
Kotak skill yang belum dibuka keluar dari ruang penyimpanan, Arief memandang kotak berwana hitam dan mempunyai sisi biru.
"Semoga aku mendapatkan skill yang hebat," kata Arief. Sambil memejamkan matanya, dia menekan tombol buka untuk melihat skill yang di dapat.
Suara lotre terdengar sangat keras, entah kenapa pendengaran Arief menjadi sangat baik. Suara bel terdengar pelan, pemberitahuan sistem membuat Arief melompat kegirangan.
Sistem : Selamat pemain Blue berhasil mendapatkan skill Gelombang Kejut.
Gelombang Kejut
Tingkat : S
Level : 1 (0/100)
Pendinginan : 1 menit
Pemain harus melompat untuk mengaktifkan skill, setelah melompat dengan satu ayunan pedang bisa membuat 15 kali kerusakan serangan normal. Setelah menggunakan skill, pertahanan musuh akan berkurang 15% selama 10 detik.
Tidak mempunyai batas level.
Arief telah melihat seseorang menggunakan Skill Gelombang Kejut, dia telah menjadi top 5 Pendekar Pedang dimasa lalu. Sayangnya sekarang skill kebanggaannya ada di tangan Arief, entah kenapa dia merasa menghalangi seseorang untuk menjadi pemain terkenal.
Gelombang Kejut memberikan serangan 15 kali kerusakan normal, artinya sama dengan 1500%. Jelas itu adalah kerusakan yang lebih besar dari Ekstrim Blade jika dihitung dengan waktu pendinginan yang sangat cepat.
Tampa berpikir lebih lanjut, Arief mengalokasikan semua poin skillnya untuk Gelombang Kejut. Setelah menjadi mengalokasikan 300 poin status, Arief membuat Gelombang Kejut menjadi level 3.
Perbedaan mencolok terlihat di jumlah serangan yang mencapai 20 kali serangan normal, dan 20% pengurangan pertahanan musuh. Sedangkan waktu pendinginan hanya berkurang satu detik menjadi 59 detik.
Untuk menguji kegunaan ketrampilan terbarunya, Arief mengajak Yami dan Rafaela yang sangat lama tidak bergabung dengannya. Kali ini mereka akan menyerbu monster level 60, tujuannya tidak lain adalah inti monster.
Nama : Yami
Kelas : Pendekar Pedang (Unik)
Ras : Manusia (Tinggi)
Level : 45
Kekuatan : 490
Pertahanan : 320
Kelincahan : 402
Daya Tahan : 300
Kepintaran : 121
HP : 43.000
MP : 12.100
Skill :
- Tebasan Pembunuh (SSS)
- Tarian Pedang (SS)
- Triple Slash (S)
- All Sword (-)
Potensi : 200
Seperti biasa, status Yami sangat mengesankan. Sedangkan Rafaela juga tidak terlalu mencolok, tetapi kemampuannya penyembuhannya sangat mengesankan.
Arief, Raul, Bee, Yami, dan Rafaela berangkat bersama. Bisa dibilang Arief akan mencoba melawan bos level 60 sendirian, sudah waktunya dia mengejar ketertinggalan levelnya.
Gurun Sahara mempunyai banyak monster level tinggi, jadi tidak sulit untuk Arief menemukan bos lapangan.
__ADS_1
Kadal Gurun (Merah)
Level : 60
HP : 700 ribu
Tanpa ragu Arief berlari menuju bos bersama Yami dan Raul. Seperti biasa Bee hanya numpang menang sambil tiduran di kepala Rafaela. Arief tidak banyak berharap dengannya, jadi dia harus fokus untuk menyerang bos monster.
Sekitar 10 meter di depan Kadal Gurun, Arief melompat dan menggunakan ketrampilan gelombang kejut. 20 sayatan pedang membentuk sebuah gelombang menghantam monster 20 kali berturut-turut.
¬ Pemain Blue memberikan kerusakan - 1300 kerusakan kritikal. (20x)
Karena pertahanan bos monster menurun 20%, Yami dan Raul menyerang dengan kombinasi serangan yang indah. Memanfaatkan situasi, Arief langsung menggunakan Keseimbangan, Peningkat Raga, dan Ekstrim Blade.
Tidak sampai disitu, Rafaela menggunakan skill pendukung untuk meningkatkan kekuatan Arief, jadi kerusakan yang dihasilkan akan lebih maksimal.
Ratusan sayatan pedang muncul disebelah Arief, dia menerjang monster dengan ketrampilan kebanggaannya.
