
Petra melebarkan matanya ketika melihat pemberitahuan sistem, jelas dia tidak menerima laporan penyerangan Fairy Dance. Namun desa paling jauhnya berhasil direbut.
Sejak awal Blue sudah merencanakan untuk mengambil Desa Sumberagung. Karena tempat itu adalah salah satu akses menuju lautan yang sangat luas.
Hampir sama seperti Desa Sewu yang memiliki lautan sebagian kekuasaannya. Blue mengambil Desa Sumberagung untuk mengamankan jalur lautnya supaya tidak ada orang yang bisa mengganggu pengiriman.
Setelah mengambil Desa Sumberagung, pasukan Burhan dan tim segera menyusuri pantai. Misi mereka adalah mengambil setiap desa yang ada di seberang lautan.
Entah itu menggunakan kekerasan atau dengan cara membeli. Burhan harus merebut semua desa di seberang lautan antara Desa Sewu dan Desa Sumberagung.
"Sepertinya kita tidak memiliki kesepakatan. Semoga kalian masih bersinar esok hari," kata Blue sambil membalikkan badannya.
Petra melirik keempat rekannya, dia berencana menyergap Blue yang sendirian di markas mereka. Namun tindakan itu akan mencoreng nama baik Api Merah.
Setelah melirik keempatnya mereka memutuskan untuk menyerang Blue dari belakang. Namun entah mengapa mereka merasakan tekanan yang sangat kuat dipancarkan musuhnya.
Kelimanya belum bisa menggunakan prana, wajar jika merasakan kekuatan Blue yang sangat mendominasi. Karena ada beberapa reporter yang menyiarkan kejadian ini secara langsung, mereka yang bisa menggunakan prana terkejut.
Blue masih 17 tahun, tetapi kemampuan kendali prana miliknya sangat bagus. Tidak hanya kontrolnya yang baik, warna prana miliknya juga unik.
Hanya beberapa orang saja yang mempunyai prana unik. Biasanya prana berwarna biru muda, tetapi Blue mengeluarkan prana berwarna ungu kehitaman.
Setelah melihat kekuatan Blue, banyak orang yang mencibir Surya segera mengerti alasannya. Pasalnya anak usia 17 tahun bisa menggunakan prana sudah dangat hebat, ditambah lagi warna prana yang unik.
Petra langsung berlari dan menyerang Blue menggunakan tombak berwarna kuning dengan aksen biru.
Blue tersenyum tipis, dia bisa menghindari serangan tombak dan menggerakkan kedua bola matanya ke arah empat petinggi yang tidak bergerak.
Petra juga terkejut dengan tindakan keempat petinggi, Blue langsung melepas pedang dengan tangan kirinya. Kemudian mengayunkannya dengan cepat sehingga membuat HP Petra langsung berwarna kuning.
"Sungguh serapan bagus, Kawan. Aku menganggap ini sebagai bentuk salam pembuka peperangan kita!" kata Blue dengan ekspresi serius.
Karena penyergapan Petra disiarkan secara langsung, semua pemain mengerti bahwa Petra adalah orang yang menyalakan kobaran api peperangan.
Tidak lupa Blue langsung memberikan kode kepada Reaper untuk melakukan serangan berikutnya.
"Tunggu, Blue. Ini sebuah kesalahan, mari bicara dengan baik. Sebenarnya tadi aku hanya sedikit menguji kekuatanmu," kata Petra yang sedikit panik.
Dia sekarang tahu bahwa keempat rekannya tidak seperti dulu. Uang yang melimpah membuat mata seseorang menjadi buta, mereka berempat tega mengkhianati Petra demi posisi tertinggi Api Merah.
Padahal ketika Api Merah masih kecil, mereka berusaha bersama dan sudah banyak rintangan yang dilalui. Namun sekarang mereka memutuskan untuk menyingkirkan Petra yang terlalu dominan dibandingkan mereka.
Blue tidak tahu siapa yang mempengaruhi keempat orang tersebut, tetapi dia yakin ada seseorang yang berada di balik pemberontakan mereka berempat.
Sebelum menjawab perkataan Petra, Blue tersenyum manis. "Petra, anggap saja ini pelajaran yang harus kamu ingat!" katanya sambil berjalan keluar dari markas Api Merah.
Forum Diskusi Domain Dewa meledak, Fairy Dance tidak bercanda. Jessica telah menggerakkan 10 juta pemain dalam beberapa kelompok.
