
Setelah melihat HP Giovani habis, Blue memainkan pedangnya dan memasukkannya ke sarung di punggungnya.
Mungkin tampak sederhana dimata orang awam, tetapi beberapa orang terlatih akan terkejut dengan permainan pedangnya. Pasalnya membutuhkan orang yang sangat terampil untuk memainkan pedang seperti itu.
Diusianya yang masih 18 tahun seharusnya tidak bisa melakukannya dengan sempurna seperti sebelumnya. Namun dunia itu sangat besar, jadi pasti ada pengecualian untuk para orang berbakat.
"Pertandingan yang sangat menyenangkan. Kita lihat sendiri betapa kuatnya Ketua Fairy Dance yang telah dirumorkan. Untuk lebih meningkatkan kemeriahan Kompetisi Nasional, panitia sudah memutuskan untuk melakukan pertandingan ulang antara Blue dan salah satu perwakilan dari Tanduk Iblis."
Semua penonton bergemuruh setelah mendengar perkataan pembawa acara. Jelas sekali Blue sudah kelelahan karena pertandingan sebelumnya, tetapi dia disuruh melakukan pertandingan ulang dengan pemain yang masih bugar.
Jelas itu adalah manipulasi pertandingan, keuangan Tanduk Iblis memang sangat mengerikan. Tidak hanya uang, jaringan mereka juga sangat luas, jadi memanipulasi Kompetisi Nasional pertama sangatlah mudah.
Sebagai peserta rendahan Blue hanya bisa mengikuti alur. Untuk sementara dia harus menyelesaikan pertandingan dengan cepat.
Sayangnya lawannya kali ini adalah salah satu orang paling populer di kelompok Tanduk Iblis. Semua wanita berteriak histeris melihat idola mereka masuk kedalam arena pertandingan.
"Halo, sepertinya kita bisa sedikit akrab jika berteman. Namun sekarang kita berada dalam pertandingan, sebaiknya kamu mengeluarkan semuanya," kata pria tampan.
"Setiap orang yang mengatakan itu padaku akan mendapatkan balasan yang sangat menyakitkan," jawab Blue sambil mencabut pedang dari punggungnya.
"Kamu terlalu membanggakan diri, mari kita lihat!"
Tepat setelah dia mengeluarkan suaranya, Blue sudah sampai di depannya dan pedang sudah sampai beberapa centimeter dari lehernya.
Ayunan pedangnya berhasil mengenai musuhnya dengan telak.
[Pemain Blue berhasil memberikan - 2100 kerusakan kritikal]
Jumlah kerusakan yang sangat tinggi. Semua orang bersorak ketika Blue bergerak, tetapi langsung terdiam setelah melihat kerusakan yang dihasilkan.
Tidak satu kali serangan, Blue mengayunkan pedangnya berkali-kali hanya dalam satu detik. Jelas musuhnya tidak bisa memberikan perlawanan sedikitpun.
Alasan Blue melakukan itu untuk menunjukkan pada semua orang bahwa strategi menguras staminanya adalah tindakan yang paling bodoh.
Kemenangan yang sangat mudah, lawannya langsung berubah transparan. Dia hanya membutuhkan 4 detik untuk mengalahkan musuh.
[Blue menang]
Seperti biasa, Blue memainkan pedangnya seperti seorang Pendekar Pedang dan memasukkannya ke sarung di punggungnya.
Semua orang bersorak. Berbeda dari sebelumnya yang penuh dengan suka cita, kali ini sorakan penonton penuh dengan cacian dan hinaan. Mereka menyebut Blue terlalu kasar dan bermain curang.
"Pengecut sialan!" teriak salah satu wanita di bangku penonton.
"Menjijikkan!" umpat wanita lainnya yang mengidolakan para pria tampan dari Tanduk Iblis.
"Fairy Dance Rendahan!" teriak wanita lainnya.
Semua wanita yang mengidolakan Tanduk Iblis memberikan umpatan yang bermacam-macam. Namun Blue masih tetap tenang dan berjalan menuju ruang peserta.
Anehnya ketika semua orang mengumpat, Blue tersenyum tipis. Jika Bee ada di sampingnya, maka dia tahu bahwa bosnya sedang merencanakan sesuatu yang sangat jahat.
Ayunda juga melihat bosnya tersenyum tipis, tetapi dia tidak bisa mengerti apa yang sedang dia maksud.
__ADS_1
"Jessica, bagaimana keadaan Danau Putih?" tanya Arief. Dia masih berjalan menuju ruangan khusus kelompok Fairy Dance.
