
Karena Arief mendapatkan berkah dari Dewa Mosas, dia tidak menghentikan serangannya kepada Beruang Merah yang sedang marah.
Pedangnya menusuk jantung Beruang Merah, tetapi anehnya monster tersebut masih bisa menyerang dengan membagi buta.
Untungnya Arief tidak akan menerima kerusakan selama satu menit. Jika tidak, dia akan langsung di kirim ke Rumah Kebangkitan.
Sayangnya Arief tidak bisa memberikan kerusakan. Jadi tidak bisa melihat kerusakan yang dihasilkan.
Semua kelompok memperhatikan pergerakan Arief dalam menghindar dan menyerang. Mereka melihat seorang pemain sedang menari dengan pedangnya.
"Bos sungguh gila, dia berhasil memprediksi serangan dari mahluk yang mempunyai kecerdasan Menengah!" kata Aqila memuji Arief yang sedang bertarung.
Hira dan Hida menganggukkan kepala bersamaan. Mereka setuju dengan pernyataan Aqila yang menyebutkan bahwa Arief sangat gila.
Doran memberikan tanggapannya, "Bos tidak hanya gila, dia adalah monster tua yang bisa mengendalikan situasi apapun yang dia hadapi."
Pergerakan Arief tampak sederhana, tetapi sebenarnya dia sedang meminimalkan kerusakan yang diterima. Karena Beruang Merah tidak bisa memberikan kerusakan, jadi semua orang menganggap bahwa Arief menghindari semua serangan.
Hembusan udara dari ayunan tangan Beruang Merah dapat memberikan kerusakan yang cukup tinggi.
Setelah satu menit berlalu, Mosas keluar dengan membawa sebuah bola berwarna kuning di tangan kanannya.
"Beruang Merah, kamu sudah membuat Desa Monster berada di bawah ketakutan. Kali ini aku akan menghukum kamu yang telah menjadi penyebab Desa Monster kekurangan energi."
Sebuah cahaya berwarna kuning menyelimuti Beruang Merah, dia langsung dikirim kedalam gua tempat dia berasal. Sekarang dia tidak akan pernah keluar, Beruang Merah hanya bisa menunggu pemain menyerangnya.
"Nak, kamu mengingatkanku kepada seorang teman lama yang sangat setia pada teman-temannya," kata Mosas yang telah mendapatkan kembali kekuatannya.
Dia adalah seorang Dewa yang di kutuk. Sehingga harus menjaga Desa Monster, tetapi sekarang segelnya telah dilepaskan. Semuanya berkat misi yang diterima Arief dan teman-temannya berhasil selesai.
Pada kehidupan sebelumnya, Mosas tidak pernah mendapatkan kekuatannya kembali. Setiap kali Arief mengunjungi Desa Monster, Mosas hanya berjalan memperhatikan setiap pemain yang berjalan.
Bahkan setelah permainan berjalan 35 tahun, Mosas belum menemukan pemain untuk menyelesaikan tugasnya.
Setelah Beruang Merah mati, Mosas tidak bisa membuka segelnya karena pemain menggunakannya benda miliknya untuk membuat pedang.
Arief cukup beruntung mendapat misi yang tidak pernah diselesaikan pada masa lalu.
"Kamu terlalu memujiku, Tuan. Semua berkat bantuan teman-temanku." Arief tersenyum sambil sedikit membungkukkan banda untuk menghormati seorang Dewa.
Mosas tertawa keras, "Sudah aku duga, kamu adalah orang yang sangat menarik. Aku tidak salah memilihmu."
Sistem : Selamat pemain Blue telah berhasil menyelesaikan misi Dewa Mosas.
Tingkat penyelesaian : SSS
- Tidak ada kelompok yang mati (Selesai)
- Berhasil memprovokasi Beruang Merah (Selesai)
- Bertahan selama 2 menit (Selesai)
- Setia kawan (Selesai)
- Kombinasi kelompok (Selesai)
- Strategi yang unik (Selesai)
- Mosas tidak mendapatkan gangguan sedikitpun (Selesai)
- Berkah dari Dewa Mosas (Selesai)
Hadiah :
- Judul Pejuang Tanpa Rasa Takut
\=> Menurunkan Kerusakan yang diterima sebanyak 10% ketika 10 pemain berada dalam satu kelompok.
\=> Meningkatkan keberuntungan +30
\=> 5% kesempatan meniadakan kerusakan yang diterima
- 50 poin status
__ADS_1
- 50 poin skill
- 50 poin profesi
"Apa yang kamu inginkan, Nak. Sebagai Dewa aku bisa memberikan apapun yang kamu mau sesuai kekuatanku," lanjut Mosas.
