Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Si Kembar


__ADS_3

Arief segera mencari perlengkapan untuk mendukung penyerapan monster Beruang Merah. Setidaknya Arief harus menghabiskan 100 koin emas untuk membeli bom peledak, bom asap, dan bom lengket.


Pada pembaruan ketiga, hanya ada 3 bom yang bisa membantu pemain menyelesaikan penggilingan monster. Sedangkan bom yang lainnya masih belum di jual oleh para penduduk lokal.


Pemain yang mempunyai profesi Pembuat Ramuan atau Koki masih belum cukup level untuk membuatnya. Jadi Arief terpaksa membeli dengan harga mahal.


"Lusa kita akan mengadakan pertemuan di Rumah Perlindungan Fairy, jangan lupa membawa peralatan terbaik kalian." Arief memberikan pesan kepada Queen, Aqila, Doran, dan kawan-kawan.


Mereka langsung menjawab, "Siap, Bos!."


Untuk mengisi waktu luang, Arief mencari bakat lainnya dari Desa Monster. Jika beruntung seperti sebelumnya, dia akan mendapatkan anggota yang sangat menjanjikan.


Pasalnya Desa Monster adalah salah satu tempat yang melahirkan pemain kelas dunia, sayangnya mereka kekurangan akses masuk kedalam sebuah guild.


Setelah berkeliling di sekitar Rumah Perlindungan Fairy, Arief melihat dua pemain yang sedang bertengkar memperebutkan serangan terakhir atau sering disebut last hit.


Siapapun yang berhasil mendapatkan serangan terakhir, mereka akan mendapatkan pengalaman yang lebih banyak.


Dengan Mata Dewa Arief mencoba melihat identitas mereka yang menggunakan topang.


"Sudah aku duga, keberuntunganku dalam mencari orang sangatlah tinggi." Arief tersenyum melihat dua orang yang sedang bertengkar.


Nama : Hira


Level : 39


Kelas : Pejuang (Pedang Tunggal)


Nama : Hida


Level : 39


Kelas : Pejuang (Pedang Tunggal)


Mereka berdua adalah saudara kembar dari anak pengusaha kaya. Keduanya berhasil mencapai kesuksesan setelah bergabung dengan guild Peringkat 1.


Walaupun kedua orang tuanya kaya, mereka berdua sudah mandiri sejak kecil. Bahkan semenjak umur 13 tahun, mereka tidak pernah meminta uang saku sepeserpun.


Walaupun tampak muda, mereka berusia 22 tahun. Tidak hanya pintar berbisnis, Hira dan Hida adalah mantan petarung bebas atau sering disebut beladiri campuran.


Mereka pensiun diri karena mengalami cedera fatal di pergelangan kaki kanannya. Kala itu mereka melawan seorang petarung kelas dunia yang selalu membuat lawannya terluka parah.


Keduanya terluka oleh orang yang sama, tetapi tidak ada yang menyesali keputusannya untuk berhenti dari dunia beladiri bebas.


Banyak penggemar yang menyesalkan keputusan mereka, bahkan beberapa telah menghina Hida dan Hira. Sebenarnya cedera yang mereka derita masih bisa disembuhkan, tetapi membutuhkan beberapa tahun untuk sembuh.


Setidaknya 3 tahun dari sekarang, Hira dan Hida akan mencapai puncak kondisinya. Sekarang mereka hanya berlevel 39.


Walaupun belum mencapai kondisi puncaknya, Hira dan Hida sudah memiliki level yang cukup tinggi.


"Bukannya kamu sudah mengambil monster sebelumnya!" teriak Hira dengan wajah merah karena marah.


Pertengkaran antar saudara merupakan hal yang biasa terjadi. Jadi tindakan mereka berdua sangat wajar untuk dilihat.

__ADS_1


"Aku sebenar lagi level 40, kamu tau setelah mencapai level 40 akan ada skill yang sangat bermanfaat!" kata Hida dengan nada tinggi, dia sangat terobsesi terhadap Domain Dewa.


Berbeda dengan Hira yang masih jarang bermain, Hida bermain dengan sepenuh hati. Anehnya level mereka bisa sama persis, hal itu membuat Hida sedikit iri dengan pencapaian kakaknya.


Karena itulah dia berniat mencapai level 40 duluan untuk menggiling monster lebih cepat. Sayangnya Hira mengetahui hal tersebut, makanya dia menginginkan serangan terakhir pada monster di depan mereka.


