
Blue dan kelompok perampok berjalan menuju jalan rahasia dengan langkah kaki yang pelan. Karena dia tampak sangat berhati-hati, semua kelompok juga mengikutinya tanpa sadar.
Setelah berjalan selama 5 menit, salah satu kelompok perampokan tidak sambaran. Dia langsung berlari menuju Blue dan ingin menentangnya dari belakang.
Namun siapa sangka sebuah kayu besar langsung menghantamnya hingga kehilangan setengah HPnya.
"Bodoh, kamu pikir aku berjalan tanpa sebab!" kata Blue dengan suara lantang. Dia sengat bersuara lantang untuk memancing para monster kecil yang hingga di dinding gua.
Suara kelelawar tampak sangat nyaring, pemain yang telah kehilangan setengah HPnya langsung di serang segerombolan kelelawar.
Pemandangan mengerikan terlihat, satu pemain di seribu oleh ratusan kelelawar. Karena Blue menggunakan identitas Joker Blue, dirinya tampak sangat mencolok.
Namun anehnya para monster tidak menyerangnya. Blue sudah mengetahui bahwa penglihatan kelelawar sangatlah buruk, mereka hanya mengandalkan suara untuk menentukan mangsanya.
Makanya pilihan terbaik adalah berjalan pelan dan meminimalkan suara.
"Jangan banyak bicara, mereka sangat agresif. Jika kita ceroboh, semua orang akan langsung kembali ke Rumah Kebangkitan." Blue memberikan ketakutan kepada kelompok perampok.
Mereka berjalan perlahan mengikuti Blue yang sedang berpura-pura bodoh. Sebenarnya mereka sudah melewati jangkauan serangan para monster kelelawar tetapi Blue masih berjalan pelan karena tujuan khusus.
Dia sedang menunggu Bos Monster bangkit dari tidurnya. Jika terlalu cepat, mereka akan langsung menuju ruang rahasia tanpa melawan Bos Monster.
Sebenarnya dengan kekuatan Blue sekarang, dia bisa mengalahkan Bos Monster dengan sedikit usaha. Namun sekarang dia mempunyai 12 orang yang bisa digunakan sebagai perisai.
Setelah berjalan pelan selama 30 menit, suara Raungan Bos Monster terdengar. Blue tersenyum tipis di balik topengnya yang berwarna biru muda.
Raungan bos monster membuat semua orang terkena pengaruh buruk, mereka tidak bisa bergerak selama 5 detik. Blue tidak panik karena tahu bahwa bos monster tidak akan menghampirinya.
Namun beberapa orang bodoh berteriak tanpa tahu apa yang sedang menantinya.
Karena teriakan kelompoknya, bos monster keluar dari ruangannya dan mulai berjalan menuju kelompok Blue.
"Gila, bagaimana kita bisa mengalahkannya?" tanya ketua kelompok perampok.
"Mana aku tahu, kamu adalah orang yang bertugas mengalahkan monster. Sedangkan aku akan menunjukkan jalan!" kata Blue dengan nada yang kurang enak didengar.
Dia sengaja memprovokasi kelompok perampok untuk menyerang monster. Karena dia tahu bahwa bos monster akan mengeluarkan banyak kemampuan pamungkasnya di awal pertarungan.
"Sialan, kamu menantang!" teriak salah satu pemain menodongkan pedangnya.
Namun bos monster sudah berada di depan mereka semua. Setelah terlihat dekat, semua orang tahu bahwa musuhnya bukan monster biasa.
Sebuah monster dengan kepala dan kaki seekor banteng serta tubuh seperti seorang manusia muncul. Bulu warna merah dipadukan dengan tombak trisula miliknya menjadi sangat menakutkan.
Tombaknya di angkat tinggi, semua kelompok sudah terbebas dari pengaruh buruk.
"Mundur!" teriak Blue yang sudah berlari terlebih dahulu.
3 orang tidak sempat bergerak, mereka langsung dikirimkan ke Rumah Kebangkitan. Sedangkan sisanya berhasil selamat karena reflek yang sangat baik.
Blue tersenyum tipis di balik topengnya, sayangnya tidak ada orang yang bisa melihat ekspresi wajahnya yang tampak senang memberikan pelajaran pada para perampok.
"Sialan, darimana kamu bisa mengerti pola serangan musuh?" tanya kepala kelompok perampok.
Blue meliriknya dan berkata, "Perpustakaan, aku sudah membaca tentang monster itu di sana. Menurut buku, kelemahannya ada pada perutnya."
__ADS_1
"Baiklah, buat formasi. Kita akan memfokuskan serangan pada perutnya!"
