Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Organisasi Misterius


__ADS_3

Jessica dan Amelia sudah mengetahui teknik pernapasan tersebut dari Aldi. Namun mereka masih mendengarkan dengan saksama.


Mereka berusaha mencari perbedaan teknik pernapasan yang diberikan Arief dan Yuliana. Sayangnya pengetahuannya belum bisa membedakan keduanya.


"Sekarang gunakan pernapasan itu setiap hari, maka kalian bisa menggunakan prana. Butuh banyak waktu untuk menguasainya, jadi bersabarlah," kata Yuliana sambil tersenyum manis. Dia sedang menutupi kebohongan, tapi Jessica dan Amelia sudah mengetahuinya.


Karena Yuliana mengatakan bahwa mengetahui teknik prana sangat berbahaya untuk sekarang, artinya jika mereka berdua berlatih dengan keras, ada kemungkinan Arief atau Yuliana akan mengajarnya.


"Terima kasih, Nyonya," kata Jessica dan Amelia serentak.


Hari mulai larut, Yuliana menghampiri Arief yang sedang duduk di kursi luar rumahnya. "Apa kamu masih tidak percaya?" tanyanya sambil menepuk pundak Arief.


"Bukan seperti itu, aku hanya sedang merencanakan latihan untuk anggota Fairy Dance. Namun menahan kekuatan prana mereka," kata Arief menunjukkan buku latihannya.


Yuliana menggelengkan kepala. "Kamu tidak perlu menahan kekuatan prana mereka, yang kamu butuhkan adalah teknik untuk menyembunyikannya," katanya pelan.


Tidak ada yang tahu dimana mendapatkan teknik tersebut, tetapi Yuliana mempunyai seorang yang bisa menggunakan penyembunyian prana.


Bahkan setelah mengajarkan kepada pasukan militer, tidak ada yang berhasil menggunakannya. Karena paru-paru Yuliana terluka, dia tidak bisa menggunakan prana dengan benar.


Yuliana mengambil teleponnya dan menekan layarnya dan menghubungi seseorang tanpa nama. "Pak Tua, sudah lama aku tidak menghubungimu. Aku harap kamu masih sehat," katanya dengan nada bersemangat.


"Bocah Nakal, akhirnya kamu mengingat orang tua ini. Jangan banyak omong, katakan apa yang kamu butuhkan," kata seseorang di telepon dengan suara serak.


"Aku sekarang sudah menjadi anak baik, Pak Tua. Tolong ajarkan penyembunyian prana kepada anakku, aku tahu kenapa dia bisa membangkitkan prana di umurnya 16 tahun."


Pak Tua di dalam telepon langsung mematikan panggilan dan meluncur langsung menuju rumah Yuliana. "Kedua orang tuanya sudah gila, tapi sekarang anaknya berhasil menggunakan prana di usia 16 tahun," katanya langsung memesan tiket pesawat dan mengendarai mobilnya.


Seharusnya prana bisa dikeluarkan setelah seseorang mencapai tingkat maksimal pertumbuhan tubuhnya. Secara normal, harusnya pria hanya bisa menggunakan prana setelah umur 21 tahun dan wanita setelah 18 tahun.


Yuliana yang dianggap seorang prajurit jenius, bisa menggunakan prana setelah berumur 20 tahun. Setelah berada di militer selama 5 tahun, dia sudah menjadi jendral strategi yang dapat mengendalikan alur perang.


Sayangnya kecelakaan menimpanya ketika berumur 29 tahun, hal itu mengakibatkan seluruh kekuatannya hilang karena organisasi misterius yang bisa menyegel kekuatan prana.


"Sebaiknya kamu meluangkan waktumu tepat jam 7 besok pagi. Pak Tua itu tidak sudah menunggu, bisa-bisa dia menghancurkan mesin virtual milikmu," kata Yuliana sambil tersenyum aneh.


Arief yang pernah menjadi seorang pria berusia 50 tahun tidak akan takut dengan senyuman itu. Namun dia yang sekarang seharusnya takut, akhirnya dia berpura-pura menganggukkan kepala dengan wajah ketakutan.


Seperti biasa sebelum tidur Arief melatih fokusnya dan menulis rencana perkembangan Fairy Dance. "Sepertinya kita kekurangan uang, bagaimana aku harus menutupinya?" gumam Arief menaruh pena dan buku catatannya.


Jessica dan Amelia muncul di kamarnya dengan ekspresi serius. "Ajari kami menggunakan prana!" kata mereka serentak.


