Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
166. Mengejutkan


__ADS_3

Chris memimpin menyiapkan pasukan untuk menyerang Darah Merah. Namun ada satu orang yang mengenakan kostum mewah menghadang pasukan penyerang.


"Sangat berani, kalian mengira lima penguasa hanyalah badut. Mari kita buktikan!"


Pria itu adalah salah satu jendral perang dari lima penguasa. Dia dari guild Darah Biru, Qian We. Sebagai seroang Pendekar Pedang Ganda Qian We sangatlah kuat.


Karena keturunan luar negeri, Qian We memiliki koneksi yang sangat luas. Keluarganya juga mendukung untuk mengembangkan bisnis di sekitarnya.


Perlu diketahui Qian We adalah orang yang menyatukan lima penguasa di Kota Dingin. Walaupun seorang Jendral Perang, kekayaannya melebihi pemimpin guild.


Para pemimpin guild tidak merasa bahwa semua tindakannya sudah di manipulasi. Berkedok sebagai jendral perang, Qian We berhasil mempengaruhi lima guild besar untuk memonopoli Kota Dingin.


Blue sudah mengetahuinya karena mempunyai ingatan masa depan. Walaupun tidak tahu detail permasalahan, Blue mengetahui garis besar permasalah di Kota Dingin.


Blue menggunakan Topeng Setan, dia tidak ingin mengekspos keberadaan ketua Fairy Dance di Kota Dingin. Hal itu dilakukan supaya lima penguasa tidak melakukan tindakan super serius.


"Qian We, aku tidak menyangka kamu muncul secepat ini," kata Topeng Setan. Dia berjalan perlahan menemui Qian We yang berdiri sendiri di depan pasukan Fairy Dance.


"Siapa kau?"


"Tidak perlu tahu siapa aku. Sekarang aku berada di sisi Fairy Dance, ayo kita lihat siapa yang akan hancur. Manipulasi terhadap semua guild atau kekuatan baru yang aku usung!"


Blue berlagak seperti sangat mengenal Qian We, dia sedang menciptakan propaganda yang rumit. Sehingga banyak orang akan berpikir bahwa Topeng Setan adalah kenalan dari Qian We.


Sekarang mereka berdua akan bertarung, siapapun yang menang pasti keduanya untung besar. Tidak hanya siaran langsung yang mendapatkan iklan, tetapi banyak perusahan yang akan memberikan dana mereka.


"Sepertinya kamu sangat mengenaliku. Melihat cara bicara, kamu adalah pria yang pernah aku hancurkan."


Qian We tersenyum tipis melihat Blue yang menggunakan Topeng Setan berdiam diri. Dia merasa bahwa tebakannya tepat sasaran.


Namun siapa sangka, Blue tertawa terbahak-bahak sambil memegang topengnya yang hampir lepas. "Kamu terlalu memandang tinggi dirimu, Bor!"


Panggilan Bor adalah nama kecil Qian We, hanya segelintir orang yang mengetahui nama tersebut. Namun Blue sudah mengetahuinya dari siaran berita kehidupan sebelumnya.


Wajah Qian We tidak sedap dipandang, dia merasa teman terdekat sedang mengkhianatinya. Pasalnya di Domain Dewa tidak ada satu orangpun yang memanggilnya dengan nama kecilnya.


Hanya 10 orang yang mengetahuinya. Semua orang berada di lima guild penguasa Kota Dingin. Jika demikian, pasti salah satu dari mereka adalah si Topeng Setan.


"Menarik, kamu berhasil membuatku marah. Akan aku singkirkan semua pengkhianat!"


"Kamu terlalu percaya diri, lihatlah kekuatanmu di Lima Penguasa adalah yang paling lemah. Ingin menyingkirkan aku? sungguh mimpi yang indah!"


Keduanya saling melempar hinaan, tetapi tidak ada yang bergerak menyerang. Keduanya saling mencari informasi dari kata yang diucapkan lawannya.


Blue yang menyamar sebagai Topeng Setan berlari menuju Qian We yang sudah.


[Slash]


Seperti biasa, Blue ingin menguji kekuatan Qian We untuk menyusun rencana selanjutnya.


Melihat serangan musuhnya, Qian We mengerutkan keningnya. Pasalnya sangat sedikit Pendekar Pedang Ganda yang memiliki kecepatan seperti itu, sayangnya Qian We adalah pemain bertipe kecepatan.


Keduanya saling mengadu teknik pedang, tetapi perasaan aneh mulai menghantui Qian We yang tidak bisa mendaratkan sedikitpun kerusakan.

