
Blue langsung tersenyum tipis melihat diskripsi peri kecil. Dia berjalan pelan menuju arah peri yang tidak mempunyai nama tersebut.
"Halo, apa kamu ingin ikut denganku ke Dunia luar?" tanya Blue memberikan penawaran.
Peri kecil yang berwarna hijau itu terbang mendekati Blue dengan ekspresi wajah senang. Tanpa ragu dia mencium pipi Blue.
Ketika peri mencium pipi seorang pemain, artinya dia sudah membuat kontrak. Kemanapun sang pemain pergi, Si Peri itu harus mengikutinya.
Ratu yang melihat kejadian itu mengerutkan kening. Dia tidak percaya dengan situasi yang dia lihat sekarang. Ras peri seharusnya mempunyai solidaritas yang sangat tinggi, bahkan jika ada satu terbunuh, semua ras akan membalaskan dendam.
Namun sekarang dengan kedua matanya, Ratu Peri melihat rakyatnya langsung membuat kontrak dengan pemain tanpa persetujuannya.
"Karena kamu terlihat cantik, aku akan memanggilmu Ela. Apa kamu suka?" tanya Blue sambil tersenyum manis.
Ela yang belum bisa berbicara menganggukkan kepalanya. Dia belum pernah belajar bahasa manusia, jadi sudah sewajarnya dia tidak bisa bicara pada manusia.
Sekarang Ela sudah berumur 100 tahun, Blue sedikit penasaran dengan statusnya setelah membuat kontrak dengan seorang pemain.
Nama : Ela
Ras : Peri Pohon Dunia
Level : 50
Umur : 100
Kekuatan : 10
Pertahanan : 10
Kelincahan : 350
Daya Tahan : 30
Kepintaran : 430
HP : 5000
MP : 54.300
Skill :
- (Bisa bertambah ketika menyerap inti monster)
Potensi : 120 (Peri yang tidak mempunyai batas potensi. Semakin nyaman dengan lingkungan, potensinya akan meningkat.)
Keahlian : - (Bisa Bertahan jika belajar)
Perbedaan skill atau keterampilan dan keahlian terletak pada kegunaannya. Skill atau keterampilan biasa digunakan untuk menyerang monster atau menciptakan sesuatu.
Sedangkan keahlian adalah suatu istilah yang berkaitan dengan ilmu. Contohnya bisa belajar bahasa manusia, kemudian ada belajar memasak dan lain sebagainya.
Jika di pemain ada profesi, para peri menyebutnya keahlian. Pemain hanya bisa mengambil satu profesi, sedangkan peri bisa belajar banyak hal.
"Ratu Peri, aku sudah menemukan rekan yang cocok denganku. Karena urusanku di sini sudah selesai, aku undur diri," kata Blue dengan sopan. Dia tidak ingin membuat permusuhan dengan ras peri.
__ADS_1
Karena Blue bersikap sopan, Ratu Peri juga membiarkannya pergi dari Pohon Dunia tanpa kehilangan lebih banyak. Batu Energi tingkat tinggi sangat berharga di masa sekarang, tetapi Blue memberikannya dengan santai.
Setelah keluar dari Pohon Dunia, Blue memasukkan Raul kedalam penyimpan dan mengeluarkan Black Wing.
Fakta menarik tentang Black Wing, pemain tidak membutuhkan banyak stamina ataupun konsentrasi. Artinya Blue bisa terbang dengan cepat tanpa harus kehilangan stamina dan konsentrasi yang berlebihan.
Bisa dibilang Black Wing setara dengan Hewan Tunggangan yang mempunyai kecepatan sangat tinggi. Bisa dibayangkan jika Blue mempunyai Kelincahan 550, ditambah Black Wing kecepatannya menjadi 660. Jumlah itu lebih besar dari Raul yang berlari dengan kecepatan penuh.
Status Kelincahan dan kecepatan itu sedikit berbeda. Kelincahan adalah status yang mencakup segalanya, contohnya lompat, menghindar, dan lain sebaiknya. Sedangkan Kecepatan hanya berfokus pada kecepatan seseorang, contohnya kecepatan berlari.
Setelah berasa para peri tidak mengejar, Blue turun dan menunggangi Raul. Dia tidak ingin menunjukkan Black Wing kepada publik karena masih terlalu dini.
Ketika pemain sudah mencapai level 500, banyak penyihir yang bisa menggunakan Skill terbang. Bahkan beberapa pemain pedang mempunyai peralatan untuk terbang.
