
Regina yang baru bangkit melihat Blue memegang pisau kecil sedikit terkejut. "Prana," gumamnya pelan.
Perkataannya terdengar Blue yang sedang menggunakannya. Untungnya Regina adalah wanita yang logis, dia langsung berubah pikiran ketika melihat aura pisau lebih jelas.
Tidak mungkin menggunakan prana di sebuah senjata. Menurut pengetahuannya, prana secara otomatis keluar di seluruh tubuh. Sebagai manusia kita hanya bisa mengendalikan kekuatan prana tanpa bisa memfokuskan kepada satu objek.
"Kamu sudah bangkit, Regina. Sepertinya ini adalah kekalahan di sisiku, Oliver lebih memilih mengikuti mu untuk mengembangkan bakatnya," kata Blue sambil berjalan santai.
Regina yang merupakan orang pintar memanggil Blue, "Tunggu. Bisakah aku berbicara secara pribadi, ini terkait masalah ini."
Mereka berdua berbincang berdua di sebuah restoran VIP di Danau Putih.
"Sebenarnya aku merupakan kakak Oliver, Regina Oliver. Karena keadaan keluarga dimasa lalu, aku di berikan kepada keluarga kaya di kota." Regina menuangkan minuman di cangkir Blue yang masih kosong, kemudian menceritakan kisah pilunya ketika berumur 7 tahun.
Jamie Oliver tidak mengetahui kebenarannya, karena waktu itu dia masih di dalam kandungan. Kala itu hujan lebat dicampur dengan petir yang bergemuruh.
Keluarga Oliver yang kelaparan berteduh disebuah halte bus. Mereka membawa barang-barang Regina yang akan diadopsi oleh pasangan kaya di kota.
Namun Regina yang masih berumur 7 tahun belum terlalu mengerti. Dia hanya memandang kedua orang tuanya dengan penuh kasih sayang.
Sebuah mobil mewah menjemput mereka bertiga bersama Jamie Oliver yang masih berada di kandungan. Setelah sampai di rumah pasangan kaya itu, Regina ditinggal dengan beberapa mainannya.
Kedua orang tuanya berbohong bahwa Regina hanya dititipkan kepada bibinya. Mereka juga berpesan untuk memanggil bibinya dengan ibu dan pamannya ayah.
Setelah menunggu satu hari ... satu minggu ... satu bulan ... satu tahun. Mereka tidak kunjung kembali menjemput Regina.
Di ulang tahunnya ke 9, Regina memutuskan untuk menjadi orang hebat sebelum mencari kedua orang tuanya.
Ketika umurnya 10 tahun, dia sudah mulai belajar berdagang. Tidak lupa dia selalu melatih fisiknya supaya tidak menjadi orang yang mudah dilecehkan.
Tidak ada yang tertarik pada Regina karena dia wanita tomboi. Disekolah dia sering berkelahi dengan murid laki-laki, dan keluar sebagai pemenang. Kenakalannya memuncak ketika dia mengajar 12 laki-laki karena mengatakan dia adalah anak pungut.
Mereka tidak tahu bahwa dia juga ingin seperti anak biasanya, tetapi kedua orang tuanya tidak kunjung datang. Untungnya ada ayah dan ibu angkatnya yang selalu mendukungnya.
Hingga akhirnya ketika berumur 18 tahun, dia mulai usaha dan didukung oleh banyak jaringan ayahnya. Kekayaannya semakin berlimpah dan bisa membeli apapun yang dia inginkan.
Kemudian dia membuka buku cita-cita yang pernah dia tulis ketika bersama ayah kandungnya. Disitu tertulis bahwa dia akan melindungi adiknya dengan sepenuh hati.
Dia menutup bukunya dan mencari keberadaan keluarga kandungnya, hanya dalam beberapa hari Regina telah menemukan keluarganya.
Ibunya telah meninggal setelah melahirkan Jamie Oliver, sedangkan ayahnya baru saja kecelakaan ketika pulang kerja.
Ayahnya gila akan uang karena dia sangat menyesal telah memberikan anak pertamanya kepada orang lain. Namun sesuai perjanjian, mereka tidak akan muncul di depan Regina apapun yang terjadi.
__ADS_1
Setelah mengetahui keadaan adiknya, Regina mencoba menolongnya. Dengan kasih sayang seorang kakak, dia berhasil membuat Jamie Oliver menjadi pria sekarang.
