
Zenno tidak bisa menahan diri, ia langsung menyerang Blue dengan serpihan jiwanya. Bukanya takut, Blue malah tersenyum manis.
"Teknik pemakan jiwa," ucap Blue menebaskan pedangnya ke arah gumpalan asap berwarna hitam.
Seketika asap itu terbelah dan tidak bisa menyatu kembali. "Bocah, apa yang kau lakukan padaku!" teriak Zenno yang kebingungan.
Setengah jiwanya berhasil kabur dan bersembunyi, sedangkan bagian yang lainnya masih ada di lantai. Blue mendekat dan menusuknya dengan pedang.
Kelas keempat Blue adalah Pendekar Jiwa, salah satu keterampilannya adalah memakan jiwa siapapun yang mati di dekatnya.
Zenno mulai ketakutan karena sebagian jiwanya telah hilang. Ia bersembunyi di dalam tubuh Dewi Bianca, bukannya aman Dewi Bianca malah memakan sebagian jiwanya.
Wanita yang awalnya sangat cantik dan mempesona berubah menjadi buruk rupa dengan kekuatan yang sangat besar.
Rambutnya yang lurus rapi berubah menjadi kriting tidak beraturan. Kulitnya yang putih bersih berubah menjadi coklat kehitaman.
Matanya yang indah memancarkan kedamaian berubah menjadi ganas mematikan. Dewi Bianca sudah berubah menjadi makhluk lain.
"Haha, akhirnya aku bisa memakan iblis sialan itu. Ini kekuatan yang aku impikan!" teriak Dewi Bianca terlihat senang dengan wajah buruk rupanya.
Nevada tercengang melihat perubahan dewi, ia lebih tidak percaya ternyata banyak Elf Salju yang digunakan untuk ritual pembangkitan Zenno. Tubuhnya yang lemas langsung jatuh berlutut. "Tidak mungkin, semua usaha kita tidak berarti sama sekali."
Kepercayaannya selama ini telah di khianati, hatinya dan tubuhnya gemetar. Nevada benar-benar terpukul kejiwaannya, jika ras Elf Salju tidak bersumpah darah para Raja Segalanya, Nevada pasti kehilangan kendali dan mengamuk sampai dia mati.
"Penampilan yang sangat memukau, Dewi Bianca." Blue memecah keheningan dengan mengucapkan sesuatu yang sensitif.
Bola mata dewi bianca melirik ke arah Blue, senyum aneh diperlihatkan. Kakinya tampak melayang dan langsung terbang ke arah Blue.
Tidak berniat menyembunyikan kekuatan, Blue mengeluarkan sayap hitam dan jubah Raja Api. Dua pedangnya langsung membelokkan serangan lawan. Namun ia masih tetap terpukul mundur karena kekuatannya di bawah dewi bianca.
Darah mengucur keluar dari sudut mulutnya, Blue berdiri sambil menyikap bibirnya. "Wow, sungguh kekuatan yang mengerikan."
"Sejak kapan makhluk abadi bisa sangat kuat?"
"Sejak hari ini." Blue menggunakan Langkah Cahaya dan langsung muncul di depan dewi, ayunan pedangnya tidak kalah kuat.
Dual Secret Sword menyerap jiwa dewi Bianca yang belum stabil. Tidak sampai disitu, Blue menghilang dengan Speed of light untuk menyerang tubuh belakang lawannya. Meskipun tidak terlalu menimbulkan kerusakan, jiwa Dewi Bianca di konsumsi sedikit demi sedikit.
Setelah membiarkan musuhnya menyerang, Dewi Bianca menyadari bahwa jiwanya semakin tidak stabil. Ia mulai menghindari ayunan pedang yang tidak terlalu sakit itu.
"Pedang apa itu?" tanya Dewi Bianca dengan ekspresi penasaran.
Tanpa menunggu jawaban, ia melesat seperti pesawat dan langsung menarik tangan lawannya. Blue bukan orang sembarangan, ia memutar lengannya dan menusukkan pedang ke wajah musuh.
Pedang berhasil menyerang wajah musuh, tetapi dewi Bianca tidak merasakan apapun. Tangan Blue yang tertangkap sudah tidak bisa di apa-apakan.
Kakinya yang bebas mencoba menendang tubuh lawannya, tetapi hasilnya tetap sama. Dewi Bianca tidak melepas pegangannya.
__ADS_1
Blue melepas pedang di tangan kananya, ia mencoba menggunakan langkah cahaya untuk melepaskan diri. Untungnya Dewi Bianca tidak menghentikannya.
Tatapan matanya mengarah pada pedang berwarna hitam, tangannya yang bebas mencoba untuk mengangkatnya. Dewi Bianca tampak senang melihat pedang itu.
Blue dari kejauhan tersenyum. Pedang yang jatuh di tanah langsung menusuk jantung Dewi Bianca.
"Argh..." suara teriakan Dewi Bianca terdengar keras. Dual Secret Sword bukan pedang biasa, ia bisa membunuh siapapun termasuk demigod yang tidak abadi.
