
Informasi tentang misi tersembunyi di Desa Sahara masih kurang, jadi Arief mengamati semua penduduk dengan Mata Dewa.
Setidaknya ada 3 misi tersembunyi yang bisa dikerjakan. Namun untuk mengambilnya membutuhkan kondisi khusus.
"Sepertinya aku belum bisa mengambil misi tersembunyi," kata Arief berdiri di tengah desa memandang Gerbang Antar Kota.
Sebelum meninggalkan Desa Sahara, Arief memanggil Zaha untuk membangun Menara Sihir tingkat tinggi.
Setidaknya butuh 7 hari untuk membangun Menara Sihir tingkat tinggi. Pembaruan ketiga mempengaruhi kecepatan pembangunan. Ketika profesi semakin di optimal, pembuatan sebuah bangunan membutuhkan waktu yang lebih lama.
Hal itu dikarenakan pemain dengan profesi Insinyur harus membuat sebuah bangunan secara manual. Biasanya para main yang berprofesi sebagai Insinyur merupakan cerminan dari kehidupannya di dunia nyata.
Namun tidak semua pemain berprofesi sebagai Insinyur lemah, beberapa dari mereka bahkan berhasil menempati ranking 10 ribuan.
Pemain yang masuk 10 ribu besar sudah termasuk pemain yang sangat kuat, bahkan Arief tidak memiliki kesempatan untuk menjadi salah satu diantaranya.
Intinya profesi tidak berbanding lurus dengan kekuatan seorang pemain. Bisa jadi profesi hanya alat untuk mengekspresikan diri atau hanya sebatas hobi.
Setelah Zaha sampai di Desa Koral, mereka berdua merancang pembangunan Menara Sihir tingkat tinggi bersama. Karena Arief juga seroang Arsitek yang masih pemula.
Mereka berdua menghabiskan 3 jam untuk merancang sebagian kecil Menara Sihir tingkat tinggi. Sedangkan sisanya akan dikerjakan Zaha sendiri, Arief ingin pergi ke Kota Monster.
Dia teringat ada misi yang dapat memberikan sebuah barang berharga untuk menyembunyikan identitas. Jika jubah hitam atau kostum dapat menghalangi pemain lain melihat perlengkapan kita, sedangkan yang diinginkan Arief adalah sebuah benda yang dapat menyembunyikan nama pemain.
Mungkin untuk sebagian pemain menyembunyikan identitas merupakan hak yang tidak perlu, tetapi untuk para ketua guild benda itu sangat berharga.
Karena kematian Ketua Guild atau sering di sebut Guild Master dapat menurunkan martabat sebuah perkumpulan.
Tidak hanya menurunkan martabat, tapi hampir semua barang berharga di pakai oleh Ketua Guild. Jadi jika mereka mati di tangan musuh, peralatan yang jatuh pasti sangat berharga.
Untuk itu Arief harus mencari sebuah benda yang dapat menyembunyikan identitas pemain. Dia teringat seorang pria misterius yang mendapatkan sebuah topeng di Desa Monster.
Desa tersebut mempunyai peraturan yang sedikit berbeda dengan Kota Danau Putih. Ia juga sangat tersembunyi, bahkan sebagian pemain tidak mengetahui Desa Monster.
Hanya pemain dengan mental kuat yang bisa bertahan di Desa Monster, karena setiap malam para monster akan menyerang.
Pemain diharuskan membantu mempertahankan desa, bagi mereka yang tidak mau akan diberikan hukuman oleh pemilik desa.
Hukuman yang diberikan tidak sedikit, salah satunya adalah pengurangan level sebanyak 2 tingkat.
Oleh karena itu banyak pemain yang membangun sebuah Rumah Perlindungan. Di dalamnya tidak ada hukuman pasti, jadi pemain lebih bebas untuk mengambil keputusan.
Tidak hanya satu Rumah Perlindungan yang berdiri disekitar Desa Monster, setidaknya ada ratusan rumah perlindungan yang dibangun oleh pemain. Namun setiap pemain memiliki pandangan hidup yang berbeda, jadi banyak peperangan antara pemain daripada dengan monster.
__ADS_1
"Baiklah, sudah waktunya aku pergi. Zaha, aku serahkan pekerjaan selanjutnya kepadamu," kata Arief sambil menuju Gerbang Antar Kota.
Dia menuju Kerajaan Kediri untuk mencari seorang penduduk pribumi bernama Marie. Untuk menemukannya, Arief harus menuju gerbang selatan Kerajaan Kediri.
"Nyoya, aku mendengar bahwa kamu sedang mencari pahlawan?" tanya Arief dengan sopan.
"Apa kamu orang yang dikirim Jayabaya untuk menyelamatkan anakku?" tanya Marie menggenggam tangan Arief.
Jayabaya adalah seorang Raja Kerajaan Kediri, anehnya Marie memanggilnya dengan nama tanpa gelar. Arief awalnya tidak percaya, tetapi setelah mendengarnya secara langsung dia baru percaya.
"Bukan, Nyonya. Aku hanyalah petualang yang mempunyai sedikit kemampuan."
Maria langsung membuka sebuah gerbang ke Desa Monster di sebelahnya. Banyak pemain yang keheranan melihat Arief yang sedang berbicara dengan Marie.
Karena menjadi pusat perhatian, Arief langsung masuk kedalam gerbang tanpa menoleh ke arah pemain. Hal itu dilakukan supaya penampilannya tidak terekspos.