"Aku harap kamu mengerti. Mungkin kamu lebih hebat dalam mengembangkan bakatnya, tetapi aku lebih membutuhkannya," kata Regina pelan.
Blue yang baru mengetahui kisah itu terdiam. Dia tidak pernah membayangkan kejamnya dunia telah menimpa mereka berdua sampai segitunya.
"Baiklah, aku mengerti maksudmu. Namun jika kamu siap untuk melepaskan Oliver, Fairy Dance akan selalu membuka pintunya," kata Blue sambil berdiri.
Dia pergi keluar restoran, dia melihat Oliver yang menundukkan kepalanya kepada Blue yang melewatinya. "Jangan menyerah, aku yakin suatu saat kamu akan menjadi orang yang hebat," kata Blue sambil berjalan tanpa menghentikan langkah kakinya.
Awalnya dia ingin memberikan Pisau Masak kepadanya, tetapi tidak jadi melakukannya karena dia ingin melihat jalan yang lebih baik untuk Oliver.
Blue hanya bisa berharap kehidupan mereka berdua lebih baik dari sebelumnya. Dia bukan orang yang suka berbagi tanpa sebab, bisa saja suatu hari ada seseorang yang lebih pantas mendapatkannya. Ditambah Oliver bukan bagian dari Fairy Dance, jadi tidak ada kewajiban baginya untuk memberikan Pisau Masak.
Suara panggilan video terdengar, orang yang menghubunginya tidak lain adalah Jessica.
"Iya, Jessica. Ada apa?" tanya Blue.
"Rori mendatangi kita untuk meminta bantuan. Guild Blade Armor mengalami beberapa gesekan dengan sebuah guild bernama Pentagon."
"Baiklah, aku akan sampai setelah 5 menit." Baru saja Blue bertemu ketua Guild Pentagon, sekarang mereka memiliki sedikit perselisihan.
Dengan menggunakan ketrampilan Gate, Blue sampai dalam sekejap. Kemudian dia membaca beberapa berita di forum tentang permasalahan Blade Armor dan Pentagon.
Mereka terlibat baku hantam setelah salah satu anggota Pentagon dibunuh tanpa sebab oleh Blade Armor. Padahal kejadian sebenarnya sebaliknya, anggota Blade Armor yang sedang disergap.
Dalang di belakang mereka semua tidak lain adalah Yohan yang berhasil menyewa beberapa orang Pentagon untuk membuat kerusuhan di Danau Putih. Regina turun kelapangan untuk melihat situasi karena Blade Armor bersikeras membuat perhitungan.
Regina dan pasukan inti membuat persiapan matang dan menyerang salah satu desa kekuasaan Blade Armor. Peperangan terjadi beberapa kali, Yohan yang melihat terlihat senang.
Dia sudah mengetahui bahwa Blade Armor memiliki hubungan yang cukup baik dengan Fairy Dance. Untuk membuat Fairy Dance memiliki banyak musuh, dia merencanakan beberapa cara licik.
Keberadaan Scroll Kehidupan adalah alasan utama Yohan mempersiapkan segala sesuatu menjadi seperti ini.
Blue yang melihat kesempatan besar sedang menunggunya tersenyum lebar. "Terima kasih, Yohan. Kamu telah mendorong banyak bakat terpendam padaku!."
Blue sampai di restoran desa koral tanpa menggunakan topeng. Dia melihat Rori, David, Roni, dan Martin duduk di kursi sambil menyantap makanan.
"Maaf, sedikit terlambat. Ada beberapa masalah sepele yang harus aku selesaikan," kata Blue dengan nada sopan.
Rori menjelaskan situasi terkini tentang Blade Armor, dia tidak mau semua anggotanya kehilangan pekerjaan karena tekanan dari Pentagon. Setidaknya sudah ada 5000 pemain yang telah memutuskan kontrak dan membayar beberapa denda.
Sedangkan beberapa pemain yang tidak mempunyai uang hanya bisa menunggu Rori menyelesaikan krisis yang dialami Blade Armor. Mereka terus terbunuh, bahkan beberapa ada yang sudah menjadi level 20.
__ADS_1
Rumah Kebangkitan Danau Putih sudah di blokir oleh pasukan Pentagon yang sangat marah. Mereka akan terus membunuh anggota Blade Armor.
Di samping itu, keuangan Blade Armor sudah tidak tertolong. Rori memiliki hutang 950 juta untuk mempertahankan guild untuk sementara.
