Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
246. Penyerangan Danau Putih


__ADS_3

Rapat yang kacau membuat semua orang ikut melampiaskan emosinya. Bahkan Leon yang sangat tenang juga berada dalam keributan.


Apalagi Amelia yang suka dengan pertarungan, dia mengajar siapapun yang berada di depan matanya. Perlu diketahui rapat ini terjadi di dalam Domain Dewa, jadi tidak akan ada yang terluka fisik.


Kacau, itulah yang sedang terjadi. Jessica gagal mengendalikan emosi semua anggota Fairy Dance. Seseorang tersenyum di pojok ruangan melihat semua petinggi Fairy Dance.


Orang itu tidak lain adalah Petra yang sudah dibayar oleh Tanduk Iblis. Sebagai orang yang mencintai keuntungan, tentu saja Petra lebih memilih untuk berpihak pada guild Tanduk Iblis daripada sekumpulan bocah ingusan.


Sebenarnya dia bukanlah orang jahat, tetapi di bawah kepemimpinan Jessica dia kurang setuju. Pasalnya Petra lebih tua dan lebih bisa diandalkan.


Itulah perasaan yang membuat sebuah kelompok hancur. Merasa bahwa dirinya lebih baik dari yang lainnya, kehadiran Blue sangat dibutuhkan karena wibawanya sebagai pemimpin sangat terlihat.


Ditambah lagi dengan kemampuannya mengendalikan pasukan, kekuatan tempurnya, kecerdasan, dan masih banyak yang lainnya. Blue adalah sosok yang sangat dibutuhkan Fairy Dance.


Inilah yang akan terjadi pada guild penuh orang berbakat tanpa ada yang dia hormati atau takuti. Karena Blue memberikan kesan pada setiap orang, makanya semua menghormatinya.


Pukulan Jessica melayang ke pipi Reza yang banyak bicara. "Diam, kamu tidak tahu apa yang sedang terjadi. Pakai otakmu yang selalu di puji bos itu!" katanya dengan nada tinggi.


Reza sebagai laki-laki merasa harga dirinya diinjak. Setelah terkena pukulan hingga tersungkur, dia bangkit dan memberikan pukulan balasan.


"Bacot, sejak kapan kau menjadi ketua guild!" balas Reza yang berhasil memukul Jessica hingga tersungkur di tanah.


Karena Jessica terjatuh, Cola yang mendapatkan pukulan pertama mengayunkan tendangannya dengan emosi yang meluap. Tendangannya langsung mengarak ke tubuh Jessica yang belum bisa bangkit.


"Brak..." benturan antara kaku Cola dan tubuh Jessica terdengar sangat keras.


Melihat Cola yang terlalu berlebihan dan tidak menghormati pengganti ketua, Amelia langsung melompat kedalam medan kerusuhan dan mengajar Cola dengan tinjunya.


Semua orang mulai melepaskan kepalan tangannya, bahkan beberapa pemain kelas sihir juga menggunakan tinjunya untuk mengungkapkan emosinya.


Hingga akhirnya semua petinggi Fairy Dance tergeletak di tanah kecuali Petra. Napas semua orang tidak beraturan, Jessica tersenyum tipis dan kemudian tertawa.


Anehnya semua pemain yang terlibat dalam pertengkaran tertawa bersama. Mereka merasa terbebas dari pikiran buruk yang mengikat semua orang.


Petra sebagai orang yang selalu mengedepankan keuntungan tidak mengerti apa yang terjadi. Sangat jelas padahal sebelumnya semua orang bertarung tanpa ada perasaan sedikitpun.


Dengan mata kepalanya sendiri, dia melihat Cola menentang Jessica tanpa terlihat belas kasihan sebagai seroang wanita.


"Terima kasih, semuanya," kata Jessica yang belum bisa bangkit dari lantai. Dia merentangkan kedua tangannya seperti orang terkapar.


Amelia masih tertawa disebelahnya. "Bodoh, sebagai pengganti ketua guild kamu banyak sekali kekurangannya," katanya.


"Seperti yang kalian semua katakan. Aku tidak bisa menjadi seperti bos, tetapi dia sedang berjuang diantara hidup dan mati. Apakah kita akan melepaskan semua pencapaiannya saat ini?" tanya Jessica pelan.


Semua orang terdiam, Petra adalah orang pertama yang menjawab, "Tentu saja tidak. Kita harus mempertahankan peninggalan bos!"


Jessica sudah tahu bahwa sikap Petra sedikit aneh, tetapi dia masih menghormatinya karena dipilih langsung oleh Blue. Biasanya orang pilihan Blue adalah pemain hebat.

