
Blue terjatuh pingsan, dia telah menggunakan semua kekuatannya. Anehnya Mesin Virtual tidak membuatnya keluar.
Mungkin ini hanyalah efek samping dari pemain yang lolos dari celah dimensi. Keterampilan yang digunakan Blue diluar sistem, jadi sistem tidak menghitungnya.
Venom turun sambil memegang dadanya, dia mengangkat Blue dan kembali ke dalam istana kerajaan.
Setelah beberapa saat Blue terbangun, dia melihat Venom sedang duduk menyembuhkan lukanya.
Perlahan Venom membuka matanya, dia merasakan gerakan Blue. "Kamu sudah bangun, terima kasih,. Aku tidak menyangka Lumia bisa sekuat itu."
"Apa maksudmu, Raja Iblis yang kamu kalahkan bukan Lumia sebenarnya. Dia hanyalah bagian dari jiwa Lumia, jadi besar kemungkinan Raja Iblis Lumia yang sebenarnya akan datang dan membunuhmu," kata Blue dengan suara lirih.
"Aku sudah memastikan dia adalah Lumia yang aku kenal. Jadi tidak mungkin Raja Iblis yang aku kalahkan adalah bagian jiwa," jawab Venom tidak percaya.
Blue tidak bisa menyembunyikan kemampuannya lagi, ini adalah situasi krusial untuk menarik hati Venom. Dia langsung menunjukkan layar mengambang.
"Itu adalah semua status dan kekuatanmu. Bahkan disitu juga tertulis semua skill yang bisa kamu gunakan dan dampak yang dihasilkan," kata Blue.
Venom jelas terkejut, selama ini Blue telah membohonginya. "Artinya kamu mengetahui kekuatan Lumia sesungguhnya?"
"Tidak juga, aku hanya mengetahui bahwa Lumia yang kamu lawan hanya bagian dari tubuhnya. Jika bagian tubuhnya sudah sekuat Raja Iblis tingkat dua, sudah di pastikan bahwa dia lebih darinya. Perkiraan dia adalah Raja Iblis tingkat 3."
Blue belum bisa bangun karena tubuhnya masih sangat lemah. Dia mengeluarkan 5 bongkahan batu Iblis tingkat hebat.
"Ini?"
"Ini adalah hadiah dariku. Sebaiknya kamu segera menyembuhkan luka dan bersiap untuk pertarungan selanjutnya," kata Blue memberikan peringatan.
Venom yang tidak pernah mempunyai teman hanya menganggukkan kepala, kemudian dia langsung berlari menuju ruang latihan.
5 Batu Iblis Hebat hanya dapat meningkatkan sedikit kekuatannya, tetapi itu lebih baik daripada tidak melakukan apapun.
Blue duduk dan melakukan meditasi. Tidak butuh waktu lama sebelum stamina dan konsentrasinya penuh kembali.
Sebelum meninggalkan ranjang, Blue melihat statistik Kerajaan Venom. "Ini benar-benar parah, tidak ada satupun iblis yang setia apada Venom. Tidak heran aku tidak pernah mendengarnya di kehidupan sebelumnya," kata Blue dalam hati.
Bee muncul melihat status Kerajaan Venom. "Lihatlah itu adalah tambang Batu Energi, mengapa kamu tidak memanfaatkannya?" tanyanya.
"Hanya manusia yang menggunakan batu energi biasa, jika aku menambang menggunakan bantuan pekerja iblis akan sangat mencurigakan."
"Siapa yang peduli, yang penting masalah kekurangan Fairy Dance akan segera teratasi."
"Pasti ada cara yang lebih efektif. Tunggu, bukankah para iblis tidak menginginkan emas. Bagaimana jika kita menukarnya dengan batu iblis kemudian mempekerjakan mereka di tambang batu energi."
"Brilian, aku setuju. Jika kita sudah memperkenalkan diri sebagai manusia, kemudian para pekerja mendapatkan upah dari Batu Iblis. Tidak akan ada yang curiga, bahkan para pemain bodoh itu tidak akan menyadarinya."
Blue langsung mendapatkan ide bagus, dia langsung berlari menuju pertambangan. Iblis Kecil dipanggil supaya tidak timbul kecurigaan di mata para iblis.
Ketika Blue berjalan menuju tambang, tatapan semua iblis mengarah padanya. Jelas sekali mereka sangat membenci manusia, khususnya para pemain.
