
"Lupakan saja. Ayo lanjutkan ekspedisi. Sepertinya Lamia sudah mulai tidak sabar, mari lakukan yang terbaik."
Efek Buku Neraka dan Buku Suci yang Jatuh membuat semua pasukannya sangat kuat, tidak satupun tumbang pada perang kali ini.
Disisi lain Lamia membuka matanya, aliran energi sangat padat menyelimuti seluruh tubuhnya. Dia berhasil menerobos Raja Iblis tingkat 4, bibirnya tersenyum manis.
"Hai Jendral Boros sudah tumbang, sudah saatnya melakukan serangan balasan!" Lamia mengangkat tangannya menunjuk arah pasukan Blue.
Laser yang sangat mematikan keluar dari jari telunjuknya. Blue yang merasakan energi padat langsung menyuruh semua orang menunduk.
"Tiarap!"
Serangan Lamia berhasil di hindari tapi hutan di depan dan belakang mereka benar-benar hancur. Venom yang merasakan pergerakan Lamia langsung berdiri.
"Jangan lakukan hal bodoh, berusaha saja menerobos Raja Iblis tingkat 3." Blue menghubungi Venom melalui telepati.
Menuruti perkataannya, Venom duduk kembali dan memfokuskan semua konsentrasinya untuk menerobos.
Disisi lain Blue hanya bisa tersenyum kecut melihat 3 jendral iblis Lamia terbang di atas langit. Tanpa rasa takut Blue melepaskan kemampuan terbaiknya, dia segera mengeluarkan jubah Raja Api.
"Hai, Kawan aku sudah menunggu kalian cukup lama." Blue tersenyum sambil terbang menggunakan keterampilan dari Celah Dimensi.
Ia akan menyembunyikan beberapa kartu di tanganan supaya bisa lolos dari situasi bahaya ini. Dengan kekuatannya sekarang Blue tidak akan bisa menang, ia hanya berharap Venom menerobos tingkat 3 dan mencoba menyandingkan diri dengan Lamia.
Itu akan menjadi pertarungan yang sulit, Dagon akan membantu membuat celah. Kekuatan Dagon tidak dapat diremehkan, dia juga tidak bisa mati dengan mudah.
Iblis Neraka itu abadi selama jiwanya tidak dihancurkan. Karena Blue sudah membuat kontrak dengannya, maka serpihan jiwa Dagon sudah diserahkan sama seperti Iblis Kecil. Oleh karena itu dia tidak akan takut binasa.
"Manusia, kamu terlalu mencampuri urusan Ras iblis. Apa kamu tidak takut pada pahlawan?" Salah satu Jendral Perang pasukan Lamia terbang mendekat.
"Sejujurnya aku juta takut, tapi apa yang kamu lakukan disini, Ishida Sang Pahlawan dari Kota Tokyo!" Blue menyeringai, walaupun sudah mengerti dia tidak akan pernah menang.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya Ishida.
"Jangan berpura-pura, kau melayani Lamia karena di Kota Tokyo tidak terlalu dihargai. Setidaknya ada puluhan pejabat yang sudah berada di sisimu. Aku sarankan untuk kembali menjadi pahlawan biasa dan melepaskan kekuatan iblis itu, aku yakin kau mempunyai kekuatan untuk melepas paksa segel iblis."
"Haha, sepertinya pengetahuan mu sangat luas. Ada pepatah mengatakan pengetahuan dapat membunuh." Ishida langsung bergerak, dia menggunakan pedangnya dengan sangat cepat.
Blue tidak bisa menggerakkan tubuhnya karena terlalu cepat. Namun Jubah Raja Api berhasil memblokir serangan dengan sempurna.
[Kemampuan Jubah Raja Api telah ditambahkan karena melawan orang yang sangat kuat.]
__ADS_1
Ishida setara dengan Raja Iblis tingkat 2 akhir, sebentar lagi dia akan menerobos dan menjadi jendral perang yang sangat kuat. Dagon mungkin bukan lawannya.
[Jubah Raja Api]
Kostum yang tidak diketahui pembuatnya, menurut rumor ini adalah buatan tuhan yang maha esa.
Bonus Status :
Seluruh status bertambah sesuai dengan level.
Kemapuan khusus :
Meniadakan kerusakan apapun yang bertipe api, salam musuhnya berada di tingkat yang sama atau dibawahnya (Tingkat dalam artian jumlah Poin Status).
Mempunyai 100% kemungkinan memberikan efek terbakar dan memberikan 100% serangan setiap detiknya. Pendinginan tidak ada.
Meniadakan semua serangan satu kali ketika lawannya jauh lebih kuat dari pengguna (Pendinginan 2 jam).
(Kemampuan khusus lainnya belum terbuka karena level pemain terlalu rendah)
"Hai bukankah itu sangat kasar, aku belum. Melakukan persiapan sedikitpun." Blue terbang mendekat lagi, tujuannya tidak lain mengulur waktu supaya Venom berhasil menerobos.
