Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
263. Sombong Tak Berdasar


__ADS_3

Rapat para petinggi Fairy Dance telat selesai, mereka akan mengirim Amelia dan beberapa orang kepercayaan.


Blue ingin semua orang menahan godaan ataupun menolak tawaran yang memberatkan Fairy Dance. Amelia sudah tidak perlu ditanya, kesetiaannya pada Blue tidak dapat diragukan.


Jika bukan karena kejadian dulu, Amelia tidak akan pernah menjadi seperti ini. Itulah yang Amelia pikirkan.


Padahal kenyataannya Blue adalah orang yang menunggu momen itu dan menarik Amelia untuk berada disisinya.


"Baiklah, rapat selesai. Amelia aku berharap kamu mendapatkan pengalaman yang lebih luas," kata Blue menengok kearah kiri tempat duduk Amelia.


"Baik, Bos!" jawab Amelia dengan tegas.


Rapat dibubarkan dengan hasil yang sangat memuaskan. Para petinggi Fairy Dance entah mengapa merasa jika pemimpin rapat adalah Blue, rapat akan berjalan lancar dan semua orang bisa berpikir terbuka.


Sangat aneh, tetapi itulah yang mereka rasakan. Karena semua petinggi Fairy Dance bukan orang bodoh, mereka tidak mau memikirkan hal yang ambigu seperti itu.


Sehingga mengabaikannya adalah pilihan yang terbaik selama tidak merugikan dirinya dan kelompok.


Disisi lain, Leon dan Rayman mendapat porsi pertama masakan. Mereka berdua mendapat keistimewaan karena anggota Fairy Dance dan tamunya.


Leon memakan dua sajian makanan dengan lahap. Melihatnya makan, Rayman mengerutkan kening karena tidak melihat etika makan pada Leon.


Rayman mengambil sendok dan mengambil sup buatan Argya, kemudian mengangkatnya dan meniupnya pelan penuh irama.


Sup di seruput dengan lambat, kenikmatan masakan Argya terasa sampai kedalam tubuhnya. Rayman melebarkan matanya, dia tidak pernah menyangka ada masakan seenak ini di Domain Dewa.


Tanpa ragu lagu, dia langsung mengambil mangkuk dan mengangkatnya. Sendok langsung menciduk sup yang masih terasa hangat, kali ini dia tidak meniupnya melainkan langsung memakannya.


Setelah selesai menyelesaikan mangkuknya, dia mengambil piring dan mengangkatnya. Ekspresinya terlihat bahagia merasakan makanan yang enak di Domain Dewa.


Setelah habis dia merapikan pakaiannya dan membenarkan duduknya. "Tunggu, mengapa aku bisa kehilangan kontrol tubuhku?" tanya Rayman dalam hati.


Dia tidak pernah menyangka makanan bisa membius manusia khususnya di Domain Dewa. "Aku harus hati-hati," lanjutnya.


Pertandingan dilanjutkan, Oliver dan Argya berlomba menciptakan makanan terbaik. Namun selalu ada yang menang dan kalah.


"Terima kasih telah mencicipi masakan dari dua koki kami. Silahkan menggunakan tombol pada layar anda semua untuk menilai kedua masakan. 5 berarti sangat lezat dan 1 tidak," kata Siska dengan suara lantang.


Rayman menekan angka 1 karena dia tidak mau mengakui bahwa Koki di Desa Koral jauh lebih baik dari Singa Langit.


Leon tersenyum dan menekan angka 5 pada dua masakan. Sebenarnya dia ingin mengatakan bahwa masakan Argya sedikit lebih enak, tetapi Oliver juga berusaha sangat keras.


Sudah kita ketahui, Leon bukan anak jenius ataupun pintar. Dia berusaha keras untuk mencapai tingkatnya sekarang, bisa dibilang Leon adakan manusia pekerja keras.


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya hasil pertandingan keluar.


"Sungguh kejutan untuk restoran kita, Si Rocky dari benar-benar telah merebut hati para tamu. Sayangnya Sang Senior masih menjadi juara bertahan," kata Siska dengan suara lantang sambil mengibarkan tangannya.

__ADS_1


Sebuah layar melayang tampil, menandakan pendapatan poin yang didapatkan kedua peserta.


[Kompetisi Memasak Restoran Koral



Argya, Fairy Dance mendapatkan 1550.


Oliver, Fairy Dance mendapatkan 1450.]



Semua orang di dalam restoran berteriak, mereka merayakan kemenangan Argya, kecuali beberapa orang dingin yang hanya tersenyum sedikit sebagai tanda penghormatan.


Leon bertepuk tangan, dia tersenyum melihat hasil pertandingan yang sesuai dengan prediksinya.


Rayman hanya diam menatap kemenangan Argya, tetapi sebenarnya dia sedang merencanakan sesuatu untuk membawa Argya ke Singa Langit.


Setelah kompetisi selesai, Leon dan rombongan Rayman kembali bangunan Fairy Dance. Mereka akan melanjutkan rapat mengenai pertukaran anggota guild.


"Bagaimana keputusan kalian?" tanya Rayman dengan suara pelan.


"Kami sepakat akan mengirim komandan perang, Amelia dan anggotanya. Jumlahnya sekitar 100 orang, kita sudah menyiapkannya untuk berangkat bersama kalian," jawab Blue dengan senyum di bibirnya.


"Baiklah, aku tidak bisa terlalu lama tinggal di sini. Ketua guild sudah menyuruhku kembali untuk melakukan tugas selanjutnya, aku harap Ketua Blue memakluminya."


Kedua mata saling menatap, mereka sedang membaca pikiran masing-masing dan menggunakan cara tercepat untuk mengalahkannya.