__ADS_1
Iblis Kecil ingin mengambil tindakan dan membunuh semua iblis di sekitar pertambangan, tetapi Blue menghentikannya.
"Perkenalkan aku adalah Blue, salah satu orang terpercaya Raja Iblis Venom. Seperti yang kalian ketahui aku adalah manusia, tetapi kedatanganku kesini bukan untuk mencari musuh, malah sebaliknya aku ingin memberikan pekerjaan menguntungkan untuk kalian."
Iblis besar berada tinggi berjalan menuju Blue, dia adalah putra kepala desa disini. "Apa yang kamu inginkan, jangan sebutkan nama Raja Iblis Venom didepan kami!" katanya dengan suara kasar.
"Baiklah, aku tahu kalian tidak suka dengan Raja Iblis Venom karena mengabaikan kehidupan di Desa ini. Kedatanganku kali ini benar-benar ingin bekerja sama dengan kalian," jawab Blue dengan suara sedang.
Kepala desa berjalan menuju tempat Iblis Kecil, dia menggunakan telepati untuk menanyakan kebenarannya. Kemampuannya dalam menilai seseorang sangat baik, jadi tidak mungkin Iblis Kecil berbohong.
"Nak, apa orang di sebelah mu mengatakan kebenaran?" tanya Kepala Desa.
Iblis Kecil langsung menoleh kearahnya dan menjawab, "Dia adalah tuan yang terbaik. Jadi jangan pernah meragukannya."
Jawaban Iblis Kecil tampak sangat jujur, sehingga Kepala Desa muncul dan mendekati Blue dan anaknya.
"Kerja sama apa yang kamu inginkan?" tanya Kepala Desa.
"Sebenarnya aku membutuhkan Batu Energi yang ada di dalam gua itu. Tentu saja itu tidak gratis, aku akan memberikan 1 Batu Iblis Rendah setiap 10 Batu Energi." Blue menatap kepala dengan dan mengatakan tujuannya.
"Jangan membodohi kami, satu Batu Iblis rendah sama dengan 10 Batu Energi itu terlalu tinggi. 5 Batu Energi atau tidak sama sekali!" kata Anak Kepala Desa.
Blue menatap anak kepala desa dengan senyuman. "Baiklah, jika kalian tidak mau masih ada beberapa tambang Batu Energi lainnya," katanya membalikkan badan dan pergi.
Kepala Desa menunggu Blue untuk kembali, dia menghitung. "1 ... 2 ... 3 ... kembalilah!" katanya dalam hati. Sayang tidak seperti yang dia inginkan, Blue terus berjalan seperti tidak peduli.
Kepala Desa dan anaknya ingin menghentikannya, tetapi salah seorang tetua menghentikannya. "Jangan berlebihan. Mungkin dia akan kembali besok," katanya.
"Iblis Kecil, dimana tambang Batu Energi lainnya?" tanya Blue.
"Wilayah utara Kerajaan Venom, dia sana adalah tempat paling aman di Kerajaan karena utaranya sudah lautan lepas. Setidaknya butuh waktu 8 jam untuk sampai keempat itu. "
Blue ingat sesuatu Utara Kerajaan Venom adalah tambang yang sangat misterius. Pada kehidupan sebelumnya, Super Guild bernama Secret Number menguasainya.
Tidak ada yang berani mengusiknya karena mereka melindunginya dengan benteng super megah. Bahkan hanya beberapa penambang saja yang diperbolehkan masuk.
Karena Blue hanya seroang ketua guild tingkat 2, jelas dia tidak mempunyai informasi mendetail tentang tambang tersebut. Namun kali ini dia mempunyai kesempatan untuk mendapatkannya.
"Tidak perlu berjalan, aku akan menggunakan Gate secara teratur. Jadi kita akan sampai dalam waktu 2 jam saja," kata Blue sambil melambaikan tangannya.
Sebuah lubang hitam muncul di depannya, Blue dan Iblis Kecil langsung masuk. Dalam sekejap keduanya langsung berpindah 1400 kilometer ke utara.
Dua jam berlalu, Blue dan Iblis Kecil sampai di tempat tujuan.
Ada dua iblis paruh baya menodongkan tombak kayu. "Manusia, jangan harap kamu bisa masuk ke desa!" kata salah satu iblis.
"Aku tidak ingin mencari keributan. Kedatanganku kali ini tidak lain karena perintah dari Raja Iblis Venom, melihat desa kalian kurang terurus makanya aku di perintahkan untuk mengembangkan tambang batu energi."