¬ Pemain Blue memberikan kerusakan - 3200 kerusakan kritikal. (20x)
Arief baru menyadari ternyata Ekstrim Blade juga menyerang 20 kali berturut-turut jika berhasil mendaratkan kemampuannya secara sempurna.
Hanya dengan dua serangan Arief, Kadal Gurun telah kehilangan 90 ribu HPnya. Sekarang memanfaatkan skill penguatan yang masih belum habis. Dengan kombinasi ayunan dua pedang dan skill, Arief menggunakan semua kemampuannya untuk mengalahkan bos secepat mungkin.
Setelah 2 menit berlalu, Arief berhasil mengalahkan monster dengan semua skill dan MP yang habis. Jelas Arief tidak menyimpan sedikitpun kartu di tangannya.
"Setelah sekian lama, baru pertama kali aku tidak mendapatkan inti monster. Setidaknya aku telah memecahkan rekor pengerebekan solo," gumam Arief melihat barang rampasan yang tidak sesuai keinginannya.
Karena daging Kadal harus dimasak, Arief tidak bisa memberikannya kepada Bee. Akhirnya dia memberikan dagingnya kepada Raul.
Tidak ada yang tahu mereka berburu dimana, karena peta yang mereka jelajah masih belum diketahui pemain biasa. Hal itu dikarenakan level monster yang cukup tinggi, setidaknya pemain harus berlevel 55 atau mereka akan langsung dikirim ke Rumah Kebangkitan.
Berbeda cerita dengan Blue yang memiliki statistik gila dan beberapa pendukung lainnya.
Setelah puas menikmati pertempuran, Arief sudah menyiapkan beberapa peralatan perang untuk meningkatkan levelnya sendiri. Untuk kali ini dia tidak mengajak siapapun, jadi pendapatan pengalaman akan lebih maksimal.
Dengan adanya Yami dan Raul yang memancing monster di segala arah, Arief dapat fokus mengendalikan Menara Petir dan Meriam Sihir Otomatis.
"Inilah alasan kenapa orang kaya selalu mendominasi di permainan apapun. Baiklah mari kita lihat statistik karakterku," kata Arief sambil tersenyum.
Nama : Blue
Kelas : Pendekar Pedang (Mistik)
Ras : Manusia Tingkat Tinggi
Profesi : All Role
- Pandai Besi (Mahir)(Pandai Besi yang Terlupakan)
- Arsitek (Mahir)
Level : 48 (2%)
Kekuatan : 500
Pertahanan : 133
Kelincahan : 507
Daya Tahan : 65
Kepintaran : 32
HP : 1200/3750
MP : 0/1620
"Dua hari menggiling dengan efektif sungguh menyenangkan. Aku berhasil meningkat 3 level hanya dengan 2 hari," gumam Arief melihat levelnya yang sudah menjadi 48.
__ADS_1
Perlu diketahui Arief mempunyai kelas yang sangat menuntut pengalaman. Jika kelas Epik membutuhkan 1, maka kelas Mistik membutuhkan 100.
Kalau saja Arief mempunyai kelas Epik atau bahkan langka, dia akan menjadi top level di seluruh Domain Dewa. Karena belum ada yang mengetahui trik meningkatkan level secara cepat, sedangkan Arief sudah sangat berpengalaman di kehidupan sebelumnya.
Yami dan Rafaela mengikuti sama seperti Arief. Karena pembaruan keempat belum dirilis, maka pengawal pribadi tidak bisa melebihi level pemain. Setelah perubahan keempat, npc bisa melebihi level tuannya.
Arief masih memiliki beberapa poin status, tetapi dia belum menyebarnya. Dia ingin menampung poin status untuk keadaan yang tidak menguntungkan.
Pertarungan tidak selalu datar, pasti ada gejolak yang membuat musuhnya menjadi lebih kuat. Hal itu dikarenakan mereka mengalokasikan semua poinnya yang telah ditampung.
Satu poin skill bisa saja menjadi penentu sebuah pertarungan, jadi Arief akan menyiapkan segala cara untuk mengamankan kemenangannya.
Suara panggil terdengar nada dering lagu Astuti.
Tegangan cinta tak dapat di hindar lagi
Kala ku coba menyapamu Astuti ~
"Sejak kapan nada dering mesin virtual ku menjadi sangat energik seperti ini," kata Arief dalam hati.
"Bos, masalah terjadi di rumah pelatihan. Beberapa preman mengajar Bondan dan membuat Dona pingsan. Katanya mereka dari Dominasi Dunia," kata Jessica sedikit panik.
Dia belum pernah menghadapi perkelahian secara langsung, jadi belum terlalu berpengalaman menghadapi situasi yang terjadi.