Arief dengan wajah polos membunuh monster yang susah payah mereka kalahkan. "Bagaimana jika kalian berburu monster sendiri untuk menentukan siapa yang lebih pantas menjadi level 40?" tanya Arief memberikan saran.


Melihat monster yang sedang mereka perebutan dibunuh pemain lain, Hira dan Hida langsung menyerang Arief tanpa berpikir panjang.


Arief juga menguasai teknik beladiri campuran, jadi dia mengerti beberapa gerakan lawan. Sehingga memudahkannya untuk menghindar dan mencari celah untuk melancarkan serangan.


Karena mereka adalah pemain yang berfokus kepada pedang tunggal, serangan mereka sedikit lebih lambat. Hal ini dikarenakan beladiri campuran jarang menggunakan senjata.


Memanfaatkan kelemahan mereka, Arief menggunakan ketrampilan pedang untuk menyerang Hida.


¬ Pemain Blue memberikan kerusakan - 1200 kerusakan kritikal.


Jumlah kerusakan yang dihasilkan sangat besar, Arief bisa menebak bahwa Hida tidak mempunyai status pertahanan.


Mata Dewa menunjukkan bahwa Hida hanya mempunyai 2300 HP, artinya poin statusnya di alokasikan selain pertahanan dan daya tahan.


Hida terkejut melihat kerusakan yang dihasilkan Blue, dia tidak menyangka sedikit kesalahan merenggut setengah dari HPnya.


"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Hida yang memulai pertengkaran.


Sedangkan Hira yang melihat situasi tidak menguntungkan menghentikan serangannya. Dia adalah tipe orang yang berpikir rasional di setiap keadaan.


Berbeda dengan Hida yang selalu berpikir positif dan mencoba segala cara. Jika gagal dia akan mengulanginya sampai menemukan komposisi terbaik.


Sayangnya saat ini kedua orang tuanya telah meninggal, bisa dibilang mereka berdua hidup seadanya. Semua harta milik kedua orang tuanya di ambil oleh pihak bank.


"Blue, ketua guild Fairy Dance. Mungkin kalian tidak mengetahuinya, tetapi aku jamin di dalamnya hanya ada orang kuat yang siap membantu dikala rekannya kesusahan."


Arief mengatakan kata kunci yang seharusnya tidak dikatakan oleh orang lain. Karena alasan Hira dan Hida pensiun dini karena mereka tidak mendapat bantuan dari teman-temannya yang dekat dengannya.


Bahkan teman dekat mereka mengkhianatinya, sampai mereka mempunyai hutang ratusan juta kredit. Namun berkat adanya asuransi, mereka berhasil menutup hutangnya dan mencoba peruntungan di Domain Dewa.


Awalnya Hira tidak mau memainkannya, tetapi setelah melihat banyak berita tentang seorang anak berusia 16 tahun berhasil mendapatkan ratusan ribu kredit perhari, Hira langsung mencobanya.


Hida yang dari awal terjun untuk menekuni Domain Dewa telah mendapatkan beberapa penghasilan yang bisa untuk makan.


Hira tinggal di sebuah apartemen yang cukup baik, karena dia sangat pintar mengatur keuangan. Sedangkan Hida tinggal di sebuah kamar kos kecil yang berukuran 3 kali 4.


Mereka semua masih menyewa mesin virtual Domain Dewa, jadi setiap hari harus membayar.


Mungkin terlihat aneh, Hida yang tidak bisa mengatur uang bisa lebih kaya dari Hira. Namun itulah yang terjadi orang yang mengambil resiko akan mendapatkan hasil yang lebih besar.


"Aku tidak mempunyai keluhan denganmu, mengapa kamu menggangguku?" tanya Hira yang mencoba bersikap tenang.


Arief menggelengkan kepala. "Aku tidak menyerang kalian terlebih dulu, tetapi pria di sebelah yang menyerang aku!."


Hida yang kehilangan setengah HPnya hanya bisa mengeratkan giginya. Dia merasa sangat terhina setelah mendengar perkataan Arief. Namun yang dikatakan adalah kebenaran, jadi Hida tidak dapat melakukan pembelaan.

__ADS_1


"Kamu pasti mempunyai maksud khusus karena mendekati kami. Tolong katakan niatmu datang menghampiri kami?" kata Hira dengan ekspresi serius.


Arief tersenyum dan berkata, "Sungguh mudah berbicara dengan pria cerdas sepertimu. Aku ingin mengundang kalian masuk kedalam guild Fairy Dance."


Dia langsung mengatakan tujuannya mendatangi Hira dan Hira, Arief tidak ingin menyembunyikan kebenarannya.