"Bee, kemana kita bisa membeli buku pembelajaran?" tanya Blue. Dia sebenarnya sudah mengetahui jawabannya, tetapi ingin menguji pengetahuan Bee tentang Domain Dewa.
Bee menjawab, "Ada banyak tempat yang bisa kamu kunjungi. Namun perpustakaan adalah tempat mencari buku paling banyak."
Jawaban Bee sangat tepat, Blue juga berencana ke perpustakaan Rawa Kuning. Dia ingin Ela belajar bahasa dan beberapa keahlian dengan membaca buku.
Sekarang Blue punya 3 familia yang selalu mengikutinya. Berbeda dengan pengawal pribadi yang bisa berburu sendiri, mereka bertiga harus berada di sisi Blue untuk tumbuh.
Oleh karena itu, Blue harus menyisihkan sebagian waktunya untuk meningkatkan semua familia miliknya. Familia adalah sebutan untuk para hewan atau mahluk lainnya yang selalu berada disisi pemain, banyak orang mengartikannya sebagai keluarga.
Familia bisa mati, jadi pemain harus berhati-hati. Tidak seperti pemain yang bisa bangkit di Rumah Kebangkitan, Familia akan langsung mati jika HPnya turun sampai 0.
Banyak trik untuk mencegah Familia mati, salah satunya adalah menyimpan mereka dalam ruang penyimpanan khusus.
Sekarang Blue belum mempunyai ruang penyimpanan khusus itu, jadi dia harus berhati-hati. Ruang penyimpanan untuk menarik Raul adalah penyimpanan bawaan pemain. Ketika pembaruan keempat, ruang penyimpanan bawaan pemain tidak bisa menampung mahluk hidup.
Bee membusungkan dadanya dan berkata, "Serahkan pada pangeran tampan ini!"
Sesampainya di Kota Rawa Kuning, dua orang selalu mengikutinya dari belakang. Mereka tidak lain adalah pencari informasi yang sedang mengikuti Blue dan ketiga familia miliknya.
Dengan wajah polos Blue berpura-pura tidak mengetahui keberadaan mereka dan melihat gedung perpustakaan yang tinggi dan megah.
"Wah, sangat hebat. Kota Rawa Kuning memang terbaik!" kata Blue melirik Bee dengan penuh arti.
Karena Bee mempunyai kecerdasan yang cukup baik, dia segera mengerti bahwa ada orang yang sedang mengikutinya. Dengan wajah polos Bee menyela, "Bodoh, pangeran ini mempunyai istana yang lebih baik dari ini."
"Hai, bukankah istanamu terbuat dari batu yang tidak bisa dijual," kata Blue dengan nada meledek.
"Kampret, itu hanyalah istana para lebah tak berakal. Lihatlah ketampanan pangeran ini, mana mungkin aku berasal dari sana!" teriak Bee membela diri.
Raul menyela dengan mengeluarkan geraman aneh, tampak dia ingin berbicara. Karena tidak memiliki keahlian berbahasa, Raul belum bisa mengeluarkan suara.
Dengan memanfaatkan buku di perpustakaan, Blue berharap kedua Familia bisa berbahasa.
"Aku tidak pernah melihat istana untuk lebah gendut sepertimu. Jangan mengarang cerita yang membuat orang salah paham," kata Blue dengan senyum mengejek.
Perdebatan mereka bertiga disaksikan Ela yang baru belajar bahasa. Dengan kecerdasannya, dia berhasil mengetahui beberapa kata sanjungan seperti kampret dan lebah gendut.
Semoga saja Ela yang polos berada di jalan yang lurus dan cerah.
Mereka semua masuk kedalam perpustakaan dengan mudahnya, kedua pemain yang mengikuti tidak mempunyai akses untuk masuk kedalam perpustakaan.
__ADS_1
"Sial, siapa sebenarnya pemuda dengan 3 mahluk aneh di sebelahnya."
"Mengapa memikirkan hal tidak menarik seperti itu, lebih baik kita menjual informasi mencengangkan ini!"
Kedua pemuda yang membuntuti Blue adalah seorang pemain yang berfokus mengumpulkan informasi di Kota Rawa Kuning. Mereka tidak mengetahui bahwa Blue dan Topeng Setan adalah satu orang yang sama.
Keterampilan bersembunyi mereka sangat baik, bahkan pemain biasa tidak akan bisa menyadari keberadaannya. Sayangnya Blue bukan pemain biasa yang mudah dibuntuti.
