
Pergerakan musuh tidak teratur, tetapi pasukan bantuan Demon Slayer berhasil menstabilkan pergerakan mereka.
Blue melihat medan perang yang semakin panas. "Anggota Fairy Dance terdesak, kita tidak bisa terus menahan mereka di luar benteng."
Zaha yang duduk di kursi sebelah memberikan pendapat. "Menara Sihir masih bisa menahan mereka beberapa menit lagi, aku menyarankan untuk menunggu semuanya hancur."
"Aku juga berpikir begitu, tetapi pasukan Chen Yu sedikit lebih maju. Bagaimana kalau memukulnya sedikit keras?"
"Aku setuju, walaupun banyak ranjau pasti para pemain bisa selamat karena adanya penyembuh dibelakang."
Zaha dan Blue membahas strategi perang. Blue segera menuju medan perang lagi, HPnya sudah penuh tanpa mengkonsumsi ramuan. Zaha akan mengendalikan beberapa golem ke arah utara. Sebagai seorang penyihir hitam, ia mempunyai beberapa teknik pemanggilan.
Blue naik di atas golem menghampiri Chen Yu yang bersusah payah mengendalikan pasukan besar Demon Slayer. Berbeda dengannya yang menyerahkan semua komando pada ketua tim. Itulah alasan mengapa Blue sangat bebas bergerak.
Teknik perang seperti ini hanya bisa dilakukan dalam permainan karena mempunyai fitur pesan instan. Jika di dunia nyata pasti banyak penyadapan yang terjadi, sedangkan dalam dunia game sangat aman.
"Ketua Chen sepertinya anda sangat sibuk." Blue muncul di kerumunan musuh dengan santai.
Bukannya senang, Chen Yu sedikit mengerutkan kening karena bingung. Seseorang menerobos lautan musuh dengan sangat santai.
"Ah, ketua Blue datang lagi. Aku pikir anda bersembunyi seperti seekor tikus."
"Haha, sebenarnya aku takut kalah. Makanya tadi sempat mundur untuk memulihkan diri, ditambah lagi sisi barat dan timur di gempur pasukan musuh."
"Sepertinya anda sudah melihat niatku, jadi apa yang bisa anda lakukan?"
"Sederhana, tinggal hancurkan mereka semua."
"Anda sungguh percaya diri, tapi pasukan Demon Slayer kali ini sedikit berbeda. Aku yakin anda akan terkejut melihatnya."
Blue masih tersenyum, ia tidak menyebutkan selatan karena ia yakin bisa menang dengan mudah karena Rayman mengirimkan bantuannya.
Sudah kita ketahui, Singa Langit benar-benar sangat kuat. Ketua Singa Langit melihat kesempatan untuk membantu guild Fairy Dance. Ia berharap hubungannya semakin erat dan Fairy Dance akan membagi beberapa informasi penting.
"Ah, aku lupa menyebutkannya. Pasukan Demon Slayer yang mencoba mengepung pulau Karang sudah diatasi. Jadi ancaman tadi bukan itu, Kan?"
Blue menyulut api kemarahan Chen Yu, ia sengaja mengatakannya untuk menekan psikologi lawan. Namun Chen Yu bukan bocah bau kencur, kemampuannya melihat situasi benar-benar sangat baik.
__ADS_1
"Sial, jadi mereka gagal."
Chen Yu malu untuk mengatakannya, gertakan sebelumnya memanglah itu. Namun siapa yang menyangka armada laut Fairy Dance yang dipimpin Buana sangat kuat.
Terlebih lagi banyak penduduk pribumi yang bisa merubah gelombang air laut. Hal itu membuat semua armada Demon Slayer kesulitan mendekati tembok pertahanan pulau karang.
"Anda memang sangat hebat, Ketua Blue. Namun kejutan lainnya sudah aku siapkan." Chen Yu menunjuk langit, seorang Raja Iblis muncul di langit.
Walaupun hanya Raja Iblis tingkat 1, Chen Yu sangat percaya diri dengan kekuatannya. Blue malah tertawa keras melihat Chen Yu memanggil Raja Iblis.
"Haha, Ketua Chen anda ternyata tidak sepintar yang aku bayangkan!" teriak Blue sambil tertawa keras.
Chen Yu tidak menanggapi, ia langsung memberikan permohonan untuk menghancurkan semua dinding Fairy Dance.
Sebuah cahaya kuning menghadang serangan Raja Iblis yang dibawa Chen Yu. Wajahnya sangat tampan dan tatapannya sangat tenang.
Blue melihat pahlawan yang datang hanya bisa tersenyum kecut. "Raphael masih penasaran dengan keberadaan Buku Neraka."
Pahlawan super yang datang tidak lain adalah Raphael. Levelnya sekarang lebih dari 1100, Blue tidak bisa melihat kepastiannya karena matanya hanya bisa mengindentifikasi Dewa tingkat rendah. Sedangkan Raphael sudah setara dengan Dewa tingkat menengah.