Arief tersenyum, dia sering mendapatkan tawaran seperti ini dari Dewa. Jadi sebaiknya Arief menolak untuk mendapatkan hadiah yang lebih baik.
Namun Mosas telah membaca pikirannya dengan tepat, "Jangan pernah berpikir untuk menolaknya."
Arief langsung terkejut melihat Dewa yang bisa membaca pikiran. Di kehidupan sebelumnya dia tidak pernah mendapatkan informasi bahwa ada Dewa yang bisa membaca pikiran.
"Sepertinya berbohong di hadapan anda adalah sesuatu kesalahan besar. Sebenarnya aku memang tidak menginginkan apapun, tetapi izinkan aku menggunakan sistem gerbang dunia," jawab Arief sambil tersenyum. Dia menginginkan sebuah sistem yang akan hadir di pembaruan kelima.
Mosas tersenyum. "Kamu memang sangat cerdas, Bocah. Sistem gerbang dunia memang masih di bawah kendaliku, tetapi aku tidak bisa memberikannya padamu ..."
"Bagaimana jika aku memberikan ketrampilan yang dapat memindahkan dirimu dan 100 temanmu dalam radius ratusan kilometer?" tanya Mosas memberikan penawaran.
Arief tersenyum mendengar bahwa Mosas akan memberikan keterampilan yang sangat menguntungkan untuk mobilitas.
"Bolehkan aku meminta radius dan jumlah kelompokku di tambahkan?" tanya Arief.
Mosas menggelengkan kepala. "Aku tidak bisa, kamu dapat menambah radius dan jumlah dengan meningkatkan level skillnya. Tidak ada batasan level untuk skill ini."
Arief langsung menyatakan persetujuan setelah mendengar bahwa tidak ada batas untuk meningkatkan skillnya. Artinya selama level skill mencukupi Arief bisa melakukan perjalanan antar kota dengan mudah.
Gate
Tingkat : S
Level : 1
Pendinginan : 6 jam
Membuka sebuah gerbang menuju suatu tempat dalam radius 100 kilometer serta bisa membawa 100 orang bersamanya.
"Terima kasih, Tuan Mosas," kata Arief sambil membungkukkan sedikit tubuhnya untuk memberikan hormat.
"Jangan terlalu formal. Oh iya, aku memiliki sedikit kejutan untukmu. Karena aku sudah mendapatkan kekuatanku, sebaiknya kamu mengurus Desa Monster."
Tingkat : G
Memberikan pemain hak setara dengan pemilik Desa Monster.
- Pengguna khusus Blue
- Tidak bisa ditransaksikan
- Tidak bisa jatuh
Berbeda dengan Kepala Desa, Penguasa Desa sedikit diatasnya. Kepala Desa Monster harus memberikan hormat ketika Arief mengunjunginya.
Arief bisa merubah semua peraturan di Desa Monster yang seharusnya bukan milik pemain. Namun dia membuktikan bahwa pemain bisa menjadi penguasa desa pribumi.
"Sepertinya aku harus pergi ke tanah Dewa. Aku akan menunggumu di sana jangan lupakan namaku, Nak!" kata Mosas sambil terbang ke langit.
Setelah menunggu Arief dan Mosas berbicara, Aqila mendatangi Arief yang ditinggal sendirian.
"Bos, apa yang terjadi?" tanya Aqila yang tidak mengetahui pembicaraan mereka berdua.
Arief menggelengkan kepala, "Bukan sesuatu yang penting. Sekarang ayo kembali ke Rumah Perlindungan Fairy."
Ketika semua orang membalikkan badannya untuk kembali ke Rumah Perlindungan Fairy, Arief menghentikannya.
"Tunggu sebentar, aku akan menunjukkan skill yang sangat mengesankan." Arief membuka sebuah gerbang menuju Rumah Perlindungan Fairy yang kebetulan berjarak 98 kilometer dari tempatnya sekarang.
Semua orang terkejut melihat sebuah gerbang yang muncul dari udara kosong.
Aqila adalah orang pertama yang bertanya, "Bos, bagaimana kamu mendapatkan ketrampilan seperti ini?"
Mereka yang sudah bermain game pasti mengetahui bahwa nama dari ketrampilan tersebut adalah Gate atau sering disebut Gerbang.
"Aku mendapatkannya dari Mosas. Dia memberimu skill yang dapat membawa beberapa pemain bersama."
__ADS_1
Aqila adalah orang yang cerdas, dia bisa melihat seberapa berguna skill yang dimiliki Arief.
Semua orang tidak sabar untuk mencobanya, Hira dan Hida adalah pemain pertama yang melompat masuk setelah Arief.
"Ini gila, jika menggunakan membutuhkan kuda butuh waktu 4 jam. Namun sekarang hanya butuh beberapa detik!" kata Hira memberikan tanggapan. Dia juga orang yang sangat pintar dalam menghitung keuntungan.
