Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
111. Perebutan Bakat


__ADS_3

Sembari menunggu Oliver menyelesaikan kelas memasaknya, Blue menunggunya di depan pintu.


Seorang pemain dengan pakaian megah berwarna biru laut dan satu pedang di punggungnya. Dengan langkah mantap dia melewati Blue yang menggunakan topeng.


Wanita itu tidak lain adalah Regina, pemimpin guild Pentagon yang berhasil menumbangkan Blade Armor di masa jayanya.


"Kenapa Regina sudah datang ke Danau Putih?" kata Blue dalam hati kebingungan. Seharusnya pembukaan guild Pentagon masih cukup lama, kala itu Arief sudah menjabat sebagai ketua Guild.


Tujuan Regina datang ke kelas memasak tidak lain adalah merekrut Oliver untuk masuk kedalam guild Pentagon.


Di kehidupan sebelumnya, Oliver memang menjadi anggota guild Pentagon. Dia adalah orang yang menjadi pemimpin cabang di Danau Putih.


Blue harus bergerak cepat untuk menarik minat Oliver, jika tidak Pisau Masaknya akan terbuang sia-sia. "Sial, wanita gila itu cukup cepat dalam bertindak," kata Blue menghampiri keributan.


Regina dengan sombongnya menghentikan perjuangan Oliver dan menyatakan minatnya untuk merekrutnya kedalam Guild Pentagon. Tidak ada yang berani menghentikannya karena lambang guild tembaga bertengger di dada sebelah kanannya.


"Sudah aku bilang, kamu tidak cocok untuk menjadi seorang koki. Ayahmu hanya seorang koki di restoran kecil. Jika tidak melangkah maju, bagaimana caramu membeli mobil mewah untuk ditunjukkan pada ayahmu!" teriak Regina dengan wajah tanpa amarah.


Blue yang melihatnya merasakan kasih sayang seorang kakak. "Mungkinkah mereka memiliki sebuah hubungan keluarga?" katanya dalam hati.


Dia tidak pernah mengetahui adanya hubungan antara Regina dan Oliver di kehidupan sebelumnya. Karena dia tidak pernah menyelidiki latar belakang Regina yang ditutupi.


Ayah Oliver menginginkan anaknya membeli sebuah mobil mewah 2 kursi. Karena keuangan yang sangat minim, Oliver tidak dapat memenuhi harapan ayahnya yang sakit.


Blue yang tidak mengetahui kenapa ayah Oliver sangat gila akan uang, hanya bisa memandang mereka berdua.


Anehnya Oliver yang sangat bersemangat diam tanpa kata di depan Regina yang sedang memarahinya. Blue yang melihatnya tidak ingin kehilangan bakat dan mencoba membelanya.


Menyerobot barisan pemain yang menonton, Blue berdiri di depan Oliver yang sedang dimarahi. "Hai, bukankah kamu terlalu berlebihan. Memangnya siapa kamu?" kata Blue mencoba menjadi pahlawan.


"Jangan campuri urusan orang, minggir atau aku akan membunuhmu!" kata Regina memandang Blue dengan tatapan jijik.


Dia sangat percaya diri dengan kemampuan bertarungnya, jadi sudah sewajarnya menganggap dirinya lebih tinggi.


"Ini masih di dalam kota, mana mungkin kamu melakukannya disini. Jangan membuatku tertawa," sahut Blue tenang.


"Baiklah," kata Regina sambil mengeluarkan pedangnya dengan cepat. Dia langsung berlari menuju Blue yang belum melakukan persiapan. Tujuannya tidak lain adalah membunuh lawannya sebelum penjaga keamanan datang.


Setidaknya butuh 5 detik sebelum penjaga keamanan datang, Regina memanfaatkan waktu itu untuk menyingkirkan pria di depannya.


Namun Blue bukan pemain biasa, dengan menggunakan sedikit gerakan kaki. Dia berhasil menghindari serangan kejutan dari musuhnya. Tidak sampai disitu, Blue memberikan ayunan pedang untuk memberikan kerusakan. Dalam ayunannya, Blue menggunakan Skill Slash untuk memberikan kerusakan tambahan.


¬ Pemain Blue memberikan kerusakan - 2500 kerusakan kritikal.


Dengan satu serangan, Blue berhasil membuat HP Regina berwarna kuning. Artinya dia kehilangan 40% HP hanya dengan satu ayunan pedang.

__ADS_1


Keduanya terkejut melihat kerusakan yang dihasilkan. Blue langsung melompat kebelakang untuk membuat jarak, dia sedikit terkejut dengan kerusakan yang terlalu sedikit. Seharusnya pemain biasa akan langsung kehilangan 80% HPnya.