__ADS_1


Namun lihatlah sekarang, Petra menjadi pengkhianat yang sebenarnya sudah diketahui. Jessica tidak bisa mengeluarkannya secara langsung sebelum Blue bangun.


Itulah yang dia pikirkan sebelumnya, tetapi setelah melihat penampilannya sekarang Jessica sudah yakin akan menendang Petra keluar dari Fairy Dance.


Jessica mulai bangkit dari lantai, dia berjalan menuju Petra. Tatapan tajam Jessica tidak lepas dari mata lawannya.


Setelah berjarak satu meter didepan Petra, Jessica memberikan senyum tipis. "Sekarang pergilah, Fairy Dance tidak membutuhkan orang apatis sepertimu!" katanya pelan tetapi sangat menusuk.


"Apa maksudmu, tidak ada yang bisa mengeluarkan aku dari guild kecuali bos!" kata Petra dengan penuh percaya diri. Dia tidak pernah menyangka bahwa pengkhianatnya sudah diketahui.


Jessica menggelengkan kepala, dia menekan sesuatu di layar permainannya.


[Pemain Petra telah dikeluarkan dari guild Fairy Dance, sesuai perjanjian anda menerima 10 ribu koin emas sebagai pembatalan kontrak.]


Petra melihat pemberitahuan sistem sangat terkejut, menurut sistem Domain Dewa seharusnya wakil ketua tidak bisa mengeluarkan seseorang. Namun Jessica bisa melakukannya, hal itu sangat aneh.


Padahal sudah jelas, sebelum Blue meninggalkan guild untum waktu yang lama, dia memindahkan semua kekuasaan pada Jessica yang menurutnya mampu memimpin Fairy Dance.


"Tidak mungkin, kamu adalah ketua guild Fairy Dance sesungguhnya?" tanya Petra dengan wajah terkejut.


"Terserah kau ingin mengatakan apa. Namun satu hal yang pasti, kami semua benci dengan pengkhianatan. Tunggulah, kami Fairy Dance akan menghancurkan Tanduk Iblis yang kamu puja itu!" kata Jessica sambil mengeratkan giginya karena marah.


"Bodoh, kalian sudah terlambat. Semua pasukan Tanduk Iblis sudah mengepung Danau Putih. Sekarang tunggulah waktu untuk kehancuran kalian semua!" kata Petra sambil tertawa bahagia.


Jessica tersenyum tipis, semua petinggi Fairy Dance bangkit dari lantai. Mereka semua tersenyum tipis pada Petra yang menganggap bahwa dirinya sudah menang.


Bahkan jika Pentagon dengan seluruh kekuatannya menyerang Danau Putih, Zaha yakin mereka tidak akan bisa menyentuh tembok Pertahanan Desa.


Apalagi Tanduk Iblis yang hanya diisi oleh lelaki cantik tanpa kekuatan itu. Zaha akan menghancurkan mereka semua seperti seekor semua.


Senyumnya terlihat mengerikan ketika melihat Petra benar-benar mengkhianati Fairy Dance. Sejak awal dia hanya memperhatikan rapat dari layar pengintai yang terpasang di ruang rapat.


Sekedar mengingatkan Zaha adalah anak orang super kaya. Menghancurkan Tanduk Iblis hanya perlu melempar kerikil saja.


Namun Zaha membatalkan niatnya untuk mengadu pada ayahnya. Takutnya ayahnya akan membeli semua guild Tanduk Iblis dan membiarkannya.


Itu sangat tidak menyenangkan, itulah yang sedang dipikirkan Zaha. Untuk mencari solusi terbaik, dia keluar dari permainan.


Sebuah mesin virtual Domain Dewa terbuka di dalam kamar yang sangat besar serta beberapa hiasan dingin berlapis emas.


Karena mempunyai kelainan dengan pendengarannya, Zaha memiliki ruangan sangat besar serta kedap suara. Jika mendengar suara motor dia akan menangis.


Namun karena Arief selalu membimbingnya, dia bisa mengendalikan kelainannya itu menggunakan prana.


Kakinya yang putih mulus serta mata berwarna biru terlihat mengesankan. Sayangnya Zaha sangat jarang menyisir rambutnya, dia berjalan menuju ke cermin dan menyisir rambut.


Pelayan yang melihatnya langsung berlari ke meja makan dan memberitahu ayah dan ibunya. "Nyonya, Tuan, Nona Zaha menyisir rambutnya sendiri," katanya dengan panik.