__ADS_1
Mereka siap untuk mengepung semua Desa Milik Api Merah. Amelia akan menjadi pemimpin pasukan penyerang, dia akan menunjukkan kekuatan Fairy Dance tidak selemah yang dipikirkan semua orang.
Reaper dan tim sudah melakukan tugasnya dengan baik, mereka menyebarkan rumor yang tidak baik. Hal itu dilakukan supaya banyak pemain mulai berpaling dari Api Merah.
Ternyata rumor yang disebarkan Reaper dan tim sangat efektif. Mereka menyebarkan rumor tentang korupsi dan keuangan Api Merah yang sangat buruk.
Ada kemungkinan akan ada pengurangan gaji di bulan depan. Bahkan mungkin Api Merah tidak akan membayarkan gaji pemain. Semua bukti buruknya keuangan Api Merah di unggah pada Forum Domain Dewa oleh seseorang tidak dikenal.
Sebenarnya orang tersebut tidak lain adalah Ayunda yang bekerja sama dengan Reaper untuk mengambil dokumen penting. Akhirnya mereka memanfaatkan dokumen itu untuk menyebarkan rumor miring.
Walaupun rumor itu adalah kebenaran, banyak pemain yang tidak mempercayainya karena Api Merah sangat kuat di Kerajaan Banyuwangi.
Reaper hanya fokus pada orang yang percaya dengan rumor, kemudian dia memberikan sedikit bumbu supaya terlihat sangat meyakinkan.
Wajah Petra semakin menegang melihat banyaknya pemain yang keluar dari guild karena rumor tentang korupsi di Api Merah. "Sialan, sebenarnya apa yang terjadi?" katanya kebingungan.
Dengan sedikit usaha, Petra berhasil mendapatkan semua dokumen dan membandingkannya dengan miliknya. "Ternyata benar, mengapa aku terlambat menyadarinya," katanya sambil berdiri dari kursinya.
Dia segera menghubungi semua orang yang diduga menyalahgunakan uang guild. Namun siapa yang menyangka, semua orang telah keluar dari permainan.
Hal yang paling mengejutkan adalah keempat petinggi sudah menyodorkan surat pengunduran diri 3 hari yang lalu.
"Sialan, kalian benar-benar mengkhianati aku!" teriak Petra dengan nada tinggi. Dia tidak menyangka orang terpercayanya adalah biang keladi dari kehancuran Api Merah.
Petra tidak ingin melepaskan mereka dengan mudah, dia menyewa beberapa orang untuk mencari keberadaannya.
Petra sudah mengetahui hal ini akan terjadi, tetapi rasanya dikhianati sungguh sangat menyakitkan. Sebuah pemberitahuan sistem membuat Petra melebarkan matanya.
Pelan-pelan Api Merah telah kehilangan desa kekuasaannya. Hanya dalam 1 hari, 2 desa berhasil di rebut Fairy Dance dengan sangat mudah.
"Sepertinya ini sudah waktunya aku menyerah," kata Petra ingin menyerahkan semua kekuasaannya pada Fairy Dance.
Tidak lupa Petra menghubungi Blue dengan panggilan suara, sayangnya Blue tidak menanggapinya. Dia mengirimkan pesan ke email resmi Fairy Dance, untuk melakukan negosiasi.
Jessica menerima pesannya tersenyum manis. "Sepertinya rencana berikutnya harus segera dijalankan," katanya pelan.
Dia segera menghubungi Amelia yang memimpin pasukan. Strategi selanjutnya adalah menekan mendorong Api Merah samapi ke ujung jurang.
Amelia mengangkat sudut bibirnya. "Sudah waktunya melakukan serangan. Jangan berikan biarkan satu orangpun selamat!" teriaknya dengan penuh semangat.
Walaupun hanya 10 juta pemain, Amelia yakin bisa meratakan semua desa di Kerajaan Banyuwangi dan merebut semua kekuasaan Api Merah. Namun rencananya bukan seperti itu, Blue ingin memberdayakan guild kecil di sekitar Kerajaan Banyuwangi.
Mungkin saja mereka akan menjadi rekan yang sangat hebat di kemudian hari. Sayangnya Blue tidak bisa menerapkan hal ini di Kota Danau Putih yang 100% di duduk Fairy Dance.
Blue berjalan menuju tempat pertemuan. "Restoran yang sangat megah," katanya melihat Restoran berantai 15.