"Ya aku adalah pahlawan tapi menjadi Jendral Iblis lebih menguntungkan."
"Aku melihat tidak seperti itu, kau sedang berencana mengkhianati Lamia dan menyerap kekuatannya. Ketrampilan bawaan itu sungguh mengerikan, kamu bisa menyerap kekuatan para iblis dan merubahnya menjadi kekuatan suci."
Ishida sangat tenang tapi dalam hatinya ia kebingungan sekaligus panik. "Sialan, siapa sebenarnya manusia ini!"
"Sepertinya tebakanku benar. Kau sedang mencari kesempatan untuk menusuk Lamia dan menyerap kekuatan, pantas saja Pemilik Kota Tokyo sangat bergantung padamu." Blue membongkar penyamaran Ishida karena dia tahu tujuannya sebenarnya.
Lamia hanyalah batu loncatan untuknya, jika kekuatannya bertambah kuat Raja Iblis Lucifer atau Azazel meliriknya.
Kala itu Ishida berhasil menusuk Lamia dan menyerap kekuatannya. Tidak lama setelah itu, Pemilik Kota Tokyo menjadi sasarannya.
Acara menengah diadakan sistem Domain Dewa, tugasnya tidak lain adalah membunuh Ishida. Hadiah yang diberikan tidak main-main, sebuah pusaka Legenda yang bisa berkembang dan Token Kepemilikan Kota Tokyo.
Siapa yang tidak menginginkannya, sayangnya orang yang berhasil membunuh Ishida hanya guild kelas 2. Mereka berhasil membunuh hanya karena keberuntungan, ditambah lagi Kota Tokyo hancur dalam satu malam.
__ADS_1
Itu adalah buah dari keras kepala, sudah jelas mereka hanya guild kelas dua. Namun mereka menolak semua tawaran pembelian kota.
Lamia menunjukan wujudnya, wajahnya yang cantik menyihir semua pasukan Blue.
"Jangan ada yang melihatnya, segera gunakan sihir penyembuh!" teriak Blue.
Merasa kurang nyaman dengan tekanan yang diberikan, Blue mengeluarkan Topeng Setan dan memakainya.
"Apa yang dikatakan bocah manusia itu benar?" tanya Lamia menatap Ishida.
"Tentu saja tidak Ratu. Kesetiaan hanya untuk kejayaan Raja Iblis Lamia!" Ishida berlutut di depan Lamia.
"Haha, Ishida kau masih saja munafik. Pemilik Kota Tokyo lebih kuat dari Lamia sekarang, mengapa kamu tidak meminta bantuannya?" tanya Blue.
"Berisik!" sentak Lamia langsung mengirimkan serangan.
Blue yang sudah siap dengan kedua pedangnya berhasil memblokirnya, tetapi kerusakan yang diderita tidak sedikit.
[Pemain Blue menerima kerusakan - 23 ribu.]
Ia terjatuh untuk kedua kalinya, bedanya sekarang HPnya berwana kuning.
"Ternyata tidak hanya budaknya yang biadab tapi tuannya juga." Blue berdiri sekuat tenaga, tanpa rasa malu dia meminum ramuan penambah HP dan MP.
Lamia tidak ingin mengurusnya dulu, ia akan fokus pada Ishida yang ada di depannya. Tugas Blue adalah memanaskan suasana supaya Lamia semakin curiga pada Ishida.
Karena tidak merasa puas dengan jawaban Ishida, Lamia mengirim telepati pada dua jendral lainnya. Ia meminta untuk segera menyingkirkan Ishida.
Dua jenderal langsung bergerak, awalnya mereka hanya menyerang ringan. Namun Ishida membela diri berlebihan, hingga membunuh keduanya dengan satu serangan.
"Lihat tuh, pahlawan itu sangat kuat. Lamia ayo musnahkan pengkhianat itu!" Blue menunjuk Ishida dengan senyum lebar di bibirnya.
"Tidak tuan, ini salah paham. Jangan biarkan emosi sesaat menguasai mu." Ishida sedikit panik, walaupun dia mungkin bisa menghadapi Lamia. Rencananya bukan seperti ini, ia berencana menyerap setelah pertarungannya dengan Venom.
Tanpa belas kasih, Lamia mengayunkan tangannya. Kepala Ishida langsung terputus dari tubuhnya. Padahal Ishida setara dengan Raja Iblis tingkat 3 biasa, tetapi bisa dikalahkan dengan mudah.
Tepat setelah Ishida tewas, Venom menunjukkan wujudnya yang baru. Ia tampak seperti manusia seutuhnya.
Tiga tanduk khas dari ras iblis tidak ditemukan. Matanya sayu seperti seorang dewa, tatapannya yang tenang membuat Blue yakin Venom sudah membangkitkan kekuatan keluarganya.
"Bos kamu bilang dia hanya Venom kecil, lihatlah dia tampak sama persis seperti Raja Venom!" bisik Dagon yang sudah kehabisan Batu Iblis.
__ADS_1