
Blue mengeluarkan sayap hitam, dia langsung terbang ke kota terdekat untuk menemui Regina. Dimas sudah berhasil menguasai Pentagon, Regina langsung keluar dari permainan.
Pertemuan keluarga menetapkan bahwa Dimas akan menjadi ketua guild, sedangkan Regina akan kehilangan posisi pentingnya.
"Aku memutuskan keluar dari Pentagon dan memilih bergabung dengan Fairy Dance," kata Regina menawarkan diri.
Dimas yang mendengarnya langsung tersenyum, dia sangat mengharapkan itu. Jadi langsung menyetujuinya.
Karena dia adalah ketua guild, Dimas memegang kendali penuh atas keputusan guild. Jadi Regina secara resmi keluar dari Pentagon, Hammer Hand juga menyatakan kepergiannya dari organisasi.
Ayah dan Ibu Dimas juga menyetujui keputusan yang sangat bagus ini. Mereka tidak melarang Regina untuk belajar di Fairy Dance, tetapi jangan sampai melupakan akarnya.
Regina dan Hammer Hand siap untuk pergi ke Kota Bandar, tepatnya ke Markas Besar Fairy Dance. Mereka akan menggunakan jalur penerbangan karena itu adalah yang paling efisien.
Tepat setelah mereka sampai di bandara, seorang pramugari menghampirinya. "Nona Regina, Tuan Susanto kami sudah menyiapkan penerbangan khusus untuk kalian berdua. Tolong ikuti saya," katanya dengan senyum manis di bibirnya.
Regina dan Hammer Hand saling memandang, mereka tidak tahu tentang penerbangan khusus yang di jadwalkan untuk mereka.
Setelah berjalan beberapa langkah, mereka melihat pesawat jet pribadi yang sangat megah. Hanya 50 orang yang mempunyai pesawat jet pribadi tersebut, salah satunya adalah Fairy Dance.
Jaringan bisnis Fairy Dance benar-benar mengerikan, dengan pengetahuan Arief mereka bisa berinvestasi pada bidang yang paling tepat. Ditambah lagi koin emas yang siap untuk dijual membuat keuangan Fairy Dance semakin kokoh.
Krisis kemarin membuat Fairy Dance menjadi raksasa terbesar di Kota Bandar. Semua lini bisnis sudah dikuasainya, Jessica adalah dalang dibalik semua bisnis yang berkembang.
100 juta koin emas yang diberikan Blue digunakan dengan sangat baik. Sehingga sekarang Fairy Dance menempati posisi ke 310 terkaya di Benua Tengah.
Aset mereka triliunan kredit, jadi Fairy Dance siap untuk menerobos menjadi guild tingkat 1. Namun Blue belum mengizinkannya karena alasan tertentu.
"Aku benar-benar tidak menyangka Blue akan melakukan ini untuk menyambut kita," kata Regina dengan penuh semangat.
Hammer Hand juga memberikan pendapatnya. "Aku juga tidak menyangka, sepertinya Ketua Blue sangat menginjak jasa anda."
Setelah memasuki pesawat jet pribadi, ternyata tidak hanya Regina dan Hammer Hand yang ada di dalamnya. Total ada 12 orang yang sudah duduk di kursi penumpang.
Mereka semua tampak sangat kuat, aura prana tercium oleh Hammer Hand. "Hati-hati, Nona. Mereka orang yang berbahaya!" katanya memberikan peringatan.
"Jangan terlalu waspada. Kami juga akan bergabung dengan Fairy Dance, Ketua Blue telah melakukan negosiasi dengan sangat baik. Jadi jangan terlalu memikirkan kami," kata salah satu orang dengan luka sayatan di pipinya.
"Bukankah kalian dari Black Rock?" tanya Hammer Hand. Dia pernah menghadapi beberapa petarung dari Black Rock jadi mengetahuinya.
"Darimana kamu mengetahuinya?" tanya seorang pria dengan tatapan tajam.
"Tota di lengan kalian tidak akan bisa membohongiku!" jawab Hammer Hand dengan santai.
"Black Rock sudah bubar. Kami ditemukan Ketua Blue dan ingin kami bergabung dengan guild permainan Domain Dewa. Uang selalu bisa menggerakkan manusia, jadi Ketua Blue ingin kami memainkannya."
Regina hanya bisa tersenyum kecut melihatnya. Black Rock adalah organisasi bandit yang biasa merampok bank, tetapi Arief berani menampungnya.
