Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Kedatangan Tamu


__ADS_3

Blue merasakan Dagon sedikit ketakutan, ia bisa memahami karena orang yang memasukkannya kedalam Neraka Sesungguhnya ada di depan matanya.


"Tidak, dia masih Venom kecil. Pada pertarungan kali ini kemungkinan besar Venom akan kalah, aku ingin kamu mengambil kesempatan untuk menyelamatkannya satu kali. Karena sudah melakukan kontrak denganku, aku pastikan akan segera membangkitkan mu."


"Baik, Bos. Aku ada memang untuk ini, percayalah aku akan membuat penyelamatan yang sangat gemilang."


Blue menganggukkan kepala. " Akan aku nantikan penampilanmu, tetapi sekarang kita tidak hanya melawan Lamia. Pasukan Kota Tokyo mereka sungguh merepotkan."


Jauh di sebuah kastil besar berwarna putih, seroang Raja memanggil pengawalnya. "Ishida sudah mati sekali. Segera siapkan pasukan untuk melakukan serangan ke wilayah Lamia!" Dia adalah Raja dari Kota Tokyo, Nakamura.


Nakamura


Level : 980


Gelar : Raja Kota Tokyo


Bisa dikatakan Nakamura jauh lebih kuat daripada Lamia sekarang. Walaupun level mereka tidak jauh berbeda, Nakamura adalah keturunan asli dari seorang Dewa. Sudah dapat dipastikan kemampuannya dalam menggunakan pedang tunggal sangat hebat.


"10 juta pasukan sudah siap berangkat. Butuh 3 jam sebelum sampai di wilayah Lamia, masalahnya ada sebuah guild bernama Fairy Dance yang menghalangi jalan kita." Seorang Jendral melaporkan situasinya.


"Fairy Dance?"


"Iya, meraka adalah guild baru yang didirikan oleh sekumpulan mahluk abadi. Anehnya di sana banyak sekali iblis yang berkumpul."


"Singkirkan saja mereka dengan pasukan elit, tujuan kita bukan memburu para kecoa itu. Ishida akan memberikan waktu untuk menahan Lamia," kata Nakamura dengan senyum jahit di wajahnya.


Sesuai dengan perkataannya, Ishida bangkit tanpa kepala. Auranya bertambah padat dan cahaya kuning mulai meledak dari tubuhnya, kepalanya tumbuh sempurna.


Tampilannya yang asli terlihat, dia tampak seperti pria tampan dan dingin. Tatapannya hampir sama seperti Venom.


"Aku tidak menyangka menggunakan salah satu kartu as di pertarungan remeh seperti ini. Baiklah, mari mulai babak kedua!"


Ishida melepaskan kekuatan aslinya, ia setara dengan Lamia. Mahluk paling lemah disini tidak lain adalah Venom yang baru menginjakkan kaki sebagai Raja Iblis yang sebenarnya.


Walaupun paling lemah Venom masih sangat tenang, dia mempunyai kekuatan yang diturunkan dari Naga Hitam. Selama musuhnya adalah seorang iblis, kekuatan musuhnya akan diturunkan bahkan tidak bisa digunakan.


Ketiganya mulai bentrok, Blue langsung menyuruh seluruh pasukan pergi ke istana Fairy Dance. Sehingga tersisa dirinya dan Dagon, pertempuran ini jauh lebih mengerikan dari yang direncanakan.


Tanah dan pohon mulai beterbangan, bentrokan antara 3 mahluk kuat tidak bisa dihentikan. Blue dan Dagon masih mencari kesempatan untuk melakukan sergapan.

__ADS_1


"Dengan kekuatanmu sekarang mana mungkin kau bisa menyergap salah satunya," kata Bee yang muncul entah dari mana.


Seperti biasa ia selalu membawa kotak Kaki Kepiting Goreng. Bedanya kali ini ia memakai kacamata hitam untuk menonton pertempuran.


"Apa salahnya menunggu, setidaknya aku bisa membawa Venom pergi jika ada kecelakaan." Blue memberikan tanggapannya.


"Terserah, aku hanya akan menonton." Bee mengalihkan pandangannya ke pertarungan.


Ela muncul juga di sebelah dan langsung duduk di pundak. Dia tersenyum sambil membawa sebuah cahaya hijau di tangannya.


Anehnya Raul dan Drakula juga muncul dengan wujud cebol. Blue melihatnya langsung mengerutkan kening. "Apa kalian sudah membangkitkan kesadaran ilahi?" tanya Blue yang sedikit bingung.


Keduanya mengangguk menandakan persetujuan. Raul langsung ke pangkuan tuannya. Sedangkan Drakula ke pundak yang masih kosong.


Dagon disebelah membelalakkan mata. "Bos, kau mempunyai makhluk ilahi sebanyak ini?"


"Makhluk ilahi?"


Jelas Blue bingung, pada kehidupan sebelumnya. Pembangkitan kesadaran ilahi sudah biasa terjadi pada hewan peliharaan.


