Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
247. Guild Paling Solid


__ADS_3

Zaha tidak pernah meminta apapun pada ayahnya, dia selalu minta apapun pada ibunya. Namun sekarang dia meminta bantuan ayahnya, orang tua mana yang akan menolak permintaan putri tercintanya.


"Baiklah, kapan kamu akan berangkat?" tanya Ayah Zaha dengan wajah bahagia, ini adalah permintaan pertama putrinya.


"Aku berubah pikiran ayah, lebih baik aku makan yang banyak supaya lebih sehat." Zaha berubah pikiran karena dia melihat tubuh kurusnya.


Tanpa alasan yang jelas Zaha merasa penampilannya sekarang kurang pantas menemui Blue. Padahal dia seperti seorang putri Kerajaan super cantik ketika menyisir rambutnya.


Setelah selesai makan bersama keluarga, Zaha berdiri dari tempat duduknya. Entah apa yang terjadi, kepalanya pusing.


Seketika Zaha terjatuh hingga membuat semua orang di dalam ruangan panik. Ayah Zaha langsung menggendongnya, tetapi siapa yang menyangka Zaha sudah sadar kembali.


"Aku sudah tidak apa-apa, Ayah," katanya memberitahu kondisinya.


Zaha diturunkan, dia berdiri tegap seperti biasanya. Namun itu belum menghilangkan kekhawatiran kedua orang tuanya.


"Apa yang terjadi denganmu?" tanya Ibu Zaha khawatir.


"Aku hanya sedikit kehilangan kontrol kekuatanku. Ini hanyalah efek samping dari pengembangan teknik prana," kata Zaha dengan santainya.


Kedua orang tua Zaha langsung terkejut. Mereka berdua tidak pernah mengajarkan cara menggunakan prana, tetapi anaknya bisa menggunakannya tanpa bisa diketahui.


"Maksudmu sekarang kamu menggunakan prana?" tanya Ibu Zaha.


"Iya, aku menggunakannya sekarang untuk membatasi kemampuan semua inderaku. Jika tidak aku akan langsung pingsan," kata Zaha.


Seperti yang dia katakan, indera miliknya sangat sensitif. Terutama telinganya, jika ada keributan sedikit saja, bisa-bisa dia pingsan.


Domain Dewa tidak bisa menggunakan semua kemampuannya, oleh karena itu dia senang dengannya tanpa harus khawatir dengan pendengarannya.


Namun setelah pembaruan keempat hampir semua kemampuannya digunakan, untungnya Blue sudah mengajarinya mengendalikan prana sejak awal bertemu. Sehingga tidak perlu khawatir dengan pendengarannya yang terlalu berlebihan.


Ayah Zaha dan Ibunya mengerutkan kening, mereka terdiam.


Seseorang datang mendekati Zaha. "Nona, apa kamu benar-benar bisa menggunakan prana?" katanya.


"Tentu saja," kata Zaha dengan santainya. Kemudian dia melepaskan sedikit auranya. Walaupun tidak sekuat Jessica maupun Amelia, Zaha adalah orang yang bisa menyembunyikan prana miliknya setara dengan Blue atau mungkin lebih tinggi.


Semua orang di dalam ruangan terkejut, mereka benar-benar menyaksikan lahirnya sejarah. Pasalnya Zaha masih sangat muda, tetapi dia bisa menyembunyikan prana dengan sangat baik.


"Nona, bisakah kamu meningkatkan kapasitas prana milikmu lagi?"


Ayah Zaha menepuk pundak orang itu dan menatapnya dengan tajam. Dia sedang marah dengan perlakuan kepala pelayan di rumahnya.


"Maaf, Tuan. Aku hanya penasaran saja, jika Nona benar-benar bisa menggunakan prana dengan kapasitas besar. Kerajaan kita akan menjadi yang terkuat!" katanya tanpa menyembunyikan tujuannya.


Zaha bukan orang bodoh, dia tidak akan menunjukkan kapasitas prana miliknya. Hal itu karena Blue melarangnya memperlihatkan pada siapapun, kecuali jika kedua orang tuanya dapat dipercaya, atau sedang dalam keadaan kritis.


Dia masih mengingat janjinya, jadi Zaha tidak akan menunjukkan pada orang lain kecuali kedua orang tuanya.


"Maaf, Paman. Aku tidak bisa menggunakannya lebih dari ini, tetapi mungkin saja jika suatu saat akan meningkat." Zaha berbohong untuk kebaikannya dan Blue yang mengajarkan teknik prana aneh.