Berbeda lagi jika menggunakan sebuah baju perang. Sangat jelas terlihat dengan Mata Dewa miliknya, Regina tidak memakai peralatan apapun. Dia hanya memasang kostum miliknya.


Regina juga melompat kebelakang menggenggam erat pedangnya. Dia tidak pernah menyangka ada orang yang sangat kuat di Danau Putih.


Dia mempunyai judul yang dapat menghilangkan 50% kerusakan pertamanya, setiap 1 jam sekali. Namun pemain di depannya berhasil membobol judulnya dengan pedang biasa.


Jika kondisi normal, serangan Blue akan membuat HP Regina menjadi 20%. Kerena adanya judul itu, dia berhasil membuat musuhnya sedikit terkejut.


"Menarik, kamu berhasil membuatku terkesan." Regina menarik pedangnya kemudian memuji kekuatan Blue. Dia tersenyum aneh ketika melihat penjaga keamanan mendekati mereka.


Rencana liciknya tidak lain adalah memancing Blue untuk mengeluarkan pedangnya supaya dianggap telah melanggar hukum kota. Regina yang berhasil memasukkan pedangnya dengan sempurna tersenyum manis kearah Blue yang masih belum merubah posisinya.


"Tuan, bertarung di dalam kota itu tindakan terlarang. Tolong singkirkan pedang anda," kata salah seorang penjaga.


Sebagai seorang Baron Benua Tengah, Blue memiliki hak istimewa untuk sedikit mempengaruhi peraturan kota. Jadi penjaga keamanan harus bersikap hormat padanya.


"Sepertinya ada sedikit kesalahan disini. Dia adalah orang yang menyerang aku duluan, jadi seharusnya bukan aku yang kalian tanya," kata Blue sambil menunjuk Regina yang berdiri santai.


Blue hanya bisa tersenyum kecut melihat Regina tampak polos dan bersikap santai. Seperti tidak terjadi apa-apa dalam beberapa detik pertarungan. "Sepertinya dia sudah terbiasa menggunakan cara seperti ini," gumam Blue.


"Tuan, kami tidak melihat adanya pelanggaran yang dilakukan oleh orang di sana. Tolong kerjasamanya," jawab penjaga keamanan.


Regina yang melihat keanehan, mulai mengerutkan kening. Seharusnya para penjaga akan menangkap Blue karena tertangkap basah melakukan pelanggaran, tetapi kejadian di depan matanya sedikit berbeda.


Kemudian dia teringat informasi yang mengatakan bahwa bangsawan dapat merubah peraturan kota. Jadi dia langsung mengerti bahwa pemain di depannya adalah seorang Baron Danau Putih.


"Kamu beruntung kali ini. Aku menyarankan untuk tidak mencampuri urusan orang lain," kata Regina tegas. Dia tidak bisa terlalu lama di Danau Putih karena kesibukannya sebagai ketua Guild Pentagon.


Regina langsung menarik tangan Oliver dengan kasar, namun dihentikan oleh Blue yang merasa bahwa Oliver sangat dibutuhkan Fairy Dance.


"Aku tidak tahu hubunganmu dengannya, tetapi kurasa lebih baik membiarkannya menentukan pilihan. Tetap di Danau Putih dan melanjutkan menjadi koki atau bersamamu," kata Blue dengan tatapan tajam. Dia belum menyerah dengan bakat yang dimiliki Oliver.


"Sudah aku bilang jangan menghalangiku, atau Pentagon akan membuatmu menjadi level 1!" kata Regina dengan nada tinggi.


Blue tidak bisa berbuat banyak karena Oliver tidak melakukan pembelaan sedikitpun. "Mari bertarung, jika kalah aku akan mundur. Namun jika aku menang, berikan kesempatan untuknya memilih."


"Sombong, kamu menantang ketua Guild Pentagon secara terbuka. Baiklah, mari kedalam arena, kita akan melakukan pertarungan terbuka!" kata Regina penuh percaya diri.


Sayangnya Blue menolak, dia hanya ingin bertarung secara tertutup. Hanya ada Oliver yang akan menyaksikan pertandingan mereka berdua.


Sampai di arena, Regina tidak menahan kekuatannya lagi. Dia juga tidak ragu untuk menggunakan peralatan terbaiknya, karena dia tahu bahwa lawannya bukan orang sembarangan.


Blue tidak merubah sedikitpun peralatannya, bahkan dia masih menggunakan pedang biasa yang bisa di beli di pandai besi terdekat.

