
Kalahnya Martin membuat Hao Ju marah besar, ia langsung masuk ke arena dan menghajar Justin. Karena rasa hormat, Justin tidak membalas, ia menerima setiap serangan tanpa menyebabkan kerusakan.
"Bocah durhaka!"
"Ayah, aku hanya bertanding dan berhasil mengalahkan kakak." Justin mencoba membela diri, ia berhak memilih jalannya sendiri.
"Thunder Strom!" teriak Hao Ju menggunakan semua kekuatannya.
Karena Blue sedang melihatnya dari bangku penonton, Justin tidak boleh kalah. "Thunder Strom!" ucapnya pelan.
Petir menyelimuti sekujur tubuhnya, Justin mulai melawan. Namun kekuatannya masih belum cukup menandingi ayahnya, ia menggunakan Thunder Strom versi kedua.
Mereka beradu pedang dengan seimbang, tetapi Justin masih terlalu muda. Ia sedikit lengah setelah berhasil mendaratkan serangan pada lawannya. Sedangkan Hao Ju dapat mengontrol emosi dan mengayunkan pedangnya dengan baik.
Justin terlempar keluar arena, ia kalah. Meskipun begitu, semua orang melihat betapa kuatnya Justin bisa mengimbangi kekuatan kepala keluarga.
Meskipun praktik di domain dewa dan dunia nyata sedikit berbeda. Justin bisa menguasai teknik ini di dunia nyata maupun domain dewa.
Kakek tua di sebelah Nevada berdiri dan langsung masuk kedalam arena pertandingan. Blue tidak tinggal diam, ia juga naik ke arena pertandingan.
"Tuan Hao, anda sepertinya sedang buru-buru," ucap Blue. Ia sedang mengenakan topeng setan, jadi identitasnya tidak mudah diketahui.
"Anak muda jaman sekarang sangat keras kepala. Minggir, biarkan kakek tua ini memberikan pelajaran pada anak itu."
Blue menggelengkan kepala. "Tentu saja aku tidak mau, tugasku melindunginya dari serangan orang seperti anda. Ditambah lagi sejak kapan keluarga Hao hanya punya satu guild?"
Ingatan masa depan Blue sangat membantu di situasi saat ini. Ditambah lagi ia sudah membeli informasi dari Tujuh Mawar.
"Terlalu banyak tahu bisa mencelakakan mu, Anak Muda!"
"Aku tahu itu, tetapi Grup Hao tidak cukup kuat untuk menakuti aku." Blue cukup percaya diri, ia bisa mengalahkan kakek tua dengan sekali serang. Jika ia melakukannya, banyak mata yang akan memperhatikan pergerakannya.
"Wah, bahkan kamu tahu kami dari grup Hao. Mari bertarung, siapapun yang kalah akan menuruti pemenang!"
"Untuk kakek yang sudah tua anda sangat berani. Baiklah, aku akan mencoba menggunakan teknik yang sama dengan anda." Blue menarik satu pedang di tangan kanannya. Begitu pula dengan Kakek tua yang menarik pedangnya.
"Aku Hao Yang, ketua ke 7 grup Hao."
Blue memberikan salam bela diri. "Topeng Setan, ketua Ekspansi 1, Fairy Dance."
"Wah, jadi kamu adalah salah satu ketua dari Fairy Dance. Ini akan menarik, kalian baru berkembang di Benua Utara dan mencoba menarik tali."
Menarik tali yang dimaksud adalah membuat masalah dengan kekuatan besar. Meskipun begitu Blue tetap tenang karena wilayah Orc akan menjadi markas rahasia Fairy Dance.
Sedangkan untuk Elf Salju, Blue tidak berharap banyak. Meskipun sudah mengorbankan banyak energi kehidupan, ia sedikit terkejut karena Nevada terpengaruh oleh lidah dewi Bianca.
__ADS_1
"Terima kasih, Tuan." Bukannya takut, Blue malah berterima kasih karena sudah dianggap kekuatan kecil di hadapan Harimau Salju.
Kakek tua berlari tanpa menggunakan skill, itu adalah gayanya di Benua Tengah. Blue juga melakukan hal yang sama, bedanya dia sedikit lebih tenang karena langkah kakinya sangat alami.
Pedang Hao Yang menghantam Blue dengan kekuatan penuh. Sayangnya Blue tidak menerimanya, ia sedikit membelokkan fokus serangan lawan ke tanah.
Pada serangan itu, Blue bisa memberikan serangan telak pada lawan. Namun ia tidak melakukan malah melompat mundur.
Justin yang mengetahui itu berdiri sambil memegang pundaknya. "Mengapa bos tidak menyerang?"
"Ia sengaja melakukannya." Gerrel muncul di sebelahnya disusul dengan Gerrad.
"Pertarungan ini berat sebelah, Hao Yang itu tidak serius. Makanya Bos juga tidak serius." Gerrad memberikan pendapatnya.
"Aku belum pernah melihat kakek serius. Ia selalu menggunakan serangan normal untuk mengalahkan musuhnya."
