
Blue tidak sedang main-main, ia menghunuskan pedangnya pada semua tetua 1000 surga. "Apa kalian takut?" tanyanya.
Ada yang aneh dengan tekanan yang dipancarkan anak berusia dua puluh tahun itu, tanpa sadar para terus melangkah mundur.
Andreas yang tidak percaya dengan matanya langsung mengayunkan kapak ke arah Blue. "Sombong!" teriaknya.
Sayangnya Blue bisa menghentikan serangan kapak dengan satu pedang di tangan kanannya. "Hanya ini?" ucapnya memancing perkara.
Sebagai ketua super guild, Andreas tentu saja tersinggung. Ia mengendalikan kapak dan menggunakan skill mengamuk. Namun Blue hanya menggunakan pedang kanan untuk memblokir serangan musuh.
Para penonton bersorak melihat pertarungan sengit antara Andreas dan Blue.
"Hajar bocah sombong itu Andreas!"
"Jangan mau kalah Blue!"
Para pendukung mulai terbelah menjadi dua, mereka tidak tahu bahwa Blue hanya memancing emosi para penonton untuk meraup keuntungan yang lebih banyak.
Perlu diketahui hak penyiaran perang antara Fairy Dance dan Pasukan Aliansi telah di beli sepenuhnya oleh Jessica. Artinya, semua orang yang melakukan siaran langsung yang terkait perang akan mendatangkan pundi-pundi uang untuk Fairy Dance.
Jessica turun dari pesawat dengan tatapan penuh wibawa dan senyum yang begitu manis. Ia memakai kacamata hitam dan bergumam, "Bos selalu memberikan uang yang sangat mengesankan."
Seorang wanita memberikan laporan keuangan untuk peperangan Fairy Dance dan Pasukan Aliansi. Ternyata lebih dari 1 triliun kredit, hampir seluruh pemain Domain Dewa ingin melihat perang tersebut.
Awalnya banyak orang yang apatis dengan hak siar sebuah game, tetapi Jessica membeli semua hak siaran dan meraup keuntungan yang berlipat ganda. Siapa yang akan mengira sebuah game bisa menghasilkan uang 1 triliun kredit hanya dalan 3 hari saja.
Setelah melihat keuntungannya, para super guild mulai membangun sebuah stasiun penyiaran untuk mendapatkan hak siaran sebuah peristiwa penting di Domain Dewa.
Walaupun hanya sebuah game, Domain Dewa memiliki pemain aktif yang setia memainkan game dari pagi hingga malam. Sudah dipastikan mereka yang bergerak cepat akan meraup keuntungan besar.
Disisi lain 1000 surga benar-benar menyesal membiarkan semua siaran langsung pada Fairy Dance. Mereka tidak menyangka Fairy Dance menarik begitu banyak penonton.
Disisi lain 1000 surga terkejut melihat hampir semua pasukan aliansi memusuhinya. Ini adalah trik sederhana yang direncanakan Blue sebelum perang dimulai.
Pasukan aliansi yang dibentuk kurang dari 1 bulan pasti sangat rapuh. Dengan sedikit keuntungan dapat dipastikan mereka akan keluar dari aliansi dan memilih pihak lain. Situasi berubah menjadi 1000 surga melawan pasukan aliansi Fairy Dance.
"Andreas, aku sangat kecewa melihat kemampuanmu seperti ini." Blue menghempaskan pedangnya hingga memukul mundur lawannya.
__ADS_1
"Mulutmu tak beradab, aku hanya menggunakan 50% kekuatanku jadi jangan sombong!" teriak Andreas dengan tangan yang gemetar.
Sebenarnya Andreas tidak pernah mengira ayunan kapaknya bisa di blokir dengan sempurna. Bahkan ada efek balik yang diberikan lawannya, Andreas mulai merasa salah memilih lawan.
"Huh, aku sungguh bosan. Bagaimana jika kalian semua maju?" ucap Blue sambil menunjuk 5 tetua dengan pedang kirinya.
Sesuai permintaannya, 5 tetua langsung menyerang Blue dengan senjata yang mereka miliki. Bola api menyerang Blue, tetapi tidak memberikan sedikitpun kerusakan.
"Aku lupa mengatakan, api tidak akan bisa melukaiku!" ucap Blue dengan nada penuh percaya diri.
Sebuah pedang terbang langsung mengarah ke lehernya, Blue tidak menghindar. Ia menggunakan pedang tangan kanannya untuk memblokir pedangnya.
Anehnya pedang Blue juga melayang layaknya Pedang Terbang. Tanpa menunggu lama ia memberikan serangan balasan, kecepatan pedangnya jauh lebih cepat.
Seketika memukul mundur tetua yang mempunyai kelas pembunuh. Seorang Guardian menggunakan skill provokasi untuk menghentikan pedang terbang, sayangnya itu tidak berpengaruh sama sekali.
Blue melompat tinggi dan menggunakan gelombang kejut, 5 tetua di pukul mundur oleh satu serangannya. Andreas memanfaatkan momen dan menggunakan kapak untuk memukul punggungnya.
