Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Membelah


__ADS_3

Perang bergejolak, Blue melihat situasi dari atas gunung dekat medan perang. "Leon benar-benar bisa memainkan trik," katanya.


Bee menyahut, "Awalnya aku meragukan keputusanmu. Namun lihatlah sekarang, Leon benar-benar bisa berakting dengan baik."


Sebenarnya Leon sengaja menunjukkan menara tersembunyi untuk menarik pasukan yang lebih banyak. Namun Andreas bukan orang bodoh, ia akan terus menguji pertahanan Fairy Dance sampai menurutnya cukup.


1000 pasukan aliansi melangkah maju, mereka sudah siap untuk menjadi umpan kemurkaan Fairy Dance. Kakinya melangkah perlahan dengan tekad pasti.


"Jangan mau kalah, incar pemain depan mereka!" teriak Leon memberikan perintah.


Meriam otomatis langsung menembakkan peluru sihir ke arah para guardian, banyak penonton yang memaki Leon yang terlalu bodoh.


Para guardian menggunakan skill provokasi supaya pemain di belakang tidak ada yang terkena kerusakan. Sayangnya tindakan itu yang sudah di tunggu tim Reaper.


Tepat setelah skill para guardian habis, Reaper dan 150 pemain lainnya muncul dan mengirim 150 pemain ke rumah kebangkitan. Tidak sampai disitu, Reaper mengubah target dan menyerang pemain lainnya.


Para pembunuh itu adalah salah satu kartu andalan Fairy Dance karena mereka semua mempunyai keterampilan buatan. Mereka bisa membunuh penyihir dengan sekali serang.


Setelah tiga kali sergapan, tim Reaper menghilang dari pandangan semua orang. Mereka bersembunyi untuk menunggu keterampilannya bisa digunakan lagi.


Para pemain depan sekali lagi panik, mereka membubarkan formasi dan berakhir sengsara di tengah menara tersembunyi. Sekali lagi 1000 pemain di kirim ke Rumah Kebangkitan tanpa perlawanan.


Leon masih berdiri di atas bentang. Tatapannya penuh keyakinan untuk memenangkan perang, disisi lain Andreas sedikit bingung mengapa ia belum mengetahui kekuasan musuh.


"Lanjutkan serangan!" teriak Andreas memberikan kode pada pasukan untuk menyerang. Kali ini ia mengirim 2000 pemain untuk menguji kekuatan musuh.


Dua menara sihir muncul, menara itu langsung menyerang kerumunan musuh dan menghancurkan jalur penyerangan. 2000 pemain di kirim ke Rumah Kebangkitan dengan cepat.


"Jangan takut, kirim lagi!" teriak Andreas mengirim jumlah pasukan yang sama.


Kali ini Leon diam, semua senjata sihir dan tim Reaper menghancurkan pasukan lain dengan cepat. Kehancuran pasukan aliansi lebih cepat dari biasanya, padahal Fairy Dance tidak menambahkan senjata sihir lainnya.


"Sial, mengapa para orang bodoh itu cepat mati!" teriak Andreas sambil memukul meja di depannya.


Seorang wanita berkacamata memberikan pendapatnya, "Jangan terlalu terbawa suasana. Pria bernama Leon itu mempunyai keterampilan perang."

__ADS_1


"Jadi apa yang perlu kita lakukan?" tanya Andreas sambil menatap wanita berkacamata.


"Tidak perlu menguji mereka lagi, lakukan serangan habis-habisan. Pasukan Fairy Dance tidak sebanyak yang kamu kira," katanya sambil memberikan informasi terkini.


Andreas yamg berpikiran sama langsung mengerahkan semua pasukan. Peperangan di pisah menjadi 5, Leon akan menghentikan serangan dari gerbang utama.


Salju akan menahan serangan dari timur, Buana akan menahan serangan dari selatan, Saiful akan menahan serangan dari barat, dan Qin Huang akan menghentikan serangan dari utara.


Beberapa pemain berbakat seperti Reza, Aqila, Queen dan banyak lainnya tidak bisa ikut perang karena di benua lainnya. Bima dan Mahira memainkan perannya dengan baik, Bima menggunakan Topeng Setan dan Mahira menggunakan Joker Blue.


Keduanya bergerak berpisah karena skillnya berfokus untuk menyerang. Bima di Utara dan Mahira di selatan.


Pasukan aliansi menyerang gerbang utama Danau Putih, Andreas memimpin pasukan dengan kapak yang di arahkan pada benteng Fairy Dance.


Sebuah petir merah muncul, ia adalah Blue yang menghadang semua pasukan aliansi seorang diri. "Bukankah ini menjadi sedikit menarik?" tanya Blue dengan senyum jahat.


Dua pedang di punggung Blue terbang langsung ke tangannya. Kuda-kuda teknik pedang diperlihatkan, ia segera menatap tajam ke arah musuhnya.


Tepat setelah beberapa pemain ragu untuk maju, Blue menebasnya. Kecepatan dan ketepatannya dalam menggunakan pedang sangat mengerikan.