"Semua sudah siap. Kita tinggal menunggu kunjungan dari Pentagon." Jessica menjawab dengan nada tegas, dia masih fokus melihat pergerakan musuh.
Menurut informasi, pasukan Pentagon akan menyerang dengan cara menyusup. Jadi Jessica harus ekstra hati-hati dalam memilih tindakan.
"Jangan terlalu fokus pada para penyusup. Sekarang tunjukkan beberapa pemain berbakat kita di lapangan, kemudian berikan beberapa pukulan pada pasukan musuh yang sedang bersembunyi."
Arief memberikan perintah untuk menyerang musuh yang akan mengepung. Tujuannya tidak lain mengungkap bahwa rencana Pentagon sudah diketahui.
Karena Kompetisi Nasional sudah tidak kondusif, Arief harus segera mencari keuntungan. Kemenangan di Domain Dewa adalah keputusannya, mungkin saja dia akan kalah di Kompetisi Nasional kali ini.
Pemain yang melawannya barusan bukan peserta Kompetisi Nasional. Dia sangat yakin karena mempunyai ingatan yang sangat baik.
Alasan mengapa dia sangat yakin karena pergerakan tubuhnya sedikit berbeda. Bisa dibilang musuhnya mempunyai kembaran yang sama dengan peserta kompetisi sebenarnya.
Sedangkan pemain yang sebenarnya sedang mempersiapkan sesuatu di Domain Dewa. Memanfaatkan situasi, Arief memilih untuk mengambil keuntungan di Domain Dewa.
"Baik, Bos!" jawab Jessica tegas.
Pasukan Fairy Dance langsung bersiap melaksanakan penyerangan ke markas musuh. Sesuai dengan rencana, mereka akan menggunakan serangan darat dan terbuka.
Hal itu dilakukan untuk mengintimidasi musuhnya, Arief selalu ingin melakukannya. Karena ada kemungkinan Pentagon meminta perdamaian dan memberikan kompensasi.
Seberapa yakin Fairy Dance bisa memenangkan peras, jelas saja 100%. Itu semua karena pasukan musuh masuk kedalam perangkap sejak awal.
Reaper dan tim sudah memasang beberapa jebakan yang akan berguna jika mereka menyerang. Namun siapa yang menyangka bahwa strategi berubah menjadi menyerang musuh.
Oleh karena itu, Reaper akan memberikan informasi kepada setiap ketua kelompok pasukan yang akan melakukan penyerang.
Bisa dibilang Pentagon dan Tanduk Iblis bekerja sama untuk mengusir Fairy Dance dari Danau Putih. Sayangnya mereka tidak mengetahui siapa yang ada di belakang pertahanan Fairy Dance.
Zaha, itulah wanita yang menyusun setiap letak senjata sihir. Dia sendiri yang menyusun setiap penempatannya, kemampuan otaknya sangat mengerikan. Bahkan Arief harus mengakuinya.
Jessica sebagai manajer yang sangat handal, dia bisa memberikan keputusan dengan sangat cepat. Kemampuannya sebenarnya terletak pada caranya memimpin kelompok besar untuk bersatu.
Berbeda dengan Amelia yang bertujuan untuk memperkuat pasukan dan memimpin mereka menuju medan perang.
Reza adalah orang yang mengatur setiap siasat yang akan diambil Fairy Dance. Dia adalah pemain kunci yang akan menjadi pemecah masalah jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Arief melanjutkan perjalanannya menuju ruang peserta. "Sepertinya aku harus menenangkan pikiran dan memulihkan stamina," katanya.
Dia menyadari ada orang yang sedang memperhatikannya. Makanya dengan sedikit trik dia berpura-pura kelelahan.
Setelah mengatakannya, Arief langsung masuk kedalam ruang peserta.
Seorang pria berpakaian hitam muncul dari belakang dinding. "Target sudah dikonfirmasi kelelahan," katanya sambil memegang telinga kanannya.
Pria itu memiliki lambang Tanduk Iblis di dada kanannya. Jelas sekali orang itu adalah utusan dari Tanduk Iblis.
Arief duduk di kursi. "Semua sudah jelas, mereka mengincar Fairy Dance. Sekarang pilihan terbaik adalah mengalah. Namun aku tidak ingin kalian kehilangan kesempatan berharga untuk bertarung dengan lawan yang kuat, makanya lakukan yang terbaik."
"Bos, mengapa kita tidak langsung menyerah dan berfokus menahan gempuran Pentagon?" tanya Ayunda sambil mengerutkan kening.