Anehnya ia masih belum berniat menjadi Dewa dan terus berkelana mencari Buku Neraka. Sungguh malang nasibnya karena Buku Neraka tidak akan pernah ditemukan.
"Iblis rendahan, beraninya kau mengusikku!" ucap Raphael sambil mengayunkan tangannya.
Iblis yang perkasa dan menakutkan berhasil dibelah hanya dengan ayunan tangan. Inilah bukti kekuatan Raphael yang ditakuti Dewa.
Raphael menatap Blue yang terlihat percaya diri. Dalam sekejap ia langsung muncul di depannya. "Anak muda, kita bertemu lagi. Sungguh takdir yang sangat misterius."
"Tuan pahlawan, maafkan keterlambatan saya sebelumnya. Aku benar-benar tidak tahu anda adalah pahlawan." Blue membungkukkan badan.
"Haha, aku suka pada pria sepertimu." Raphael menyentuh dahi Blue untuk memberikan segel pahlawan padanya. Namun siapa yang menyangka segelnya langsung di tolak.
Dengan wajah terkejut, Raphael bertanya, "Siapa yang memberimu segel iblis itu?"
"Aku tidak tahu, tapi aku pernah ditangkap Raja Iblis dan berakhir di pertarungan bawah tanah." Blue sedikit membelokkan fakta karena Raphael akan curiga dia tidak kehilangan ingatan.
Raphael menatap matanya, ia menggunakan keterampilan untuk melihat kebohongan. Namun ia tidak menemukan sedikitpun kebohongan, Blue benar-benar diculik dan masuk ke pertarungan bawah tanah.
__ADS_1
"Sial, seharusnya aku menggunakan segel jiwa waktu itu."
Chen Yu tampak sangat terkejut melihat Blue sedikit akrab dengan pahlawan tingkat tinggi. Tanpa sadar ia mundur beberapa langkah dan langsung mengirimkan pesan pada seluruh anggota Demon Slayer.
"Mundur!"
Ye Mo tidak melihat pesan yang diterima, ia masih beradu pedang dengan Leon. Emosinya yang kurang stabil membuat Leon terus memberikan kerusakan.
Salju yang melindungi gerbang timur tidak tinggal diam, ia segera menyuruh semua pasukannya untuk membunuh semua pemain Demon Slayer.
Buana yang sudah tidak bisa menahan diri, ia langsung menjatuhkan semua bom yang dia buat dengan ribuan emas.
Raphael melihat semua pemain kabur, ia melihat Blue dengan senyum tipis. "Kau berhasil memanfaatkan kehadiranku, setelah ini aku tidak akan ikut campur."
Chen Yu yang mendengar perkataan Raphael langsung merubah keputusannya. Ia menyuruh semua pemain menerobos dinding pertahanan Fairy Dance.
Menara Sihir terus menembak hingga bahan bakarnya habis. Para pemain Demon Slayer bisa menghancurkannya dengan mudah.
Salju yang terlalu gegabah langsung terkena serangan telak. Lebih dari 30% kekuatan pasukannya telah hilang. Disisi lain, musuhnya masih memiliki pasukan yang sangat banyak.
"Mundur teratur!" teriak Salju memberikan perintah, ia ingin mundur perlahan untuk memaksimalkan kegunaan pemain depan dan guardian.
Buana yang gegabah menjatuhkan semua bom mulai panik, ia langsung menyuruh semua perahu terbangnya menepi.
Dona dan Bondan sudah terkena serangan telak hingga di kirim ke Rumah Kebangkitan. Mereka kehilangan level yang cukup banyak karena ini adalah guild war resmi. Dona kehilangan 2 level, sedangkan Bondan kehilangan 3 .
Bukannya takut, mereka langsung kembali ke medan perang dan mencoba membawa banyak pemain ke Rumah Kebangkitan.
Bima berhasil menahan Chen Rong dengan sangat baik, mereka bertarung seimbang. Leon dan Ye Mo juga sama, bedanya Leon hanya bertahan sedangkan Ye Mo sebagai penyerang aktif.
Blue mendatangi Chen Yu. "Ketua Chen, bagaimana jika kita menyelesaikannya sampai sini saja?"
"Tampaknya kau sudah mulai panik, Ketua Blue."
"Kita berdua mengalami banyak kerugian, jadi mari kita berdamai dan meninggalkan semua permusuhan?"
Blue tempak tenang ketika mengatakannya, ia sebenarnya bisa memenangkan perang. Namun ia punya rencana lain untuk bekerja sama dengan Demon Slayer karena bisa mengundang Raja Iblis.
__ADS_1
"Haha, jangan mimpi Ketua Blue."
"Huh, kau akan menyesalinya." Blue melangkahkan kakinya.