
"Baiklah, aku menghargai keputusanmu. Namun jika membutuhkan sesuatu datanglah ke Fairy Dance, Oliver benar-benar berisik," kata Blue langsung berjalan menuju Eka dan Dwi.
Regina tersenyum dan berkata pelan, "Terima Kasih. Aku tidak pernah melupakan kejadian ini." Dia menganggap bahwa Oliver adalah orang dibalik bergeraknya Blue dan menggunakan kartu as Fairy Dance.
Sayangnya Regina tidak tahu bahwa pendengar Blue bukan sesuatu yang bisa diremehkan. Semua perkataannya didengar dengan sangat jelas.
"Siapa bilang aku melepaskan bakat sepertimu. Selama Oliver ada di sebelahku, cepat atau lambat kamu akan meninggalkan Pentagon."
Blue tidak berniat memisahkan Regina dengan keluarganya, melainkan ingin mempererat mereka dengan cara memberikan Pentagon pada Dimas dan Regina akan ditarik ke Fairy Dance.
Sayangnya Regina tidak mengerti dengan baik apa yang dikatakan Blue. Jadi dia mengira bahwa Regina harus membubarkan Pentagon.
"Apa kalian baik-baik saja?" tanya Blue kepada Eka dan Dwi.
"Kami sangat sehat. Sejujurnya tidak ada kerusakan yang kami terima tadi, tetapi entah mengapa aku merasakan mual," jawab Eka.
"Iya, itu tadi adalah racun yang cukup kuat untuk menumbangkan Raksasa. Kamu menerobos pertahannya dengan gagah berani, sungguh penampilan yang mencolok."
"Hehe," kata Eka yang tersenyum malu.
"Baiklah, kalian lebih baik istirahat. Gelombang selanjutnya akan segera dimulai, aku akan melakukan persiapan."
Blue pergi menemui Leon dan pasukannya. Dia ingin melihat keadaan pasukan Leon, siapa yang menyangka ternyata Leon berhasil memimpin pasukan dengan sangat baik.
Tidak ada satupun orang yang moral mereka turun, bahkan beberapa naik. Blue melihat dari kejauhan dengan senyum manis.
"Ternyata dia jadi lebih baik," gumamnya pelan.
Bee keluar sambil membawa wadah makanan berwana merah dan putih, didalamnya terdapat kaki Kepiting Goreng.
"Yah, Leon adalah seseorang yang mungkin setara denganmu. Aku menyarankan untuk tidak terlalu memberinya kekuasaan, mungkin dia akan menjadi seperti Dimas," kata Bee memberikan nasihat.
Blue menggelengkan kepalanya. "Aku tahu apa maksudmu, tetapi Leon bukan orang yang bodoh dan mengkhianati saudaranya."
"Aku bukan tidak percaya padanya, hanya saja lebih waspada adalah tindakan yang sangat bagus."
"Sejujurnya aku akan memberikan kursi Ketua Guild padanya. Sedangkan aku akan berfokus mencari semua harta di Domain Dewa."
"Yah aku tahu, pemain terkuat di dunia tidak bisa terikat oleh guild. Ye Mo juga sudah melepas posisinya sebagai Ketua Demon Slayer," kata Bee pelan.
"Yah, Leon adalah calon yang paling menjanjikan."
"Mengapa kamu tidak mencoba Jessica ataupun Amelia?"
"Sebelumnya aku sudah memberikan kesempatan, bukankah semuanya jadi kacau. Walaupun Jessica sangat kompeten, tetapi dia tidak bisa mengambil keputusan tanpa adanya perintah atau pendukung, disisi lain Amelia hanya mengedepankan kekuatan pribadi daripada kelompok."
"Masih ada Yohana, Salju, Kana, Queen, Ayunda, Dona, dan masih banyak bakat yang mungkin belum menunjukkan pesonanya." Bee memberikan referensi pada Blue.
__ADS_1
Sebagai tanggapan Blue tersenyum manis. "Aku mempunyai sebuah rencana besar dibawah bendera Fairy Dance. Leon akan menjadi Ketua Guild, sedangkan lainnya akan menjadi guild cabang yang terbuka untuk publik."