Hida memegang dagunya dan memikirkan bisnis yang memungkinkan. "Bos, bagaimana jika kita membuka jasa dengan skill milikmu?" tanyanya.
Arief menggelengkan kepala, "Waktu pendinginan adalah 6 jam. Jadi tidak mungkin kita menggunakannya setiap saat."
Setelah berbincang cukup lama, Arief pergi menuju Desa Monster untuk melihat Kegunaan Penguasa Desa. Di kehidupan sebelumnya, Arief tidak memiliki token tersebut.
Bahkan informasi tentang Token penguasa desa tidak pernah tersebar. Jadi Arief ingin melihatnya langsung.
Tepat ketika dia melangkahkan kaki ke selama Desa Monster, sebuah pesan sistem muncul di depan matanya.
Sistem : Selamat telah menjadi pemain pertama yang menjadi Penguasa Desa.
Hadiah :
- Judul Penguasa Desa Monster
\=> Meningkatkan Wibawa +100
\=> Meningkatkan Keberuntungan dalam Desa Monster +30
\=> Dapat menyewa 100 pasukan dari Desa Monster
- 20 poin status
- 20 poin skill
- 20 poin profesi
Kepala Desa yang baru menyapa Arief yang baru saja masuk kedalam desa. "Tuan, apa ada yang bisa kami bantu untuk menyenangkan anda?" tanyanya.
Arief tersenyum untuk menghormatinya, "Jangan bersikap formal, tunjukkan jalan menuju Balai Desa."
"Baiklah, Tuan," kata Kepala Desa memimpin Arief menuju balai desa.
Balai Desa adalah tempat berkumpulnya semua peraturan Desa, jadi Arief ingin mempelajarinya sebelum menggunakan kekuasaannya.
Seorang penguasa ternyata bisa menghasilkan uang dari biaya masuk desa. Arief menarik biasa masuk sebesar satu Batu Energi tingkat rendah untuk satu hari.
Setiap pemain akan mendapatkan waktu 24 jam setelah membawa 1 Batu Energi. Penghasilan pemain akan dibagi dua, satu untuk desa sedangkan lainnya bisa di tarik.
Untuk menarik pemain mengunjungi Desa Monster, Arief membeli 7 buah Menara Sihir tingkat rendah di pasar Online.
Harga yang ditawarkan setiap pemain sangat tinggi, tetapi Arief tetap membelinya. Untuk mengumpulkan 7 Menara Sihir, Arief menghabiskan 68 ribu koin emas.
Namun semua itu sangat sepadan dengan harganya, Arief menggunakan Batu Energi tingkat menengah untuk mempertahankannya.
Setidaknya Arief harus menyisihkan 2 jam setiap hari untuk menciptakan Batu Energi tingkat menengah.
Setelah 7 Menara Sihir berhasil berdiri, banyak pemain mulai berdatangan karena merasa aman dalam Desa Monster.
Penjara di Desa Monster juga dibangun menjadi kelas B. Penjara dapat menampung 2 juta pemain, jadi siapapun yang melanggar akan langsung dimasukkan kedalam penjara.
Setelah satu minggu berjalan, Fairy Dance mendapatkan 21 ribu Batu Energi. Dapat dibayangkan banyaknya pemain yang telah mengunjungi Desa Monster.
Belum lagi Rumah Perlindungan Fairy yang menghasilkan banyak Batu Energi setiap harinya.
"Bos, banyak petualang yang melakukan pemberontakan. Mereka menginginkan kenaikan gaji. Apa yang harus kita lakukan?" tanya Queen yang menjabat sebagai seroang ketua.
Arief tersenyum dan menunjukkan sebuah kertas kontrak. "Berikan ini pada mereka, katakan saja bahwa mereka bebas memilih. Jika ingin keluar maka bayar 100 ribu kredit."
Queen melakukan apa yang dikatakan Arief, beberapa pemain telah menyatakan keluar dari Rumah Perlindungan Fairy karena sudah mendapat tawaran dari Rumah Perlindungan lainnya.
Mereka berani membayar denda karena menurutnya Rumah Perlindungan lainnya lebih menjanjikan. Berbeda dengan Rumah Perlindungan Fairy yang sedang mengalami konflik.
"Berapa pemain yang menyatakan keluar?" tanya Arief kepada Queen yang sedang membaca laporan.
Queen menggelengkan kepala, "Setidaknya ada 500 pemain yang mengundurkan diri. Mereka telah mendapatkan tawaran dari Rumah Perlindungan lainnya."
__ADS_1
500 pemain setara dengan 50 juta kredit. Jumlah itu sudah menutupi semua pengeluaran awal Fairy Dance.