
Blue merasakan adanya prana yang keluar dari tubuh Emma, dia sangat terkejut ketika melihat penduduk pribumi berhasil menguasai prana dengan sangat mudah.
"Mungkinkah sebenarnya prana merupakan warisan dari Domain Dewa?" katanya dalam hati.
Supaya Emma semakin fokus, Ela keluar untuk membuat sebuah pelindung kedap suara. Hal itu dilakukan supaya Emma lebih cepat dalam penguasaan kemampuannya.
Sekarang Ela bisa masuk dan keluar ruang penyimpanan sesuka hati, sama seperti Blue. Jadi selama tuannya membutuhkan bantuan, dia akan langsung keluar dengan sendirinya.
Blue menyerahkan perlindungan Emma ada Ela dan Iblis Kecil. Sedangkan dia akan meninjau beberapa tempat dan Desa yang mungkin sudah menyerah atau melarikan diri.
Memanfaatkan Gate dan Sayap Hitam, Blue bisa bergerak dengan cepat. Setelah beberapa menit terbang, Blue sampai di sebuah desa terpencil dengan populasi 150 iblis.
Dia turun dan masuk kedalam desa dengan satunya. Semua iblis melihatnya dengan tatapan aneh, tidak ada permusuhan di mata mereka semua.
Karena itulah, Blue memberanikan diri mendekati seorang penjual bunga hias yang ada di seberang jalan. "Paman, dimana kediaman Kepala Desa?" tanyanya.
"Tidak ada namanya kepala desa disini, semua berjalan sebagai mana mestinya. Tolong jangan ganggu ketenangan desa," kata penjual bunga hias.
"Mengapa seperti itu, bukanlah lebih baik hidup berdampingan dengan desa lain dan melakukan komunikasi supaya mendapat pengalaman lebih luas?"
"Aku akan memberitahumu, ini adalah rahasia desa. Barang siapa yang keluar dari desa ini tidak akan pernah berakhir dengan baik. Setiap orang yang mencoba melarikan diri dari desa akan langsung terbunuh."
"Baiklah, aku mengerti. Anggap saja aku tidak pernah bertanya sebelumnya."
Penjual bunga hias menganggukkan kepala, dia tidak ingin terlibat dalam urusan orang kuat. Sebagai pengamat, penjual bunga hias itu menganggap Blue merupakan orang yang mengerikan.
Oleh karena itu, dia lebih baik tidak memancing keributan atau berbohong pada Blue. Jika Blue menemukan kebohongannya, bisa jadi nyawanya akan melayang.
Melihat maksud penjual bunga yang baik, Blue meninggalkannya sendirian. Dia mengetahui bahwa penjual bunga dipaksa untuk tidak mengatakan kebenarannya.
"Sepertinya desa ini sudah dimanipulasi oleh Raja Iblis lainnya."
Langkah demi langkah Blue berjalan tanpa tujuan, dia mengitari desa untuk menemukan petunjuk. Dengan adanya Venom yang bisa muncul dalam beberapa detik saja, Blue merasa sangat tenang.
Sampai akhirnya dia sampai di sebuah rumah mewah di pinggir desa. Blue langsung menggunakan Mata Dewa untuk mengidentifikasi.
[Rumah Kepala Desa]
"Akhirnya aku menemukannya."
Tepat setelah dia melangkahkan kakinya, segerombolan iblis dengan lambang Raja Iblis Lamia. Seketika Blue langsung bersembunyi dan mencoba mengikuti rombongan tanpa diketahui.
Keterampilan Blue dalam bersembunyi tidak dapat diragukan, dia sangat lihai dalam menyembunyikan hawa keberadaannya. Jadi gerombolan iblis tidak akan mudah menemukannya.
Rombongan Iblis berhenti di depan Gerbang masuk kepala desa.
"Kami datang sesuai dengan permintaan. Segera keluar!" teriak salah satu iblis.
Seorang lelaki tua keluar dari rumah Kepala Desa. Siapa yang menyangka ternyata kepala desa itu adalah seorang pemain.
Betapa terkejutnya Blue melihat tanda warna hijau di atas kepala kepala desa. Tanpa itu mengartikan bahwa dia adalah seorang pemain Domain Dewa.
"Seorang pemain berhasil menjadi kepala desa, ini sungguh mengejutkan. Levelnya juga sangat mengejutkan, dia mempunyai level 110." Blue bergumam pelan supaya tidak terdengar.
