
Arief duduk dengan tenang di kursi yang sudah dipersiapkan. Namun siapa yang menyangka, Juna dan Reno menghampirinya.
"Salam, Ketua Fairy Dance. Mungkin kamu belum mengenalku, aku Juna petinggi guild Shadow." Juna mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
Sebagai tamu yang baik, Arief tidak bisa mengabaikan orang lain. Dia berdiri dan menjabat tangannya, walaupun Juna sangat licik dia tetaplah manusia yang perlu dihormati.
"Sungguh terhormat bisa bertemu langsung bos dari Shadow," jawab Arief dengan senyum tipis di bibirnya.
Juna berpakaian rapi dengan stelan jas hitam serta dasi kupu-kupu berwarna merah. Sepatu yang mengkilap tampak sangat mahal, ditambah dengan jam tangan yang menyaingi pemimpin Kota Bandar.
Sungguh menampilkan yang mewah, tetapi Arief harus mengakui Juna adalah pria yang tampan dengan tinggi 177 centimeter ditambah lengan yang kekar membuatnya tampak mempesona.
Rambutnya yang disisi kebelakang serta anting berbentuk plus menggantung di telinga kirinya. Jarinya pun terdapat 3 cincin berlapis berlian yang harganya lebih mahal dari jam tangannya.
Bagaimana Arief bisa mengetahui semua harga tersebut, karena dia juga punya di kehidupan sebelumnya. Namun sekarang dia tidak memiliki waktu untuk berbelanja, Arief terlalu fokus bermain Domain Dewa.
Walaupun sudah fokus, dia masih belum bisa mengimbangi level semua orang. Kelasnya yang menyusahkan membuatnya tertinggal jauh, terapi Arief selalu bersyukur dengan pencapaiannya sekarang.
"Anda terlalu memuji, kemampuanmu dalam mengendalikan anggota Fairy Dance sangatlah bagus. Aku harus mengakui itu," kata Juna dengan senyum tipis di bibirnya.
Arief menggelengkan kepala. "Sebenarnya aku tidak pernah mengendalikan mereka, lebih tepatnya aku hanya membatasi mana yang boleh dan tidak."
Keduanya saling menatap tajam, mereka berdua sedang membaca pikiran satu sama lain. Bisa dibilang Juna dan Arief adalah sepasang guru dan murid.
Pasalnya Arief belajar banyak dari Juna khususnya tentang menghadapi lawan dengan kepala dingin. Seperti situasi sekarang ini, perlu diketahui Juna kehilangan miliaran kredit ketika melawan Fairy Dance. Namun lihatlah, dia sangat tenang dan masih bisa tersenyum.
Itulah keahlian Juna yang patut untuk dipelajari. Arief juga menerapkan itu, keduanya saling tersenyum dan menganggukkan kepala.
"Mungkin cara kita memimpin sedikit berbeda, tetapi setelah melihatmu langsung. Aku menyimpulkan bahwa kita tidak jauh berbeda," kata Juna sudah mendapatkan gambaran sifat Arief.
Begitu juga Arief yang sudah mengetahui Juna sampai ke akarnya, karena dia sudah 15 tahun bersama Juna di Shadow pada kehidupan sebelumnya.
"Aku yakin semua orang di dalam ruangan ini tidak jauh berbeda, tetapi aku percaya diri dengan kemampuanku memimpin guild. Mari kita buktikan di pertandingan kota ini, Fairy Dance akan mengambil 3 tempat untuk mewakili Kota Bandar," kata Arief penuh percaya diri.
Juna menggelengkan kepala pelan sambil tersenyum tipis. "Kamu terlalu percaya diri, jangan mengira Kota Bandar hanya milik Shadow dan Fairy Dance. Karena kekuatanmu terlalu besar, beberapa orang hebat telah membangun guild di sini," katanya.
"Aku sudah mengetahui hal tersebut, tetapi mereka masih belum pantas untuk bersanding dengan Shadow dan Fairy Dance, Kan?" tanya Arief pelan.
__ADS_1
Juna tertawa kecil, dia menganggap perkataan Arief cukup lucu. "Kamu benar, terapi aku memiliki beberapa proposal kerja sama. Maukah kamu mendengarnya?" tanyanya pelan.
Sebenarnya Arief tidak ingin menerima permintaan Juna, tetapi Pemimpin Kota Bandar sudah memperingatkan ada orang yang sedang mengincarnya.
Dia yakin Juna bukan orang itu, hal itu didukung oleh matanya yang tidak dapat memancarkan kebohongan.
Berlari sambil bersembunyi di balik orang lain bukanlah teknik yang jelek.
"Baiklah, bagaimana jika makan di restoran dekat Fairy Dance. Kami adalah pengembangnya, aku juga ingin mendengar tanggapan ketua Shadow tentang restoran kami," kata Arief memberikan isyarat untuk berjalan duluan.
"Sebuah kehormatan bisa makan di restoran mewah milik Fairy Dance, baiklah aku memiliki 25 orang bersamaku, tolong siapkan untuk semua orang."
"Tentu, kami akan menyiapkan semua orang termasuk supir dan beberapa pengawal anda," kata Arief. Kemudian dia memberikan isyarat pada Jessica untuk melakukan persiapan.
Oliver yang mendapat pesan langsung menggunakan pisau yang diberikan Arief. Pisau itu adalah peninggalan ibunya di kedai, walaupun tidak mahal, tetapi Arief sudah mengasahnya dan menyuntikkan prana supaya lebih tajam.
Walaupun di Domain Dewa masih belum mahir memasak, di dunia nyata Oliver sangat pandai dalam mengendalikan pisau dan memasak hidangan lezat.
