
Blue terus menggerakkan badannya untuk memberikan kerusakan. Tidak ketinggalan pula semua rekan-rekannya, tetapi siapa yang menyangka ternyata kerusakannya masih jauh dari yang diharapkan.
Walaupun Raja Kepiting tidak bisa menggunakan skill, pertahanannya sangat kuat. Blue dan semua teman-temannya sudah menggunakan kemampuan terbaiknya, tetapi hanya bisa mengurangi 10% HP Raja Kepiting.
"Sepertinya tidak bisa terus seperti ini!" kata Blue yang mulai kehabisan semua skill yang bisa dia gunakan. MP miliknya juga terus berkurang tanpa terkendali.
"Yami, Luis, Rafaela, Tobias datanglah!" teriak Blue sambil mengangkat pedang kanannya.
Empat rekanan dengan aura mencekam membuat Nakamoto harus tersenyum kecut untuk kesekian kalinya.
"Luis, Tobias panggil semua anggota kalian. Kali ini kita akan melakukan penyerangan besar-besaran!" kata Blue memberikan perintah.
Keduanya langsung mengepalkan tangan kanan dan mengangkatnya tinggi-tinggi. Seketika ribuan penduduk pribumi muncul dibelakang mereka semua.
Blue melepaskan dua kancing dibawah jubahnya, sekarang hanya ada 1 kancing yang menyangkut. Tampilannya tampak sama seperti Yuliana yang dikelilingi anggota setianya.
Jubah berwarna biru kehitaman berkibar tampak seperti seorang raja yang sedang memimpin perang.
"Perintahku hanya satu, tidak boleh ada yang gugur dalam perang kali ini!" kata Blue memberikan semangat pada semua pasukannya.
Dua pedang tertancap tepat di depan Blue, tangannya yang bebas menunjuk Raja Kepiting. "Serang!"
Ribuan penduduk pribumi yang telah dia asuh selama ini akhirnya digunakan untuk pertama kalinya. Serangan pedang dari para anggota Tobias membuat Raja Kepiting kesakitan.
Luis dan semua rekannya menggunakan sihir yang sangat besar. Serta memulihkan HP monster Neraka yang memegang argo.
Tidak mau kalah, Blue mengambil pedangnya dan menggunakan gaya pedang yang pernah dia pelajari pada kehidupan sebelumnya.
Sword Dance, itulah nama yang selalu mengingatkan Blue pada pengkhianatan yang dilakukan orang-orang disekitarnya. Namun dia bisa mencapai puncak karena keterampilan pedang itu.
"Ini bukan lagi pengerebekan bos monster, melainkan perang antara pemain dan raja monster," kata Nakamoto terkejut dengan tulisan kerusakan yang terus menerus keluar tanpa henti.
"Sudah aku bilang, rekanmu itu bukan orang sembarangan. Ayo serang lagi, aku belum menghabiskan kaki Kepiting Goreng milikku," kata Bee sambil terbang dengan tubuh gendutnya.
Sembari terbang ke sana kemari, Bee menggenggam kaki Kepiting yang masih banyak di ruang penyimpanannya.
Nakamoto melirik Bee yang sangat santai menghadapi situasi mencekam ini. "Apa kamu tidak takut Blue akan membuang dirimu?" tanyanya dengan nada penuh penasaran.
Bee menggelengkan kepala. "Aku tahu dia bukan orang bodoh. Makanya aku memilihnya, perlu diketahui orang itu jauh lebih pintar daripada kamu yang menginginkan keuntungan sementara," katanya memberikan pengertian.
"Terserahlah, jika aku jadi Blue pasti akan aku buang mahluk sepertimu," kata Nakamoto sedikit kesal karena terlalu sering di ejek Bee. Walaupun suaranya tampak seperti anak kecil, Nakamoto sedikit tersinggung.
Kemudian dia melanjutkan penyerangan Raja Kepiting dengan seluruh kemampuannya. Bee duduk di sebuah batu dan memakan kaki Kepiting milikinya.
"Cukup menyenangkan menggoda orang itu. Sialnya aku tidak bisa membodohi, tuanku sendiri. Bukan karena sistem, tetapi karena tuanku terlalu pintar, sialan dia benar-benar bisa membaca raut wajahku," gumam Bee pelan.
Setiap kali Bee ingin berbohong, Blue selalu mengetahuinya tanpa perlu bertanya ulang. Hal itu karena pengalamannya sebagai ketua guild Shadow.