__ADS_1


"Kamu meremehkan ku!" kata Regina memandang lawannya dengan serius. Dia menarik nafas panjang kemudian merubah ekspresinya menjadi sangat tenang.


Dalam sekejap Regina sudah berada di depan Blue yang belum bersiap. Ayunan pedangnya sangat tepat dan dipastikan akan mengenai lawannya.


Namun siapa sangka Blue masih bisa menahannya dengan gagang pedang. Pertarungan keduanya sangat seimbang, Regina mengeluarkan semua skill yang menurutnya baik digunakan. Sedangkan Blue hanya menggunakan Speed of Light dan Slash.


Walaupun hanya menggunakan dua ketrampilan, Blue bisa mengimbanginya Regina dengan kekuatan penuhnya. Hal itu membuat Oliver mulai bimbang dengan keputusannya.


"Siapa namamu?" tanya Regina penasaran dengan nama lawannya yang belum diketahui sejak tadi.


"Mengapa harus menyebutkan nama, mari bertarung dan tunjukkan kekuatan terbaikmu," jawab Blue dengan santai. Dia nampak sedang menahan kekuatannya.


Berbeda dengan Regina yang sudah mengeluarkan semua peralatan dan skill yang dia miliki. Tidak sampai disitu, semua ketrampilan pedangnya sudah digunakan. Namun masih belum memberikan kerusakan yang berarti.


Jelas lawannya sudah seorang yang mempunyai ketrampilan pedang di dunia nyata. Dia tidak pernah mengira ada monster tua sepertinya di Danau Putih.


"Baiklah, aku mempunyai penawaran untukmu. Guild Pentagon menginginkan jasamu, berapa yang harus kami bayar?" tanya Regina menghentikan pertarungan.


Blue menggelengkan kepala, "Aku tidak tertarik bergabung dengan guild yang mempunyai ketua dengan temperamen buruk."


Perkataan Blue tidak dapat menyinggung Regina yang telah banyak mendapatkan cacian dan makian banyak orang.


"Baiklah, mungkin hanya pertarungan sampai akhir yang kamu inginkan." Regina menggunakan Skill yang dapat meningkatkan 20% semua statusnya, sekarang Kelincahan mencapai 450 poin.


Tidak mungkin pemain biasa bisa mengimbanginya. Sayangnya dia memilih lawan yang salah, Blue memiliki lebih dari 500 poin Kelincahan tanpa menggunakan Skill. Jika dia menggunakan Langkah Cahaya, Kelincahannya mencapai 750.


Jelas perbedaan mereka sangat jauh, Blue sedikit membuatnya senang dengan memberikan beberapa serangan mempengaruhinya. Kemudian dengan ayunan pedang, Blue mengalahkan musuhnya sampai HPnya habis.


Di dalam arena kekalahan tidak akan mendapatkan hukuman apapun. Jadi ketika Regina kalah, dia akan langsung bangkit hanya dalam 10 detik.


Setelah bangkit, Blue tersenyum memandangnya. "Seperti perjanjian awal, biarkan dia memilih jalannya sendiri. Aku yakin dia akan sukses bila berada di tangan yang tepat."


Oliver yang selalu diam menarik nafas panjang dan berkata, "Maafkan aku sebelumnya, aku tidak tahu siapa kamu sebenarnya?"


Blue menjelaskan bahwa dia adalah orang yang ditugaskan untuk mencari bakat terpendam di Danau Putih. Tujuan sebarnya adalah merekrutnya untuk masuk kedalam guild khusus.


"Terima kasih telah jujur. Sebenarnya aku juga ingin hidup bebas, tetapi tanggung jawabku kepada ayah sangat berat. Jadi aku akan ikut Regina," katanya sambil tersenyum manis.


Dia tampak terpaksa tetapi itulah yang harus dia lakukan untuk mewujudkan mimpi ayahnya.


Blue yang tidak percaya dengan telinganya hanya bisa membelalakkan matanya. Dalam sekejap dia menenangkan pikirannya dan tersenyum tipis, meskipun tidak terlihat.


"Baiklah, itu adalah keputusanmu, aku tidak akan memaksamu. Namun jika berubah pikiran, temui aku di Fairy Dance penguasa Desa Koral." Blue berjalan pergi tanpa hasil.


Sebelum pergi, dia menunjukkan sebuah pisau yang memancarkan aura berwarna biru gelap. "Aku bisa mengembangkan bakat mu dengan maksimal, sayangnya kamu memilih jalan yang kurang tepat."

__ADS_1


__ADS_2