
Rumah Petualang Desa Melati terdapat 10 Meriam Sihir Otomatis dan 5 Menara Petir. Bisa dibilang Tangan Merah adalah guild yang meniru pertahanan Fairy Dance.
Sayangnya mereka tidak tahu seberapa kuat Fairy Dance, Hartawan salam mengira bahwa dengan beberapa senjata sihir bisa mengalahkan pasukan 9 orang.
Blue memimpin jalan dan menggunakan Kelincahannya untuk menghindari semua peluru Meriam Sihir dan Menara Petir. Semuanya tampak alami sehingga membuat semua senjata mengarah padanya.
Aji, Reaper, dan semua tim lainnya berlari dibelakang Blue dengan sangat santai. Walaupun bukan seorang Tank, Blue adalah pemain yang bisa memanfaatkan statusnya dengan sangat baik.
Ayunan pedangnya berhasil membelah peluru meriam dengan sempurna, sehingga tidak memberikan kerusakan sedikitpun. Mulai sekarang beberapa pemain bertipe kelincahan akan memiliki pilihan alternatif untuk melawan Meriam Sihir.
Blue menoleh kebelakang memberikan isyarat untuk menghancurkan 5 Menara Sihir. Tanpa menunggu lama, mereka menggunakan keterampilan terbaiknya untuk menghancurkan Menara Sihir.
Blue juga tidak tinggal diam, dia menghancurkan semua senjata sihir di depan pintu Rumah Petualang Desa Melati. Secara bersamaan mereka menghancurkan senjata sihir dan minum ramuan penambah HP dan MP.
Setelah HP dan MP semua orang pulih, Reaper dan tim bersembunyi seperti biasa. Para reporter dan pengintai juga bersembunyi untuk meliput.
Tidak ada yang mengganggu satu sama lain, mereka tidak ingin menimbulkan masalah hanya karena mengambil video pertempuran Fairy Dance dan Tangan Merah.
Pintu di dobrak dengan pukulan Aji yang sangat keras.
"Hartawan, kita bertemu dengan keadaan yang kurang menyenangkan," kata Blue sambil tersenyum lebar.
"Jangan banyak bicara, aku akan membalas semua kejadian ini!" teriak Hartawan menyerang Blue. Dia sendirian, tidak ada satu orangpun yang berdiri disampingnya.
Dengan dua serangan Slash, Hartawan langsung sekarat. Blue tidak memberikan kesempatan kepada Hartawan untuk mengatakan apapun, dia langsung membunuhnya dengan serangan normal.
Secepat itulah Blue mengalahkan musuhnya, sangat mengerikan dan sangat cepat. Berita tentang kekalahan Tangan Merah tersebar.
Semua guild yang sudah bersiap mengepung Desa milik Tangan Merah. Semuanya melakukan serangan kepada setiap desa.
Sebelum Fairy Dance mengambilnya, para guild lainnya akan mengambilnya. Dalam satu hari semua desa Tangan Merah sudah memiliki pemilik baru.
Hartawan yang baru dibangkitkan tidak bisa menerima fakta bahwa Tangan Merah hancur sepenuhnya. Dia bertekad untuk membalas semua perbuatan Fairy Dance.
30 menit yang lalu, 50 pembunuh kelas B telah ditugaskan untuk menyerang markas Fairy Dance. Dengan pakaian serba hitam mereka menerobos masuk markas Fairy Dance tanpa memiliki informasi yang jelas.
Pasukan Garuda yang sudah terlatih berhasil melumpuhkan 10 orang hanya dalam beberapa menit. Sedangkan pasukan Harimau Putih hanya butuh beberapa detik untuk membunuh 40 orang.
Pasukan Garuda tidak mengetahui fakta tentang orang misterius yang menjaga markas Fairy Dance. Namun semua melihat keterampilan mereka bukan orang sembarangan.
Karena melihat kejadian yang sangat mencengangkan tersebut, pasukan Garuda mengirim laporan kepada pimpinan.
Yuliana yang mendapatkan informasi juga tidak mengetahui darimana Arief bisa bertemu dengan pasukan elit tersebut.
Seiring berjalannya waktu, semua orang tidak mempermasalahkannya. Satu hal yang penting untuk diketahui, pasukan misterius itu sangat kuat. Sehingga bisa melindungi Markas Fairy Dance.
Pak Tua yang menerima laporan juga langsung menghubungi beberapa kenalan di Perusahan Aldi. Namun hasilnya nihil, bahkan di pencatatan kependudukan mereka tidak ada.