Tangan Ayah Zaha yang belum beralih dari pindah pelayan itu menggenggam lebih erat. Jika manusia biasa pasti orang tersebut langsung pingsan karena kesakitan.

__ADS_1


"Ayah, Ibu. Aku akan kembali ke Domain Dewa, Fairy Dance sedang diserang. Jadi aku tidak bisa meninggalkan guild dalam waktu lama." Zaha langsung kembali ke kamarnya dan masuk ke mesin virtual.


Ayah dan Ibu Zaha yang tersenyum sepanjang waktu langsung merubah ekspresinya. Mereka tampak marah tanpa sebab.


"Siapa yang berani-beraninya menyerang guild anakku. Hancurkan mereka!" kata Ibu Zaha dengan nada tinggi.


Dia segera mengambil ponselnya dan menghubungi beberapa kenalannya. "Tanduk Iblis, semut itu benar-benar ingin cari mati. Sekretaris Kim, hilangkan mereka!" kata Ibu Zaha.


Ayah Zaha dan Sekretaris Kim sangat terkejut, mereka tidak pernah mengira Ibu Zaha mempunyai jaringan yang sangat luas. Hanya beberapa detik saja dia sudah menemukan seseorang yang membuat anaknya sengsara.


"Tenanglah, Nyonya. Domain Dewa memang permainan perang, siapapun yang kuat akan menjadi pemenang. Aku juga mengetahui bahwa Fairy Dance adalah guild Paling solid di dunia saat ini." Sekretaris Kim yang masih belum bisa berdiri karena cengkraman Ayah Zaha.


"Jika tidak bisa bilang. Aku akan menyelesaikan dengan caraku sendiri," kata Ibu Zaha langsung pergi.


Ayah Zaha yang kekuatan asli istrinya langsung menghentikannya. "Tenanglah, sayang. Jika kita tidak membiarkan anak kita terbang, dia tidak akan bisa berkembang," katanya dengan senyum masam.


Pembicaraan berakhir tanpa jawaban Ibu Zaha. Kedua orang yang ditinggalkan harus menggigit jarinya ketika Ibu Zaha marah, bisa jadi Markas Tanduk Iblis akan menjadi lautan api.


"Sekretaris Kim, kadang-kadang aku bingung dengan identitas sebenarnya dari istriku. Dia tidak bisa mengendalikan prana, tetapi mengapa sangat kuat, bahkan jendral perang kita tidak bisa melukainya?" kaya Ayah Zaha sambil merapatkan kedua alisnya.


"Anda yang mengendalikan semua aliran informasi saja tidak tahu, bagaikan kabarku yang hanya bekerja sendirian, Tuan." Sekretaris Kim hanya bisa tersenyum kecut.


"Benar juga, baiklah. Cari informasi tentang Tanduk Iblis, jangan biarkan mereka menyakiti anakku secara berlebihan!"


"Kalian berdua sama-sama aneh!" kata Sekretaris Kim pelan. Untungnya Ayah Zaha tidak mendengarnya, sehingga nyawanya selamat.


Jessica sudah menyusun semua strategi yang dia pikirkan. "Reza, bagaimana menurutmu?" tanyanya meminta saran.


Reza memberikan tanggapannya. Keduanya berbicara seperti biasa, mereka lebih mementingkan guild daripada dendam pribadi atau emosi sesaat.


Jika ada orang yang melihat keakraban mereka saat ini, tidak akan pernah menduga bahwa sebelumnya keduanya saling baku hantam.


Semua anggota Fairy Dance juga sama, mereka mendengar dengan saksama tanpa ada dendam diantara mereka. Untungnya Petra sudah di usir, jadi Fairy Dance hanya menyisakan orang yang perduli dengan guild.


"Baiklah, ayo lakukan. Lindungi rumah kita!" kata Jessica mengobarkan semangat semua orang.


"Ayo!" teriak semua orang bersama-sama.


Setelah menyelesaikan rapat pembahasan strategi pertahanan perang, semuanya berdiri di posisi masing-masing.


Reza dan Jessica akan menyusun strategi di markas. Amelia dan Leon akan menjadi Jendral perang utama. Sedangkan yang lainnya akan bekerja sama dengan para pemain lainnya.


Anggota Fairy Dance benar-benar turun drastis. Banyak yang rela membayar denda dibandingkan bertarung dengan Tanduk Iblis.


Jessica dan Reza tersenyum melihat berkurangnya anggota Fairy Dance. Mereka berdua berpikir hal yang sama, "Anggap saja ini seleksi alam," kata keduanya bersamaan dan saling memandang.