Sambil memutar tubuhnya, Blue berhasil menghindari kapak berat milik Andreas. Ia melompat sambil berputar dan mengayunkan pedang kirinya ke arah musuh.
[Blue memberikan kerusakan - 4000, serangan pasti.]
Tidak banyak yang tahu serangan pasti milik Blue karena tertutup warna merah di tulisan kerusakannya.
"Mari menari, Blade Dance!"
Blue menggunakan skill arena untuk pertarungan satu lawan satu. Akibatnya semua kerusakan pasti di terima Andreas tanpa adanya pertahanan.
HP Andreas terus turun, hal itu membuat 5 tetua panik dan mencampuri pertarungan mereka. Sekarang 6 lawan satu, penonton segera merubah chanelnya ke pertarungan Blue. Komentar di siaran langsung terus bermunculan.
"Ini yang aku tunggu, majulah!" tantang Blue dengan senyum manisnya.
Disisi lain, Venom yang menghadapi Raphael sedikit kesusahan. Ia tekena beberapa serangan fatal yang mengharuskannya bertahan.
"Haha, putra venom memang sangat mengerikan. Sayangnya kau akan mati hari ini." Raphael mengeluarkan pedang cahaya dari tangan kanannya, itu adalah pedang yang dikhususkan untuk membunuh iblis.
"Tidak mungkin, bagaimana Raja Iblis mempunyai pedang suci!" teriak Venom berpura-pura tidak tahu. Ia sudah mengetahui segala informasi yang dibutuhkan untuk menghambat Raphael.
__ADS_1
"Otakmu sungguh kecil, kau pikir hanya pahlawan yang mempunyai pedang suci. Ayahmu saja punya pedang suci yang lebih kuat dariku!" ucap Raphael sambil mengayunkan pedangnya.
Fakta yang mengejutkan baru saja terungkap, alasan mengapa keluarga venom ditakuti para Raja Iblis karena pedang suci yang dipegang ayahnya. Namun Venom yang tersisa tidak tahu tentang pedang suci tersebut. Bahkan Blue juga tidak tahu bahwa senjata keluarga Venom adalah pedang suci.
Untungnya Venom selalu membawa pedang itu, akhirnya ia mengeluarkannya. Sebuah cahaya berwarna gelap menyelimuti pedangnya, itu adalah pedang suci yang belum bangkit.
Pedang Raphael dan Venom saling beradu, sayangnya kekuatan Venom tidak pantas berhadapan dengan lawannya hingga ia terjun dari langit dan menghantam tanah.
"Ugh..."
Venom memuntahkan darah segar sambil memegang dadanya. "Sungguh serangan yang kejam."
Raphael tertawa terbahak-bahak melihat pedang sucinya retak karena berbenturan dengan lawannya. "Sekarang pedang itu milikku!"
Tangan Raphael dengan cepat meraih Venom dan mengambil pedangnya. Namun tepat sebelum pedangnya di genggam, pedang suci menghilang.
Venom tersenyum dan mengarahkan kuku tajamnya ke wajah Raphael hingga berdarah. Setelah berhasil menyerang, Venom segera berlari dari medan perang.
Raphael sempat berhenti sejenak karena wajahnya terkena goresan mahkluk rendahan. Wajah yang awalnya tenang mulai memerah, "Bocah sialan!"
Kecepatannya berlipat ganda untuk mengejar Venom yang melarikan diri. Hanya butuh waktu 10 detik untuk mengejar Venom yang berlari sekuat tenaga.
"Sial, waktuku habis!" ucap Venom pelan serta menggunakan perpindahan. Sebuah portal muncul di depannya, ia tanpa pikir panjang langsung masuk.
Raphael yang memiliki kemampuan berpindah tempat langsung mengejar. Venom terus berlari layaknya tikus yang di kejar kucing.
Sampai akhirnya mereka sampai di sebuah gua di pantai selatan. Venom segera menutup pintu gua dan Raphael terlambat sepersekian detik hingga ia terkurung di dalamnya.
Portal Raphael muncul dalam ruangan yang sudah tertutup. Ilusi yang sangat kuat mengurung Raphael yang menyamar sebagai Raja Iblis.
Gua itu sangat aneh, Raphael menggunakan serangan terkuatnya tetapi tidak bisa menembus dinding gua. "Apa yang terjadi?"
Di luar gua Venom memuntahkan darah sekali lagi, lukanya semakin parah. Seorang wanita cantik muncul dan memberikan gulungan kembali ke istana Fairy Dance di wilayahnya.
"Tuan Venom, anda bekerja dengan sangat baik." Jessica tersenyum sambil menyodorkan gulungan kembali.
"Yah, bocah gila itu memiliki jutaan akal untuk keluar dari situasi aneh ini." Venom harus mengakui kekuatannya hanya seujung kuku dibandingkan Raphael dalam wujud aslinya.
__ADS_1