Ditambah lagi kemampuan mata dan ingatannya yang seperti monster sesungguhnya. Bee berhenti berpikir keras dan mulai menonton peperangan sembari makan kaki kepiting.
"Fokuskan serangan pada mata Raja Kepiting, Yami ikuti aku menahan capitnya!" kata Blue memberikan instruksi lanjutan.
__ADS_1
Semua pasukan langsung mengarahkan serangannya pada mata kecil milik Raja Kepiting. Kedua capitnya langsung diayunkan menghantam para pasukan.
Namun Blue dan Yami menghentikannya dengan susah payah. Jika bukan karena Raja Kepiting kesakitan, keduanya akan terluka parah.
Melihat pergerakan Raja Kepiting yang tidak biasa Blue langsung berteriak. "Mundur, jangan ada satupun yang menyerang!" teriaknya dengan panik.
Pasalnya dia sangat yakin bahwa Raja Kepiting tidak bisa menggunakan keterampilan pada malam hari. Namun dia melihatnya sendiri, Raja Kepiting akan menggunakan skill pamungkas yang seharusnya tidak bisa digunakan.
Raja Kepiting memancarkan warna merah darah, ini adalah skill pamungkas yang dapat menyerang semua orang di dalam ruangan. Blue tidak mempunyai pilihan yang tepat.
"Cepat keluar ruangan!" teriak Blue dengan panik. Dia tidak ingin kehilangan satu orangpun dalam perang kali ini.
Pasalnya dia mempunyai keyakinan 100% bisa menyelesaikan Dungeon Rahasia tanpa ada korban satupun. Namun siapa yang menyangka ternyata bos Dungeon bisa menggunakan serangan pamungkas.
Gelombang suara pertama membuat semua orang melambat. "Jangan berhenti, terus berlari keluar ruangan!" teriak Blue.
Semua mengikuti perintahnya kecuali Bee yang tidak bisa terbang dengan cepat. Sampai akhirnya gelombang suara kedua terdengar, Bee tidak bisa bergerak.
Semua pasukan berhasil keluar dari ruangan bos, kecuali Bee. Tanpa berpikir panjang, Blue mengeluarkan sayap dan semua skillnya untuk masuk kembali.
Tepat ketika dia masuk, tubuhnya berhenti tidak bisa bergerak. "Ayolah, jangan berhenti!" geram Blue dengan penuh usaha menggerakkan tubuhnya.
"Buku Neraka Keluarlah!" teriak Blue tanpa memikirkan konsekuensi yang harus dia tanggung.
Nakamoto berada di paling belakang, dia tidak bisa melihat apa yang dilakukan Blue karena terhalang oleh rombongan pasukan.
Tanpa diduga semua pasukan berlari lagi masuk kedalam ruangan bos, kecuali Nakamoto yang masih mengeluh dadanya karena selamat dari serangan mengerikan.
Tanpa ada yang mendengarkan, semua orang berjalan berlari masuk kedalam ruangan Raja Kepiting. "Jangan masuk, ini perintah!" teriak Blue untuk kedua kalinya.
Semua orang terdiam, mereka berdiri sambil menggenggam senjata mereka masing-masing. Menatap Blue mencoba menyelamatkan Bee, semua pasukan berbaris dengan sangat rapi.
Semua senjatanya diletakkan di depan kakinya. "Siap!" jawab semua pasukan bersamaan. Suara mereka menggelegar memenuhi ruangan.
Nakamoto tidak tahu apa yang terjadi, dia mencoba melihat tapi tidak bisa karena barisan pasukan sangat rapat dan ketat.
"Ayo, bergeraklah!" teriak Blue berusaha sekuat tenaga.
Pemberitahuan sistem membuatnya tercengang.
[Selamat pada pemain Blue yang telah mendapatkan kepercayaan dari penduduk pribumi. Sebagai gelar yang pertama, Domain Dewa menyebut anda Raja Perang!]
Sebuah jubah berwarna kuning emas dengan aksen warna merah menggantikan kostum yang digunakan Blue.
Seketika pengaruh buruk yang diberikan padanya hilang. Tanpa memperhatikan efek dari jubah, dia langsung berlari sekuat tenaga dan memeluk Bee di dadanya.
"Bodoh, sudah aku bilang berlari lah paling depan!" kata Blue tanpa melepaskan pelukannya.
Sudah sudah mengetahui bahwa ini adalah akhir dari penyergapan Dungeon Rahasia Raja Kepiting. Setidaknya dia bisa menyelamatkan semua rekan-rekannya.
