Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
285. Perang Kejam


__ADS_3

Jarak markas Fairy Dance dan Tanduk Iblis cukup jauh, jika menggunakan hewan tunggangan membutuhkan waktu 1 hari penuh.


Untuk menciptakan propaganda aneh, Blue mengeluarkan sebuah gulungan. "Semua pasukan, bersiap untuk berangkat!" teriaknya sambil menghempaskan gulungan tersebut ke langit.


Gulungan uang dilempar menghilang, sebuah lingkaran dimensi berwarna hitam muncul setinggi 3 meter.


"Segera keluarkan hewan tunggangan kalian, kita akan langsung berlari setelah memasuki gerbang dimensi!" kata Blue dengan suara lantang.


Semua reporter yang merekam kejadian ini tercengang, tidak hanya mereka tapi penonton juga ikut tercengang.


Blue adalah orang yang pertama kali memasuki Gate, dia menyebutnya sebagai gerbang dimensi supaya terlihat mewah. Rencananya tidak lain adalah mengikat Tanduk Iblis.


Tepat setelah Blue masuk kedalam Gate, Iblis Kecil yang menggunakan topeng tidak ragu. Dia langsung berlari dengan kecepatan tinggi tanpa menggunakan hewan tunggangan.


Gebby yang sudah mulai percaya dengan Fairy Dance tidak bisa menahan diri. Dia selalu dikejutkan dengan penemuan yang sangat mencengangkan, jadi munculnya sebuah gerbang dimensi dalam game adalah sebuah hal wajar.


Orang yang pertama kali mempunyai gerbang dimensi tidak lain adalah Blue, ketua Fairy Dance. Itu patut di banggakan karena super guild juga belum mempunyai.


Sebenarnya bukan belum mempunyai, tetapi lebih memilih untuk menyembunyikannya. Mereka tidak ingin senjata seperti itu di tunjukkan pada publik.


Setelah Blue menunjukkannya, para ketua super guild mulai berpikir bahwa gulungan Gate adalah sesuatu yang sangat biasa. Buktinya guild kelas 2 sudah memilikinya.


Padahal Blue hanya berencana untuk memeras Tanduk Iblis saja, tetapi dampaknya jauh lebih dari perkiraan. Mulai sekarang super guild tidak akan menyembunyikan gulungan gate atau gerbang dimensi.


Pasukan di belakang mengikuti masuk, mereka menggunakan hewan tunggangan untuk berlari. Seketika semua pasukan melihat hutan lebat sejauh 2000 kilometer jauhnya dari Desa Koral.


Tidak mau ketinggalan berita para reporter mencoba masuk kedalam gerbang dimensi. Sayangnya sistem menolaknya karena batas maksimal hanya 2500 orang.


"Sialan, jadi gerbang ini hanya khusus untuk anggota Fairy Dance." Salah seorang reporter yang mengumpat kesal.


Setelah beberapa saat, gerbang dimensi yang diciptakan perlahan menghilang. Semua orang kebingungan karena kejadian ini.


"Segera hubungi pusat, temukan keberadaan pasukan Fairy Dance!" beberapa reporter mengatakan hal yang sama.


Sayangnya tidak ada yang melihat keberadaan Fairy Dance di Kota manapun, sampai akhirnya 3 jam berlalu.


Berita mengejutkan datang dari reporter di markas Tanduk Iblis. "Fairy Dance sudah sampai di markas besar Tanduk Iblis!"


2500 pasukan berdiri menatap musuh Tanduk Iblis. Hanya dengan satu isyarat, semua pemain langsung berlari seperti harimau kelaparan.


Blue segera mencari keberadaan Yao, dia yakin bahwa keadaannya kurang baik. Karena bisa terbang, Blue bisa menemukan keberadaan Yao dengan sangat cepat.


Tanpa menunggu lama, Blue langsung menerjang musuh Yao. Ada 2 Guardian, 3 Pendekar Pedang, 2 Pendekar Tombak, 2 Pemanah, dan 3 Penyihir.


2 Guardian langsung di pukul mundur hanya dengan satu serangan. Tidak ada yang tahu seberapa kuat Blue jika menggunakan seluruh kekuatannya.


"Hai, 1 lawan 12 orang, bukankah itu sedikit berlebihan!" kata Blue dengan santainya.


Dua pedang pedang langsung di tarik dari punggungnya. Artinya ketika dia menerjang dia awal tidak menggunakan senjata. Namun dua Guardian berhasil di pukul mundur.


"Aku kira kalian lari dari tanggung jawab. Aku penasaran mengapa ketua sangat ingin menjalin hubungan dengan Fairy Dance, ternyata karena kalian terlalu mengerikan!" kata Yao pelan.


"Kamu terlalu memuji, kami hanya guild tingkat dua yang jauh dibawah Tanduk Iblis."


