
Arief menjadi pemain merah dalam 3 hari, jadi dia tidak boleh mati karena akan sangat merugikan.
Tulisan berwarna merah pada nama pemain tidak dapat disamarkan. Jadi Arief tidak bisa berkeliaran bebas di Desa maupun Kota.
Dia teringat sebuah misi yang memberikan hadiah skill khusus. Untuk mendapatkannya, pemain harus melewati sebuah ujian dari penduduk pribumi.
Bahkan ada seseorang yang berhasil mendapatkan skill kelas A yang sangat bermanfaat untuk pengepungan monster.
Skill itu dinamakan Rock Star, ia dapat mengunci kaki monster tanpa menggunakan MP. Anehnya pemain yang mendapatkan skill itu adalah seorang pendekar pedang tunggal.
Skill memiliki 6 tingkatan yaitu E, D, C, B, A, dan S. Skill yang diberikan sistem hanya kelas E sampai C.
Blade Dance skill andalan Arief hanya berada di kelas C. Namun sudah menjadi andalannya, tidak dapat dibayangkan betapa berguna skill kelas A.
Arief berjalan menuju pedesaan bagian timur Kota Danau Putih. Dia mencari seorang pria bernama Ramiro.
"Paman, saya ingin mendapat makanan," kata Arief dengan sopan santun.
"Baiklah, Nak. Pergilah ke belakang, di sana akan ada ujian yang menantimu!"
Arief berjalan menuju pintu, setelah menginjakkan kakinya dia langsung dipindahkan ke sebuah ruangan penuh monster sesuai levelnya.
Karena Arief adalah seorang pendekar pedang ganda, dia memilih monster dengan kecepatan yang rendah.
2 monster Gajah mengepung Arief. Sebelum melakukan gerakan, monster Gajah tidak akan bergerak.
Jadi pemain dapat menekan tombol keluar jika merasa tidak dapat mengalahkan monster.
Banyak pemain telah kehabisan levelnya di ujian ini karena setiap kematian akan menghilangkan 3 level sekaligus. Tidak ada perbedaan antara pemain putih dan pemain merah.
"Aku harus berhati-hati!" gumam Arief melihat 2 monster masih berdiam diri tidak bergerak.
Arief memulai langkahnya dengan melesat kearah kanan, untuk menyerang monster sebelah kanan dahulu.
"Serangan Menubruk!" kata Arief menyebutkan nama skillnya.
Dengan menabrakkan badannya ke monster, Arief memberikan kerusakan yang cukup besar.
¬ Pemain Blue memberikan kerusakan - 2500.
Arief sudah mengetahui bahwa trik serangan kritikal tidak akan efektif di ujian skill.
Ketika menggunakan skill, biasanya pemain akan berhenti untuk menstabilkan pijakan kemudian baru bisa menggunakan skill selanjutnya.
Setelah menggunakan Skill Serangan Menubruk, Arief langsung membalik badannya dan menggunakan Slash.
¬ Pemain Blue memberikan kerusakan - 1700.
"Bagus, sepertinya trik skill sudah bisa digunakan."
__ADS_1
Akhirnya Arief mengalahkan 2 monster Gajah dalam waktu 1 menit 10 detik.
Sistem : Selamat pemain Blue telah menyelesaikan ujian pertama. Ujian berikutnya 4 monster Gajah, apa anda ingin masuk?
"Masuk!" kata Arief tegas. Dia setidaknya harus mencapai ujian ke 3 untuk mendapatkan skill.
4 monster langsung menyerang tepat setelah mereka keluar dari gerbang. Arief yang sudah mengetahui hal tersebut langsung berlari menyerang kaki monster.
"Blade Dance!" teriak Arief menyebutkan nama skillnya.
¬ Pemain Blue memberikan kerusakan - 1700.
Ujian kedua diselesaikan dengan sangat mudah dengan gerakan kaki dan ayunan tangan yang sangat indah.
Kemenangan dalam Domain Dewa tidak ditentukan oleh skill yang memberikan kerusakan besar, tetapi dari penggunaan skill yang efektif.
Alasan kenapa Qin Huang selalu menang di Arena pada kehidupan sebelumnya karena dia sangat lihat dalam menggunakan skill dengan kombinasi yang baik.
"Sepertinya aku sudah berlebihan menggunakan MP," gumam Arief yang mulai kehabisan MP.
Dalam ujian tidak diperbolehkan menggunakan ramuan apapun. Jadi pemberian skill murni karena ketrampilan pemain dalam menggunakan senjatanya.
Setelah 5 menit 20 detik, Arief berhasil menyelesaikan ujian kedua dengan kedua pedang kembarnya.
8 monster Gajah mengepung Arief tanpa peringatan. Dia mengerutkan kening ketika sistem tidak memberikan informasi terkait ujian selanjutnya.