Dengan wajah polos Arief kebingungan dan berkata, "Apa maksudmu, aku hanya membual tentang prana."


"Aku sudah bertanya kepada Nyonya bahwa prana sebenarnya ada. Aku hanya ingin menjadi lebih kuat," kata Jessica memasang ekspresi serius menatap Arief.

__ADS_1


Hal yang sama dilakukan Amelia yang berdiri disebelahnya.


Arief menghela nafas panjang dan berkata, "Aku tidak tahu seberapa berbahaya, tetapi ayahku meninggal karena sesuatu yang disebut prana."


"Aku akan mengajarkan kalian dasarnya, mungkin tidak bisa melepaskan prana dengan cepat. Setidaknya dalam 2 tahun kalian akan bisa menggunakannya," lanjutnya.


Sebelum tidur kedua orang diberikan informasi tentang dasar prana dan cara untuk mengeluarkannya.


"Ingat, jangan mengajarkan kepada siapapun. Aku tidak ingin kehilangan kalian berdua," kata Arief memasang wajah serius.


Keesokan harinya Pak Tua yang dimaksud Yuliana sudah datang dengan mobil super mewah miliknya. Setidaknya mobil itu berharga 2 miliar kredit.


Di tambah dengan penampilannya yang super mewah membuat para tetangga memandanginya. Dengan langkah kaki pasti, dia masuk ke halaman Yuliana tanpa mengetuk pintu.


"Pak Tua, kamu tidak berubah," kata Yuliana menyambut dengan nada semangat.


"Dimana bocah yang kamu maksud?" tanya Pak Tua melihat sekelilingnya.


Yuliana menunjuk Arief yang sedang menyelesaikan mangkuk nasi ke tiga, dia baru menyelesaikan latihan paginya.


Pak Tua melempar rokoknya untuk menguji kewaspadaannya. Namun siapa sangka, Arief tidak membuat sedikitpun pergerakan untuk menghindari lemparnya. Anehnya rokok yang di lempar tidak mengenai Arief yang sedang makan.


"Menarik, Bocah. Mari kita lihat kekuatanmu!" teriak Pak Tua dengan penuh semangat.


Dia langsung menyerang Arief dengan pukulan terbaiknya tanpa menggunakan prana sedikitpun.


"Pak Tua, mungkin kamu lebih kuat. Tapi tidak mudah mengalahkan aku hanya dengan pukulan biasa," kata Arief percaya diri.


Pak Tua dengan gerakan istimewa menangkap kepala Arief yang sempat tidak waspada. "Dalam medan perang tidak ada suara sebelum salah satu menang!" katanya sambil tersenyum berhasil mengunci pergerakan lawannya.


Bisa dibilang dalam pertandingan kali ini Pak Tua keluar sebagai pemenang.


Setelah melepaskan tangannya, Pak Tua berkata, "Seperti yang kamu katakan. Bocah ini berhasil menggunakan prana dengan baik, sekarang tugasku mengajarkan cara menyembunyikannya!."


"Jangan menatap ya seperti itu, dia sudah berusia 73 tahun ketika aku meninggalkan militer. Sekarang umurnya sekitar 90 tahun," kata Yuliana memandang Arief yang tampak kesakitan karena tangannya terpelintir.


Pak Tua langsung memegang kepala Arief yang masih duduk di meja makannya. "Jangan menjadi anak manja, ayo segera latihan," katanya dengan nada tinggi.


Yuliana sudah terbiasa dengan perlakuan Pak Tua yang seperti itu. Dia hidup bersamanya dari umur 6 tahun. Bisa dibilang Pak Tua adalah ayah angkatnya.


Sebelum memulai latihan, Pak Tua memberikan informasi tentang keberadaan organisasi misterius yang sedang ramai di kalangan pasukan militer. Mereka mempunyai kekuatan yang sangat mengerikan, bahkan bisa membunuh lawannya dalan sekali pandang.


"Apa kamu bicara tentang Perusahaan Aldi?" tanya Arief dengan wajah serius.


Pak Tua dan Yuliana langsung terkejut setelah mendengar perkataan Arief. Mereka tidak menyangka setelah mendengar beberapa kata kunci tentang organisasi misterius, Arief menduga bahwa pasukan itu dari Perusahaan Aldi.

__ADS_1


"Benar, pasukan misterius itu dari Perusahaan Aldi yang sedang melakukan pembersihan organisasi pembunuh." Pak Tua tersenyum dengan kecerdasan Arief yang diluar dugaannya.


