
Zaha dan Daren menemui Blue di Istana Fairy Dance. Keduanya membawa tongkat yang berbeda, Zaha membawa tongkat panjang hingga menyentuh tanah serta berwarna ungu serasi dengan bajunya. Daren mambawa tongkat pendek yang terbuat dari pecahan pohon dunia berwarna coklat serta memakai baju warna putih beraksen ungu.
Keduanya adalah Penyihir hitam yang mempunyai kemampuan mempelajari simbol dengan baik. Meskipun Zaha masih jauh di atas Daren, suatu saat mereka akan seimbang di bidang pembuatan simbol.
"Selamat datang," sambut Blue di ruang bawah tanah.
Ruangan ini kosong sejak pembuatan istana, Blue sudah memikirkan ini sejak dulu. Jadi istana sudah di desain menurut pengalamannya selama 35 tahun.
"Jarang sekali anda memanggilku, Bos?" tanya Zaha dengan nada santai. Zaha dan Blue sudah seperti sahabat karib, mereka tidak pernah menggunakan bahasa formal kecuali dalam rapat.
"Untuk sementara kalian baca saja catatan yang sudah aku kirim. Hafalkan semua titik simbolnya, aku yakin kalian akan mengetahuinya setelah membaca." Blue mengirim catatan tentang simbol rumah kebangkitan.
Daren menundukkan kepala karena malu, Blue mendekat dan menepuk pundaknya. "Aku percaya padamu, tenang dan kuasai sebaik mungkin."
"Terima kasih, Bos." Daren masih menundukkan kepala, ia tidak pernah menyangka orang yang paling penting di Fairy Dance memanggilnya. Terakhir kali mereka bertemu di Kerajaan Banyuwangi.
Daren dan Zaha membuka catatan simbol, Blue membuat gambar untuk meletakkan beberapa bahan bangunan. Tobias dan pasukannya di panggil untuk membantu pembangunan.
Blue mengarahkan setiap langkah pembangunan Rumah Kebangkitan. Setelah 2 hari pekerjaan, sebuah rumah seluas 30 meter dan lebar 20 meter berdiri tegap setinggi 5 meter.
Zaha adalah orang pertama yang menyelesaikan tugasnya. Ia tidak pernah menyangka Rumah Kebangkitan bisa diciptakan oleh pemain.
"Darimana kamu mendapatkan simbol ini, Bos?"
"Dari ujung benua utara, apa kamu sudah selesai?" tanya Blue.
Tanpa menjawab, Zaha langsung menggambar simbol di udara dengan sangat detail. Jari telunjuknya bergerak terus menerus meskipun simbol sudah di gambar.
"Untuk apa kamu menambahkannya?" tanya Blue yang berpura-pura tidak tahu.
"Menurut penelitian, menambahkan sedikit simbol ini akan menambah jangkauan penarikan jiwa ke Rumah Kebangkitan."
"Sangat bagus, tapi aku tidak merekomendasikannya." Blue membuka peta di atas meja.
Setelah membuka peta, Zaha segera mengerti. Perluasan jangkauan akan menimbulkan peperangan dengan kota seberang. Pasalnya Rumah Kebangkitan tidak hanya membangkitkan pemain, tetapi juga menyerap jiwa monster dan menjadikannya batu energi.
Artinya Fairy Dance akan mendapatkan sejumlah batu energi jika membangun Rumah Kebangkitan. Meskipun saat ini mereka tidak kekurangan Batu Energi, tidak ada salahnya menampungnya.
__ADS_1
Ditambah lagi monster yang dibunuh akan mempengaruhi kualitas batu energi. Wilayah Venom kaya akan monster besar dan level tinggi, pasukan iblis dan pemburu akan mulai beroperasi untuk pembunuhan beberapa monster dan iblis yang menentang keberadaan Fairy Dance.
"Jika tidak memperluas jangkauannya, akan ada beberapa ruang kosong di wilayah timur." Zaha menunjuk peta.
"Aku sudah memikirkannya." Blue memberikan catatan tambahan untuk memperluas jangkauan Rumah Kebangkitan dengan cara yang lebih aman.
Untuk merealisasikannya, dibutuhkan menara setinggi 50 meter serta 3 pembuat simbol untuk melakukannya.
"Ini..."
Zaha terkejut dengan semua barang yang keluar dari penyimpanan bosnya itu.
"Sekarang mari tunggu Daren menyelesaikan tugasnya." Blue duduk dan membaca beberapa pesan dari Singa Langit dan Grup Hao.
Zaha mempraktikkan simbol rumah kebangkitan terus menerus untuk membuatnya semakin cepat. Ia merasa ada yang kurang dengan kecepatannya, sampai akhirnya ingin meminta petunjuk bosnya.
Blue berdiri dan menggerakkan jari telunjuknya, dalam semenit ia bisa membuat simbol rumah kebangkitan secara utuh dan sempurna.
