Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
299. Rahasia Sedikit Terbuka


__ADS_3

"Mengapa kamu mengatakan itu?" tanya Ayunda menatap Amelia dengan tatapan sedikit marah. Dia tidak pernah direndahkan sampai segitunya oleh seseorang.


"Sebenarnya aku tidak boleh menunjukkan ruangan ini padamu, tetapi Bos mengatakan untuk menunjukannya pada Regina dan teman-temannya. Ayo ikuti aku," kata Amelia memimpin jalan.


Mereka memasuki lift angka yang tertera di layar menunjukkan - 1. Ayunda pertama kali melihat lift bisa turun di Markas Besar Fairy Dance.


Tepat setelah pintu lift terbuka, Amelia melangkahkan kakinya dengan mantap. "Ini adalah lantai pertama petarung Fairy Dance, masih ada beberapa lantai yang bisa kalian masuk setelah mencapai beberapa peningkatan."


Lebih dari 200 orang berlatih disini, Oliver juga termasuk dari mereka. Dua petarung sedang mengadu tinjunya dengan kekuatan penuh, suara benturan terdengar sangat keras.


Ayunda mengerutkan kening, dia tidak pernah melihat adanya kamera yang merekam lift turun ke lantai bawah.


"Jangan terkejut, orang dibalik sistem besar Fairy Dance adalah bos sendiri. Jadi tidak akan bisa berbuat lebih dari seharusnya."


"Sejak kapan bos mempunyai keterampilan komputer?" tanya Ayunda.


"Aku juga tidak tahu. Namun satu hal yang pasti, Reaper adalah murid langsungnya. Makanya keterampilan komputernya sangat baik," jawab Amelia pelan.


Baru saja dibicarakan, Reaper muncul di sebelah Amelia tanpa diketahui kelompok. "Nona Amelia, anda tidak diijinkan membawa orang luar ke lantai bawah. Mungkinkah anda lupa?" tanya Reaper dengan tatapan tajam.


Melihat matanya Reaper siap bertarung melawan Amelia, jika benar-benar melakukan pelanggaran.


Tanpa menjawab, Amelia mengepalkan tangan dan mengayunkannya ke arah Reaper dengan kekuatan penuh. Anehnya pukulannya tidak mengenai Reaper, padahal Regina dan Ayunda tahu masih ada orang didepannya.


"Bayangan, kamu benar-benar sudah menguasainya dengan baik. Aku membawa mereka karena perintah Bos, jadi aku tidak melanggar peraturan." Amelia mengatakan kebenarannya.


Namun Reaper tidak akan membiarkan masalah selesai begitu saja. Dia menghilang dan langsung muncul dibelakang Amelia.


"Menyerang petugas piket bukanlah tata krama yang baik!" katanya sambil mengayunkan tangannya ke arah leher belakang Amelia.


Bukannya ketakutan, Amelia justru tersenyum lebar. Dia menahan tangan Reaper yang sangat cepat menggunakan siku kanannya.


Melihat Reaper bekerja dengan sangat baik, Amelia ingin memanaskan suasana sekaligus berlatih ringan. Dia mengepalkan tangan dan langsung meninjau Reaper ke arah bawah, sayangnya itu tidak cukup untuk mengenai orang yang paling pandai bersembunyi.


Pukulan Amelia meleset, dia menghantam lantai. Retakan tercipta sangat besar, seluruh ruangan bergetar hebat.

__ADS_1


Reaper muncul kembali, kali ini dia muncul di depan Amelia ingin mengadu pukulan. Melihat lawannya ingin mengadu kekuatan, Amelia tidak ingin tinggal diam.


Dua tinju saling berbenturan, Reaper terbang puluhan meter. Sedangkan Amelia mundur beberapa langkah.


"Sebagai seorang yang suka bersembunyi, kamu memiliki kekuatan yang sangat layak."


"Nona Amelia terlalu memuji. Kali ini aku akan serius, lebih baik anda mengeluarkan semuanya."


Reaper membentuk pisau dari tangannya, Amelia menginjak lantai dengan mantap. Keduanya berlari menuju lawan masing-masing.


Tepat sebelum keduanya berbenturan, seroang wanita cantik yang mengikat rambutnya kebelakang menghentikan dua serangan dengan tangan kosong.


Dia adalah Mahira yang sedang berlatih di lantai - 1. "Tempat ini akan hancur jika kalian terus melakukan perkelahian. Jika ingin melanjutkan silahkan datang ke lantai - 2," katanya dengan suara lembut.


Amelia langsung menarik tangannya, begitu pula dengan Reaper. Mereka berdua mengetahui batasnya, jadi tidak perlu melanjutkan masalah sepele ketua salah satu tangan kanan ketua menghentikannya.


"Mahira, kami hanya sedikit bermain. Tentu saja tidak ada perkelahian lebih lanjut." Amelia menghentikan perkelahiannya, dia menunjukkan surat perintah untuk membawa Regina dan kawan-kawan masuk ke lantai - 1.