__ADS_1


"Mungkinkah dia hanya bermain-main?" kata Qian We dalam hati. Dia segera mencurigai 3 orang di lima penguasa.


Ketiganya adalah pengguna pedang ganda, tetapi tidak ada yang mempunyai keterampilan pedang melebihinya. Sekarang Qian We memiliki banyak pikiran buruk pada rekannya.


Blue tidak serius dalam pertarungan kali ini. Dia hanya menguji batas kekuatan musuhnya, sudah dapat dipastikan Kelincahannya lebih tinggi dari musuhnya.


Jadi menghindari serangan Qian We seperti sedang bermain dengan anak kecil. Perlu diketahui Qian We bukanlah seroang pengguna prana, dia hanya mengandalkan otak dan kekayaan.


Makanya pengawalnya sangat banyak, dia membutuhkan penjagaan ekstra untuk melakukan perjalanan. Bahkan di Domain Dewa dia memiliki 5 pengawal yang bersembunyi.


Melihat Qian We yang mulai terdesak, lima pengawalnya langsung muncul dan menyerang Blue yang sedang menyamar.


Namun sebelum serangannya memberikan kerusakan 5 pemain Fairy Dance menghalanginya. Mereka adalah Chris, Ratri, Mahira, Azzam, dan Azzura.


Citra dan Ina sudah siap dengan sihirnya. Tanpa ragu mereka melepaskan angin dan api secara bersamaan.


Dua pengawal Qian We langsung terluka parah, melihat kesempatan Chris menggunakan kapak ya langsung menghabisi musuhnya.


Tidak berbeda dengan Ratri yang menggunakan pisaunya untuk mengalahkan musuhnya. Mahira dan kedua orang tuanya sudah bisa menggunakan prana, jadi dengan cepat bisa membalikkan keadaan.


Anehnya semua pengawal Qian We tidak bisa menggunakan prana. Seharusnya semua pengawal pada masa sekarang sudah bisa menggunakan prana.


Pasti ada sesuatu yang disembunyikan, Qian We terlalu lemah untuk memonopoli Kota Dingin.


Oleh karena itu, Blue tidak mengalahkannya secara cepat. Dia dengan seimbang supaya musuhnya mengeluarkan kemampuan terbaiknya.


Setelah bertarung selama 10 menit, Blue yakin Qian We tidak bisa menggunakan prana seperti kehidupan sebelumnya. Artinya dimasa depan dia akan belajar menggunakan prana.


Kesempatan besar telah menanti Fairy Dance, Blue segera memberikan perintah kepada Jessica untuk mengerahkan pasukan yang cukup besar untuk menancapkan pasak di Kota Dingin.


[Slash]


Ayunan dua pedang berhasil memberikan kerusakan dengan sangat mulus, Qian We tidak bisa merespon dengan benar. Kecepatan Blue bukan main, jadi tidak mudah menangkis pedangnya.


Mahira dan kedua orang tuanya segera menyelesaikan pertarungan dengan cepat. Kemudian mereka langsung berdiri di samping Blue sambil memasukkan pisaunya.


Kecerdasan Mahira berhasil membawa kedua orang tuanya meningkatkan level dengan sangat cepat. Blue harus mengakui bahwa kecepatan levelnya sedikit tertinggal dengan trik yang digunakan Mahira.


Hanya dengan satu bulan lebih beberapa hari, Mahira berhasil membawa kedua orang tuanya memiliki level 60. Walaupun tidak memiliki status yang tinggi, Azzam dan Azzura mempunyai kemampuan pisau yang sangat baik.


Dengan status yang kurang, mereka berdua berhasil mengendalikan senjatanya dengan baik. Blue memberikan perlengkapan Epik untuk keduanya orang tersebut, dia ingin semuanya berkembang dengan cepat.


Mahira dari awal sudah mempunyai senjata Epik yang meningkat seiring tingginya level. Kelasnya juga sangat mendukung, sehingga Mahira berkembang dengan baik.


Kekuatan prana juga telah dikuasai dengan sangat baik. Blue secara khusus melatih Mahira dan Bima, keduanya memiliki kelas yang sama persis hanya sedikit berbeda di pengalokasian status.


Jika Mahira cenderung meningkatkan Kecepatan, sedangkan Bima mengandalkan Kekuatan. Keduanya benar, tetapi Blue memilih untuk meningkatkan keduanya.


Tahu sendiri status Blue sedikit gila karena kelasnya yang terlalu istimewa. Bahkan pemain top dunia akan iri melihat poin status miliknya.