Blue berpura-pura bodoh, dia memang mengatakan yang sebenarnya. Namun untuk menyerang perutnya tidak semudah yang dipikirkan.
Tombak bos monster bersinar terang. Semua pemain langsung menerjang kearah perut. Namun siapa yang menyangka dengan satu ayunan tombak trisula langsung mengirim semua pemain ke Rumah Kebangkitan.
Sekarang hanya menyisakan Blue dan pemimpin kelompok perampok.
Karena merasa ditipu, ketua kelompok perampok langsung menodongkan pedangnya. "Sialan, kau menipuku!"
"Aku mengatakan yang sesungguhnya. Jika tidak percaya lihatlah!" kata Blue sambil berlari menuju bos monster.
Gerakan Blue tampak saingan dan alami. Dia berhasil menghindari serangan bos monster dengan sangat mudah, tidak lupa ayunan pedangnya melukai perut bos monster.
[Pemain Blue memberikan kerusakan - 3000]
Ketua kelompok langsung tercengang melihat kerusakan yang dihasilkan Blue. Secara langsung dia menganggap bahwa perut adalah kelemahan bos monster.
Tidak sampai disitu, Blue menggunakan ayunan pedangnya dilapisi keterampilan Slash untuk meningkatkan kerusakannya.
Kemudian dia melirik ketua kelompok perampok sedang berlari menuju bos monster. Tanpa pikir panjang dia menyerang kepalanya, lebih tepatnya menyerang hidungnya.
Sehingga bos monster marah dan melepaskan keterampilan pamungkasnya. Blue mempunyai kesempatan untuk menghindari pacaran aura bos monster, tetapi ketua kelompok perampok tidak memiliki waktu untuk merubah serangannya.
Hanya dengan satu kesalahan dia langsung di kirim ke Rumah Kebangkitan. Sekali lagi Blue tersenyum tipis di balik topengnya yang sangat misterius.
Selama ini dia hanya menggunakan satu pedangnya. Jadi dia berjalan menuju bos monster sambil mencabut pedang dari punggungnya.
"Baiklah, ayo selesaikan!"
Black Wing langsung di keluarkan. Betapa terkejutnya Blue ketika melihat Black Wing berubah warna menjadi biru muda serta memancarkan sebuah bintang-bintang kecil.
"Sungguh pemandangan yang sangat elegan." Blue memuji dirinya sendiri yang tidak percaya dengan efek dari topeng Joker Blue.
Untuk memulai pertarungan, Blue menggunakan Gelombang Kejut. Karena dia terbang di langit, Bos monster kesusahan untuk menyerangnya.
Sedangkan Blue bisa menggunakan serangan jarak jauh untuk mengalahkannya. Namun bukan itu tujuannya, dia ingin bertarung dengan bos monster untuk mengasah kemampuannya.
Tampa melepaskan sayapnya, Blue turun dan bersiap untuk menyerang. Tanpa menunggu lama, Blue langsung menggunakan Ekstrim Blade.
Disusul dengan penggunaan Ledakan Cahaya yang membuat bos monster tidak bisa melihat sementara waktu.
Melihat ada kesempatan, Blue menggunakan keterampilan terbarunya.
[Keterampilan Buatan : Tebasan Bintang]
Blue mengayunkan dua pedangnya secara bersamaan. Sebuah sayatan pedang muncul di garis serangnya.
Bos monster yang tidak mempunyai kecerdasan mencoba menahannya. Namun tidak bisa menahan kemampuan Buatan pemain.
HP bos monster sangat cepat berkurang, sekarang ia hanya memiliki 20%. Namun inilah masa paling krisis yang harus dilewati penyerang.
Blue terbang untuk menghindari serangan. Tidak lupa dia menggunakan salah satu keterampilan terbarunya.
[Konverter Pertahanan - Kelincahan]
__ADS_1
Kelincahan Blue meningkat drastis, dia ingin menantang dirinya untuk menghindari gelombang kejut yang akan dipancarkan bos monster.
Sebuah energi berbentuk jarum terpancar dari tubuh bos monster dan menyebar keseluruhan arah. Blue menggenggam erat pedangnya dan menarik napas panjang.
Tepat ketika energi jarum berwarna merah kecoklatan hampir mengenai wajahnya, Blue berhasil menghindarinya dengan tepat. Tanpa menunggu lama jarum energi lainnya muncul di depannya, Blue mengayunkan pedangnya untuk menghancurkannya.
Sungguh pemandangan yang sangat indah ketika Blue memotong jarum dengan sangat tepat. Tidak lupa dia juga menghindari serangan yang tidak mungkin ditebas.