Setelah berlatih selama beberapa jam, Arief berhasil menemukan cara untuk menyembunyikan prana dengan sangat baik.


Tinggal memolesnya sedikit dipastikan tekniknya akan bisa diterapkan dan digunakan oleh semua orang.


Pak Tua yang mengajari Arief tentang prana merinding ketakutan. Dia tidak pernah melihat anak berusia 16 tahun menggunakan prana, sekarang bocah kecil itu berhasil menciptakan teknik untuk menyembunyikan kekuatan.


Arief sudah lebih dari 25 tahun menggunakan prana, jadi dia bisa mengerti apa yang dijelaskan Pak Tua dengan sangat mudah.


Pengalamannya sangat banyak karena dia bisa fokus bereksperimen ketika dipecat oleh Shadow. Tidak terpikirkan sedikitpun olehnya untuk menyembunyikan prana. Sekali mendengar perkataan Pak Tua, Arief langsung bisa menggunakan teknik penyembunyian prana.


Yuliana dan Pak Tua yang melihat kemajuan Arief hanya bisa tersenyum pahit. Pasukan militer tidak bisa menemukan teknik penyembunyian setelah beberapa tahun, tapi bocah berusia 16 tahun berhasil menciptakannya.


"Jenius, sungguh bocah nakal yang mengerikan. Maukah kau menjadi bagian dari Pasukan Garuda?" tanya Pak Tua dengan ekspresi serius. Dia tidak ingin melepaskan anak Jenius.


Arief menggelengkan kepala. "Aku tidak mau bergabung dengan pasukan khusus, permainan Domain Dewa adalah tujuanku dari awal," katanya sambil tersenyum manis.


Pak Tua yang mendengarnya tidak percaya ada orang yang menolak undangannya sebelum mendengar detail tentang pasukannya.


"Baiklah, berapa yang harus aku bayar untuk meminta teknik penyembunyian milikmu?" tanya Pak Tua sambil menghela nafas panjang. Dia belum menemukan manfaat sesungguhnya dari mesin virtual Domain Dewa.


Arief yakin pria tua yang ada didepannya akan terjun ke Domain Dewa. Sebelum itu terjadi, Fairy Dance harus menjadi kuat supaya bisa menjadi kekuatan yang menampung pasukan Garuda.


"5 miliar atau tidak sama sekali," jawab Arief dengan mata yang memancarkan kepercayaan diri.


Yuliana yang melihat Arief, terperangah tidak percaya. "Sejak kapan Arief menjadi monster tua?" katanya dalam hati.


"Baiklah, tidak aku sangka kamu menyebutkan jumlah yang sangat wajar untuk sebuah teknik prana." Pak Tua mengambil ponselnya dan mengirimkan 5 miliar hanya dalam hitungan detik


Arief menuliskan semua pengetahuannya tentang cara menyembunyikan kekuatan prana. Dia memberikan kepada Fairy Dance sebanyak 4 miliar. Sedangkan untuk tabungannya sendiri, Arief hanya mengambil 1 miliar.


Jessica yang menerima menerima pemberitahuan dari ponselnya langsung melompat. Dia tidak pernah melihat uang 5 juta sebelum Arief mempercayakan keuangan guild. Namun sekarang dia harus melihat uang sebanyak 4 miliar, jelas dia sangat terkejut.


Dengan sigap, Jessica langsung menghubungi Arief yang baru saja mengirim uang.


"Bos, darimana kamu mendapatkan uang sebanyak itu?" tanya Jessica melalui panggilan suara.


"Jangan pikirkan itu, aku jamin uangnya didapatkan dari cara legal. Sekarang kumpulkan semua anggota Fairy Dance yang ada di rumah pelatihan," kata Arief pelan.


Jessica tidak tinggal diam, dia langsung menuju rumah pelatihan dan meminta semua orang yang ada di rumah pelatihan untuk melakukan pertemuan.


Arief menuju rumah pelatihan dengan ekspresi yang ceria. Tanpa diduga ada seseorang pria berpakaian hitam sedang membuntutinya.


Karena menyadari hal tersebut, Arief berjalan memutar untuk menghilangkan jejaknya. Karena kekuatan tubuhnya sudah cukup baik, Arief bisa berlari cukup lama. Sehingga dapat meninggalkan orang yang membuntutinya.

__ADS_1


"Sepertinya aku harus lebih berhati-hati lagi dengan organisasi pembunuh itu," katanya dalam hati.


__ADS_2