tersenyum dan mengeluarkan petir dari seluruh tubuhnya, ini adalah teknik yang sudah ia kembangkan sendiri. Bukan hanya serangan pedang saja yang mengeluarkan petir, tapi tendangan dan pukulannya juga memiliki efek yang sama.
Blue mengajarinya teknik bertarung bebas, jadi Justin tidak harus berfokus pada pedangnya. Melainkan fokus pada cara memberikan kerusakan pada lawannya. Dalam teknik ini, serangan pada titik vital, tendang, dan pukulan adalah sebuah tindakan wajar.
__ADS_1
Awalnya Justin menolak ajarannya, tetapi setelah mengembangkannya bersamaan dengan buku setebal 780 halaman, ia menemukan cara untuk menghaluskannya.
Pedang mereka tidak beradu seperti pertarungan pendekar pedang, Justin menghindari bentrok pedang karena ia sadar statusnya tidak sama dengan kesatria.
Meskipun ia sudah level 158, status Kekuatannya masih di bawah Kesatria. "Aku benci menghindar terus, sayangnya ini adalah pilihan terbaik untuk menginjak mu!" ejek Justin di dekat telinga lawannya.
"Bajingan!"
Kesatria menggunakan teknik milik keluarga Hu, petir muncul dari pedangnya. Matanya berubah merah dan auranya berwarna biru. "Jangan harap bisa lolos!"
Bukannya takut, Justin sudah menunggu kesempatan ini. Ia merentangkan kedua tangannya dan berkata, "Ayo serang aku dengan teknik yang kau curi!" kata Justin dengan nada penuh semangat.
Seharusnya hanya keluarga Hu yang bisa mempelajari teknik pedang petir, tapi Kesatria sangat berbakat, ia bisa memahami tekniknya hanya dengan melihat.
Langkah kakinya bergerak cepat, Justin mengucapkan sesuatu. "Akselerasi!"
[Akselerasi.
Skill tingkat S yang dapat meningkatkan kecepatan gerak pemain sebanyak 100% selama 10 detik, pendinginan 15 menit.]
Meskipun hanya 10 detik, Justin bisa mengalahkan lawannya dengan kecepatan yang tidak masuk akal itu. Serangan demi serangan diterima Kesatria, sampai durasi akselerasi habis, ia tidak tumbang.
Justin terlihat kelelahan dan mencoba mundur beberapa langkah. "Kau memang sangat hebat, tapi lihatlah dirimu sekarang."
Sebelum pertandingan selesai, Kesatria keluar dari permainan karena kelelahan. Mesin virtual Domain Dewa menariknya secara otomatis karena sangat membahayakan pengguna. Kesatria pingsan di dalam kapsul mesin virtual, para medis langsung membantunya.
Kemenangan Justin menjadi titik awal untuk meningkatkan kepercayaan pengikutnya. "Menang!" teriak Justin dengan nada bersemangat.
Disisi lain, F1 dan semua anggotanya telah berhasil melumpuhkan beberapa pengikut Dewi Bianca. Mereka tidak boleh membunuhnya karena itu akan menjadi bencana bagi perkembangan Fairy Dance.
Pernyataan kemenangan Justin menyulut api permusuhan. Para pendukung Martin mulai bergerak, mereka siap menyingkirkan Justin.
Karena keluarga Hu sangat kaya, mereka mempunyai banyak saluran pembunuh bayaran. Namun Justin bukan tanpa persiapan, ia sudah menyewa pengawal yang sangat berpengalaman.
Karena Justin kekurangan uang, Blue memberinya 1 juta koin emas untuk menyewa pengawal hebat. Blue merekomendasikan seseorang dari Tujuh Mawar.
Sesuai dengan keinginannya, Justin menyewa pria berumur 37 tahunan untuk mengawalnya. Meskipun cukup muda, ia adalah pria yang dapat diandalkan.
Mengapa hanya satu, itu karena 1 juta koin emas hanya bisa menyewa orang itu saja. Disisi lain Blue mempunyai ingatan yang baik pada pengawal yang baru itu.
__ADS_1