Bee memberikan pendapatnya. "Bukan, dia bukan kepala desa yang asli. Gunakan Mata Dewa, menurutku dia meniru kepala desa dengan sebuah keterampilan khusus," katanya.
__ADS_1
Sebenarnya Blue sudah menggunakan Mata Dewa untuk memastikan kebenarannya. Namun dia masih sangat terkejut melihat ada pemain yang berani menyamar sebagai kepala desa wilayah iblis.
Setelah melihat nama pemain tersebut, Blue langsung berkata, "Pantas saja, ternyata dia!"
[Ye Mo
Level : 110.
Jumlah level peringkat 4 dunia.
Jumlah kekuatan peringkat 17 dunia.
Jumlah poin status peringkat 7 dunia.]
Jika membandingkan poin status Blue dan Ye Mo, tentu Blue jauh lebih banyak. Sayangnya Blue tidak ingin identitasnya diketahui, sehingga memilih untuk menyembunyikan kekuatan sejatinya.
"Siapa dia?" tanya Bee sedikit penasaran.
"Ye Mo, ketua dari guild Demon Slayer. Dia adalah orang yang berhasil memimpin guild menjadi tingkat super dari guild tanpa nama. Kecerdikan dan kemampuan memanipulasi lingkungannya sangat mengerikan, jujur aku tidak ingin terlibat masalah dengannya."
Sembari menjawab sebenarnya Blue sedikit waspada. Pasalnya guild yang membangun bandara dan pelabuhan di pesisir pantai wilayah Venom adalah guild Demon Slayer.
Siapa yang menyangka ternyata ketua mereka sendiri yang datang dan menemukan tempat yang sangat strategis ini.
"Jika begitu, artinya sekarang guild yang dia pimpin masih sangat rapuh. Bagaimana jika mendekatinya?" tanya Bee memberikan saran.
Blue hanya bisa menggelengkan kepala. "Aku mengetahui sifatnya. Kemampuannya menganalisis sangat bagus, jika aku mendekatinya secara langsung pasti dia akan curiga. Bahkan menganggap aku musuhnya."
"Ini sedikit berat. Jika membiarkannya terus berkembang disini, pasti akan mengurangi keuntungan Fairy Dance." Bee mengelus dagunya.
Tanpa menjawab, Blue langsung menggerakkan pinggulnya dan berlari menuju gerombolan iblis. Tidak lupa dia memasang topeng berwarna putih untuk menyembunyikan identitasnya.
"Gelombang Kejut!" teriak Blue menyebutkan nama keterampilannya.
Segerombolan iblis langsung melihatnya dan menggunakan posisi bertahan. Sayangnya serangan Blue sangat menyakitkan untuk iblis rendahan seperti mereka.
Ye Mo yang menyamar sebagai Kepala Desa membelalakkan matanya. Siapa yang mengira bahwa ada pemain lain yang sampai di wilayah iblis secepat ini.
Biasanya para pemain akan diperbudak oleh para Raja Iblis. Sedangkan pemain bebas hanya dirinya sendiri, tetapi sekarang matanya terbuka. Ternyata banyak pemain yang menyembunyikan kekuatan dan memilih untuk berpetualang sampai sejauh ini.
"Siapa kamu?" tanya salah satu iblis Lamia.
"Aku adalah kelompoknya." Blue menunjuk kearah Kepala Desa dan melanjutkan ayunan pedangnya.
Beberapa iblis berhasil lolos, hanya ada satu yang tidak bisa menghindar hingga dia tewas ditempat.
Melihat tamunya diperlakukan dengan buruk dan memfitnahnya. Ye Mo tidak tahan, dia langsung menarik pedang dari kekosongan dan mengayunkan kearah Blue.
"Demon Slash!" teriak Ye Mo menyebutkan nama keterampilannya.
Sungguh sangat disayangkan, Ye Mo jauh lebih lemah daripada Blue. Jadi serangannya bisa dihindari dengan mudah.
Sebenarnya Blue bisa menangkisnya, tetapi lebih memilih menghindar untuk mengurangi kecurigaan Ye Mo.
"Siapa kamu?" tanya Ye Mo menatap tajam kearah Blue yang menggunakan topeng putih.
__ADS_1
"Jangan berpura-pura lagi, sekarang bukan waktunya. Segera bunuh para iblis dari Raja Iblis Lamia!" teriak Blue menghunuskan pedang pada gerombolan iblis.
Setelah mengatakan itu, Blue langsung mengerang gerombolan iblis sekali lagi. Ayunan pedangnya kali ini benar-benar sangat berat, dia menggunakan Slash untuk meningkatkan kerusakannya.
