Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
222. Tidak Mudah


__ADS_3

Perkataan Aries Hardiman adalah akhir dari pembicaraan mereka berdua karena ada seseorang yang datang. Orang itu tidak lain adalah Ketua Pelindung Naga, Dendi.


"Sepertinya semua teman-temanmu sudah kembali. Maksud kedatanganku kesini tidak lain ingin mengambil kursi kepemimpinan kelompok, juga mendiskusikan kembali maslaah Gebby."


Dendi langsung pada intinya, dia tidak mau membuang waktu dengan dua orang yang tampak suram.


"Masalah Gebby aku tidak bisa melakukan diskusi lagi. Sedangkan untuk pemimpin kelompok, aku akan menyerahkannya," jawab Arief tegas.


Sayangnya Dendi berpikir sebaliknya, masa depan Gebby sangat cerah. Namun jika berada di Fairy Dance, kemungkinan besar dia tidak akan bisa bangkit lagi.


Walaupun Dendi adalah orang yang suka uang, dia mempunyai hati nurani yang baik. Semua anggota guild Pelindung Naga sudah dia anggap sebagai keluarga, alasannya menjual Gebby karena Fairy Dance menampilkan kekuatannya.


Dia berubah pikiran karena Gebby mendapatkan tawaran dari Pentagon. Jelas itu sudah menyimpang dari masa depan, karena pada masa depan Gebby akan menjadi ketua Pelindung Naga.


"Aku tahu kamu akan menolaknya, bagaimana jika aku melipat gandakan uangnya. Anggap saja aku membeli Gebby kembali," kata Dendi memberikan penawaran yang sangat menguntungkan.


Arief menggelengkan kepala. "Aku tidak bisa menerimanya, jika kamu khawatir tentang masa depannya. Maka akan aku tunjukkan kemampuan Fairy Dance di sisa kompetisi nasional kali ini," katanya dengan nada serius.


Melihat raut wajah Arief yang tidak berbohong, Dendi memejamkan matanya. "Domain Dewa tidak bisa dimainkan sendirian, ini bukan maslaah kekuatan, tetapi masalah masa depan seseorang."


"Yah, aku tahu apa maksudmu. Izinkan aku menunjukkan kekuatan yang disembunyikan para anggota Fairy Dance. Ah ... Sedikit bocoran, Fairy Dance akan mengejutkan seluruh negara bagian minggu depan," kata Arief memberikan kode.


Dendi kebingungan mendengar perkataan Arief yang tampak sangat misterius. Sudah jelas semua anggota Fairy Dance kalah, sekarang hanya menyisakan Arief dan satu pengawalnya.


"Baiklah, setidaknya bawa kita ke 16 besar. Jika itu terjadi, aku akan setuju dengan keindahan Gebby. Namun jika tidak bisa, maafkan aku harus membatalkan perjanjian."


Dendi pergi ke luar ruangan dengan tangan kosong. Sebenarnya dia berharap Arief akan melepaskan Gebby karena penampilannya kurang baik di Kompetisi Nasional kali ini.


"Sebenarnya apa yang diincar orang gila itu," gumam Dendi yang berjalan menuju ruang khusus guild Pelindung Nada.


Disisi lain, Aries Hardiman memberikan saran. "Sebaiknya kamu segera membungkam orang-orang lemah di luar sana. Kompetensi Nasional ini sungguh membosankan," katanya.


"Tenang saja Kakek, aku juga berencana seperti itu. Namun setiap pemain pasti akan menampilkan kekuatan terbaiknya, aku kurang percaya diri bisa mengalahkan mereka semua."


Aries Hardiman langsung memukul kepala Arief dengan telapak tangannya. "Jangan mengatakan hal bodoh, dengan kekuatanmu sekarang seharusnya kamu bisa mengalahkan mereka semua. Kecuali karaktermu di Domain Dewa sangat lemah," katanya.


"Hehe, aku tidak bisa menyembunyikannya darimu. Baiklah, aku akan segera menyelesaikannya, tolong lindungi aku, Kakek."


Arief sudah menganggap Aries Hardiman sebagai kakeknya. Mereka berdua tidak memiliki garis darah yang sama, tetapi keduanya saling menghormati dan menyayangi.


Ikatan batin itu tercipta karena Arief bisa menggunakan teknik yang seharusnya tidak ada di dunia ini. Atau lebih tepatnya teknik yang sama dengan Aries Hardiman.


8 orang di kelompok Arief akan memasuki arena pertandingan. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini kompetensi akan dilakukan secara kelompok.