Jumlah itu bukan uang yang bisa ditanggung oleh pemain biasa. Jelas Rori sangat berani mengambil resiko. Melihat perjuangannya, 2400 anggota tidak mau mengundurkan diri.
Mereka semua siap bertarung bahkan hingga levelnya menjadi 1. Namun Rori memerintahkan semua anggota Blade Armor yang ada di Rumah Kebangkitan untuk tetap diam.
Dia berjanji akan membawa pertolongan dan mengembalikan keadaan seperti semula. Rori sudah meminta tolong kepada penguasa Danau Putih, Galaxy Star. Namun berakhir dengan penolakan.
Rori menebalkan wajahnya dan mencoba meminta kerja sama Shadow, tetapi sebelum Juna menemuinya langsung diusir oleh penjaga.
Semua guild besar lainnya sudah dikunjungi, tetapi tidak satupun yang mau menawarkan bantuan. Bahkan Rori sudah menawarkan 60% sahamnya kepada publik.
Jelas publik tidak bodoh, mereka tidak akan membeli barang yang sebentar lagi akan rusak. Namun Blue melihat kesempatan emas di depan matanya.
"Sejujurnya Fairy Dance tidak lebih kuat dari Pentagon, tetapi aku memiliki tawaran lain yang mungkin membuatmu tertarik."
Dia tertarik dengan Blade Armor, karena itu Blue ingin membeli semua guild dengan harga 100 juta. Namun setelah dia beli, mereka semua akan membubarkan diri dan bergabung dengan Fairy Dance.
Sedangkan untuk pengurusan desa kekuasaan akan sepenuhnya dilimpahkan kepada Fairy Dance. Tidak akan ada pertempuran lebih lanjut jika Blade Armor sudah bubar. Semua anggota setia Blade Armor juga tidak akan kehilangan pekerjaan.
Mungkin nilai yang ditawarkan sangat rendah, bahkan Rori tidak bisa menutupi hutangnya. Dia merenung memikirkan tawaran Blue.
"Aku tidak akan memaksamu, tetapi jangan pernah berpikir hutang 950 juta kredit itu besar. Kamu bisa mengembalikannya dalam 1 tahun jika bergabung dengan Fairy Dance, percayalah."
Blue memberikan kata-kata manis untuk merekrut semua anggota Blade Armor yang setia kepada Rori. Dia percaya dengan sedikit bimbingan dan sumber daya, mereka semua akan bangkit.
Rori juga seorang pemimpin yang sangat hebat, sudah jelas banyak guild menginginkannya. Blue yang melihat kesusahannya memberikan solusi terbaik yang bisa dia ambil.
"Seberapa yakin kamu bisa menghentikan Pentagon?" tanya Rori dengan wajah serius. Dia harus segera menyelamatkan anggota yang setia padanya.
Blue tersenyum manis, Rori sudah memakan umpannya. "Aku mempunyai sedikit pertemanan dengan ketua mereka. Sedangkan untuk menghentikannya, aku mempunyai keyakinan 50%."
Walaupun Blue sudah bertemu dengan Regina, dia masih belum bisa memastikan sifatnya dalam memimpin kelompok. Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, Fairy Dance akan menggunakan segala cara untuk menyelamatkan anggotanya.
Jessica dan Amelia saling memandang, mereka tidak pernah melihat Blue bertemu dengan ketua Pentagon. Mereka menganggap bahwa Bosnya sedang berbohong untuk merekrut semua kekuatan Blade Armor yang tersisa.
Tidak hanya Jessica dan Amelia yang kebingungan. Rori juga tidak menyangka bahwa jaringan Fairy Dance tidak sekecil yang dia kira. Karena menganggap Fairy Dance guild kecil, makanya Rori mengunjunginya paling akhir.
"Aku secara pribadi akan bergabung dengan Fairy Dance, tetapi biarkan semua anggota Blade Armor menentukan pilihannya," kata Rori tidak punya pilihan lain. Dia harus memanfaatkan kesempatan sekecil apapun.
David, Toni, dan Martin juga mengikuti jejaknya. Mereka sudah menganggap Rori sebagai ibu pengayom mereka semua.
__ADS_1
Perlu diketahui Rori adalah wanita cantik berusia 27 tahun. Dia belum menikah karena fokus mengejar karier. Sebagai anak tertua, Rori menjadi tulang punggung keluarga.