Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
302. Istana Fairy Dance


__ADS_3

Amelia menarik rambutnya hingga rontok, kemudian memegang kepalanya dengan erat.


"Aaarrggh..." geram Amelia yang tidak bisa lagi menahan rasa sakitnya.


Ares Hardiman tersenyum manis. "Bakat yang dia cari memeng tidak perlu di tanyakan. Walaupun bocah ini hampir tidak bisa menyerap informasi yang aku berikan, nyatanya dia bisa mengambilnya sekarang."


Kedua kaki Aries melangkah menuju tubuh Amelia yang tampak memerah dan pakaian yang sobek-sobek. Jari telunjuknya mengeluarkan sebuah cahaya hijau dan menyentuhkannya ke dahi Amelia.


Seketika tubuh merahnya langsung kembali seperti semula, bahkan cenderung lebih putih dari sebelumnya.


Karena ruangan ini kosong, Aries Hardiman melemparkan selimut untuk menutupi tubuh Amelia. "Untung aku sudah menyuruh semua orang keluar sebelum memberikan Amelia Teknik Pengembangan."


Aries Hardiman duduk bersila di dekat Amelia yang tergeletak di lantai.


Tiga jam berlalu, akhirnya Amelia membuka kedua matanya. Dia merasakan energi yang keluar dari tubuhnya semakin lancar.


"Guru, ada apa dengan tubuhku. Mengapa aku bisa melihat aura yang sama seperti bos?"


"Lebih baik tenangkan dirimu dulu. Aku akan menceritakan apa yang akan terjadi setelah kamu berhasil mengendalikan energi itu." Aries Hardiman menjawabnya tanpa membuka mata.


Amelia duduk bersila, dia sadar ada sesuatu yang salah. "Pakaianku!" dengan sigap tangannya langsung mengambil kain yang diberikan dan membungkusnya.


Lebih dari 6 jam berlalu tanpa terasa, Amelia berhasil mengendalikan auranya hingga titik tertentu. Aries Hardiman berdiri dan tersenyum manis.


"Selamat telah menjadi petarung yang sesungguhnya. Aku memberikanmu rahasia, jangan katakan pada siapapun termasuk Arief."


"Mengapa aku harus menyembunyikannya?"


"Kalau kamu mengatakannya, bocah gila itu akan merubahnya dan membuat teknik pengembangan asli peninggalan temanku hilang. Aku juga heran, mengapa dia bisa lebih mengerti tentang teknik pengembangan dibandingkan denganku."


"Kalau masalah aura warna ungu kehitaman?" Amelia sangat penasaran dengan keadaan tubuhnya sekarang.


"Yah. Itu adalah Teknik Jiwa sama seperti yang kalian pelajari sebelumnya, tapi itu adalah teknik jiwa yang sebenarnya. Sedangkan punya kalian sebelumnya sudah di modifikasi khusus untuk tubuh Arief."


"Artinya sekarang aku bisa menjadi sangat kuat?" sahut Amelia tampak senang.


"Tidak juga. Teknik Pengembangan hanyalah sarana untuk mempersingkat pengolahan energi, selama kamu berlatih keras teknik itu akan meresponnya."


Jendral Perang yang sesungguhnya telah lahir. Hanya dalam beberapa bulan saja, kekuatan Amelia akan setara dengan Yuliana sebelum dilatih Arief.


Sudah dapat dipastikan Amelia akan menjadi pemimpin sebuah pasukan besar dengan bermodalkan kekuatannya.


"Guru, bagaimana dengan Leon dan Jessica?" tanya Jessica.

__ADS_1


"Leon adalah orang yang sangat istimewa. Arief hanya memberikan satu arahan, dia bisa mengembangkannya dengan sangat sempurna. Perlu kamu ketahui, Leon sudah membangkitkan kesadaran ilahi jauh sebelum Arief."


"Mungkinkah bos lebih lemah dari Leon?"


Aries Hardiman menggelengkan kepala. "Terlalu gegabah untuk menganggap Arief lemah. Mata, postur tubuh, hidung, wajah semuanya semakin mirip dengannya. Jadi kemungkinan besar dia adalah reinkarnasinya."


"Siapa yang anda maksud, Guru?"


"Seorang yang jauh di sana, aku tidak boleh menyebutkan namanya atau dunia ini akan hancur dalam kekacauan."


"Bagaimana dengan Jessica?" tanya Amelia.


"Aku merasakan ada sesuatu yang kuat di dalam tubuhnya. Arief juga mengetahuinya, makanya kita berdua tidak boleh terlalu ikut campur dalam pengembangannya. Karena itu melanggar takdir dunia!"


Pembicaraan mereka terus berlanjut, Aries Hardiman memberikan informasi penting supaya Amelia bisa berkembang lebih baik.


Disisi lain, Leon telah berhasil mendapatkan kekuasaan di wilayah utara. Kabar itu langsung disambut hangat oleh Dominasi Dunia.


Mereka langsung menyatakan perang melalui website resminya. Jessica yang mendapat surat fisik juga tersenyum manis.