Shadow dan kelompok hanya memiliki 2 orang sebagai wakil yang lolos. Pelindung Naga hanya memiliki 8 orang yang lolos. Sedangkan Pentagon memiliki 55 orang yang lolos, untuk Tanduk Iblis memiliki 35 orang.


Pertarungan kali ini sangat sederhana, siapapun yang masih berdiri setelah pemain bersisa 16 orang mereka akan maju ke babak selanjutnya.


Artinya pada pertarungan kali ini siapa yang kuat akan menang, itulah yang dipikirkan penonton. Namun sebenarnya tidak sesederhana itu, Arief sudah melakukan pertarungan seperti ini 6 kali.


Jadi dia sangat mengerti dengan atmosfer di dalam arena. Semua orang ingin menang, jadi tidak ada yang namanya kuat dan lemah.

__ADS_1


Mereka semua akan memanfaatkan segala cara untuk bertahan hidup, bahkan jika harus mengorbankan temannya sendiri.


"Penonton yang terhormat, sudah saatnya kita melihat pertarungan yang sangat kita tunggu-tunggu. Apalagi kalau bukan, Pertarungan Jurang Hitam!" teriak pembawa acara dengan nada penuh semangat.


Pertarungan Jurang Hitam adalah sebutan yang akan dipakai sampai akhir dari Kompetisi Nasional. Sama seperti Battle Royal, siapapun yang masih berdiri maka dia yang akan menang.


Namun perbedaannya terpadat pada batas pemain, selama tersisa 16 pemain di arena. Maka pertandingan akan diselesaikan.


Blue berdiri dibelakang 7 orang dari perwakilan guild lainnya. Dia menggunakan Mata Dewa untuk melihat level dan status mereka semua.


"Cukup bagus, dengan ini aku yakin bisa membawa mereka lolos," gumam Blue.


[Pertarungan dimulai.]


"Tunggu," kata Blue menghentikan semua anggota timnya yang sudah bersiap untuk menerjang musuh.


"Mengapa kamu menghentikan kami?" tanya salah seorang perempuan degan kostum warna kuning dengan aksen warna putih.


"Sekarang kamu bukan ketuanya, jangan memberikan perintah seenak jidatmu!" sambar seorang pria berbadan kekar di sebelahnya.


Mereka berdua adalah perwakilan dari Pelindung Naga yang lolos. Keduanya kurang menyukai Fairy Dance karena berhasil mengalahkan beberapa rekannya, tetapi semua anggota Fairy Dance semua kalah dan hanya menyisakan satu orang.


"Kita kekurangan orang. Jika menyerang musuh sekarang, pasti kita akan dirugikan. Cara terbaik adalah bersembunyi terlebih dahulu, kemudian mencari celah untuk melepaskan serangan."


Blue menjelaskan beberapa strategi jitu untuk menyergap musuh. Dia juga membeberkan bahwa Pentagon dan Tanduk Iblis sebenarnya bekerja sama.


Namun mereka menutupinya karena suatu alasan yang tidak bisa diberitahu. Memanfaatkan hal tersebut, Blue memberikan saran supaya Tanduk Iblis dan Pentagon saling bertarung.


Dia pergi dari kelompok, kemudian disusul dengan 4 orang dibelakangnya. Sekarang kelompok Pelindung Nada terpecah menjadi dua.


"Aku Bella, komandan perang Pelindung Naga." wanita berbaju kuning memperkenalkan dirinya secara resmi. Entah mengapa dia sangat nyaman ketika berada di bawah penjelasan Blue.


"Aku Marvin, jendral perang Jangkar Merah," kata salah satu orang dengan pakaian berwarna merah dengan aksen berwarna hitam.


Blue sebenarnya cukup mengenal Jangkar Merah, karena Shadow di kehidupan sebelumnya pernah berselisih dengannya. Bisa dibilang Jangkar Merah adalah guild biasa saja, tetapi jendral perang mereka yang bernama Marvin akan membawa guild itu mencapai level di atas Shadow.


Bukan karena kemampuan bertarungnya yang hebat, tetapi cara dia memanfaatkan situasi adalah senjata terbaiknya.


"Mengapa kalian tetap berada disini, jelas pria kuat tadi ingin menerjang musuh secara langsung. Bukankah itu yang dilakukan petarung sejati?" tanya Blue.


Bella memberikan pendapatnya. "Aku tidak peduli dengan caranya, sekarang aku hanya perlu menang!"


Dia adalah wanita yang sangat ambisius. Namun ayahnya melarang untuk bermain Domain Dewa, jika dia tidak berhasil mencapai 16 besar. Itulah alasan mengapa Blue tidak pernah melihatnya di kehidupan sebelumnya.