Kedua iblis saling memandang, mereka masih belum mengakui Venom sebagai penguasa wilayah. Hal itu karena Venom hanyalah pangeran kecil yang mewarisi kekayaan orang tuanya.
__ADS_1
"Silahkan, anggap ini sebagai penghormatan untuk Venom 1 yang mati 2 tahun lalu," kata salah satu penjaga dengan suara pelan.
Blue tidak mengetahui kejadian itu, dia berencana untuk menggali informasi tentang Venom lebih jauh dengan harapan bisa menjadi temannya.
Karena Pahlawan Raphael sudah memusuhinya, mengapa tidak menjadikan Raja Iblis sebagai temannya. Karena Domain Dewa tidak memandang siapa yang jahat dan baik, dunia berjalan sesuai dengan hukum rimba.
Contohnya sudah jelas, tepat ketika Venom baru menginjakkan kaki di tingkat 2 langsung diserang Lumia. Jelas mengisyaratkan bahwa Raja Iblis juga saling berkompetisi.
"Tuan, siapa anda sebenarnya?" tanya serang iblis tua dengan langkah kaki yang pelan.
"Aku adalah perwakilan Kerajaan Venom. Seperti yang aku katakan sebelumnya, beliau mengirim aku dan Iblis Kecil untuk mengembangkan tambang Batu Energi."
"Aku adalah Kepala Desa ini, jadi tolong ungkapkan maksud anda sebenarnya." Iblis tus itu mengetahui ada maksud tersembunyi dalam setiap kalimatnya.
Blue sedikit terkejut, aktingnya bisa menipu Raja Iblis Venom. Namun iblis tua di depannya bisa melihat maksud sebenarnya.
Karena menghargainya sebagai Kepala Desa, Blue tersenyum manis. "Aku tidak berbohong tentang pengembangan Desa ini. Namun sebagai manusia aku sangat menginginkan Batu Energi yang ada di dalam sana," kata Blue mengungkapkan maksud sebenarnya.
"Semua manusia memang serakah, ambil saja jika kamu mampu. Di depan mulut gua ada gas beracun yang bisa membunuh semua manusia, jadi jangan berpikir untuk masuk."
Blue menggelengkan kepala. "Inilah mengapa aku meminta bantuan warga desa. Aku akan membeli semua Batu Energi yang kalian hasilkan, tentu saya harganya cukup wajar."
"Kami tidak menginginkan uang—"
Sebelum menyelesaikan perkataannya, Blue mengeluarkan sebuah Batu Iblis tingkat rendah. Kepala Desa langsung menghentikan perkataannya.
"30 Batu Energi setara dengan 1 Batu Iblis atau tidak sama sekali!" kata Kepala Desa penuh semangat.
"Baiklah, tetapi aku ingin pasukan khusus dari desa ini. Tentu saja aku akan memberikan Batu Iblis yang lebih banyak," kata Blue.
"Kami tidak mempunyai pemuda yang menjanjikan. Semua orang di desa kekurangan energi, banyak dari mereka tidak mempunyai nama."
Blue tersenyum mendengar keluhan Kepala Desa dengan senyum manis di bibirnya. "Aku tidak peduli dengan bakatnya, aku hanya membutuhkan orang yang mempunyai mau bekerja keras."
"Baiklah, semua penduduk disini akan bekerja keras untuk membantu anda."
Blue sampai di depan mulut gua, dia merasakan adanya sebuah kekuatan yang ingin keluar dari dalam gua.
"Aneh seharusnya tidak ada mahluk yang bisa hidup di dalam tambang." Tanpa sadar Blue melangkah mendekati gua, Iblis Kecil masih mengatur pasukan kecil tanpa nama.
Dia akan memberikan nama pada semua prajurit baru di desa.
Hanya satu langkah lagi Blue memasuki gua, tetapi dihentikan oleh Kepala Desa. "Sudah aku bilang, kamu akan mati jika masuk kedalam."
"Jangan khawatir, aku sudah memikirkan sebuah cara." Blue melepaskan segel iblis yang dia miliki. Kemudian melanjutkan langkahnya.
"Lihatlah, aku tidak terpengaruh oleh racun ini."
Tepat setelah Blue masuk, suara raungan terdengar.
__ADS_1
"Jekpot!" kata Blue membelalakkan matanya penuh semangat.