"Justin, sebagai pemimpin kamu sangat bodoh. Tidak ada hubungannya serangan normal dan serius." Gerrel menunjuk bosnya yang juga menggunakan serangan normal.
"Benar, mereka hanya beradu teknik pedang bukan skill domain dewa." Gerrad menimpali.
Justin mengerutkan kening, meskipun hanya serangan normal. Keduanya tampak sangat serius menggunakan satu pedang.
Bedanya Hao Yang selalu memojokkan lawannya, itulah yang dilihat semua orang. Namun Hao Yang merasakan sendiri betapa mengerikannya anak muda didepannya.
Blue bersiap bertahan, tangan kirinya di depan untuk menentukan gerakan musuh. Ujung pedangnya selalu menghadap lawan. Ini adalah gaya pembaruan yang telah dikembangkan Hao Yang di masa depan.
Hanya dengan sedikit gerakan lengan, Blue menghalau serangan lawan tanpa berpindah tempat. Kali ini berbeda, ia menggunakan kesempatan untuk menyerang lawan.
Kecepatan Hao Yang semakin bertambah setelah menggunakan keterampilannya. Sayangnya Blue menggunakan pertahanan absolut ciptaan Hao Yang sendiri.
Suara benturan pedang terdengar terus menerus. HP Blue tetap penuh, sedangkan Hao Yang berkurang sedikit demi sedikit.
Sampai akhirnya Hao Yang kalah karena HPnya sudah berwarna merah. "Anak Muda yang sangat kuat."
"Terima kasih pujiannya." Blue memberikan salam bela diri.
Hao Yang yang mengakui keterampilan Blue juga memberikan salam bela diri. "Kamu memang pantas mendapatkannya, aku harap kita bertemu lagi."
"Bagaimana dengan taruhan kita?"
"Lakukan sesukamu, kami ketua tidak akan bergerak." Hao Yang pergi dari arena.
Hao Ju sekarang mulai panik, ketua 7 menyatakan semua ketua grup Hao tidak akan membantunya. Ini akan menjadi malapetaka untuknya.
"Ketua Nevada, tolong." Hao Ju memberikan salam beladiri pada Ketua Elf Salju.
__ADS_1
Sesuai dengan permintaanya, Nevada turun ke arena dan menatap Blue dengan lembut. "Tuan, maafkan saya," katanya sambil berlutut dengan kepala menunduk.
Semua orang terkejut melihat Ketua Elf Salju yang begitu sombong berlutut di depan Blue. Beberapa pemain langsung mengambil gambar dan mempublikasikannya.
"Sudahlah, apapun pilihanmu aku akan menyetujuinya." Blue menyuruh Nevada berdiri.
Para guild super yang mengepung Singa Langit langsung menarik pasukannya. Mereka sekarang tahu mengapa Elf Salju menarik pasukan.
Meskipun mereka berhasil mendapatkan kota di wilayah Elf Salju, Fairy Dance akan merebutnya lagi dengan mengandalkan pasukan Elf Salju.
"Ketua Hao, kita sudah di penghujung acara. Bagaiman jika mengeluarkan semua kartu as?" tanya Blue dengan senyum manis.
"Baiklah, waktunya memberitahumu apa itu ketakutan!"
Hao Ju mengangkat kedua tangannya, bayangan Dewi Bianca muncul di atas istana guild Harimau Salju.
"Nevada, kau berkhianat!" teriak Dewi Bianca.
"Wow, anda mengeluarkan seorang Demigod. Aku sangat takut!" ucap Blue sambil membusungkan dadanya.
Justin yang melihat situasi semakin kacau menyuruh 20 ribu pasukannya untuk melepaskan Thunder Strom dan bertarung serius di awal.
Pasukan Harimau Salju yang tidak bisa menggunakan Thunder Strom langsung mundur, menyisakan beberapa elit yang akan bertarung.
Dewi Bianca meniupkan kekuatannya energi kehidupan. Semua pasukan Harimau Salju menjadi sedikit lebih kuat tapi itu tidak membuat pasukan Justin bergeming.
"Haha!"
Hao Ju tidak bisa berhenti tertawa. Ia merasa sudah menang karena lawan tidak bergerak sama sekali.
Seorang pria berpakaian merah darah muncul samping Blue, ia adalah Drakula dalam wujud manusia.
"Bos, biarkan aku menyelesaikan pada kurcaci ini." Drakula melantunkan syair aneh dan hujan darah terjadi.
Setiap orang yang mengenai darah itu akan terkena kerusakan. Tentu saja kerusakannya sangat kecil.
Nevada melihat Drakula dengan tatapan aneh, ia mau tertawa tapi ada tuannya di sebelah.
"Drakula, jangan main-main. Segera selesaikan." Blue menyuruh Drakula menyelesaikan segera.
Hujan darah yang awalnya pelan berubah menjadi badai darah dan menewaskan semua pemain elit padukan Hao dalam dua detik.
"Apa?"
Hao Ju terkejut melihat pasukan elit yang berjumlah puluhan ribu menghilang dengan satu skill aneh. Tidak hanya ia yang terkejut, Nevada juga terkejut melihat pasukan musuh menghilang dari pandangannya.
__ADS_1