"Aku paham, Bos sedang berlatih di lantai - 3. Jadi beliau belum bisa menemui kalian, sebaiknya latihan saja disini untuk sementara."


Latihan setiap orang berbeda-beda, mereka tidak hanya fokus pada Kekuatan tubuh tapi juga ketenangan pikiran.


Dengan mengayunkan pedang perlahan, Mahira bisa memahami pedang dengan lebih sempurna. Berbeda dengan Amelia yang membutuhkan berat beban untuk meningkatkan masa otot dan peningkatan prana miliknya.


"Ayunda sekarang kamu mengerti betapa mengerikannya anggota Fairy Dance yang tidak kamu ketahui, semua orang disini berusaha keras untuk berada di sambil bos. Jadi jangan lengah karena memahami komputer dengan baik," kata Amelia melirik Ayunda yang tampak tidak percaya.


Semua orang disini bisa menyembunyikan prana mereka dengan sangat baik. Bahkan Hammer Hand tidak dapat melihatnya.


"Nona Amelia, jika kamu bertarung melawan Reaper, siapa yang akan menang?" tanya Hammer Hand. Dia penasaran dengan seseorang yang bisa muncul dan menghilang dengan sangat cepat.


"Tentu aku yang akan menang, tetapi bocah itu mempunyai kartu as yang tidak akan dikeluarkan pada saudaranya. Jika aku bertarung hidup dan mati, kami berdua akan mati bersama," jawab Amelia dengan senyum manis.


"Mengapa kamu tidak membawa kali ke lantai - 2?" tanya Regina.


"Aku tidak mempunyai ijin membawa orang lain masuk. Jika memaksa tanganku bisa patah dan membutuhkan beberapa bulan penyembuhan." Perkataan Amelia sangat santai, tetapi semua orang di belakangnya merinding ketakutan.

__ADS_1


Jelas sekali Amelia sangat kuat, tetapi dia mengatakan bahwa melanggar peraturan akan mematahkan tangannya.


"Lakukan yang kalian inginkan disini. Oh iya, aku akan menunjukan sebuah alat yang sangat menarik," kata Amelia memimpin jalan.


Mereka menuju 5 kotak besar berwarna hitam. "Ini adalah alat Gravitasi, kalian bisa mengaturnya hingga gravitasi 5 kali lipat. Alat ini hanya dimiliki Fairy Dance karena Bos dan Zaha yang merancangnya."


Regina sudah mengetahui alat serupa dengan harga yang fantastis. Namun Fairy Dance mempunyai 5 dan sudah ditingkatkan hingga 5 kali lipat.


Setahunya alat serupa hanya mengalihkan gravitasi sebanyak 2 kali.


Sampai akhirnya mereka sampai di kotak yang memiliki gravitasi 5 kali lipat. Ada satu orang yang mengayunkan pedangnya dengan sangat pelan, dia adalah Leon yang bercucuran keringat di sekujur tubuhnya.


Konsentrasinya sangat sempurna, prana di tubuhnya mengalir dengan sangat tenang. Napas ya terkendali dengan sangat baik, ayunan pedangnya pelan tetapi memancarkan aura yang mengerikan.


"Apa kalian ingin memasukinya?" tanya Amelia.


Semua orang diam dan saling memandang, mereka tidak tahu harus menjawab apa.


"Aku sarankan tidak membuat keributan ketiak Leon sedang berlatih." Amelia mengatakan sesuatu yang sangat misterius.


Ayunda yang sangat percaya diri langsung melapisi tubuhnya dengan prana dan melangkahkan kakinya ke dalam kotak.


Seketika tubuhnya langsung menempel ke tahan karena tidak kuasa menahan gravitasi yang sangat kuat. Amelia turun tangan dan membawa Ayunda keluar, hanya sebentar saja keringat di dahi Amelia bercucuran.


"Bukankah katamu hanya lima kali lipat?" tanya Ayunda dengan tatapan sedikit marah.


Amelia langsung melihat layar, ternyata Leon mengatur ruangan menjadi 10 kali lipat. "Bocah gila itu benar-benar brutal."


Tidak hanya Amelia yang terkejut, tetapi seluruh kelompok tidak bisa menahan matanya melebar. 10 kali lipat bukan sesuatu yang bisa di tahan oleh tubuh manusia biasa.


Ayunda saja langsung tersungkur ke tanah karena kuatkan tekanannya. "Lupakan latihan disini, lebih biak melakukan latihan di tempat lain."


Amelia memberikan saran untuk kebaikan bersama. Dia memang bisa menahan gravitasi 10 kali lipat, tetapi berlatih di bawahnya benar-benar berlebihan.


Arief berjalan menemui kelompok dengan baju berwarna abu-abu yang penuh dengan keringat. Senyumnya yang manis membuat semua orang tersihir dengan ketampanannya.

__ADS_1


Ketika pria berumur 19 tahun, aura remajanya pasti keluar. Jadi sudah sewajarnya Arief terlihat sangat menawan.


__ADS_2