Di tambah, pencerahan yang ditunjukkan Arief. Sekarang Oliver menjadi Koki di Markas Fairy Dance. Sayangnya Argya tidak ingin datang ke Markas Fairy Dance, mungkin saja dia mempunyai beberapa kepentingan.
Arief memimpin jalan, mereka menuju restoran terbaru yang sedang dikembangkan Fairy Dance. Letaknya tidka terlalu jauh dari Markas Besar, kira-kira hanya berjarak 1 kilometer.
Karena Arief dan ketiga rekannya sedang bersama Juna, jelas musuh yang mengintai tidak akan berani menyerang. Bukan karena takut Juna, tetapi pekerjaannya tidak akan bersih jika ada saksi mata.
Walaupun Arief tidak pernah membunuh atau melakukan kejahatan secara langsung, dia sudah mengalami situasi ini ratusan kali di kehidupan sebelumnya.
Kehadiran Juna dan rombongan Shadow dimanfaatkan dengan baik. Bahkan jika para pengintai tersebut menyerang, Shadow akan langsung menjadi tersangka.
Jadi secara otomatis Juna dan rekan-rekannya harus membantu Arief. Mungkin terlihat bodoh membantu musuhnya, tetapi jika tidak membantu Juna akan mendapat masalah yang besar.
Dengan 25 orang tambahan, Arief percaya pengintai tidak akan berani melakukan serangan. Terbukti mereka tidka menyerang hingga rombongan sampai di restoran.
8 pelayan menyambut kedatangan semua rombongan, mereka menggunakan seragam berwarna hitam mengkilat dengan dasi putih. Yang pasti semuanya adalah seorang wanita cantik.
Jessica memimpin jalan menuju ruang khusus yang dipergunakan untuk para petinggi Fairy Dance. Harga sewa ruangan bisa berkisar 20 ribu kredit perjam.
Harga menu yang disajikan juga tidak main, setidaknya semua menu mempunyai harga 4 digit. Sungguh hidangan yang sangat mewah, semua biasa akan ditanggung Fairy Dance.
__ADS_1
Jadi semua orang Shadow akan makan sepuasnya, bahkan pengawal dan sopirnya.
"Terima kasih penyambutannya, Ketua Fairy Dance kalah. Namun kedatanganku ke sini bukan hanya makan, tetapi karena ada sebuah bisnis," kata Juna sambil menyodorkan sebuah kertas.
Arief mengambil dan membacanya sekilas, dia langsung mengerti apa maksud Juna memberikan proposal kerja sama. Tujuannya tidak lain adalah memenangkan kompetisi di Kota Bandar.
Mereka ingin Fairy Dance mengalah dan membiarkan Shadow ikut mewakili Kota Bandar. Imbalan yang diberitakan Shadow juga tidak main-main, mereka memberikan sebuah pulau siap huni serta benteng yang sudah rampung.
Arief mengetahui pula itu nantinya akan menjadi salah satu pusat perdagangan dunia yang direbut dari tangan Shadow. Guild yang merebutnya tidak lain adalah Singa Langit.
"Mengapa kamu melakukannya sampai sejauh ini?" tanya Arief sedikit penasaran dengan pemikiran Juna.
"Kita semua tahu kemampuan Fairy Dance dalam mengembangkan bakat, terapi kompetisi ini sangat penting untuk kami," jawab Juna dengan ekspresi serius.
Alasannya bisa dipahami dengan baik, jika Shadow tidak dapat menjuarai kompetisi antar kota, maka namanya akan jatuh dan para calon anggota akan langsung pergi.
Arief memikirkan keuntungan dan kerugian yang didapatkan. Jika dia menerima tawarannya maka Fairy Dance akan memiliki sebuah pulau yang akan menjadi pusat perdagangan.
Keuntungannya jelas sangat besar, tetapi disisi lain dia ingin semua anggotanya memiliki lawan yang sepadan dan memulai karirnya di dunia profesional.
"Kamu terlalu memuji, Fairy Dance tidak sehebat yang kalian bayangkan. Sebenarnya kamu hanya mencoba sekuat tenaga dan bekerja keras," kata Arief tenang.
Sebenarnya dia sedang berpikir keras tentang tawaran Juna. Namun jika menerima pasti anggotanya akan dirugikan.
"Aku sudah kalah beberapa kali denganmu, jelas saja Fairy Dance adalah guild monster yang masih berjongkok," kata Juna dengan senyum tipis di bibirnya.
Sebelum menjawab, Arief menoleh kearah Jessica. Dia melihat Jessica menganggukkan kepalanya menandakan persetujuan, sebaiknya ketika menghadap Amelia, dia menggelengkan kepala tidak setuju.
Sekarang tinggal Arief yang harus menentukan arah dari Fairy Dance, menjadi guild terkuat di Domain Dewa atau menjadi terkenal di dunia nyata.
"Bisakah aku memberikan jawabannya esok hari, pasalnya semua ini menyangkut tentang guild. Jujur saja aku tergiur dengan tawaran yang kalian berak, tetapi pulau itu sangat rawan," kata Arief pelan.
Juna menggelengkan kepala. "Pulau itu sangat bagus, bahkan tidak ada pulau lain disekitarnya. Kamu Shadow memilikinya dari pertemuan tidak sengaja," katanya.
Arief tidak melihat kebohongan dari matanya, jelas Juna tidak berbohong.
"Mungkin sekarang sangat bagus, setidaknya pulau itu akan menjadi rebutan guild besar beberapa tahun lagi," kata Arief memberikan sedikit bocoran tentang masa depan.
__ADS_1