Tanpa berpikir panjang Blue langsung memasukkan Bee kedalam penyimpanan. Namun siapa sangka Bee menolaknya dan berkata, "Terima kasih."
__ADS_1
Tubuh lebah gendut Bee berubah menjadi seorang anak kecil dengan wajah yang sangat tampan. Dia bak seorang pangeran dengan tinggi 130 centimeter. Tidak hanya tampan dan rupawan, Bee mempunyai bentuk tubuh yang sangat ideal.
Ledakan Raja Kepiting terjadi, dia menggunakan serangan bunuh diri. Bee mengarahkan telapak tangannya pada Raja Kepiting.
"Mahluk kecil, jangan berharap bisa melukai tuan dari pangeran ini!" kata Bee mengeluarkan sebuah penghalang transparan.
Tidak ada satupun kerusakan yang diterima Blue. Ledakan Raja Kepiting hanya membunuh dirinya sendiri.
Blue tidak pernah menyangka Bee mempunyai kemampuan yang jauh di atas rata-rata. Bahkan bisa menghentikan ledakan Raja Kepiting yang bisa menewaskan pemain level 250 keatas.
"Mengapa melihat pangeran ini seperti itu. Jangan berterima kasih," kata Bee sambil merubah bentuknya menjadi lebah gendut lagi.
"Mengapa kamu tidak berubah menjadi anak manis lagi?" tanya Blue yang langsung memasukkan Buku Neraka supaya Raphael tidak membuatnya kesusahan lagi.
"Menjadi tampan itu sangat membosankan. Takutnya banyak gadis yang akan mengejar pangeran ini," kata Bee sambil membusungkan dadanya.
Blue menatap Bee dangan raut wajah datar. "Terserahlah," katanya pelan.
Sekarang dia sepenuhnya mengerti, Bee sebenarnya bukan tidak bisa berubah menjadi manusia, melainkan tidak ingin berubah.
Dari semua familia miliknya, hanya Bee yang bisa menggunakan ruang penyimpanan pribadi. Sudah sangat jelas bahwa Bee sangat istimewa.
"Semua masuk, aku harus mengatakan ini pada kalian semua. Good Game!" kata Blue sambil mengacungkan jempolnya.
Nakamoto baru bisa berlari ke depan setelah Blue mengacungkan jempolnya. "Apa yang terjadi?" tanyanya penasaran.
"Hai bodoh, makanya jangan berlari paling depan ketika semua teman-temanmu masih dibelakang!" kata Bee menggoda Nakamoto dengan wujud lebah gendutnya.
"Hehe," kata Nakamoto sambil tersenyum canggung. Dia berlari paling depan ketika Blue mengatakan untuk keluar ruangan.
Sebagai orang normal tentu saja dia berlari dengan kecepatan penuh supaya tidak mati dalam Dungeon Rahasia. Levelnya sangat tinggi, jika berkurang satu saja, mungkin akan kehilangan posisinya sebagai top rank.
"Baiklah, lupakan. Segera keluar dari ruangan bos." Blue segera membersihkan Dungeon dan keluar dari ruangan bos.
Sepertinya diperkirakan, sebuah cahaya berwarna kuning muncul di ruangan bos. Itu adalah mata Raphael yang mencari Buku Neraka, alasan dia terlambat karena Blue sudah meningkatkan buku Neraka miliknya.
"Sialan! sepertinya aku tidak bisa berdiam diri. Dua kali Buku Neraka keluar dari wilayah ini," kata Raphael menggema di dalam ruangan.
Diluar dungeon Blue tersenyum tipis ketika mendengar suara Raphael yang mengeram. Dia sekarang sudah mengetahui seberapa cepat Raphael akan muncul setelah penggunaan Buku Neraka.
"3 menit 14 detik," gumam Blue yang membuat Nakamoto kebingungan.
"Kali ini kamu benar-benar nekat," kata Bee terbang menuju Blue dan duduk di kepalanya.
"Lebih baik aku bertemu dengan Raphael daripada kehilangan lebah gendut sepertimu," kata Blue mengungkapkan perasaannya.
Nakamoto sekarang tahu seberapa dekat Blue dan Bee. Mungkin saja di dalam ruangan bos terjadi sesuatu, sehingga membuat semua pasukan mengaguminya.
"Mari kita lihat, apa yang dijatuhkan Raja Kepiting," kata Blue membuka ruang penyimpanannya.
Dia langsung melebarkan matanya ketika melihat sebuah barang berwana keemasan. Matanya langsung berfokus pada barang tersebut.
__ADS_1