"Aku sudah belajar tentang duniamu, artinya Fairy Dance tetap berada di tanganmu dan kamu ingin membuat guild lain yang 90% sahamnya milikmu?" tanya Bee.
"Seperti yang diharapkan dari Pangeran Bee. Jika aku terus menyediakan koin emas, Fairy Dance tidak akan pernah bisa menjadi guild tingkat 1 atau bahkan guild super."
"Yah, sebuah perusahan harus bisa berjalan sendiri tanpa perlu diawasi 24 jam. Namun resiko ini sangat besar, jika orang pilihanmu berkhianat itu akan menjadi seperti Pentagon."
"Inilah alasan aku membutuhkan Regina, aku ingin dia menjadi mentor semua cabang guild dan hanya menuruti keputusan Leon. Selama Regina mempunyai kekuasaan tertinggi dalam mengambil keputusan, dia akan membangkitkan bakatnya sesungguhnya."
"Aku tidak berpikir sampai sejauh itu, kamu membiarkan Pentagon runtuh hanya untuk menarik seseorang didalamnya. Sekarang aku jadi berpikir, orang jahat sebenarnya kamu atau Ansel," kata Bee sambil mengambil kaki Kepiting Goreng.
Blue tersenyum manis. "Sejujurnya aku tidak bisa membedakan mana yang jahat dan baik. Selama tidak ada yang dirugikan maka transaksi sukses, Kan?"
"Ya, terserahlah. Aku akan menonton dari dalam ruang penyimpanan, mungkin ada kejutan yang tidak akan kamu sangka dari ruang penyimpanan."
Tepat setelah Bee mengatakannya, dia langsung masuk tanpa mendengar pertanyaan Blue.
"Sialan, dia selalu membuat situasi menjadi rumit. Baiklah sudah saatnya menjalankan serangan balasan untuk Dimas."
Blue memberikan perintah pada Jessica untuk menarik semua pasukan Fairy Dance. Dia hanya ingin menyingkirkan 15 raksasa milik Dominasi Dunia, sedangkan kemenangan akan ditentukan oleh para pasukan Dimas atau Regina.
Sesuai dengan perintahnya, semua pasukan Fairy Dance kembali dengan perasaan senang karena mereka berhasil meraih kemenangan.
Blue, Mahira, Azzam, dan Azzura menatap langit malam yang banyak bintang.
"Kamu terlalu melo, Sayang. Dunia ini tidak bisa bergerak sesuai dengan kehendak kita tapi sebagai manusia kita harus berusaha keras," Jawab Azzura dengan senyum manis di bibirnya.
Blue yang berada cukup jauh dari mereka bisa mendengarnya dengan jelas. Kemudian dia melihat Mahira yang menutup matanya untuk menenangkan hatinya di bawah bintang.
"Kalian bertiga benar-benar sangat beruntung." Blue menutup matanya, dia melakukannya supaya tidak meneteskan air mata.
Ayah dan ibunya pergi ke medan perang untuk melindungi kepercayaan mereka masing-masing. Sebenarnya orang yang paling dikorbankan adalah dirinya sendiri, kurangnya kasih sayang ayah dan sekarang harus merelakan ibunya pergi.
"Bu, aku mohon pulanglah dengan selamat."
Hembusan angin dingin membuat Blue membuka matanya, bibirnya langsung terangkat. "Sudah waktunya, tidak ada yang diijinkan mati dalam perang ini!" katanya.
Mahira membuka matanya perlahan, dia menarik pedangnya yang berwarna hitam dan memasang masker serta mengikat rambutnya.
Azzam dan Azzura tidak melepaskan masker dan penutup kepalanya. Jadi keduanya sudah siap untuk bertempur.
4 melawan seluruh pasukan Dimas, tujuannya tidak lain adalah membatasi pergerakan musuh supaya hanya fokus menyerang gerbang depan Pentagon dan mengalahkan raksasa.