Petra menyambutnya di sebelah pintu restoran. Dengan sedikit membungkukkan badan, Petra memberikan salam. "Salam, ketua Fairy Dance. Mari ikuti aku," katanya dengan sopan.
__ADS_1
Setelah memasuki sebuah ruangan, Blue tidak menduga ada 10 orang yang sudah ada di dalamnya. Mereka semua adalah ketua guild kecil yang bekerja sama dengan Api Merah.
"Baiklah, semua sudah berkumpul. Izinkan aku memulai pertemuan kali ini. Seperti yang kalian lihat, kami Api Merah dan Fairy Dance mengalami beberapa gesekan."
Petra menjelaskan awal mula masalah Api Merah dan Fairy Dance yang dia ketahui. Kemudian meminta pendapat Blue untuk menjelaskan kejadian dari sudut pandangnya.
"Sebenarnya aku tidak peduli Api Merah salah atau tidak, selama dia ingin menjadi musuh maka aku sebagai ketua guild akan berdiri di depan rekan-rekanku!" kata Blue dengan penuh percaya diri.
Semua orang memandangnya dengan tatapan jijik. Hanya seorang anak berumur 17 tidak tahu diri, itulah yang sedang mereka pikirkan.
Penyerangan Fairy Dance tidak berhenti, mereka terus menggerogoti desa milik Api Merah. Hanya dalam 10 hari, 7 desa sudah berhasil direbut.
Amelia berhasil menunjukkan penampilan yang sangat mengesankan dalam memimpin pasukan. Semangatnya dan kemampuannya mengendalikan pasukan sangat baik.
Dia bisa menghancurkan setiap administrator dengan kedua tangannya. Sebagai kelas Kombat Amelia sangat lihat dalam menggerakkan tangannya.
Tekniknya tidak hanya menggunakan tangan, sesekali dia menggunakan kakinya untuk memberikan kerusakan. Walaupun tidak seberapa, tendangannya mempengaruhi keseimbangan musuh.
Sehingga Amelia bisa mengarahkan setiap serangan tepat sasaran.
Media mulai menyoroti Amelia yang sangat ganas, dia secara tidak langsung di juluki sebagai Wanita Gila. Karena setiap kali dia berhasil mengalahkan musuhnya, dia tertawa puas.
Hanya psikopat yang tertawa ketika membunuh lawannya, tetapi Amelia sedikit berbeda. Dia tampak puas karena sudah bertarung dengan lawan yang kuat.
Walaupun tidak bisa menggunakan seluruh kemampuannya, dia senang bisa menghadapi musuh yang kuat. Makanya dia ingin memimpin pasukan penyerangan.
Tujuan utamanya tidak lain hanyalah bertarung dengan orang kuat untuk mengasah kemampuannya.
"Ketua Blue, kami disini membahas jalan keluar, tolong kerja samanya," kata Petra pelan.
"Aku datang hanya untuk menemui Api Merah, tetapi sekarang banyak orang yang datang tanpa sepengetahuanku," kata Blue dengan nada provokasi.
Dia awalnya ingin menggabungkan semua guild, tetapi setelah pertemuan ini dia melihat adanya beberapa mental pengkhianat. Walaupun seperti itu, dia melihat ada 3 guild yang sangat menjanjikan.
"Baiklah, jika itu yang anda inginkan. Sebagai ketua Api Merah, aku akan memberikan semua guild pada Fairy Dance," kata Petra dengan wajah serius.
Rencana awalnya mengumpulkan semua ketua guild adalah untuk mendeklarasikan penyerahan Api Merah kepada Fairy Dance.
Blue sedikit terkejut dengan pernyataan Petra tersebut, dia mengira bahwa lawannya adalah orang pantang menyerah. Namun siapa yang menyangka Petra adalah pria cerdas yang melihat peluang bagus.
Sebagai seorang petarung Petra berhasil memilih yang terbaik. Namun sebagai ketua guild, pilihannya sangatlah buruk.
Berkat pernyataannya tersebut, semua orang yang hadir dalam pertemuan langsung menatapnya tidak percaya.
Api Merah bisa menghasilkan miliaran kredit setiap tahunnya, tetapi Petra ingin memberikannya pada Fairy Dance secara gratis.
Sungguh kejutan yang tidak akan pernah dipikirkan oleh semua orang.
__ADS_1