Jika keberadaannya di Kerajaan Kediri diketahui, banyak musuh Fairy Dance akan menyerang Desa Koral. Untuk kembali, Arief membutuhkan 3 hari perjalanan menunggangi Raul.
Karena sistem Hewan Tunggangan masih belum sempurna, Raul bisa masuk ke dalam tas penyimpanan. Sehingga dapat dikeluarkan kapanpun Arief membutuhkannya.
"Menegangkan sesekali, Marie terlalu ceroboh. Bahkan aku belum sempat menerima misi tersembunyi darinya. Ya sudahlah," kata Arief berjalan menuju sebuah rumah pembuatan topeng.
Hampir semua pemain di Desa Monster menggunakan topeng. Karena rumah perlindungan saling bermusuhan, para pemain harus menyembunyikan identitas di Desa Monster untuk keselamatan.
Bahkan jika pemain tidak bisa membayar, pemain akan memiliki hutang pada sistem. Jadi tidak ada alasan untuk menolak membayar denda.
Karena Arief seorang Pandai Besi dan memiliki Reputasi Dunia yang cukup tinggi, penjaga toko dalam toko menyambut dengan hormat.
"Selamat datang, Tuan. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Penjaga Toko.
"Aku ingin membeli topeng," jawab Arief.
Topeng yang ditawarkan hanya kelas rendah, jadi Arief harus mencari topeng lainnya dari misi tersembunyi. Untuk sementara dia akan membeli topeng yang ada di toko.
Informasi tentang misi tersembunyi di Desa Monster masih kurang, tetapi Arief mengingat satu orang yang dapat memberikan misi tersembunyi.
Dia menemui penduduk pribumi yang sedang kelaparan.
Misi Tersembunyi (Topeng)
- Kalahkan Hantu Merah dan ambil topeng miliknya.
Hadiah :
__ADS_1
- Topeng (Acak)
"Baik, akan aku bawa topeng milikmu," kata Arief sambil tersenyum menyembunyikan keterkejutannya. Seharusnya pria di depannya akan mengatakan sebuah kata kunci untuk memicu misi tersembunyi.
Namun Arief hanya berdiri di depannya lalu misi tersembunyi langsung aktif tanpa persetujuan pemain. Biasanya misi seperti itu akan sangat susah diselesaikan.
Untuk memastikan kebenarannya, Arief mencari keberadaan Hantu Merah di perpustakaan. Karena dia tidak pernah mendengar monster bernama Hantu Merah di level 50an.
Setelah mencari semua catatan di Desa Monster, Arief tidak menemukan sedikitpun informasi tentang Hantu Merah. Bahkan di kehidupan sebelumnya, dia tidak pernah mendengar adanya monster Hantu Merah.
"Mungkinkah monster itu sama seperti acara Penyerangan Hantu?" gumam Arief sambil membawa catatan monster di perpustakaan.
Sama seperti Katak Merah yang seharusnya keluar di acara masa depan, tapi masih memiliki level kecil. Jika tebakan ya benar Hantu Merah yang dimaksud adalah anak dari Raja Hantu.
Pengantar acara mengatakan bahwa Hantu Merah atau sering di sebut Setan adalah anak dari Raja Hantu yang telah di kalahkan dalam Raid.
Arief tidak mengetahui tempat persembunyian Hantu Merah, hingga ketika dia bertemu dua wanita yang sedang di ancam pemain merah.
Dalam hati Arief langsung berkata, "Jekpot!."
Salah satu wanita yang di ancam itu adalah Queen, pengguna pedang tunggal yang sangat terkenal. Queen tidak hanya menjadi pemain top global, tetapi juga mantan tentara kerajaan.
Karena bosan dengan sebuah senjata jarak jauh, akhirnya Queen memutuskan untuk pensiun dini dan memulai bermain Domain Dewa bersama adiknya.
Kedua orang tua Queen sudah meninggal, jadi dia hanya hidup dengan adik semata wayang yang bernama Aqila. Walaupun prestasi adiknya tidak lebih tinggi darinya, Aqila masihlah seorang top global.
Top global adalah sebutan bagi pemain yang memiliki kontribusi terbesar di salah satu bidang pada Domain Dewa. Top global dibagi menjadi banyak jenis, salah satunya adalah penggilingan monster terbanyak.
Queen menempati nomor 12 ribuan, sedangkan Aqila menempati 17 ribuan pada bidang penggilingan monster. Jika ingin menjadi top global pemain harus masuk kedalam 20 ribu pemain berkontribusi tinggi di salah satu bidang.
"Cantik, jangan memaksa kami untuk membunuhmu sampai level 1," kata salah satu pemain merah yang sedang menantang Queen.
Sebagai seorang tentara kerajaan, Queen tidak pernah takut dengan ancaman kata seperti itu. Dia sudah sering mendapatkan ancaman di medan perang.
Namun setelah dunia damai, gairah bertarung Queen menjadi redup. Itulah salah satu alasan dia keluar dari tentara kerajaan.
Karena level Queen dan Aqila masih berada di level 31, mereka tidak memiliki kesempatan menang melawan sekelompok pemain level 37.
Seperti seorang pahlawan kesiangan, Arief dengan gagah berani berjalan menuju tempat kejadian.
"Mengancam seorang wanita, sungguh memalukan," kata Arief sambil menggelengkan kepalanya.
Semua pandangan kelompok pemain merah langsung mengarah padanya. Namun Arief masih tampak tenang, hal itu membuat Queen merasa sedikit tertarik.
__ADS_1
Bukan dalam hal percintaan, tetapi lebih cenderung seperti kekaguman kepada seorang pria yang memiliki ketenangan yang luar biasa.