
Kesepakatan dengan Dendi sudah terjalin, Fairy Dance cepat atau lambat akan mendapatkan Gebby. Secara otomatis Fairy Dance dan Pelindung Naga akan bekerja sama pada Kompetisi Nasional.
Sekarang kelompok memiliki 7 guild yang mempunyai latar belakang kuat. Hanya Fairy Dance yang paling lemah diantara semuanya. Namun untuk masalah kekuatan, jelas Fairy Dance adalah yang paling kuat diantara semuanya.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Dendi mengumumkan bahwa sesi kerja sama telah ditutup. Jadi hanya 7 guild ini saja yang akan melakukan kerjasama untuk mencari hasil terbaik.
Tanduk Iblis berhasil menarik 81 guild, Pentagon berhasil menarik 66 kolega. Sedangkan dua lainnya tidak lain adalah pelindung Naga dan Shadow yang bergabung dengan kelompok lain.
Karena Regina tidak ikut serta dalam Kompetisi Nasional, Arief tidak bisa mengajukan kerja sama dengan mudah. Makanya dia membeli Gebby dengan harga yang sangat tinggi.
Namun itu akan terbayar setelah Gebby berhasil menjinakkan banyak hewan tunggangan dan hewan peliharaan. Sehingga semua anggota Fairy Dance tidak perlu mencarinya terlalu jauh.
"Terima kasih untuk semua orang yang percaya dengan Pelindung Naga. Walaupun pada pertandingan sebelumnya kita tidak sebagus Fairy Dance, tetapi masih memiliki beberapa pemain berbakat."
Dendi membanggakan guild Pelindung Naga supaya semua orang tidak merendahkannya. Tujuannya tidak lain untuk menjadi pemimpin kelompok.
"Baiklah, karena sudah terlalu lama aku berdiri disini. Mari kita memilih pemimpin dari kelompok ini."
Tepat setelah Dendi selesai perkataannya, semua orang langsung menunjuk Arief tanpa pikir panjang. Mereka semua sudah tahu bahwa Fairy Dance dengan pemain sedikit dan kurang terkenal bisa lolos ke babak selanjutnya dengan sangat mudah.
Makanya semua orang percaya bahwa Arief bisa menjadi pemimpin kelompok. Bahkan Bintang Terang juga menunjuk Arief, karena mereka mempunyai beberapa tujuan.
Semua orang sudah tahu seberapa liciknya Bintang Terang. Tujuan utamanya tidak lain adalah mengendalikan Fairy Dance dari dalam.
Namun selama ada Arief, Jessica, dan Amelia akan sudah untuk mengendalikannya. Hal itu dikarenakan sistem yang diterapkan Fairy Dance sangat disiplin dan ketat.
"Bukankah aku masih terlalu muda untuk menjadi pemimpin kelompok," kata Arief basa-basi. Sebenarnya dia cukup senang dengan keputusan semua orang.
Sungguh kasian Dendi yang sudah mempromosikan guild miliknya, tetapi tujuannya berakhir di ambil orang lain.
Namun Dendi bukan orang berpikiran sempit, sehingga dia bisa menerima keputusan bersama dan menunjuk Arief sebagai pemimpin kelompok.
"Apa maksudmu masih mudah, jelas kamu berhasil memimpin kelompok Fairy Dance berhasil menuju babak kedua tanpa ada yang tersingkir satupun."
Beberapa orang memberikan tanggapan positif pada Arief dan kerja kerasnya.
Arief berdiri dari kursinya dan mengatakan, "Baiklah, terima kasih karena sudah mempercayakan kelompok besar ini pada anak muda sepertiku."
Tidak. Lupa Arief juga menjelaskan strategi untuk menyingkirkan Shadow dan koleganya. Hal itu dilakukan supaya Tanduk Iblis dan Pentagon saling bertarung.
Jelas saya kelompok Fairy Dance dan lainnya akan diuntungkan. Pasalnya Shadow hanya memiliki 3 kolega, sehingga kesempatan menang mereka sangat rendah.
Semua orang terdiam mendengar Arief menjelaskan strategi dengan detail dan nada suaranya yang sangat menarik. Sehingga semua orang memperhatikannya tanpa terkecuali.
"Bukankah kita akan kehilangan banyak orang pada pertandingan melawan Pentagon," salah satu kolega mengatakan pemikirannya.
Arief menggelengkan kepala. "Kita tidak akan kehilangan satupun anggota. Lihatlah pada pertandingan sebelumnya," katanya sambil menunjuk papan penjelasan.
Pertandingan sebelumnya menunjukkan bahwa semua lawan akan kelelahan karena mendapat musuh yang kuat di pertandingan sebelumnya.