Disisi lain Blue kebingungan. Dia masih belum bisa menyelesaikan pintu ke 24.


"Apa yang terjadi, aku sudah menggunakan segala cara untuk menyelesaikan pintu ini!" kata Blue yang mulai putus asa.


"Tenanglah, mari berpikir lebih dalam. Para monster badak itu mempunyai kulit yang keras dan HP yang super tebal. Bagaimana jika kamu menggunakan serangan pasti?" kata Bee memberikan saran.


"Mana mungkin pemain bisa menggunakan serangan pasti dari sistem?" tanya Blue.

__ADS_1


"Aku tidak tahu, makanya itu tugasmu mencari tahu!"


Blue berpikir, dia sudah menggunakan elemen api, jadi tidak bisa menciptakan elemen lainnya. Bahkan setelah semua usahanya, dia hanya mendapatkan serangan bola api itu.


Tanpa sebab yang jelas Blue memandang pedang Dual Secret Sword. Sebuah kilatan berwarna merah terlihat, Blue langsung mendapatkan sebuah ide.


Dia langsung mengeluarkan senjata yang diberikan Aden serta menggunakan Jubah Raja Api. Walaupun pedangnya hanya satu, Blue tidak mempermasalahkannya.


Pedang langung muncul di punggungnya. Blue menutup mata dan berkonsentrasi mengendalikan prana miliknya.


Dengan tangan kanan Blue mengambil pedang besar di punggungnya. Dia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, kemudian langsung menyerang monster badak.


[Pemain Blue berhasil menciptakan kerusakan pasti. Sistem menemukan anda.]


[Blue dikonfirmasi bukan sebuah virus.]


[Pemain akan kembali ke Domain Dewa setelah menutup pintu Celah Dimensi]


[Sistem Eror]


[Pintu akan tertutup otomatis, pemain akan segera dipindahkan.]


[Sistem Eror, pemain tidak bisa dipindahkan ke titik awal. Blue akan berpindah ke sebelah Raja Iblis Venom.]


"Sial, aku benar-benar dipindahkan ke orang yang seharusnya tidak aku temui!" kata Blue.


Karakternya langsung muncul di sebelah Venom yang sedang khawatir. Dia akan menghadapi Raja Iblis peringkat 2, jika kalah semua wilayahnya akan diambil.


"Hai, Bung akhirnya kamu muncul. Aku sudah menunggumu lebih dari 5 bulan!" kata Venom menatap tajam.


"Maafkan aku, Tuan. Ada beberapa bandit yang menghadang, untungnya aku hanya kehilangan 7 Batu Iblis Hebat."


Raja Iblis Venom langsung menghancurkan kursi tahta miliknya. "Bandit mana yang berani merampok barang pangeran ini!" teriak Venom dengan nada tinggi.


"Aku tidak tahu, tetapi mereka mengatakan bahwa tuannya adalah Raja Iblis Lucifer," jawab Blue dengan santai dan ekspresi meyakinkan.


Venom langsung menjentikkan jari untuk mengembalikan kursinya yang hancur dan duduk kembali. "Oh, Lucifer. Baiklah, anggap saja pajak tahunan," katanya lemas.


Blue tahu bahwa Lucifer adalah Raja Iblis yang sangat kuat, dia adalah salah satu iblis yang tidak takut dengan Baal. Makanya dia meminjam namanya untuk menenangkan Venom.


"Aku kehilangan 7 batu, tetapi masih menyisakan 17 Batu Hebat dan 1 Batu Super," kata Blue dengan santainya serta menunjukan Batu Iblis.


Venom langsung mengambilnya tanpa malu. "Dengan ini aku akan menghancurkan kepercayaan dirimu, Lamia!" geramnya.


"Menurutku anda harus menunda pertarungan untuk sementara, ingat Batu Super cukup lama diserap jadi lebih baik meningkatkan kekuatan terlebih dahulu," kata Blue memberikan saran.


"Batu Super?" kata Venom kebingungan, dia tidak pernah mendengar Blue mengatakan tentang Batu Super.


"Lihatlah Batu di tanganmu."


"Ini gila, baiklah aku akan menyerahkan urusan Kerajaan padamu. Jangan ganggu aku apapun yang terjadi!" kata Venom sangat bersemangat. Dia langsung menghilang dari pandangan Blue.


Setelah melihat Venom menghilang, Blue tersenyum manis. "Mari menghasilkan uang!" kata Blue pelan.

__ADS_1


__ADS_2