"Sangat misterius, darimana datangnya 25 orang itu?" kata Pak Tua sambil mengelus janggutnya. Dia tidak pernah menyangka ada pasukan yang lebih misterius dari Perusahaan Aldi.
Setelah membaca semua informasi ada sebuah suara misterius terdengar di telinganya. "Jangan pernah mencari informasi tentang kita. Bahkan jika kamu teman Arief, kami akan membunuhmu!" katanya.
__ADS_1
Pak Tua tidak bisa bergerak, dia tidak bisa menggerakkan semua ototnya. Sebuah pisau hayalan muncul di depan lehernya, aura ungu gelap menyelimuti pisau.
Semua bulunya berdiri karena tidak kuasa menahan aura membunuh milik pria misterius yang menodongkan pisaunya.
Sebelum Pak Tua menjawab, pria tersebut langsung menghilang karena ada seseorang yang mencoba masuk kedalam ruangan.
Pak Tua menyembunyikan fakta tentang kejadian barusan, dia langsung membatalkan semua penyelidikan 25 pasukan misterius. Tidak ada yang boleh mengganggunya atau pasukan Garuda akan musnah.
Dia mengetahui batasannya, bahkan pasukan Perusahan Aldi tidak ada yang bisa membuatnya bergetar ketakutan seperti sebelumnya. Aura yang dipancarkan pria misterius itu membuat Pak Tua tidak bisa bernapas dengan benar.
Setelah kehilangan kontak dengan 50 pembunuh, pemimpin organisasi yang disewa Hartawan mendatangi markas Fairy Dance secara langsung.
Dia tidak merasakan ada keanehan. Tanpa diduga ada 10 mayat yang membuatnya merinding. Semua tubuh di eksekusi dengan sangat mulus, artinya ada pasukan khusus yang melindungi markas Fairy Dance.
Walaupun tidak dapat memastikan, pemimpin organisasi pembunuh menyadari bahwa markas Fairy Dance tidak sederhana. Dia adalah seorang pembunuh kelas S, tetapi merasa ketakutan tanpa sebab.
Nalurinya mengatakan bahwa dia harus segera kabur atau musibah akan menghampirinya. Dengan sigap, pemimpin organisasi pembunuh langsung kembali dan membuat perhitungan dengan Hartawan.
"Sialan, Hartawan mendorong kita ke jurang. Untungnya belum ada tindakan khusus yang dilakukan Fairy Dance. Jika mereka tahu, dapat dipastikan organisasi dalam bahaya!" kata pemimpin pembunuh dalam perjalanannya.
Setelah sampai di rumah Hartawan, si pembunuh langsung menusuk Hartawan dengan pisau beracun miliknya.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Hartawan yang kebingungan karena tubuhnya terkena tusukan pisau.
"Kamu mendorong kamu ke jurang neraka. Untuk menenangkan jiwa pasukan pembunuh, aku mengorbankan dirimu!"
Berita tentang pembunuhan Hartawan tersebar keseluruhan penjuru dunia. Mereka menganggap bahwa Fairy Dance adalah pelaku di balik semua kejadian.
Karena sedang dalam permainan Domain Dewa, Arief dan teman-temannya hanya menerima pesan dari polisi Kota Bandar.
Arman adalah pemegang kendali petugas keamanan kota, jadi Arief memiliki beberapa jaringan didalam organisasi.
Blue, Jessica, dan Amelia mendatangi kantor polisi, mereka harus datang secara langsung supaya tidak mendapatkan surat peringatan.
"Bos, mungkinkah kamu?" tanya Jessica sedikit penasaran.
"Jangan pernah takut dengan kejadian seperti ini. Mungkin suatu saat kita akan berada di posisi Hartawan. Satu hal yang dapat aku katakan, aku bukan pelaku di balik pembunuhan."
Arief juga menjelaskan beberapa konsep sederhana untuk membunuh orang tanpa menyentuhnya. Dia juga mengatakan beberapa saluran pembunuh bayaran, tetapi Arief tidak ingin menggunakan jasanya.
Kekuatan terhebat adalah kekuatan tubuh kita sendiri. Jika kita kuat, banyak pasukan hebat akan mencari kita. Jadi jangan pernah berpikir untuk menyewa pembunuh bayaran atau kalian akan menyesal seumur hidup.
Menurut pengetahuannya, organisasi pembunuh adalah sebuah kekuatan yang sangat solid. Mereka tidak mau kehilangan rekannya dengan mudah. Jika rekannya mati, organisasi pembunuh akan membalaskan dendamnya.
Artinya jika seseorang memberikan informasi palsu hingga membunuh satu anggotanya, maka organisasi pembunuh akan menyerang balik si pembayar.