"Apa yang kamu tawarkan?" tanya Hida dengan nada serius. Jika menyangkut bisnis, dia sangat pintar dalam memilih keputusan.


"Aku akan memberikan gaji sebanyak 2000 kredit dan banyak keuntungan lainnya," kata Arief sambil tersenyum manis. Dia mengetahui keuangan mereka berdua sedang tersisa, jadi tidak ada alasan untuk menolak.


Hida tersenyum dan berkata, "Aku akan bergabung, tetapi tidak ingin Hira ada di dalam guild Fairy Dance!."


"Aku tidak peduli konflik apa yang terjadi di antara kalian. Namun aku mempunyai saran yang bisa kalian gunakan untuk bertarung bersama," kata Arief memberikan trik untuk membagi pengalaman secara merata.


Caranya sangat sederhana, mereka hanya butuh membuat kelompok kemudian berburu bersama. Selama ini Hira dan Hida tidak menggunakan fasilitas pembuatan kelompok.


Padahal berburu bersama kelompok jauh lebih cepat. Namun degan bermain solo, mereka berdua berhasil menjadi salah satu top global Domain Dewa. Prestasinya tidak dapat diremehkan.


Pengaturan pembagian pengalaman ada dalam layar kelompok, jadi Hira dan Hida tidak mengetahui hal tersebut.


"Walaupun kamu adalah seorang yang cerdas, tapi kamu melewatkan banyak kesempatan," kata Arief melirik Hira yang selalu bermain aman.


Hira memberikan pembelaan, "Semua yang aku lakukan adalah sebuah kepastian tanpa adanya kerugian. Jadi sudah sewajarnya aku mengambil jalan itu."


"Karena itulah kamu meninggalkan banyak kesempatan, contoh paling nyata adalah setuju untuk bergabung dengan Fairy Dance!" kata Arief tegas.


Dia tidak ingin melepaskan Hira dengan mudah, karena Hida sudah mau menandatangani kontrak, ada kemungkinan besar Hira akan bergabung.


Hira berpikir keras, dia belum mengetahui seberapa hebat Fairy Dance. Namun Hida sudah menyatakan dirinya bergabung.


"Bagaimana jika kamu memberikan aku waktu?" tanya Hira.


Arief menggelengkan kepala, "Aku hanya bisa memberikan tawaran sekarang. Mungkin kamu tidak akan menemukan kesempatan seperti ini lagi."


Hida yang menghadapi Arief secara langsung mengetahui bahwa musuhnya bukanlah orang sembarangan. Jadi dengan cepat dia harus mengambil resiko untuk mencapai tujuannya.


Baginya bermain Domain Dewa adalah hobi sekaligus mata pencarian. Dengan menjual koin emas, dia telah berhasil menghidupi dirinya sendiri.


Fairy Dance menawarkan gaji yang cukup kecil, tetapi jumlah itu tidak bisa dia dapatkan hanya dengan menjual koin emas.


Hira selalu mengelak untuk mencari informasi tentang Fairy Dance di forum diskusi. Dia hanya mengerikan kata kunci Fairy Dance, ratusan artikel kecaman muncul di layarnya.


"Mungkinkah Fairy Dance adalah musuh publik yang di cari banyak guild besar," katanya dalam hati. Dia tidak bisa menyimpulkan hanya dengan melihat sekilas, mungkin saja artikel tersebut adalah sebuah rekayasa dari musuhnya.


"Dia memang seperti itu, jadi lupakanlah. Sekarang apa tugas pertamaku sebagai anggota Fairy Dance," kata Hida yang telah selesai membaca kontrak dan menandatanganinya.


Arief tersenyum dan berkata, "Kamu tidak akan menyesali keputusan hari ini. Tugas pertamamu adalah mencapai level 40 dengan cepat."


Sebagai hadiah bergabung dengan Fairy Dance, Arief mengirimkan Set Perlengkapan Serigala yang sudah ditingkatkan.


Perubahan ekspresi Hida dapat menjadi sinyal bahwa Fairy Dance bukan guild biasa. Dengan cepat Hira berkata," Aku akan bergabung!."


Arief memberikan tepuk tangan kepada mereka berdua yang telah bergabung dengan Fairy Dance.

__ADS_1


"Akan aku kirimkan koordinat yang dapat kalian jadikan lapangan penggilingan monster," kata Arief sambil mengirimkan informasi tentang monster yang mempunyai pertahanan lemah dan kecepatan lambat.


__ADS_2