Untuk masuk ke dalam perpustakaan, pemain diharuskan mempunyai Reputasi yang cukup baik. Karena Blue adalah seorang Baron Benua Tengah, penjaga perpustakaan tidak di izinkan berbicara dengannya.
Sebenarnya ada peraturan bahwa hewan peliharaan ataupun familia lainnya tidak boleh masuk. Blue mengetahui hal tersebut, jadi dia memanfaatkan gelar bangsawan miliknya untuk merubah sedikit peraturan.
Sembari menunggu Bee mengajari Raul dan Ela, Blue pergi ke lantai 3. Menurut informasi yang dia dapatkan, ada seorang pemain yang selalu ada di perpustakaan Rawa Kuning.
Dia adalah Mahira, seorang perempuan yang selalu memakai kacamata. Bahkan ketika di medan perang, dia tidak pernah melepas kacamatanya.
Para pemain yang mengetahui kebiasaannya memberi julukan Si Kacamata Jahat. Tingkat kecerdasannya sangat gila, bahkan Shadow pernah di hancurkan sekali oleh wanita gila itu.
Untungnya Juna dan Blue adalah orang yang mempunyai beberapa kenalan untuk menyelamatkan dirinya. Jika tidak wanita gila, Mahira akan menginjak Shadow dengan kelicikannya.
Blue sendiri yang menghadapi kelicikan wanita gila itu. Ketika itu Shadow sedang terlibat beberapa perselisihan dengan Dominasi Dunia, kemudian Mahira muncul sebagai pasukan bayaran.
Tiga belas regu yang di siapkan untuk menghadapi pasukan Dominasi Dunia telah disabotase, sehingga Shadow tidak dapat bertarung dengan maksimal. Beberapa peralatan dicuri dan hampir semua persediaan ramuan telah dihancurkan. Pelakunya tidak lain adalah Mahira dan pasukannya.
Shadow mengalami kerugian yang sangat besar. Untungnya Juna dapat membalik keadaan dengan menyuap beberapa pemain Dominasi Dunia untuk melakukan pemberontakan.
Akhirnya keduanya berakhir dengan kerugian, tetapi Shadow jelas lebih parah daripada Dominasi Dunia. Sehingga Blue yang harus memikirkan cara untuk mengganti uang Juna.
Menurut rumor, Mahira mulai berubah menjadi pemain jahat setelah kehilangan kedua orang tuanya. Semuanya akibat dia terus bermain Domain Dewa dan mengabaikan kesehatan kedua orang tuanya.
Informasi yang didapatkan, Mahira selalu membaca buku di perpustakaan Kota Rawa Kuning. Jika Blue berhasil merubah masa depannya, maka dia akan mendapatkan seseorang yang super jenius seperti Mahira.
Namun untuk merekrutnya jelas tidak mudah, memanfaatkan empatinya tidak bisa dilakukan. Karena pada masa sekarang Mahira adalah orang yang sangat acuh.
Langkah terakhirnya Blue menuju lantai tiga, dia melihat seorang anak perempuan dengan tumpukan buku disebelahnya. Dia tidak lain adalah Mahira kecil yang pernah mengadu pedang dengannya.
Sekarang mereka berdua berada di posisi yang berbeda. Blue berencana menariknya ke Fairy Dance dengan mendekatinya sehalus mungkin.
"Halo, aku Blue. Bolehkah aku tahu namamu?" tanya Blue mencoba mendekati.
Mahira hanya menatap tajam tanpa menjawab, dia terlihat sangat terganggu dengan kehadiran Blue.
Blue menghela nafas dan berkata, "Kedua orang tuamu bukan sakit biasa. Mereka mengalami penyimpanan prana, jika tidak segera ditangani 2 bulan dari sekarang mereka akan mati."
Karena Mahira tidak memberikan tanggapan dengan fakta yang diberikan, Blue membalik badannya dan berjalan ke arah tangga.
Mahira menutup bukunya dan bertanya, "Darimana kamu tahu kedua orang tuaku sedang sakit?"
"Kalau aku bilang dari masa depan, pasti kamu tidak mempercayainya. Jadi lebih baik aku menjawab, informasi yang aku punya sangat luas."
"Apa tujuanmu mengatakannya padaku?"
"Sederhananya, aku membutuhkan kecerdasan yang kamu miliki."
"Datanglah ke Kota Jakarta, aku tinggal di Rawa Kuning," kata Mahira mengatakan nama sebuah wilayah di Benua Tengah.
__ADS_1
"Baiklah, aku berharap kamu tidak mengecewakanku, Mahira," kata Blue melanjutkan langkah kakinya.