"Bukankah Arief terlalu mengambil resiko?" gumam Regina pelan.
"Nona muda, kamu mungkin sangat berbakat tapi jangan pernah meremehkan kesetiaan kami pada tuan muda Blue!"
"Mengapa kamu selalu memanggilnya Blue, bukannya memanggil nama game tidak sopan?" tanya Regina dengan nada sedikit diangkat.
"Anda tidak tahu betapa kejamnya Ketua Blue. Jadi lebih baik anda diam dan melihat kesetiaan kami!"
__ADS_1
Suasana ruangan menjadi sangat hening, 12 orang dari organisasi bandit tidak pernah ingin memanggil Arief karena ibunya adalah Si Putih.
Black Rock dihancurkan oleh Si Putih sendirian, kemudian 12 orang terpilih dikirim untuk menjaga Arief. Salah satu syaratnya adalah tidak boleh memanggil nama Arief secara langsung.
12 orang langsung merinding ketika melihat sosok kejam Si Putih menghancurkan organisasi Black Rock dengan tangan kosong.
"Tetap saja kalian tidak dapat dipercaya!"
"Terserah apa yang anda katakan Nona, tetapi kesetiaan kami pada tuan muda tidak akan pernah pudar."
Semua orang tidak berbincang apapun, mereka semua diam sampai akhirnya pesawat sampai di Kota Bandar.
Bus mewah disiapkan untuk mendampingi perjalanan Regina dan kawan-kawan.
"Bukankah ini terlalu maju untuk sebuah kota kecil?" tanya Regina sambil melirik Hammer Hand.
Mantan Ketua Black Rock memberikan jawaban. "Semua ini karena pengaruh Ayunda, jadi semuanya berkembang begitu cepat."
"Siapa Ayunda?" tanya Regina.
"Ayunda adalah orang yang mengurus semua teknologi di Markas Fairy Dance, kami disuruh untuk menemuinya sebelum bertemu Ketua Blue."
Setelah sampai di Markas Besar Fairy Dance, Regina dan Hammer Hand menyadari sesuatu. Aura di dalam markas lebih padat daripada diluar.
"Seperti yang diharapkan dari Ketua Blue. Dia benar-benar bisa membangun tempat yang lebih bagus dari markas Black Rock, ternyata orang itu tidak berbohong. Untungnya aku mempercayai perkataannya," kata Mantan Ketua Black Rock.
"Benar, Bos. Dengan aura sepadat ini, kita akab mencapai ketinggian yang lebih!" sahut salah satu prajurit.
Ayunda berjalan menuju mereka semua. Wajahnya yang cantik dan pakaian yang begitu rapi membuatnya semakin mempesona.
Ayunda mengajak mereka ke pusat kebugaran, semua orang berlatih menggunakan barbel dan beberapa peralatan canggih lainnya.
"Semua orang disini berusaha keras untuk mencapai batas manusia, lihatlah seseorang berhasil mengangkat 350 kilogram dengan sangat mudah."
Ayunda menunjuk seorang pria berotot yang selalu ingin menjadi kuat, dia tidak lain adalah Cola. Latihan angkat beban akan meningkatkan konsentrasinya dalam menggunakan perisai. Hampir semua orang di ruangan angkat beban adalah Tanker Fairy Dance.
Regina harus mengakui tidak bisa mengangkat 300 kilogram dengan kecepatan seperti itu. Cola menganggap 300 kilogram seperti 10 kilogram, dia menaikkan dan menurunkan beban dengan sangat ringan.
"Jangan melihat wanita itu. Dia benar-benar gila," kata Ayunda pelan. Wanita yang dia maksud adalah Amelia.
"Gila, dia mengangkat 500 kilogram dengan satu tangan. Bukankah itu terlalu berlebihan?" kata Mantan Ketua Black Rock.
"Jangan salah, dia hanya melakukan pemanasan. Kalau sudah serius kamu akan lebih terkejut," kata Ayunda pelan.
Mendengar adanya suara yang membicarakannya, Amelia langsung melambaikan tangan ke arah Regina dan kawan-kawan.
"Hai, mengapa kalian tidak turun!" teriaknya dengan suara keras. Semua orang di ruang latihan sudah terbiasa, tetapi Regina dan kawan-kawan harus menutup telinganya karena berisik.