Sayap hitam dikeluarkan, Blue terbang layaknya seroang penyihir. Sebuah bola energi muncul di atas kepalanya, tanpa menunggu lama ia melemparkannya ke kelompok musuh.


Meskipun begitu, pasukan aliansi masih ada miliaran. Blue tidak tinggal diam, ia mengeluarkan 6 familia miliknya.


Raul berubah menjadi serigala raksasa, ia menggigit semua musuh yang ada di hadapannya. Drakula berubah menjadi Raja Vampir, ia melantunkan syair kematian. Semua rekannya mendapat pertahanan tambahan.


Ela dan Elvy melantunkan sihir untuk membantu mengendalikan HP Raul yang berdiri di barisan depan.


"Yami, datang!" teriak Blue menggunakan keistimewaan seorang bangsawan.


Seorang pria besar setinggi 2 meter muncul dengan satu pedang yang sudah siap menebas musuhnya. Tatapannya tajam bagaikan pedang yang bisa menebas apapun.


Tidak sampai disitu, Blue memanggil Rafaela dam Luis untuk membantu penyerangan. Rafaela langsung bersanding dengan Ela dan Elvy. Ketiga dewi kecantikan memberikan efek tambahan untuk semua rekannya.


Luis membuat simbol raksasa di atas kepalanya, ia memanggil semua pasukan yang sudah dipersiapkan untuk peperangan.

__ADS_1


Tidak ada satu orangpun yang kurang dari level 200, semua itu bisa terjadi karena mereka sudah mengucap sumpah darah melayani Fairy Dance.


Luis dan pasukannya melantunkan sihir bersekala besar, sebuah simbol raksasa muncul di atas pasukan musuh.


"Lighting!" teriak Luis menyebutkan nama skill yang dipersiapakan dengan timnya.


Lebih dari 1 kilometer lingkaran sihir membentang. Memang tidak bisa membunuh semua musuh, tetapi hampir semua musuh terkena efek buruk tersengat hingga tidak bisa bergerak selama 3 detik.


Tobias dan tim menerobos sambaran petir, mereka menebas leher musuhnya dengan sangat mulus. Ekspresinya datar seperti sedang memotong ayam.


Blue dan Yami tidak tinggal diam, mereka berlari layaknya seperti seorang pendekar pedang. Bedanya Blue menggunakan pedang ganda sedangkan yami pedang tunggal.


Meskipun petir masih menyambar dimana-mana, Blue dan Yami bergerak dengan irama yang senada. Setiap ada lawan yang ingin menyerang, salah satu akan memblokirnya untuk yang lainnya. Para penonton melihat inilah kekuatan penghancur tetua Fairy Dance, Blue.


"Jangan takut, dia hanya seorang diri!" teriak Andreas memberikan semangat karena pasukannya sudah mulai ketakutan.


Dua monster raksasa di kerahkan untuk menghentikan pergerakan Blue yang turus mengurangi pasukan aliansi.


Blue tersenyum tipis dan menempelkan telapak tangannya ke tanah. "Datanglah, Eka, Dwi!" ucapnya memanggil dua raksasa setinggi 10 meter.


Tanah yang awalnya diam bergetar, dua raksasa muncul dan menginjak para monster dan pemain di sekitarnya.


Dengan sedikit lompatan, Blue mengayunkan pedangnya. "Gelombang Kejut!" ucapnya.


Yami hanya diam karena pada setiap ayunan pedangnya sudah menciptakan sayatan pedang yang bisa memberikan kerusakan pada lawan dibelakang.


Ela mulai bergerak. "Dengan rahmat sang Raja Segalanya, Holy Secret!" ucapnya.


Semua sekutu di sekitarnya akan diberikan 100% penambahan kerusakan dan 50% pertahanan. Sedangkan musuh akan sebaliknya, mereka menerima efek buruk 50% pengurangan kerusakan dan 50% pertahanan.


Cahaya berwarna biru muncul pada setiap aliansi di sekitar Ela, itu menandakan bahwa skillnya masih aktif. Selama Ela masih memiliki mana, skill itu akan terus aktif.


Blue tersenyum dan melanjutkan ayunan pedangnya, pasukan aliansi terbelah dua. Sebelah kanan langsung menuju gerbang utama, sedangkan sebelah kiri menuju gerbang barat.


Semua orang yang melihat kejadian ini akan mulai berpikir dua kali ketika menyatakan perang dengan Fairy Dance. Satu orang saja sudah cukup untuk mengirim ratusan ribu pemain ke rumah kebangkitan tanpa mengalami kerugian sedikitpun.

__ADS_1


Andreas dan beberapa super guild mengetahui betapa mengerikannya mantan ketua Fairy Dance. Namun siapa yang menyangka ternyata prestasinya begitu gemilang.


Seorang kakek tua dari 1000 surga muncul dan berkata, "Biarkan aku mencoba menghadapinya. Sepertinya ini akan menjadi pertarungan yang menarik." Kakek tua itu tersenyum manis melihat Blue menyingkirkan musuhnya dengan mudah.


__ADS_2