Bella harus pensiun dini karena dilarang oleh keluarganya, lebih tepatnya tidak diperbolehkan ayahnya.


"Aku merasa kamu sedang menyembunyikan kekuatan. Kemampuanku menilai orang tidak bisa disepelekan," jawab Marvin pelan.


"Terima kasih karena telah mempercayaiku, tetapi izinkan aku memberikan fakta yang kurang enak ini. Sebenarnya sangat susah untuk maju ke babak selanjutnya."


Blue tidak menyelesaikan perkataannya karena ingin melihat tingkat pemikiran mereka berdua.

__ADS_1


"Artinya masih ada kesempatan, Kan?" tanya Marvin yang mempunyai kecerdasan yang cukup tinggi.


"Itu bagus, aku merasa tidak memiliki kesempatan menang jika bersama beberapa orang bodoh tadi," sahut Bella.


"Menarik, kalian memiliki semangat jurang yang tinggi. Baiklah, strategi kita sangat sederhana, bersembunyi sampai batas waktu."


Keduanya mengangguk, mereka bertiga langsung mencari tempat terbaik untuk bersembunyi. Akhirnya mereka menemukan sebuah pohon yang memiliki pintu di bawahnya.


"Sempurna, mari masuk dan berlindung disini untuk sementara." Blue memimpin jalan untuk masuk kedalam. Namun siapa yang menyangka di dalam ada dua orang dari kelompok Shadow.


Suara tepuk tangan terdengar, "Menarik, ada seseorang yang berani masuk kedalam jebakan hanya dengan tiga orang."


"Siapa kau?" tanya Bella dengan suara keras.


"Jangan terlalu kasar, Nona. Aku adalah perwakilan dari Shadow, kekuatanku sungguh diluar pemikiran kalian!"


Tepat setelah menyelesaikan perkataannya, pedang Blue sudah sampai di leher musuhnya dan menebas dengan sempurna. Sekarang hanya menyisakan satu orang yang tampak sangat terkejut dengan kekalahan rekannya.


Marvin bertindak cepat, dia langsung menyergap pria itu dan membunuhnya dengan cepat. Kelasnya sebagai seorang Pembunuh membuatnya bisa dengan cepat mengirim musuhnya keluar dari pertarungan.


Bella hanya terdiam ketika melihat dia orang pria tanpa etika langsung menebas musuhnya tanpa peringatan. Dia hanya tersenyum kecut melihat keduanya berhasil menyingkirkan musuh.


"Kerja bagus," kata Blue melirik Marvin yang sedang memasukkan pisau di saku pinggangnya.


"Sudah menjadi kebiasaan, menyergap musuh yang tidak waspada. Namun aku selalu melihatmu waspada setiap saat," kata Marvin memuji kemampuan Blue.


"Itu karena ada kamu yang selalu memperhatikanku," jawab Arief.


Walaupun jawabnya terkesan sangat remeh, tetapi bagi Marvin itu adalah peringatan keras. Seharunya target tidak merasakan pandangannya, tetapi Blue berbeda.


"Baiklah, mari menunggu tamu masuk kedalam. Marvin segera pasang jebakan di pintu, Bella berikan sihir untuk menyembunyikan pintu masuk." Blue memberikan perintah sederhana.


Keduanya langsung bekerja dengan baik, inilah tim yang diinginkan setiap orang.


Semua orang di bangku penonton sedang mengumpat karena melihat Blue dan kelompoknya sangat pengecut.


"Pengecut!" teriak salah satu wanita yang mengidolakan Tanduk Iblis.


"Hapus Blue dari Domain Dewa!"


"Jangan ikut Kompetisi Nasional, Bodoh!"


Segala macam umpatan dan perkataan hina dilontarkan. Yuliana hanya bisa menahan diri untuk tidak memukul wanita di sebelahnya.


Tidak berasa pertarungan sudah berjalan dua jam, Blue masih belum mendapatkan tamu. Dia terus menunggu sampai akhirnya ada 10 orang yang beristirahat disebelah pohon.


"Marvin ayo selesaikan mereka semua. Bella berisik sihir kamuflase pada kita berdua."


Blue dan Marvin langsung menyergap mereka yang baru saja menyelesaikan pertarungan sulit. Tidak butuh waktu lama untuk mengirim mereka semua pulang.


Hal itu karena semua serangan sudah di perhitungan dengan sangat baik. Sekarang pemain di dalam arena tinggal 61 orang.

__ADS_1


"Tetap bersembunyi, kita harus bertahan!" kata Blue memberikan perintah.


__ADS_2