Sangat kejam, tetapi itulah kehidupan. Tidak ada yang kekal, jadi lebih baik hidup dengan damai dan memperkuat diri.
Setiap manusia mempunyai salah satu ego bernama egois dan iri hati. Hal itulah yang mendasari banyak orang ingin membunuh musuhnya.
Domain Dewa hadir untuk melepaskan kekesalannya, jadi pembunuhan di dunia nyata akan semakin berkurang.
__ADS_1
35 tahun dari sekarang, dunia nyata akan sangat damai. Banyak rumor mengatakan para pembunuh sudah beralih profesi menjadi pemain Domain Dewa.
Permainan yang sangat nyata dan mempunyai sensasi nyata. Bahkan darah yang keluar dari karakter terlihat sangat nyata.
Namun itu masih terjadi setelah beberapa pembaruan selanjutnya. Sekarang Domain Dewa masih mengembangkan diri, jadi Arief hanya bisa menunggu.
Setelah sampai di kantor polisi, Arief memimpin jalan untuk memenuhi panggilan.
"Selamat malam, Pak. Saya Arief perwakilan dari Fairy Dance." Arief memperkenalkan diri.
Setelah beberapa saat, seorang pemimpin polisi datang menemui Arief dan teman-temannya secara langsung. Kejadian ini sangatlah langka, tindakan kepala polisi tidak lain karena Arman yang menghubunginya.
Perlu diketahui Arman adalah salah satu petinggi polisi di Kota Bandar. Jadi sangat mudah untuk memanipulasi hasil persidangan. Namun dia tidak akan melakukan kekuasaannya untuk orang lain.
Arief yang sudah memperkenalkan dirinya sebagai salah satu anggota Fairy Dance. Dia sudah mendapat rekomendasi dari Arman untuk diperlakukan dengan baik.
Kepala polisi tidak ingin mengambil resiko dengan melawannya, sehingga lebih baik bersikap sopan. Menurut perkataan Arman, bocah bernama Arief bisa menumbangkan seorang polisi elit.
Perkataan Arman sangat mencurigakan, jadi kepala polisi akan melakukan pemanasan dengan pertarungan persahabatan.
Perlu diketahui pemimpin polisi adalah seorang petarung bila diri bebas. Jadi kemampuannya dalam bertarung tidaklah rendah.
"Apa yang terjadi dengan, Bos?" tanya salah satu petugas polisi yang berjaga.
"Kecilkan suaramu atau hukuman akan menanti."
Arief tersenyum mendengar permintaan pertandingan persahabatan. "Baiklah, mari mengisi waktu dengan pertandingan persahabatan. Tolong carikan beberapa lawan untuk kedua temanku," kata Arief sambil tersenyum tipis.
"Seberapa kuat mereka berdua?"
"Setidaknya sekuat aku. Jadi jangan menyandingkan mereka dengan pasukan biasa."
Kepala polisi langsung mencarikan lawan perempuan terkuat di cabangnya. Keduanya adalah seorang petarung tangan kosong yang sangat kuat, pukulannya bisa menghancurkan pintu kayu.
"Jangan menahan diri, anggap ini adalah sebuah latihan. Jangan lupa menyerap semua ilmu yang kalian dapatkan," kata Arief sambil melirik Jessica dan Amelia.
Arief melambaikan tangannya dan mengikuti langkah kaki kepala polisi. Dia dibawa ke sebuah ruang bawah tanah yang dikhususkan untuk petarung pengguna prana.
"Bagaimana kita akan bertanding?" tanya Arief memastikan pertandingan persahabatan.
Namun kepala polisi tidak menjawab, dia langsung menerjang Arief. "Jangan banyak bicara, kita sedang dalam pertarungan!" katanya.
Arief tersenyum lebar dan menggunakan sedikit kemampuannya untuk menghindari serangan. Tangan kepala polisi di cengkram dengan kuat kemudian melakukan gaya bantingan.
Gaya ini biasa digunakan di beladiri, tetapi Arief sedikit merubahnya supaya dapat digunakan dalam pertarungan bebas.
Sebelum tubuh kepala polisi menyentuh tanah, Blue menggunakan kaki kanannya untuk menendang wajahnya.
Suara benturan terdengar sangat keras, kepala polisi terguling-guling. Dia langsung berdiri untuk menstabilkan tubuhnya.
Namun tepat ketika membuka mata, kaki Arief sudah sangat dekat dengan wajahnya. Pertarungan sepihak terlihat sangat memprihatinkan.
__ADS_1
Kepala polisi tidak bisa memberikan satupun pukul kepada anak berusia 16 tahun.