Seseorang berbadan besar menimpali, "Sudah cukup bicaranya?" dia adalah ketua dari guild Air Kolam, Tara.


Setelah mengatakannya, Tara langsung menggunakan skill provokasi. Sehingga Blue dan Yao di haruskah untuk menyerangnya.


"Yao, mengapa kita tidak berlomba. Siapa yang memberikan kerusakan tinggi akan menjadi pemenangnya?" tanya Blue.

__ADS_1


"Pertandingan menarik!"


[Pemain Yao mengundang anda kedalam kelompoknya.]


Blue menyetujuinya, karena kerusakan hanya bisa dibandingkan ketika mereka berada di dalam kelompok yang sama.


[1. Yao, 109, Pendekar Pedang Tunggal



Blue, 110, Pendekar Pedang Ganda.]



Keduanya saling melirik dan tersenyum. Mereka merasa kekuatan keduanya setara dan patut untuk diperhitungkan.


Yao memulai serangan dengan keterampilan jarak jauh, dia menggunakan Triple Slash untuk memberikan jarak.


Blue malah berlari maju untuk memberikan kerusakan, kombinasi keduanya sangat berantakan. Anehnya, Blue masih bisa memberikan kerusakan yang sangat mengerikan.


"Slash!" kata Blue menyebutkan nama keterampilannya. Dua pedangnya bersinar kuning, ayunan pedangnya sangat cepat, orang biasa tidak akan bisa melihat ayunannya.


[Pemain Blue berhasil memberikan kerusakan - 1200 serangan kritikal.] (2x)


Pasukan musuh terkejut melihat kerusakan yang begitu besar dari seorang Pendekar Pedang Ganda. Yao tidak mau kalah, dia langsung menyergap musuh dari belakang.


Kehadiran Blue yang sangat terang membuat, sehingga Yao bisa bergerak sangat bebas. Kekuatan yang di tampilkan Blue membuat 12 lawannya menjadi waspada padanya.


Yao tidak mau kalah dalam pertandingan, dia menggunakan keterampilan pamungkas untuk menyingkirkan penyihir yang ada dibelakang.


Sayangnya itu tidak berhasil, Pendekar Pedang menghadang serangannya. Yao sedikit terkejut ketika melihat serangannya berhasil diminimalisir dengan sangat baik.


Yao tidak bisa bergerak, kakinya terkena serangan. "Sialan, jadi selama ini mereka menyembunyikan kekuatan!" katanya menggeram.


Dua Pendekar Pedang musuh langsung berlari menuju kearah Yao yang tidak bisa bergerak.


Seorang pria hitam setinggi lebih dari 2 meter muncul. Dia langsung menangis dua pedang menggunakan satu pedang dan tangan kirinya.


Dia adalah Iblis Kecil yang menggunakan topeng dan armor tangan yang dibuat Blue secara pribadi. Karena Blue adalah Pandai Besi Mahir, kemampuan Armor dan Pedangnya sangat baik.


Yao melebarkan matanya, dia melihat lagi seseorang yang sangat kuat. Setelah melihat dengan teliti, ternyata pria besar di depannya bukan pemain. Melainkan seorang petualang pribumi yang sedang menggunakan topeng.


Efek dari pembekuan telah berakhir, Yao berhasil keluar dari maut. Dia tidak pernah melakukan kesalahan besar seperti ini.


Iblis Kecil berlari menuju Guardian yang menghadang Blue. Tangan kirinya mengepal dan mengayunkannya pada tameng si Guardian.


Suara benturan besi terdengar nyaring. Tara membelalakkan matanya ketika melihat kerusakan yang dia terima.


"Gila!"


[Pemain tara menerima kerusakan - 6100.]


Iblis Kecil mempunyai level 190 karena telah menyerap batu aura naga hitam. Jadi melawan pasukan dengan level 110an tidak akan pernah bisa membunuhnya.


Salah satu pemanah menggunakan keterampilan mengikat untuk menghentikan Iblis Kecil. Namun keterampilannya bisa dihancurkan dengan mudah karena kekebalan tubuh Iblis sangat istimewa. Jadi akar yang mengikatnya langsung bisa dihancurkan.


Blue melihat kesempatan datang, sayap hitam dibuka lebar. Dia menghilang dan langsung sampai di depan pemanah dengan kecepatan tinggi.


Satu ayunan pedangnya berhasil mengirim si pemanah ke Rumah Kebangkitan.

__ADS_1


"Ini gila! Keterampilan apa itu?" kata Tara yang tidak percaya ada orang yang bisa memberikan satu serangan fatal.


Padahal dia sangat yakin bahwa pemanah itu masih memiliki HP 60%. Walaupun pertahanannya sangat rendah, seharusnya tidak mungkin untuk membunuhnya secara langsung.