Dewi Bianca menggunakan energi hitam di dalam tubuhnya, ia mencoba menyembuhkan jantungnya yang terluka parah.
Blue tidak membiarkannya begitu saja. "Ledakan Suci!" teriaknya menyebutkan nama skill pemberian dewi Nella dari kediri.
[Ledakan Suci.
Tingkat : SS
Tubuh pemain akan mengeluarkan cahaya putih dan menyerang semua musuh 15 meter darinya. Memberikan kerusakan 7000% serta memberikan efek buta selama 2 detik.]
Karena adanya pedang Dual Secret Sword, ledakan suci sangat menyakitkan bagi kekuatan iblis. Sampai akhirnya penyembuhan Dewi Bianca tidak berhasil seutuhnya, akibatnya kekuatan dewi menurun drastis.
Tangan kanan Blue langsung menangkap pedang terbangnya, sudut bibirnya terangkat. "Sepertinya aku yang menang!" kata Blue sambil menebas leher musuhnya.
Seketika kepala dewi bianca terbang, pemberitahuan sistem membuat Blue tidak bisa menahan senyum jahatnya.
[Raja Segalanya telah berhasil membunuh Pengasih Monster. Jiwa Demigod abadi, tetaplah berhati-hati.]
Energi kehidupan 30 miliar.
1000 poin gratis.
10 ribu poin profesi.
10 ribu poin skill.
Mendapat gelar Pengasih Monster.]
[Pengasih Monster.
Keistimewaan :
Membuat anda disegani oleh seluruh monster di dunia.
__ADS_1
Wibawa anda akan naik sangat pesat ketika berada di wilayah monster.
Penggunaan energi kehidupan akan dikurangi 20%.]
"Ini belum berakhir Raja Segalanya, aku akan membawa bencana bagimu!" teriak Dewi Bianca dengan suara serak.
Karena ruangan bawah tanah sangat tertutup, Blue tidak membiarkan jiwa musuh keluar dari ruangan dengan cara membuat simbol tingkat tinggi.
"Kamu pikir aku akan membiarkan ancaman keluar dari telapak tanganku." Blue tersenyum manis di balik topeng setan.
Jiwa dewi Bianca kebingungan, ia tidak bisa keluar dari ruangan. Bukanya takut, Dewi Bianca malah mencoba merebut tubuh Blue dengan memasukkan semua jiwanya.
Dalam alam bawah sadar, Blue dan Dewi Bianca bertemu.
"Haha, bodoh sekali. Kau membiarkan dewi ini masuk kedalam alam bawah sadar." Dewi Bianca merasa senang karena ia bisa menggunakan kekuatan terbaiknya.
Disisi lain, Blue tidak merasa ketakutan. Ia tersenyum dan melemparkan sebuah kertas aneh untuk menyegel alam bawah sadarnya.
Bee, Raul, Ela, Drakula, dan Elvy keluar dari ruang persembunyian. Mereka menggunakan wujud aslinya sebagai para pemangsa.
Bee berwujud pangeran tampan, Raul berubah menjadi raja serigala gunung, Ela berubah menjadi ratu dryad, Drakula berubah menjadi kelelawar raksasa, dan Elvy menjadi putri cantik berusia 5 tahun.
"Dengan mereka kamu ingin mengehentikan kendaliku?" tanya Dewi Bianca meremehkan kekuatan jiwa milik lawannya.
Blue menggelengkan kepala. "Apa aku begitu bodoh membiarkan seorang dewi masuk kedalam alam bawah sadar tanpa persiapan?"
Alam bawah sadar yang awalnya putih terang perlahan berubah menjadi ungu kehitaman. Gemuruh petir terdengar semakin keras.
Dewi Bianca mengerutkan kening. "Apa yang terjadi?"
"Jangan panik dulu. Peran utama kita belum datang." Blue menunjuk awan hitam yang langsung menyambar jiwa dewi Bianca.
Petir pertama tampak sangat lemah hingga musuh tidak merasakan apapun. "Haha, serangan seperti ini yang kamu banggakan?"
Blue tidak menjawab, ia masih menunggu serangan kedua. Benar saja, serangan kedua mulai menyakiti kulit Dewi Bianca.
Interval serangan kedua dan ketiga semakin sempit, artinya petir selanjutnya akan datang lebih cepat. Tidak ada batas yang pasti dari sambaran petir di dalam alam bawah sadar Blue. Hal itu karena pengetahuannya tentang teknik jiwa sudah lengkap.
Makanya Aries Hardiman mengakui bahwa teknik jiwa milik Blue lebih baik darinya. Meskipun begitu, Aries Hardiman adalah orang yang sudah berlatih sangat lama. Jadi untuk menyusul kekuatannya membutuhkan banyak waktu.
"Argh!" teriak Dewi Bianca yang mulai kesakitan dan tidak bisa menggerakkan jiwanya.
"Jangan memasang wajah menyedihkan seperti itu, aku tidak akan pernah terpengaruh." Blue malah tersenyum melihat wanita cantik tersiksa di bawah sambaran petir.
"Psikopat, sialan!" teriak Dewi Bianca.
__ADS_1