Ayunda membuka mulutnya untuk memberikan saran, tetapi anggota Black Rock sudah turun. Bahkan Regina dan Hammer Hand mengikuti mereka dari belakang.
"Sebagainya kalian tidak menyesal," kata Ayunda pelan.
Amelia menurunkan 500 kilogram bebannya. Dia menepuk pundak Mantan Ketua Black Rock dengan santainya.
"Aku mendengar kalian adalah bandit yang merampok banyak bank. Bagaimana jika kalian melakukan beberapa pelatihan ringan?" tanya Amelia dengan suara keras.
__ADS_1
Mantan Ketua Black Rock menerima dengan gagah berani. "Siapa takut, mari bertanding. Siapa yang kelelahan akan kalah!" katanya penuh percaya diri.
"Bagus, aku menyukai semangat seperti itu. Mari melakukan dari beban 1000 kilogram!" kata Amelia dengan penuh semangat.
"Heh?"
"Mengapa kalian bengong. Ayo ambil beban 1000 kilogram, aku sudah menyiapkan banyak untuk latihan," kata Amelia menunjuk tumpukan besi seberat 1000 kilogram.
Besi yang ditunjuk Amelia sangat istimewa dan mahal, jadi tidak terlalu besar tapi memiliki besar yang sangat bagus.
Amelia memasukkan satu piringan seberat 1000 kilogram kedalaman tongkat. Tanpa kesusahan dia mengangkat ujung tongkat dengan mudah. Kemudian mengayunkannya seperti sebuah pedang kayu.
Amelia sangat bersemangat. "Ini sangat menyenangkan. Sudah lama aku tidak menerima tantangan. Mudah, Kan?"
Para anggota Black Rock mengikuti langkah Amelia mereka menggunakan prana untuk meringankan berat beban.
"Kurang seru kalau hanya mengayunkan beberapa kali, bagaikan jika 100 kali?" tanya Amelia dengan polosnya.
Dia langsung mengayunkan piringan beban dengan sangat cepat. Mulutnya menghitung dari satu sampai seratus dengan cepat.
Tidak butuh waktu dua menit untuk menyelesaikan tantangan. "Sekarang giliran kalian!"
Semua mulut anggota Black Rock terbuka lebar, bahkan Regina harus mengakui tidak bisa melakukan hal gila seperti itu.
"Paman, apa pendapatmu tentang cara latihan Amelia?"
Hammer Hand menjawab pelan, "Gila dan brutal. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana dia mengawalinya."
Padahal jarak mereka cukup jauh, tetapi Amelia bisa mendengarnya. "Aku mengawalinya dengan meniru setiap latihan bos. Jangan berpikir Bos melatih tubuhnya lembek seperti angkat beban seperlunya, aku pernah melihat Bos menggunakan 15 piringan ini."
"Dia itu manusia apa monster!" teriak Regina tidak percaya.
"Kamu terlalu naif, Regina. Kemampuan manusia tidak terbatas selama kamu bisa mengontrol prana yang ada di dalam tubuhmu. Bos adalah orang degan kontrol prana terbaik nomor dua yang pernah aku lihat."
"Apa dia masih nomor dua?"
Regina kebingungan, ternyata ada satu orang yang jauh lebih hebat daripada Blue.
"Dunia ini sangat luas, aku hanya menepati posisi ke 7 di Fairy Dance masalah pengendalian prana. Jadi jangan terlalu terkejut."
"Siapa mereka?"
"Jika guruku tidak dimasukkan, maka terbaik adalah Bos, Mahira, Leon, Zaha, Bima, dan Jessica. Mereka adalah pengguna prana terbaik di Fairy Dance."
Ayunda menyahut, "Hai mengapa kamu tidak menyebutkan namaku?" tanyanya.
"Apa kamu ingin bertarung?" tanya Amelia dengan penuh semangat.
"Bertarung denganmu sama dengan memukul besi. Setidaknya pengendalian prana ku di tingkat yang cukup tinggi." Ayunda menyombongkan dirinya karena masih anak yang tergolong baru.
"Hah, seperti biasa kamu selalu membual tentang kontrol prana. Apa kamu pernah melihat Oliver menggunakan prana?" tanya Amelia menatap Ayunda.
"Tidak pernah!"
"Artinya kamu masih belum layak untuk menempatkan dirimu dalam jajaran tertinggi pengendali prana."
__ADS_1