"Eka, Dwi, Keluarlah!" kata Blue tegas.
Keduanya langsung berlutut di depan Blue. "Kami siap menjalankan tugas," jawab keduanya bersamaan.
__ADS_1
"Iblis Kecil, Keluarlah!"
Iblis Kecil langsung menunjukkan wujudnya dan berlutut di depan Blue. Dia tidak mengatakan apapun, semua orang sudah tahu bahwa Iblis Kecil siap untuk berperang.
"Tugas kita tidak lebih dari menumbangkan monster dan menghilangkan semua pembunuh yang berada di luar jalur perang."
Semua orang menjawab bersama-sama. "Siap!"
Drakula yang tidak mempunyai keterampilan untuk menyerang dalam kegelapan. Diperintahkan untuk membuat dinding api yang bisa bertahan cukup lama di arah selatan. Sedangkan Azzam dan Azzura akan melakukan pembantaian di wilayah utara.
Raul bergerak bersama Blue dan Iblis Kecil. Tugas mereka menggiring para pembunuh masuk kedalam jebakan dan memusnahkan mereka.
Karena semua pasukan Fairy Dance sudah kembali, Regina melompat dari kursinya. "Apa yang terjadi, bukannya pasukan Dominasi Dunia sudah kembali?" tanya Regina kebingungan.
"Aku sudah memastikannya, semua pendukung Dimas telah pergi. Besar kemungkinan mereka mundur, tetapi sangat aneh pasukannya menyerang lagi."
Regina langsung menghubungi Blue, senangnya tidak bisa tersambung. "Siapkan pasukan untuk bertempur!"
"Siap!"
15 Raksasa muncul, jelas Regina sangat putus ada. Dia tidak pernah menyangka akan berakhir seperti ini, tetapi matanya langsung terbuka lebar ketika melihat dua Raksasa muncul.
"Eka dan Dwi?"
Regina lebih terkejut lagi melihat dua raksasa kartu as Fairy Dance muncul. Padahal semua pasukan Fairy Dance sudah kembali, artinya seseorang menempatkan mereka di sana.
"Jadi ini kelakuanmu, Blue. Kamu hanya akan membersihkan orang-orang yang mengganggu keseimbangan perang dan ingin aku memutuskan!"
Eka mengeluarkan pedang energi, pedangnya langsung diayunkan dengan sangat cepat. Salah satu raksasa yang tidak bisa menangkisnya langsung tumbang.
Dwi menggunakan sihir untuk mengikat kaki para raksasa dengan akar. Semua raksasa tidak dapat bergerak, 14 batu berukuran besar tercipta di langit.
"Maju!" teriak Dwi sambil mengayunkan tongkat energinya ke depan.
14 baru langsung menerjang musuhnya dengan serangan kuat, tetapi itu tidak dapat menumbangkan mereka dengan cepat. Eka berlari hingga tanah yang dia pijak bergetar, bahkan tanaman disekitarnya roboh.
Azzam dan Azzura dengan cepat membunuh para pemain yang keluar dari jalur. Kecepatan mereka jauh lebih cepat dari manusia biasa, Blue ada gurunya jadi sudah sewajarnya mereka bisa bergerak dengan bebas.
Blue, Iblis Kecil, dan Mahira menemui Dimas yang dikelilingi oleh para jendral perangnya.
"Aku tidak menyangka kamu benar-benar keras kepala, Dimas!" kata Blue yang menggunakan masker hitam.
"Ketua Fairy Dance, kita tidak mempunyai pertengkaran. Mengapa kamu membela Regina sampai segitunya?" tanya Dimas dengan suara pelan supaya para jendral tidak mendengar.
Mereka berada di dalam sebuah tenda yang dijaga ketat, moral para penjaganya akan turun drastis jika mengetahui Blue menerobos tanpa diketahui.
Iblis Kecil dan Mahira sedang menyamar sebagai penjaga, jadi tidak ada yang menyadarinya. Bahkan Dimas juga tidak menyadarinya.
__ADS_1