Cahaya keemasan muncul dari simbol melayang itu, Blue tersenyum manis dan membukanya lebih jelas untuk dipelajari. "Ingat semua garis dan ketebalannya." Blue berpura-pura menahan degan sekuat tenaga.
Zaha masih membutuhkan waktu untuk membaca dan memikirkannya. 1 jam berlalu, akhirnya ia berhasil membuat simbol yang sempurna.
"Kerja bagus, kalian berdua melebihi ekspetasi. Padahal aku memperkirakan kalian akan mempelajarinya selama 2 minggu atau lebih." Blue menepuk pundak Zaha dan Daren bersamaan.
3 hari adalah waktu yang dibutuhkan Zaha dan Daren untuk menguasai simbol tingkat tinggi. Padahal Blue di kehidupan sebelumnya membutuhkan 6 bulan kerja keras.
"Sial, apa bakat ku sangat buruk," gumam Blue pelan.
Ketiganya segera menuju Rumah Kebangkitan. Daren merasa takjub karena melihat bangunan megah penuh dengan batu mana.
"Bos, berapa biaya yang kamu habiskan?" tanya Zaha.
"Jangan bilang-bilang Jessica, aku menghabiskan 50 juta emas untuk membangun ini," bisik Blue pelan.
Daren dan Zaha tidak bisa menahan keterkejutan mereka, mulutnya terbuka lebar karena mendengar nilai yang begitu fantastis. Meskipun Zaha kaya raya, ia membutuhkan waktu untuk menggerakkan uang sebanyak itu. Disisi lain Daren hanya anak seorang pengusaha kelas menengah, tentu saja uang sebesar itu tidak pernah dilihatnya.
Anehnya, Jessica muncul di belakang mereka. "Bos, meskipun kau sedang berbisik aku bisa mendengarnya."
__ADS_1
Rambutnya terbang dan aura ungu kehitaman muncul di sekujur tubuhnya. Matanya berubah merah memancarkan kekejaman.
"Tenanglah, Jessica. Aku menggunakan uang pribadi untuk membangunnya," ucap Blue sambil tersenyum kecut.
"Sial, aku terlalu fokus pada dua anak ini sampai tidak menyadari keberadaannya." Blue merasa kemampuan pendeteksi miliknya semakin menurun karena merasa kuat.
Jessica mengepalkan kedua tangannya, aura semakin gelap. Ia menghela napas panjang dan berkata, "Huh aku mengerti. Bos, jangan menyembunyikan sesuatu yang besar seperti ini. Meskipun keuangan kita sedikit kurang, kita masih bisa membangun ini."
"Tidak, ini adalah maha karya dari para pekerja."
Blue merasa membangun Rumah Kebangkitan adalah salah satu sarana untuk pengamanan wilayah Fairy Dance. Makanya membangun pertahanan adalah kewajibannya sebagai seorang tetua, ditambah lagi Istana Fairy Dance adalah maha karyanya.
"Baiklah, aku mengerti. Memangnya bangunan semegah ini untuk apa?" tanya Jessica.
"Sumber uang kita." Blue menjawab dengan cepat. Meskipun saat ini tidak terlalu menghasilkan, ketika pemain sudah menyentuh level 300an, mereka akan cenderung mencari mangsa besar. Wilayah iblis adalah tempat terbaik untuk menaikkan level.
Jessica menganggukkan kepala dan segera menyetujui rencana gila bosnya. Meskipun ini adalah bangunan super megah, tidak banyak pemain yang bisa keluar masuk Istana Fairy Dance.
"Apa kamu ingat pembaruan yang akan segera rilis?" tanya Blue dengan senyum manis di bibirnya.
"Pembaruan?"
Blue menjelaskan tentang pengetahuannya, pada pembaruan berikutnya akan ada portal antar kota yang hampir sama dengan Desa Sahara.
"Jadi, apa untungnya untuk kita?"
"Bukankah menarik beberapa koin perak tidak terlalu sulit?"
Jessica membelalakkan matanya, ia sadar betul apa yang sedang dibicarakan bosnya. Rumah Kebangkitan sebuah kota akan membangkitkan lebih dari satu juta pemain setiap harinya. Jika setiap pemain kena pajak 1 perak, artinya 10 ribu koin emas akan di dapatkan dengan mudah. Ditambah lagi batu energi yang selalu di produksi.
Blue, Zaha, dan Daren masuk kedalam Rumah Kebangkitan. Mereka mengukir simbol di sudut yang sudah di tentukan, Blue menyelesaikan simbol sempurna dalam 1 menit. Daren menyelesaikannya dalam 10 menit dan Zaha 20 menit.
Sebuah cahaya kuning menyelimuti rumah kebangkitan, Blue melambaikan tangannya. "Semua keluar!"
Pemberitahuan membuat semua orang terkejut melihatnya.
[Fairy Dance telah berhasil membangun Rumah Kebangkitan, segera datang ke wilayahnya untuk mendapat hadiah.] (Pemberitahuan Benua)
__ADS_1