Kecepatan refleknya ditingkatkan sampai maksimal, tetapi masih saja ada beberapa yang berhasil tembus. Sehingga Blue harus menerima beberapa kerusakan kecil.
Setidaknya ada ribuan jarum yang mengarah padanya, tetapi Blue hanya menerima 13 jarum saja. Sungguh prestasi yang sangat membanggakan untuk pemain sekelas Blue.
Bukannya sombong, dia adalah salah satu pemain terbaik yang mempunyai Kelincahan yang sangat baik. Bahkan konsentrasinya sangat tinggi, sehingga tidak mudah lelah. Tidak banyak orang yang mempunyai konsentrasi sebaik dirinya.
"Sungguh pengalaman yang menyenangkan," kata Blue sambil tersenyum tipis. Ketika ingin melangkah kepalanya terasa sangat pusing, dia mengetahui bahwa itu adalah batasnya saat ini.
"Sialan, mungkinkah aku akan mati seperti ini?" kata Blue yang tidak bisa bergerak karena terlalu memaksakan dirinya. Mesin virtual sudah berwarna merah darah memperingatkan Blue untuk segera keluar.
Bee secara paksa keluar dari ruang penyimpanan. "Bodoh, segera keluarkan Raul dan Ela. Ah iya, panggilan Yami, Rafaela, dan Luis!" katanya sambil duduk di kepala Blue.
Seperti yang sarankan, Blue memanggil Raul dan Ela. Tidak lupa Blue menggunakan gulungan khusus yang hanya dimiliki Baron Benua untuk memanggil pengawalnya dimana saja. Dengan syarat masih berada di dalam Benua kekuasaannya.
Yami dengan pedang berwarna hitamnya muncul di depan Blue. Dia telah berhasil menyelesaikan banyak misi dan menjadi pengawal yang sangat kuat.
Siapa yang mengira dia berhasil menerobos level 90 dengan sangat cepat.
Tidak ketinggalan pula Rafaela yang mengenakan baju seperti seorang bangsawan. Pakaiannya berwarna coklat susu di hiasi emas. Dia telah berhasil mengambil kelas kedua.
Luis seperti serang penyihir sejati, dia menggenggam tongkatnya yang berwarna hijau tua serta pakaiannya yang tampak mencolok dengan warna kuning.
Sungguh pemandangan yang sangat menyegarkan ketika ketiganya berlutut di depan Blue yang tidak bisa bergerak.
"Hai para pengawal, Tuan kalian sedang dalam maslaah. Ayo selesai mahluk jelek itu!" teriak Bee sambil menunjuk bos monster.
Mereka semua tidak bergerak dari tempatnya, sehingga membuat Bee kehilangan senyumnya yang manis.
Bee membusungkan dadanya dan berkata panjang dan lebar. Sayangnya Blue tidak mendengarkannya, bahkan Ela dan Raul menutup kupingnya.
"Baiklah, sekarang mari bekerja sama mengalahkan bos monster. Karena aku belum bisa bergerak, kalian akan bertarung sendiri," kata Blue.
Dia langsung duduk dan bermeditasi untuk mengembalikan kondisi terbaiknya. Tepat ketika Blue menutup matanya, Yami dengan cekatan langsung menyerang monster.
Luis melemparkan sihir dengan sangat cepat. Dia tidak membiarkan bos monster bergerak dari tempatnya.
Raul yang melihat Yami menerjang monster seperti seekor harimau tidak ketinggalan. Kelincahannya memang sangat tinggi, tetapi masih belum cukup untuk mengimbangi Yami.
Dengan cepat HP bos monster turun drastis. Bahkan tidak ada kerusakan yang diberikan pada para pengawal Blue.
Setelah bermeditasi beberapa saat, Blue bangun dan berdiri siap untuk menyerang. Matanya langsung melebar ketika melihat bos monster diikat dengan tali sihir milik Luis dengan HP 1.
Sungguh pengawal yang brutal hanya ditinggal beberapa saat, Bos monster yang mempunyai HP 20% langsung hilang.
"Sangat mengesankan, baiklah mari kita selesaikan!" kata Blue sambil mengayunkan pedang birunya.
Sebuah berita aneh muncul di Kerajaan Banyuwangi, seroang pemain dengan Pedang Biru telah merampok sekelompok pemain.
__ADS_1
Berita buruk itu didukung dengan beberapa gambar editan yang sangat mulus. Bisa dibilang ada seorang yang pandai dalam manipulasi gambar.
Orang di balik kejadian ini tidak lain adalah Api Merah. Mereka sedang mencari keributan dengan orang yang salah, apa yang akan terjadi tidak ada yang tahu.