Artinya mereka akan memiliki kesempatan menang lebih tinggi. Masalahnya pentingnya adalah bisa mengalahkan lawan sebelumnya dengan mudah.
Setelah melihat informasi lawan di pertandingan sebelumnya, kelompok Fairy Dance akan melawan pemain yang kurang dalam teknik pertarungan.
__ADS_1
"Bagus, tetapi bagaimana dengan kelompok lainnya. Mereka akan menghadapi lawan yang sangat susah?"
"Sederhananya informasi dapat mengubah pertandingan setiap orang." Arief menggeser layar dan menunjukkan kelemahan setiap musuhnya.
Jadi semua orang pada kelompoknya akan mendapatkan salinan dan memanfaatkannya sebaik mungkin. Hanya dengan catatan tersebut, seharusnya setiap orang bisa menang dengan cukup mudah.
Namun tidak semua orang cerdas, beberapa hanya mengandalkan ototnya untuk bertarung. Arief tidak bisa menyalahkannya, karena otot juga salah satu kekuatan.
Pertandingan akan segera dimulai, kali ini Arief akan menghadapi seseorang dari Tanduk Iblis. Sebagai pembukaan, jelas dia tidak memiliki waktu istirahat yang cukup.
Dia tahu bahwa seseorang sudah membayar panitia untuk menempatkannya di tempat pertama. Namun Arief tidak mempermasalahkannya, dia malah senang bisa mendapat kesempatan pertama.
Dengan penuh semangat Arief berjalan menuju mesin virtual Domain Dewa, betapa terkejutnya dia ketika melihat lawannya.
"Hai, lakukan yang terbaik," sapa Arief dengan lembut. Pasalnya orang dari Tanduk Iblis tidak lain adalah anggota Star Hunter lainnya.
Dia adalah Giovani, tank terbaik Star Hunter dimasa lalu. Bisa dibilang dia adalah pemain depan yang sangat kompeten, sayangnya Tanduk Iblis memiliki beberapa pertimbangan untuk membuangnya.
Hal itu karena laras Giovani sudah tidak terlalu menarik. Makanya perusahan langsung menentangnya tanpa uang pesangon.
Perlu diketahui, kehidupan Giovani sangat mewah. Sehingga ketika dipecat, dia memiliki beberapa cicilan yang tidak bisa dilunasi, akibatnya semua asetnya disita.
Sungguh naas nasibnya, tepat setelah dipecat semua harta dan kekasihnya meninggalkan dirinya. Untungnya ada Arief yang mengulurkan tangan dan membuat Giovani tidak gantung diri.
Tingginya 205 centimeter, sedikit lebih tinggi daripada Cola dan Adam. Tubuhnya juga kekar penuh dengan otot, sungguh penampilan yang sangat mengerikan.
[Giovani vs Blue]
"Nak, sebaiknya kamu menyerang dengan semua kemampuanmu, atau kekalahan yang akan menjadi mimpi buruk mu!" kata Giovani mengancam.
Sayangnya lawannya sekarang adalah seorang monster tua yang sudah terbiasa dengan ancaman seperti itu. Jadi dia hanya berdiri dan tersenyum seperti tidak mendengar apapun.
"Terima kasih sarannya. Sebenarnya kamu adalah pemain yang hebat, sungguh disayangkan kamu menjadi korban untuk kelompok," kata Blue menyinggung Giovani yang di pasangan dengannya.
Perlu diketahui, Giovani tidak ditargetkan menang. Dia hanya diperintahkan untuk menguras stamina lawannya.
"Apa maksudmu!" katanya dengan nada tinggi. Dia tidak mengira Blue bisa mengetahui tujuannya hanya dengan sekali lihat.
Semua orang yang mendengar pembicaraan mereka juga terkejut, ternyata Giovani hanya digunakan untuk umpan. Namun satu hal yang membuat semua orang kebingungan, mengapa pengundian penempatan pemain bisa diatur.
Blue tidak terkejut dengan kejadian ini, dia melihat beberapa orang besar yang sedang menonton. Jadi sudah dapat dipastikan, mereka adalah orang dibalik semua skema Kompetisi Nasional.
"Jangan terlalu diambil hati. Ingat, jika kamu masih terus seperti ini, pasti suatu saat kamu akan ditendang." Blue tidak memberikan kata-kata lagi, dia langsung mencabut pedang dari punggungnya dan berlari menuju Giovani yang sudah bersiap dengan perisainya.
"Tiingg..." Suara benturan besi terdengar sangat nyaring. Benturan itu tidak lain karena pedang Blue bentrok dengan perisai Giovani.
Ayunan pedang tangan kiri di lanjutkan, Blue menargetkan tubuh bagian kiri musuhnya. Sangat cepat, itulah yang mungkin bisa dikatakan semua orang.