"Ya, keempat dari mereka adalah hewan ilahi. Perlu anda ketahui, lebah kecil itu jauh lebih kuat dari mereka bertiga yang sedang bertarung. Tidak, mungkin jika mereka menggabungkan kekuatan tidak akan menang melawannya." Dagon memberikan pendapatnya tentang situasi saat ini.


"Bagaimana dengan 3 lainnya?"


"Mereka sering bertarung bersama. Semakin lama bertarung maka kekuatan dan pengalaman mereka akan semakin bertambah." Tangan Blue mengelus Raul yang tersipu di pangkuannya.


Pertarungan masih di lanjutkan, belum ada pertanda ada yang kalah. Tapi Blue merasakan ada kekuatan besar muncul dari utara.


Tidak menunggu lama ia langsung berteriak, "Turun!"


Venom yang mengetahui ada yang salah langsung turun menginjak tanah. Sedangkan dua lainnya masih bertarung seperti orang gila.


Cahaya kuning kecil menembus keduanya, tidak lama setelah itu ledakan besar terjadi. Semua yang terkena cahaya kuning langsung hancur. Tidak terkecuali Lamia dan Ishida yang terluka parah.


Untungnya Venom sudah turun, sehingga dia keluar tanpa luka sedikitpun. Pertarungan masih beberapa jam, jadi belum ada yang terluka serius.


Kemampuan regenerasi Lamia sangat kuat, sehingga dia bisa sembuh dalam beberapa detik saja. Berbeda dengan Ishida yang sudah melepaskan kehidupan keduanya.


Ia sangat kesakitan karena kehilangan satu tangannya. Ditambah lagi dia tidak bisa meregenerasi tangannya, jadi butuh pahlawan untuk menyembuhkannya.

__ADS_1


Nakamura dan 5 jendral muncul dari utara. Mereka menatap Lamia dan Ishida dengan senyum manis. "Terima kasih kerja kerasnya, aku tidak menyangka poin kecil yang ditempatkan disini sangat berguna."


Blue melihat situasi tidak menguntungkan langsung menggunakan Langkah Cahaya dan membuka Gate di sebelah Venom. Tanpa rasa takut dia, Dagon, dan Venom melarikan diri dari tempat kejadian.


Sekarang bukan saatnya keras kepala dan mencoba melawan Nakamura, kemampuan pahlawan itu sungguh di luar nalar.


Bisa dikatakan dia menempati pahlawan nomor 98, dari sekian banyak pahlawan dia adalah yang paling mengerikan. Kita harus mengesampingkan pahlawan Raphael karena belum dipastikan dia iblis atau pahlawan.


Dalam sekejap mata Blue, Dagon, dan Venom sampai di istana Fairy Dance. Blue langsung menghubungi Regina untuk bertahan semaksimal mungkin.


Sesuai dugaannya, pasukan Kota Tokyo menyerang wilayah Fairy Dance. Venom dengan cepat menyingkirkan gelombang pertama.


Blue menghubungi Zaha untuk meminta alat yang bisa melakukan pemusnahan masal. Akhirnya dia mendapatkan sebuah senjata sihir yang dinamakan Pelontar Roket.


Tanpa menunggu lama, Blue memasang 8 Pelontar Roket di istana. "Tembak!" teriak Blue memberikan perintah.


10 ribu pasukan Kota Tokyo langsung menghilang hanya dengan 7 roket saja. Venom bisa istirahat untuk pertarungan selanjutnya.


Sekarang bukan saatnya menyembunyikan barang berharga, Blue memberikan Batu Iblis Super yang telah dilumuri kekuatan naga pada Venom dan Dagon.


"Aku mempercayakan ini pada kalian berdua. Kembalikan menjadi lebih kuat dalam 7 hari!" teriak Blue.


Venom tanpa ragu langsung kembali istananya. Sedangkan Dagon akan melakukan penyerapan di gua miliknya.


"Tunggu, Dagon. Aku mempunyai tempat yang lebih baik dari gua buatan. Ikuti aku!"


Blue berencana memasukkan Dagon ke Dunia Buatan, sehingga ia bisa menyerap batu iblis dengan sempurna.


Karena kontrak sistem dapat dipercaya, Blue langsung memasukkannya ke Dunia Buatan.


"Aku berharap si kampret Nakamura tidak datang." Blue hanya bisa berharap.


Bahkan jika semua pemain Fairy Dance berkumpul disini masih mustahil mengalahkan Nakamura. Oleh sebab itu, Blue hanya berharap dia tidak datang.


Jika hanya jendral atau pahlawan yang setara dengan Raja Iblis tingkat 4, Blue masih yakin bisa mengatasinya.


Pertarungan Lamia dan pasukan Kota Tokyo sangat dahsyat. Langit yang awalnya tenang menjadi bergemuruh, petir menyambar sangat menyeramkan.


Pergerakan pasukan Kota Tokyo sangat aneh, beberapa memecahkan diri. Blue segera memberikan informasi tersebut, pasukan Kota Tokyo akan segera mengepung istana Fairy Dance.

__ADS_1


__ADS_2