Ekspresi Arief menjadi serius. Dia tidak berniat untuk kalah dalam ujian.
Pergerakan Arief semakin lincah, serangannya juga mengenai titik lemah monster terus menerus. Kerusakan yang dihasilkan juga lebih besar.
12 menit 7 detik waktu yang dibutuhkan Arief untuk menyelesaikan ujian ketiga. Dia ingin berhenti karena staminanya sudah mulai terkuras.
Namun siapa sangka sistem memaksanya untuk melanjutkan ujian tanpa pemberitahuan kepada pemain.
Tekad untuk memenangkan ujian membuat Arief berkonsentrasi lebih tinggi. Dia menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan.
"Hajar!" teriak Arief menghibur dirinya. Tangannya yang mulai gemetar karena kelelahan, mesin virtual sudah memberikan peringatan bahwa Arief harus segera keluar.
Namun Arief tetap menyerang dengan baik. Dia berhasil mengendalikan pikirannya walaupun stamina sudah terkuras.
Sistem : Selamat pemain Blue telah berhasil menyelesaikan ujian ke empat. Apa anda ingin melawan 32 monster?
"Tidak," jawab Arief.
Arief langsung mengunjungi Ramiro untuk mendapatkan imbalan. Setelah mendapat imbalan, Arief langsung keluar permainan untuk beristirahat.
Mendengar suara mesin virtual terbuka, Yuliana langsung mengunjungi Arief dengan wajah khawatir.
"Arief lihatlah ini," kata Yuliana sambil memperlihatkan surat kabar yang menunjukkan kecelakaan mesin virtual Domain Dewa.
__ADS_1
Sama seperti kehidupan sebelumnya, mesin virtual Domain Dewa dikabarkan dapat merusak otak hingga meledak.
Gambar yang ditunjukkan Yuliana akan terungkap setelah 1 minggu dari sekarang. Gambar itu hanyalah rekayasa perusahan pesaing.
Alen akan turun tangan untuk menuntut orang yang menyebar luaskan berita hoax tersebut. Setelah itu para pemain Domain Dewa yang masih bertahan akan mendapatkan sebuah kotak hadiah.
Dalam kotak akan terdapat sebuah lambang khusus untuk para pemain lama Domain Dewa. Efek dari lambang tersebut adalah meningkatkan kerusakan pada monster lapangan dan Dungeon.
"Tenanglah, Bu. Aku kenal dengan salah satu manajer Perusahan Aldi. Mereka sudah menguji mesin virtual dengan baik," jawab Arief menenangkan ibunya yang tampak sangat khawatir.
"Tapi ..."
"Percayalah, berita itu hanya hoax yang disebarkan kompetitor perusahan Aldi," lanjut Arief memberikan penjelasan lebih detail.
Setelah mereka berbicara cukup lama, Yuliana akhirnya mengerti dan membiarkan Arief tetap bermain Domain Dewa.
Arief mandi dan beristirahat. Walaupun hari masih sore, staminanya sudah terkuras banyak setelah melawan 16 monster secara bersamaan.
Jika melawan monster lapangan, Arief dapat melawan mereka dalam jangka waktu yang sangat lama. Karena adanya makanan yang dapat memulihkan stamina pemain.
Arief bangun pukul 12 malam, dia masuk kedalam Domain Dewa untuk melihat skill pemberian Ramiro.
"Ekstrim Blade?" kata Arief kebingungan ketika melihat nama skill. Dia belum pernah mendengar nama tersebut di kehidupan sebelumnya.
Ekstrim Blade
Kelas : A
Level : 1 (0/100)
Konsumsi MP : 500
Menebas semua musuhnya yang berada di radius 10 meter dengan kerusakan 3000% serangan normal.
"Skill yang memberikan 3000% serangan normal jelas bukan kelas A biasa!" teriak Arief dengan ekspresi senang.
Untuk menguji skillnya, Arief menuju Dungeon level 40 untuk supaya monster tidak langsung mati setelah terkena serangan.
"Ekstrim Blade!" teriak Arief menggunakan skillnya. Tubuh Arief langsung melesat ke depan dan mengayunkan pedangnya secara otomatis.
Kemudian dia menebas keatas dengan gerakan berkelok-kelok serta menciptakan sebuah sayatan pedang yang sangat banyak.
Monster level 40 yang memiliki HP yang tebal langsung menjadi debu dengan satu serangan skill.
"Bukankah ini terlalu berlebihan?" kata Arief melihat semua monster yang berada di radius 10 meter langsung mati.
Arief menyelesaikan Dungeon level 40 dengan cepat karena memiliki ramuan yang dapat membantunya dalam penyerapan.
Setelah menyelesaikan Dungeon Arief menuju Desa Koral untuk melihat perkembangannya. Karena Pembaruan ketiga akan segera dirilis, Arief ingin semua petualang pribumi juga mencapai level 30 atau lebih.
__ADS_1