Memang tidak ada yang tewas, tetapi HP beberapa iblis sudah berwarna kuning. Itu menandakan bahwa Blue berhasil memberikan kerusakan fatal pada musuhnya.
Ye Mo yang menyamar sebagai Kepala Desa hanya bisa menggelengkan kepala. "Bukan, dia bukan temanku. Percayalah padaku!" teriaknya.
Namun para iblis tidak mau dibohongi lagi, 5 iblis langsung menyerang Ye Mo dengan senjatanya masing-masing. Dua iblis menggunakan pedang, 1 menggunakan panah, dan 2 menggunakan tongkat.
Kelimanya menggunakan serangan kombinasi supaya bisa membunuh Ye Mo dalam sekali serang.
Sebuah bola energi besar muncul di atas dua penyihir iblis. Blue bisa melihat akan ada bencana besar jika bola energi itu sampai tanah.
Bayangan hitam berlari dengan cepat kearah bola energi. Dia adalah Emma yang menggunakan Topeng berwarna hitam pemberian Blue tempo hari.
Pedang kecil di pinggul kanannya ditarik dan langsung diayunkan dengan sangat cepat. Sebuah sayatan berbentuk bulan sabit terlihat.
Siapapun yang melihatnya akan terkejut, itu adalah kombinasi energi prana dan energi iblis yang sangat sempurna. Bahkan Blue yang mempunyai ingatan masa depan tidak dapat melakukannya.
Sayatan bulan sabit yang berwarna hitam menubruk bola energi. Seketika bola energi tersebut terbelah menjadi dua.
"Hai, jangan diam saja. Segera musnahkan iblis itu!" teriak Blue memandang Ye Mo yang masih mempertahankan penyamarannya.
"Sialan, siapa dia sebenarnya. Bocah tengik itu benar-benar ingin menjadikan Demon Slayer musuhnya!" kata Ye Mo dalam hati.
Setelah berteriak dengan keras, Blue berlari menuju gerombolan iblis dan menyerang lagi. Dia melakukannya berulang-ulang supaya gerombolan iblis mempercayai perkataannya.
Ye Mo tidak mau termakan omongannya, dia harus tetap tenang dan memanfaatkan situasi. Raja Iblis Lamia adalah pilihan yang tepat jika ingin menggantungkan hidup.
"Sialan, Raja Iblis Venom tidak bisa diandalkan. Apa yang harus aku perbuat!" Ye Mo masih belum menemukan solusi. Jadi dia memilih untuk diam dan tidak melakukan apapun.
Semua rencana yang dia susun sudah hancur, sekarang bagaimana memperbaikinya secepat mungkin.
"Aku ala membalas penghinaan ini!" teriak Ye Mo dengan tatapan marah.
Blue tidak ingin mengungkapkan identitasnya supaya Ye Mo menebak-nebak tanpa petunjuk yang jelas.
Ye Mo yang melihat kondisi tidak kondusif segera melarikan diri. Begitu pula dengan rombongan iblis Lamia yang membawa berita bahwa Kepala Desa telah berkhianat.
Blue tersenyum lebar melihat keduanya begitu panik. Kemudian dia baru menyadari konsekuensi yang akan mereka terima setelah kemunculan pria bertopeng putih.
"Sial, aku lupa memperhitungkan pembangunan guild Fairy Dance di desa sebelah."
Inilah yang dinamakan menyulut Api yang tenang dengan bensin. Blue tidak berpikir jernih karena dia harus segera menghentikan perkembangan Demon Slayer di wilayah iblis.
"Mengapa harus memikirkannya, bukankah jika kamu berhasil mengembangkan kekuatan di wilayah iblis Fairy Dance akan menjadi guild super yang bisa menandingi Demon Slayer?" tanya Bee dengan santainya.
"Kamu terlalu meremehkannya. Kekuatan di belakangnya sangat misterius, kemungkinan besar perkembangannya begitu cepat karena pengaruh kekuatan dibelakangnya."
Bee menyadari krisisnya kondisi saat ini. Dia berpikir keras untuk mendapatkan jawaban.
"Mengapa dipikirkan sekarang, belum tentu dia akan menemukan kita dengan mudah. Kalau mereka menyerang, tinggal serang balik seperti biasanya." Ela mengatakannya tanpa beban sama sekali.
Blue dan Bee kedua tersenyum manis. Keduanya serempak berkata, "Kamu benar!"
__ADS_1