Dalam sekejap mata, Blue berhasil memberikan kerusakan.
[Pemain Blue berhasil memberikan - 900 kerusakan serangan kritikal pada Giovani]
Senyum Blue sangat mengerikan, sebelum dia mengatakan apapun. Ayunan pedang tangan kanannya segera menyusul dan mengenai perisai lagi.
__ADS_1
Suara benturan besi terdengar sekali lagi, sama seperti sebelumnya. Blue memberikan kerusakan pada tubuh bagian kiri musuhnya.
Penonton terdiam, mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi. Hanya benturan pedang dan kerusakan yang terlihat oleh kamera.
"Apa yang terjadi?"
"Bodoh, lihatlah. Sesuai dengan karakternya, Blue selalu mendominasi!" teriak seseorang di bangku penonton.
Orang itu tidak lain adalah Yuliana yang sedang menyamar sebagai seorang laki-laki. Sebatang rokok menggantung di bibirnya dan tato pasangan di tangan kanannya.
Blue menatap tajam kearah musuhnya. Dia mengetahui bahwa lawannya sedang dalam keadaan tidak baik.
Karena ini adalah Kompetisi Nasional, Blue tidak akan lunak dan berniat menghancurkan mentalnya. Serangan yang sama terus dia lakukan, tetapi sekarang dia menambahkan Slash untuk meningkatkan kerusakannya.
Penonton di bangku bersorak, mereka sangat menikmati pertandingan Blue yang menekan musuhnya seperti boneka yang tidak bisa membalas serang.
Giovani tidak mudah untuk dikalahkan, ketika HPnya sudah berwarna merah. Dia melepaskan teknik Mengamuk yang dimiliki kelasnya.
Sayangnya Giovani belum bisa menggunakan prana dengan baik. Sehingga dia hanya bisa mengeluarkan sedikit kekuatannya.
Badan Giovani nampak mengeluarkan aura berwarna merah. Kulit tubuhnya berubah menjadi merah bata dan armor yang digunakan berubah warna menjadi merah.
"Sungguh penampilan yang sangat baik. Sayangnya kamu belum bisa menguras staminaku lebih dari 1%," kata Blue memprovokasi musuhnya.
Benar saja, Giovani menyerang menggunakan kekuatannya yang sekarang. Dia lupa bahwa tugasnya bukan menyerang, tetapi bertahan sampai mendapatkan kesempatan untuk menyerang.
Blue mengangkat pedang kanannya untuk memberikan peringatan kepada musuhnya. Namun peringatannya tidak diperhatikan hingga akhirnya Giovani mengayunkan perisainya pada Blue.
Perlu diketahui Kelincahan Blue hampir 1000, jadi menghindari perisai lambat yang diayunkan Giovani sangatlah mudah. Dia sedikit melompat dan menginjak perisai musuhnya.
"Gelombang Kejut!" kata Blue menyebutkan nama keterampilannya.
Ayunan pedangnya menciptakan sebuah gelombang energi yang berbentuk bulan sabit. Tidak hanya satu gelombang, melainkan ada 20 gelombang yang siap untuk menerjang musuhnya.
Karena Giovani tidak mempunyai pijakan yang mantap, akhirnya dia hanya bisa menerima serangan musuhnya.
"Jangan kita ini akhirnya!" teriak Giovani mengeluarkan keterampilan yang seharusnya tidak ditunjukkan pada babak pengisian kali ini.
[Keterampilan Buatan - Badan Besi]
Giovani menggenggam erat perisainya dan bersiap menerima serangan gelombang. Serangga pertama berhasil ditangkis dengan sempurna, dia mundur beberapa centimeter.
Seperti yang kalian semua ketahui, Gelombang Kejut mempunyai kekuatan yang lebih pada serangan berikutnya.
Gelombang kedua membuat Giovani menggerakkan perisainya karena hampir tidak mampu untuk menghentikannya.
Akhir perjuangannya ada di gelombang ketiga, dia terpental dan perisainya lepas dari tangannya. Hal itu karena Giovani sudah tidak bisa menggenggam perisainya.
Tangannya mati rasa, dia tidak pernah menyangka musuhnya bisa menggunakan kemampuan yang bisa membuat pemain kehilangan konsentrasinya dengan sangat cepat.
Gelombang selanjutnya menerjangnya selanjutnya, HP Giovani seketika menghilang.
[Blue menang.]
__ADS_1
Penonton bersorak sangat senang, orang yang paling senang tidak lain adalah Yuliana. Dia berteriak layaknya seorang tentara yang sedang memberikan perintah.
Untungnya suara di sekelilingnya juga keras, sehingga tidak ada yang menyadarinya.