Blue tersenyum, dia menggunakan prana yang disembunyikan serta faktor pendukung lainnya. Ditambah lagi pemanah yang dia serang terkontaminasi aura iblis, jadi kerusakan yang dihasilkan semakin besar.


Iblis Kecil tidak membiarkan Tara bersantai, dia langsung mengayunkan pedangnya tanpa ekspresi. Suara benturan perisai dan pedang terdengar nyaring. Tidak berhenti sampai disitu, Iblis Kecil mengayunkannya berkali-kali.


HP tara semakin menurun, Blue muncul dibelakang Guardian yang dari tadi diam.


"Ekstrim Blade!" kata Blue menyebutkan nama keterampilannya.


Sayatan pedang tercipta dimana-mana. Beberapa penyihir terlambat menanggapi. Sehingga Blue memberikan kerusakan pada seluruh kelompok musuh.


Seketika semua pemain di kelompok musuh mewaspadai Blue karena bisa memberikan kerusakan area.


"Gunakan kartu as!" kata Tara dengan suara lantang.


Tiga penyihir menggunakan keterampilan gabungan untuk menyembuhkan seluruh kelompok. Siapa yang menyangka HP semua kelompok terisi penuh setelah berwarna merah.


Tara memberikan instruksi lanjutan, "Gunakan formasi bertahan. Jangan biarkan mereka lolos!"


Tujuan mereka tidak lain adalah memperlambat Yao dan Blue masuk kedalam medan perang. Karena itu akan meningkatkan kesempatan mereka semua menang.


Blue memasukkan pedangnya ke sarung di punggungnya. "Sepertinya kalian ingin mengulur waktu kami sampai di medan perang, tapi apa kalian sudah memperhitungkan pasukan Fairy Dance?" tanya Blue pelan.


Dia sekarang tidak membawa pedangnya, jadi musuh menganggap dirinya sedang tidak mempersiapkan sesuatu.


"Apa yang salah dengan itu. Selama kalian berdua tidak bergabung dengan perang, pasti mereka menyelesaikan misinya!" kata Tara dengan penuh percaya diri.


Blue menggelengkan kepala. "Kalau boleh aku tahu, siapa mereka?" tanyanya dengan nada santai.


"Dominasi Dunia, kalian telah menyinggungnya. Jadi jangan harap semua rekanan kalian akan menderita!" kata Tara sedikit tertawa jahat.


"Dominasi Dunia, aku sudah menantikan ini. Sepertinya Ansel sudah tidak tenang di kursi empuk itu!" kata Blue menyebutkan nama yang seharusnya tidak diketahui semua orang.


"Siapa Ansel?" tanya Tara.


"Kamu tidak perlu tahu, sekarang coba hubungi semua pasukan kalian di medan perang dan perbatasan markas Tanduk Iblis."


Tanpa sebab yang jelas, Tara langsung menghubungi semua orang terpercayanya. Matanya langsung membelalakkan ketika mendengar apa yang sedang terjadi.


"Bagaimana mungkin kalian bisa mengetahui semua pemimpin pasukan dengan sangat cepat?" tanya Tara gemetar ketakutan.


Padahal dia hanya beberapa menit mengadu keterampilan, tetapi semua pemimpin pasukan Guild Air Kolam sudah berhasil di kirim ke Rumah Kebangkitan.


Tidak ada satupun pemimpin yang lolos kecuali 12 orang di depannya. Sedangkan untuk pemain kecil lainnya sedang bertarung tanpa komando yang jelas.


Blue menempelkan jari telunjuk ke mulutnya. "Jangan menganggap itu sesuatu yang istimewa. Aku akan meramal bahwa kalian akan meninggalkan wilayah ini, jika tidak bisa kembali dalam 2 jam."


Tara membelalakkan mata dan langsung menghubungi pasukan di markas besar. "Apa di sana baik-baik saja?" tanyanya.


"Beberapa pasukan berbaju hitam menyergap dan membunuh semua penduduk pribumi. Mereka juga membunuh semua pemain yang ada di dalam kota. Aku menyarankan untuk segera kembali dan selesaikan maslaah disini!"


Tara melotot kearah Blue. "Pengecut, kamu menyerang ketika kami tidak siap."


"Bagian mana yang kalian tidak siap. Bukankah kalian sudah mengerahkan pasukan besar kesini. Jadi aku hanya mengirim beberapa puluh ribu pembunuh untuk menghancurkan desa kalian, bukankah itu wajar?" tanya Blue dengan wajah polos.


"Sialan, mundur!" teriak Tara marah.

__ADS_1


Iblis Kecil menghadang mereka semua. "Siapa yang mengijinkannya kalian untuk kembali dengan selamat?" katanya dengan tatapan yang mengerikan karena tubuhnya yang tinggi dan berkulit hitam.


__ADS_2