__ADS_1


Ayah dan ibunya Zaha langsung bangkit dari duduknya dan berlari menuju kamar Zaha yang dilapisi kaca transparan.


Matanya berkaca-kaca melihat anaknya melakukan sesuatu seperti anak biasa. "Sayang, akhirnya anak kita berhasil tumbuh dewasa," kata ibu Zaha dengan penuh haru.


Jika Blue di sini pastilah akan terkejut melihat ekspresi semua orang yang tampak sangat kagum melihat Zaha menyisir rambutnya.


Ayah Zaha langsung mengambil ponsel di kantongnya. "Sekretaris Kim, apa yang sedang terjadi di dalam Domain Dewa?" tanyanya.


Pasti ada sesuatu yang memicu Zaha beradaptasi dengan lingkungannya. Dia juga sering sekali diajari tentang arsitektur atau cara menggambar.


"Nona Zaha bergabung dengan guild bernama Fairy Dance. Blue adalah orang yang paling dekat dengan beliau sekaligus ketua guild. Karena alasan tertentu, Blue tidak muncul dalam waktu yang cukup lama, mungkin itu yang membuat Nona Zaha berubah."


Sekretaris Kim mencoba menjelaskan apa yang dia ketahui tentang situasi di dalam Domain Dewa. Sebagai wanita karier, dia memiliki dedikasi yang sangat tinggi.


"Dimana Markas Fairy Dance?" tanya ayah Zaha.


"Mereka ada di Kota Bandar, Kerajaan Kediri. Menurut rumor banyak pasukan misterius bersembunyi di dalamnya, tidak ada pengintai yang berhasil keluar hidup-hidup."


"Baiklah, terus pantau perkembangan Fairy Dance. Jika ada yang menyakiti anakku, kamu pasti tahu harus berbuat apa!"


"Baik, Bos!"


Setelah menyisir rambutnya, Zaha berjalan keluar dari kamarnya. Dia tidak menutup telinga seperti biasanya.


"Ayah, Ibu ayo makan bersama. Aku sudah lama tidak makan bersama kalian berdua," kata Zaha dengan senyum manis di bibirnya.


Ibunya meneteskan air mata dan menganggukkan kepala. Ini adalah ajakan pertama Zaha yang pernah dia dengarkan seumur hidupnya.


Sebagai pemimpin yang hebat, Ayahnya harus tegar. Dia tidak boleh hanyut dalam emosi, apalagi sampai meneteskan air mata seperti istrinya.


"Ayo, pergi ke meja makan," katanya dengan senyum manis.


Zaha menggandeng tangan kedua orang taunya. Blue pernah menceritakan bahwa dirinya tidak mempunyai sosok ayah sejak lahir atau mungkin dia sudah lupa.


Ibunya yang berjualan teh membuat Blue harus menjadi anak pintar untuk hanya sekedar membayar uang sekolah. Untungnya Blue mempunyai prestasi yang cukup baik, sehingga bisa membantu perekonomian keluarga.


Walaupun tidak banyak, mereka bisa makan bersama setiap pagi, siang, dan malam bersama. Sedangkan Zaha sebaliknya, dia memiliki kedua orang tua yang untuk tetapi tidak merasakan kehangatan keluarga karena kemampuan anehnya.


Kemudian dia menceritakan pada Blue tentang masalah kepekaannya terhadap lingkungan yang terlalu berlebihan. Tanpa terlihat wajah jijik sedikitpun, Blue mendengarkan semua keluh kesah Zaha.


Tidak lupa dia mengajarkan beberapa cara untuk mengendalikan kemampuan indra dengan energi prana. Namun siapa yang menyangka teknik yang diajarkan Blue berhasil menekan kelainan pada dirinya.


Sehingga dia bisa belajar Arsitektur dengan lebih leluasa, tanpa dia sadari sudah menganggap Blue sebagai kakak angkatnya. Setiap permasalahan pasti akan diceritakan padanya.


Namun sudah beberapa hari Blue tidak muncul karena dia sedang berada dalam masa krisis. Zaha tidak bisa berbuat apapun, dia tidak bisa keluar rumah karena ketakutannya pada dunia.


"Ayah, bolehkah aku pergi ke Kota Bandar?" tanya Zaha dengan wajah polos dan tidak tahu letak kota bandar.

__ADS_1


Internet di rumahnya tidak bisa mencari kota bernama Bandar, itu hal yang sangat aneh. Ayah Zaha terkejut bukan main, dia hampir melompat mendengar permintaannya.


__ADS_2