Level bukan segalanya, alokasi poin status dan pengendalian karakter yang baik adalah kunci untuk memenangkan pertandingan. Walaupun memiliki keterampilan sebaik, Boa bisa dikalahkan karena statusnya sangat rendah dan asal-asalan.


Blue masih menantikan keputusan Boa untuk bergabung dengan Fairy Dance. Satu hal yang pasti dia akan menggunakan beberapa kartu untuk menarik paksa Pasukan Raja Ular.

__ADS_1


Sedangkan untuk Pak Tua, Blue tidak memiliki banyak informasi tentangnya. Jadi hanya waktu yang bisa menjawabnya.


Kematian Qian We dimuat dalam berita lokasi Domain Dewa. Banyak pemain yang menganggap bahwa tindakan Fairy Dance sungguh gila, tetapi tidak sedikit pula yang menyukainya karena punya nyali besar.


"Jessica, bagaimana pasukan yang menuju ke Kota Dingin?" tanya Blue melalui panggilan suara.


"Setidaknya mereka membutuhkan 2 hari lagi untuk sampai di Desa Kasembon. Seperti biasa mereka bergerak dalam gelombang 100 orang, tetapi aku merasa beberapa guild sudah mencium pergerakan kita."


Jessica menjelaskan detail pemain yang akan membantu perluasan wilayah Fairy Dance. Dia juga menjelaskan mekanisme perekrutan anggota Fairy Dance.


Blue menyetujui rencana Jessica yang berniat untuk memperkuat pasukan. Namun dia tidak setuju dengan penurunan persyaratan, hal itu dilakukan supaya guild Fairy Dance memiliki kualitas terbaik.


Tidak sekedar menolak, Blue memberikan solusi untuk belajar terlebih dahulu pada pasukan Teh Party, Rose Merry, atau Pasukan Saiful.


Ketiganya adalah cabang resmi Fairy Dance, tetapi semua anggota guild cabang tidak mendapatkan perawatan seperti anggota utama.


Guild Cabang Fairy Dance :


- Rose Merry


- Teh Party


- Pasukan Saiful


- Pasukan Reza


- Pasukan Brune


- Pasukan Burhan


- Pasukan Queen dan Aqila


- Pasukan Rori


Semuanya memiliki manajemen keuangan tersendiri, tetapi masih dibawah pengawasan Jessica. Mereka juga menyetorkan beberapa uang untuk mengembangkan desa yang lainnya.


Jatuhnya seperti patungan untuk meningkatkan desa kekuasaan Fairy Dance. Perlu diketahui bahwa semua desa milik Fairy Dance berhasil menembus peringkat 2 tanpa sebab yang jelas.


Semua penduduk pribumi menjadi sangat aktif menyerang monster lapangan dan meningkatkan level. Beberapa pedagang juga mulai bermunculan, tidak ada yang tahu bahwa ini adalah efek samping dari Sumur Rahasia.


Selama Token Kepemilikan masih di tangan Blue, semua penduduk pribumi akan mengalami peningkatan potensi. Walaupun tidak banyak, setidaknya mereka akan bekerja dengan keras.


"Reaper, manfaatkan waktu untuk membuat kerusuhan. Besok kita akan melancarkan serangan gelombang pertama."


Blue memberikan instruksi kepada Reaper untuk melakukan kerusuhan di semua desa milik Darah Merah. Sekali lagi ketua Darah Merah sangat marah dengan trik licik yang digunakan Fairy Dance.


Dia mencoba melakukan tindakan yang sama persis, tetapi hasilnya sangatlah berbeda. Tidak ada satupun pemain yang melakukan kerusuhan, bahkan beberapa pemain yang dibayar dapat ditangkap dengan mudah.


Seperti itulah ketatnya Pertahanan Fairy Dance. Bahkan beberapa penyusup akan kesusahan menembus Desa Kasembon, Desa Pujon, dan Desa Kedawung.


Karena hanya memiliki tiga desa, Blue bisa mengalokasikan 30 kesatria untuk berjaga. Jadi beberapa pemain level 60 hanya seperti semut yang bisa dibunuh dengan mudah.


Namun semut jika bersama-sama juga sangat menakutkan. Oleh karena itu, Blue mencegah kejadian tersebut.

__ADS_1


Banyak guild akan berpikir untuk mengirim satu atau beberapa orang dalam jumlah kecil untuk melakukan pengintaian. Hal itulah yang dimanfaatkan Blue untuk memenjarakan para pengintai.


__ADS_2