__ADS_1
Arief menggelengkan kepala. "Musuh kita tidak hanya Pentagon, aku sudah memastikan bahwa Tanduk Iblis terlibat dalam penyerangan Danau Putih."
"Apa?"
Semua orang terkejut, raut wajah mereka menegang. Jika hanya Pentagon saja, mungkin Fairy Dance akan bisa menahan gempuran musuh. Namun sekarang ada Tanduk Iblis yang sedang mengintainya.
"Tenanglah, semua masih dalam kendali. Tugas kalian adalah bertarung sebaik mungkin."
Arief mencoba menghibur semua orang yang masih menegang. Jelas saja mereka akan menghadapai dua Guild peringkat 1 yang mempunyai banyak anggota.
Siapa yang tidak khawatir mendengar berita tersebut. Sekarang ada orang gila yang mengatakan untuk tenang pada situasi genting ini.
Setelah memperhatikan Arief yang tampak percaya diri, beberapa orang langsung terdiam dan menundukkan kepala. Hanya Leon yang masih tersenyum melihat Arief sangat tenang.
Sejak awal dia bermain Domain Dewa hanya untuk berenang-senang, tetapi keberadaan Arief membuatnya memiliki tujuan yang jelas. Dia hanya ingin di samping Arief dan melihat kejutan apa yang akan dia capai.
Kompetisi Nasional dilanjutkan, semua orang bertarung dengan kekuatan terbaiknya. Sayangnya semua anggota Fairy Dance kalah dalam pertarungan.
Bukan karena mereka lemah, tetapi karena lawannya yang terlalu kuat. Hanya tinggal menyisakan Arief seorang, hal itu membuat semua koleganya marah besar.
Fairy Dance ditunjuk karena memiliki anggota yang paling menjanjikan, tetapi belum sampai di 50 besar, mereka semua kalah.
Kompetisi sudah menginjak ke 100 besar, Fairy Dance hanya menyisakan Arief sedangkan koleganya hanya menyisakan 7 pemain.
Bermodalkan 8 pemain, Arief akan memimpin pasukan menuju kemenangan sebaik mungkin. Sedangkan anggota Fairy Dance lainnya melihat pertandingan dan berkoordinasi dengan markas besar.
"Baiklah, sekarang serahkan Kompetisi Nasional padaku. Sebaiknya kalian segera kembali dan membantu Jessica."
Arief memberikan perintah pada semua orang. Dia hanya menyisakan satu orang yang tampak akrab. Orang itu tidak lain adalah Aries Hardiman yang sedang menyamar.
"Kakek, Aries. Penyamaran yang kamu lakukan sungguh sempurna, sayangnya aku tidak bisa tertipu," kata Arief memandang pengawal yang berdiri didepannya.
"Bocah, kamu benar-benar sesuatu. Jelas fisikku berubah, tetapi kamu masih bisa mengenalku," kata Aries Hardiman sambil tersenyum.
Arief menggeleng kepala. "Aku hanya menebak dan melihat aura yang kamu pancarkan sangat aneh."
Aries Hardiman tertawa keras, dia tidak pernah menyangka ada seseorang yang bisa melihat auranya. Padahal ketua Harimau Putih saja tidak akan bisa melihat tanpa menggunakan kemampuan khusus.
"Darimana kamu mempelajari teknik seperti itu?" tanya Aries Hardiman penasaran.
"Aku juga tidak tahu. Sebuah ingatan tiba-tiba masuk kedalam kepalaku, kemudian aku mempraktikkannya," jawab Arief.
Aries Hardiman melihat sosok tampan di belakang Arief. Dia membelalakkan matanya melihat sebuah bayangan yang sangat dia rindukan.
"A..."
Tanpa sadar Aries Hardiman ingin memanggil sosok pria tampan yang berada di belakang Arief.
"Apa yang ingin kamu katakan, Kakek?" tanya Arief.
"Lupakan, aku hanya mengingat teman lama. Ah... lebih tepatnya guru atau tuanku," jawab Aries Hardiman tampak sedih.
"Sekarang semua orang sudah pergi, sebaiknya segera selesaikan pertarungan dan mulai latihan. Aku ingin melihat kamu tumbuh sebanyak mungkin sebelum aku tiada."
__ADS_1
"Memang kamu akan kemana, Kek?"
"Manusia mempunyai batasan, Dewa mempunyai pemimpinnya. Siapa yang tahu luasnya dunia. Aku sudah terlalu tua, sudah saatnya dunia ini mengambilku."