"Tenanglah, dimana Amelia?" tanya Arief dengan suara tenang. Dia ingin membuat Jessica menangani mendapatkan pengalaman bertarung di samping Amelia.
"Dia sedang pergi untuk mencari beberapa koneksi untuk mencari minuman konsentrasi kelas B. Semua perusahan yang bekerja sama dengan kita sudah memutuskan kontrak dan membayar berapa denda."
Jessica menjelaskan situasi mengerikan yang dialami Fairy Dance di dunia nyata. Inilah yang akan terjadi jika menjadi guild terkenal, banyak musuh yang akan menunggunya.
Alasan Arief tidak ingin tersorot dunia untuk alasan ini. Namun sekarang dia sudah menyiapkan beberapa langkah pencegahan.
Dia segera keluar mesin virtual dan menuju rumah latihan Fairy Dance. Setelah sampai di sana, semua anggota Fairy Dance tergeletak di tanah pingsan. Hanya Jessica yang belum bertarung sedikitpun.
Ternyata mereka adalah prajurit dari Pasukan Khusus, Arief bisa melihatnya dari cara berdiri dan pembentukan ototnya. Bisa dibilang mereka adalah musuh pasukan Garuda.
"Apa yang kalian inginkan?" tanya Arief berjalan dengan pijakan yang mantap.
Pandangannya seperti sebuah pedang yang sangat tajam. Pengendalian emosinya sangat sempurna, bahkan musuh di depannya tidak bisa melihat batas kekuatannya.
"Apa kamu ketua Fairy Dance?"
"Iya, aku ketua Fairy Dance. Apa yang coba kalian lakukan?" tanya Arief pelan. Dia tidak ingin menunjukkan nada permusuhan, karena menghadapi pasukan khusus sungguh merepotkan.
"Sangat muda. Aku hanya ingin menguji kekuatanmu di dunia nyata, Blue. Aku Reno, pengawal dari Shadow," jawabnya dengan tatapan tajam.
Reno adalah veteran pasukan khusus yang sudah pensiun. Dia mengalami cedera pada pergelangan tangan kanannya karena ledakan. Sehingga tidak dapat menggunakan tangan kanan dengan benar.
Arief tertawa keras, dia tidak menyangka ada orang yang memprovokasinya di dunia nyata. Walaupun tidak berpengalaman dalam pertarungan jalanan, Arief memiliki segudang pengalaman kompetisi nasional.
"Baiklah, mari mulai. Aku juga ingin tahu kekuatan dari pengawal pribadi Bos Shadow, Reno Si Tangan Satu. Apa sebaiknya kamu menggunakan pisau di pinggang?" kata Arief sambil tersenyum tipis.
Reno menggelengkan kepala. "Aku disini bukan untuk membunuh. Jangan khawatir pisau ini tidak akan keluar dari sabuknya," katanya.
Arief melirik Jessica yang berdiri terlihat sedikit ketakutan. "Jessica perhatikan dan pelajari pertarungan kita supaya kamu bisa menyelesaikan masalah serupa dengan mudah."
Dengan mengangkat kedua tangannya, Arief siap untuk menghadapi Reno dalam pertarungan tangan kosong. Tanpa menggunakan prana, dia berlari menuju musuhnya dan menguji reflek dan kekuatannya.
Pukulan pertama dilancarkan menggunakan tangan kirinya. Arief memperhatikan semua gestur tubuh musuhnya dengan teliti. Kesalahan pertama seorang petarung modern adalah menggunakan pakaian ketat.
Banyak orang yang menganggap baju ketat membuat pergerakan tubuh menjadi bebas. Namun untuk manusia yang memiliki penglihatan yang baik, kebiasaan itu menjadi titik kemenangannya. Arief adalah salah satu orang yang mengandalkan penglihatannya.
Pergerakan tubuh Reno sangat alami, dia menghindar dari pukulan cepat Arief dengan sangat mudah.
"Ayo tunjukkan kemampuan terbaikmu," kata Reno cemberut karena kecepatan Arief sangat rendah dimatanya.
Arief meningkatkan kecepatannya dan langsung mengenai pipi Reno dengan sangat mulus. Reno yang menerima pukulan sedikit terkejut.
Perubahan kecepatan Arief membuat Reno kewalahan. Untungnya dia mempunyai banyak pengalaman pertempuran, jadi dia bisa menyesuaikan diri dengan mudah.
__ADS_1
"Menarik, seperti inilah Blue yang aku kenal. Ayo tunjukkan semua kekuatanmu!" kata Reno dengan nada sombong. Dia mulai menyerang Arief dengan tangan kirinya, karena tangan kanannya tidak bisa digunakan secara maksimal.