"Sudah waktunya kita menunjukkan taring. Bos, bagaimana cara menghadapi 100 juta pemain di wilayah utara?" tanya Jessica sambil menyodorkan surat dari Dominasi Dunia.


"Leon, aku akan menyerahkan semuanya padamu. Kali ini aku akan melakukan pelatihan bersama Regina di wilayah iblis."


"Kamu adalah pemimpin masa depan Fairy Dance. Jangan ragu dan lakukan yang terbaik, percayalah Fairy Dance tidak akan jatuh selama ada aku di belakang kalian!" kata Arief penuh percaya diri.


"Baik, Bos!" kata Leon.


Regina dan Arief meninggalkan ruangan. Mereka langsung menuju mesin virtual Domain Dewa masing-masing.


[Domain Dewa : Desa Koral]


"Bos, apa kamu yakin menyerahkan semua keputusan pada Leon?" tanya Regina.


Blue tersenyum tipis mendengarnya. "Jangan meremehkan seorang pekerja keras. Kamu pasti tidak percaya bahwa Leon sudah membaca lebih dari 2000 buku tentang strategi perang."


"Tidak mungkin anak berusia 19 tahun bisa membaca buku sebanyak itu. Jangan bercanda bos."


"Haha, matamu masih terlalu sempit. Aku pernah melihatnya membaca buku setebal 200 halaman hanya dalam satu setengah jam."


"Kamu terlalu menghayal Bos. Ayo tunjukkan aku wilayah iblis yang kamu katakan."


Regina dan Arief menggunakan Gate, mereka dengan cepat berpindah tempat. Sampai akhirnya seorang pembunuh berlutut di depan Blue.

__ADS_1


"Bos, semua persiapan sudah selesai. Sekarang waktunya untuk melakukan pembukaan." Pria di depannya tidak lain adalah Tobias yang sudah menyelesaikan tugasnya.


"Bagus, sekarang dimana Iblis Kecil?" tanya Blue.


"Dia sedang bertarung dengan para bawahan Raja Iblis Lamia. Istana kita mengalami beberapa kerusakan beberapa hari yang lalu, Iblis Kecil dan Serly ingin memberikan perhitungan pada penyerang. Bentrok besar akhirnya terjadi."


"Mengapa kamu tidak ikut?"


"Iblis Kecil berkata bahwa kita harus menjaga istana. Jadi semua pasukan tidak ada yang ikut!"


"Sejak kapan Iblis Kecil mempunyai pemikiran bodoh seperti itu. Tunjukkan aku tempat pertempurannya!"


Seorang Iblis bertanduk tiga dan badan kekar muncul dengan penuh luka di seluruh tubuhnya. Dia segera berlutut di depan Blue yang tampak kurang senang.


"Maafkan saya Tuan, kepala para iblis itu tidak bisa saya bawa semuanya." Iblis Kecil mengeluarkan kepala para iblis yang menyerang istana.


Sebuah debu muncul di sebelah Blue. "Sial, wajahku terkena beberapa pedang. Bos katakan pada Ela untuk menyembuhkan aku!" katanya sambil menunjuk luka pedang yang tidak lebih lebar dari ujung kuku.


"Dimana Emma?" Blue tampak sedikit khawatir karena Emma adalah yang paling lemah diantara mereka.


"Dia terluka parah. Ela sedang berusaha menyembuhkannya, aku heran bocah kecil seperti itu sangat percaya diri bisa menghadapi banyak orang, konyol!" umpat Serly dengan nada sinis.


"Bukankah itu karena kamu yang tidak bisa menyadari musuh lebih awal?" tanya Blue sambil melirik Serly.


"Hehe, benar juga. Aku lupa mengaktifkan sihir pelindung. Jadi bum, terjadilah." Serly mengatakannya tanpa rasa bersalah.


"Baiklah, aku akan melihat istana dulu."


"Bos, siapa wanita cantik di belakangmu?" tanya Serly dengan wajah sangat jahat.


"Regina, dia yang akan memimpin istana ini untuk sementara. Aku harap kalian bisa mendengarkan nasihatnya."


"Oh... Tambah lagi wanita lemah. Bos mengapa kamu tidak menyuruh Venom saja yang menjadi pemimpin kita?"


"Jangan bercanda, dia akan segera menembus Raja Iblis tingkat 3. Jadi jangan mengganggunya."


Blue menyodorkan buku tebal yang baru dia keluarkan dari ruang penyimpanan. "Ambil ini. Aku ingin kamu mempelajarinya dalam dua hari. Itu adalah ilmu dasar tentang pembuatan peralatan sihir."


"Baiklah, kemarin kimia sekarang alat sihir. Kamu terlalu meremehkan Master Serly, Bos!" kata Serly dengan penuh percaya diri.


"Baiklah, aku akan menambahkan beberapa buku." Blue mengeluarkan 150 buku terkait pembuatan senjata sihir kuno.


"Hai, hai, hai. Bukankah ini terlalu berlebihan untuk dua hari saja?"

__ADS_1


Regina dan Blue tidak menjawab, mereka berjalan menuju istana Buatan Fairy Dance.


__ADS_2