Sayangnya situasi ini bukan waktu yang tepat untuk bertarung kata-kata maupun kekerasan. Blue dan Rayman menyadari situasinya dan memilih untuk mundur.


Amelia dan kelompoknya akan berangkat bersama Rayman ke markas Singa Langit.


Blue mengantar mereka sampai ke gerbang Desa Koral. "Jessica, segera bentuk tim petualang pribumi. Tugaskan mereka untuk menyerang Dungeon level 150."


"Baik Bos," kata Blue memberikan instruksi.


Tujuannya tidak lain untuk melatih beberapa pasukan Fairy Dance. Sederhananya dia ingin memberikan kejutan pada anggota Singa Langit yang akan sampai satu bulan dari sekarang.


Seorang wanita bersama dengan beberapa hewan muncul di depan gerbang Desa Koral, Blue tersenyum melihat kedatangannya.


"Akhirnya kamu datang, Gebby," kata Blue pelan.


Jessica yang mendengarnya bisa mengetahui maksud dari orang disebelahnya. "Pasti bos sedang merencanakan sesuatu yang besar lagi. Ini akan menjadi lebih menarik!" katanya dalam hati.


Gebby berhenti di depan Blue secara langsung. "Jangan berpura-pura bodoh, kamu benar-benar membayar bos untuk memindahkan aku ke Fairy Dance. Jangan harap aku akan mau!" katanya dengan nada tinggi.


Blue belum kehilangan senyumnya. "Kamu benar, aku membayar beberapa uang untuk mendatangkan dirimu ke Fairy Dance. Namun orang yang kamu panggil bos sudah mengambil uangnya, Kan?" tanya Blue.

__ADS_1


Ekspresi Gebby berubah tidak sedap dipandang, dia tidak bisa menyangkal pernyataan Blue tentang ketua Pelindung Naga yang mengambil uang dari Fairy Dance dan membuangnya.


"Tidak perlu berpikir keras, sekarang kamu akan menjadi anggota Fairy Dance. Ayo ikuti aku supaya aku bisa menunjukkan tugasmu," kata Blue dengan suara lembut.


Tanpa sebab yang jelas Gebby mengikuti Blue dan Jessica yang menuju ke tempat Penjinakan Hewan. Desa Koral memiliki tempat khusus untuk mengembangkan hewan tunggangan maupun hewan peliharaan.


Gebby melihat fasilitas ini dengan mulut ternganga tidak percaya. "Besar sekali, mungkinkan kamu ingin mempekerjakan aku disini?" tanyanya.


"Iya, disini adalah pusat penelitian hewan Desa Koral. Kamu akan bertugas disini dan menghasilkan hewan peliharaan yang berkualitas," kata Jessica.


"Jangan meremehkan aku. Kemampuanku dalam merawat hewan tidak perlu ditanyakan." Gebby membusungkan dadanya walaupun terlihat datar.


Blue dan Jessica menganggukkan kepalanya. Mereka berjalan menuju pusat penelitian hewan, langkah kakinya yang santai membuat Gebby semakin semangat.


Tepat ketika mereka masuk kedalam ruangan, suasananya berubah. Suhu ruangan menjadi hangat dan hembusan angin membuat orang biasa akan ketiduran.


Seekor serigala dengan buku berwarna putih seperti perak meraung dengan suara mengerikan. Dia adalah salah satu hewan yang ditemukan Kelompok Yudis.


Raungannya membuat Gebby berhenti, kakinya gemetar karena ketakutan. Siapa yang menyangka ternyata hewan peliharaan yang dia maksud adalah seekor serigala setinggi 3 meter.


"Apa kamu tidak apa-apa?" tanya Blue melihat Gebby berhenti. Dia sebenarnya sudah tahu kondisi Gebby, tetapi memilih untuk menggodanya lebih lanjut.


"Aku hanya sedikit terkejut ada monster serigala di balik pintu," kata Gebby dengan penuh percaya diri.


"Sebenarnya serigala ini hanyalah hewan kecil yang baru sampai di Pusat Penelitian Hewan. Jadi sudah sewajarnya cukup galak," kata Jessica memberikan informasi yang sangat mencengangkan.


Gebby yang mendengarnya menelan ludahnya karena tidak pernah percaya hewan di Domain Dewa sebesar ini.


Langkahnya berlanjut, ruangan kedua terdapat beberapa pekerja dan hewan peliharaan setinggi 5 meter yang terlihat menurut.


Walaupun menurut semua hewan itu masih bisa mengamuk. Untungnya ada beberapa hewan yang sudah membangkitkan kesadarannya, jadi mereka bisa berbicara.


"Tuan, sebuah kehormatan menerima kedatangan anda." Seekor Kera setinggi 3 meter menghampiri Blue dan rombongannya.


"Oh, Sun. Kamu terlihat lebih segar sekarang. Bagaimana kabar anak dan istrimu?" tanya Blue pelan.


"Mereka sehat tuan, semua berkat fasilitas yang anda berikan. Bolehkah saya tahu gadis kecil ini siapa?" tanya Sun Sang Kera Pelindung Penelitian Hewan.


"Dia Gebby, kemampuannya dalam menjinakkan hewan tidak perlu diragukan. Jadi bimbing dia untuk menjadi seorang tamer yang handal," jawab Blue dengan senyum pelan.


"Tentu, akan sangat menyenangkan jika ada teman di ruangan ini. Namun mengapa anda tidak menempatkannya di ruangan ke tiga?" tanya Sun.


"Semua manusia harus berangkat dari bawah sekaligus menjadi temanmu berdiskusi masalah hewan peliharaan."


"Terima kasih atar rahmatnya Tuan. Aku akan membimbingnya menjadi tamer terhebat di Domain Dewa."


Gebby terjatuh lemas, dia harus berpasangan dengan seekor monster kera.

__ADS_1


__ADS_2