Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
227. Tag Tim


__ADS_3

Nakamoto berpikir keras, dia tidak pernah membentuk tim sebelumnya. Namun Blue adalah orang kuat yang belum pernah dia temui, mungkin saja ilmu yang dimiliki akan membantunya di kemudian hari.


"Baiklah, aku akan ikut. Undang aku kedalam tim," kata Nakamoto penuh percaya diri. Walaupun dia sudah kalah, tetapi kepercayaan dirinya tidak pernah berkurang.


Pasalnya dia tidak pernah kalah ketika berada di Kota maupun Kerajaan. Meskipun masih berada di ranking 70, tidak ada satupun pemain yang berhasil mengalahkannya di arena. Karena itulah dia memilih untuk berpetualang sendirian.


Kedatangan Blue yang menjabat sebagai ketua guild membuka matanya. Sekarang dia paham, guild tidak hanya memberikan informasi penting bagi pemain, tetapi juga memberikan beberapa trik untuk menyelesaikan Dungeon Rahasia.


Nakamoto sudah menjelajahi Domain Dewa sendirian, dia memikul semua beban sendiri. Bahkan dia juga yang mencari jalan untuk menyelesaikan Dungeon Rahasia.


"Ayo, kali ini Dungeon Rahasia tujuan kita adalah Raja Kepiting!" kata Blue dengan suara lantang.


Jelas itu membuat Nakamoto tercengang, dia sudah mengetahui tempat Raja Kepiting. Namun siapa sangka ada orang bodoh yang ingin menyerang Dungeon Rahasia tersebut sendirian.


Sebagai seroang pemain dengan profesi Penjelajah, dia bisa menilai sebuah Dungeon hanya dengan memegang pintu atau mulut gua. Karena tingkat Profesi miliknya masih berada di Ahli, dia tidak bisa memastikan kekuatan sebuah Dungeon.


Namun ada satu yang pasti, ketika indikatornya menyala merah, sudah dipastikan bahwa Dungeon Rahasia tersebut sangat berbahaya. Lebih parahnya lagi ketika warna indikatornya berwarna hitam.


Raja Kepiting mempunyai indikator Merah Kehitaman, bisa diartikan bahwa Dungeon Rahasia tersebut sangat mengerikan. Perlu diketahui, Nakamoto belum pernah menyerang Dungeon berwarna merah.


Apalagi sekarang dia akan menyerang Dungeon Rahasia berwarna merah kehitaman. Sungguh tantangan yang sangat menegangkan, jika terbunuh pasti levelnya akan turun cukup banyak.


"Apa kamu yakin?" tanya Nakamoto memandang Blue dengan penuh arti. Sebenarnya dia tidak yakin dengan keputusannya, tetapi rasa penasaran selalu menariknya untuk terus bersama Blue.


Sebagai balasan, Blue tersenyum manis. "Aku sangat yakin. Tenanglah, semua masih bisa kita selesaikan walaupun sedikit susah," katanya pelan.


Akhirnya mereka berjalan menuju Dungeon Raja Kepiting. Sepanjang jalan Nakamoto terus berpikir tentang level dan posisinya sebagai pemegang ranking dunia.


"Akhirnya sudah sampai, jangan terlalu tegang. Percayalah kita bisa keluar dengan selamat," kata Blue sambil menepuk pundak Nakamoto yang tampak sangat tegang.


Dia tahu betapa sulitnya menaikkan level di tingkatnya sekarang. Namun pemain yang selalu menahan diri dan bermain aman tidak akan pernah bisa sukses.


Nakamoto tidak menjawab dengan suara, dia hanya menganggukkan kepala menyatakan persetujuannya.


[2 pemain terdeteksi, Raja Kepiting marah karena wilayahnya disusupi.]


Blue langsung mengeluarkan dua pedang dari punggungnya. Dia melihat Nakamoto masih bersantai karena tidak melihat musuh sama sekali.


"Hai, apa yang kamu lakukan. Segera pegang pedangmu atau kita akan segera musnah!" teriak Blue dengan nada tinggi.


Sesuai dengan perkataannya, segerombolan monster langsung menyerang dari bawah tanah. Nakamoto tidak siap, dia dengan cepat menarik pedangnya.


Namun sudah terlambat, kecepatan monster kepiting jauh lebih cepat. Karena Blue tidak ingin kehilangan Nakamoto, dia menggunakan keterampilan Langkah Cahaya dan Sayap Hitam untuk menolongnya.


Suara ayunan pedang berhasil menebas monster Kepiting dengan sempurna. Blue menggunakan Slash untuk mempertinggi kerusakannya.


"Cepat bantu aku menyelesaikan monster merepotkan ini!" kata Blue dengan wajah yang serius.


Nakamoto menyadari posisinya, dia segera menggunakan keterampilan pedang untuk membantu Blue memberikan kerusakan pada para monster.


Sangat aneh, Nakamoto membutuhkan 2 kali serang untuk mengalahkan Monster Kepiting kecil. Namun Blue bisa mengalahkan mereka hanya dengan satu kali serang.


Ditambah lagi Blue menggunakan dua pedang, jelas sekali kecepatan mereka dalam mengalahkan monster jauh berbeda.

__ADS_1


4 monster untuk Blue sama dengan 1 monster bagi Nakamoto. Sekarang dia benar-benar yakin bahwa Blue adalah orang yang jauh diatasnya.


Tidak hanya keterampilan pedang yang memukau, tetapi pengendalian prana miliknya benar-benar mengagumkan.


Nakamoto tidak bisa bertahan lebih dari 3 jam, dia sudah kehabisan stamina karena monster Kepiting terus menerus mengepungnya.


Satu detik, Nakamoto harus mengalahkan 5 sampai 10 monster. Jauh dibawah Blue yang bisa menghabisi 40 monster permenit, jumlah yang tidak masuk akal.


Namun itulah yang sedang terjadi, Blue bisa mengayunkan pedangnya dengan sangat efektif.


"Istirahat dan segera pulihkan stamina. Percayakan pertahanan padaku!" kata Blue dengan penuh percaya diri. Sekarang Blue tidak hanya membunuh musuh yang menyerangnya, tetapi juga melindungi Nakamoto yang sedang beristirahat.


Nakamoto tidak percaya ada orang yang sangat tenang menghadapi situasi genting seperti ini. Sampai ketika dia melihat ada satu Kepiting yang lolos dari pedang Blue.


Tanpa sadar Nakamoto langsung memejamkan matanya, siapa yang menyangka pedang Blue benar-benar berhasil membunuhnya tepat ketika akan menyentuhnya.


"Jangan khawatir, tidak akan ada yang bisa menerobos pertahanan."


Nakamoto sekarang sangat percaya dengan Blue, dia menutup mata dan bermeditasi untuk memulihkan stamina, konsentrasi, dan prana yang dia gunakan.


Blue masih dengan tenang mengayunkan pedangnya, konsentrasinya semakin menipis. Namun dia bisa menggunakan kemampuannya untuk tetap mempertahankan diri.


6 jam berlalu, Blue masih bertahan dengan kondisinya yang kurang baik. Berbeda dari sebelumnya, kali ini dia benar-benar kelelahan karena Monster Kepiting sedikit merepotkan.


Pasalnya Blue harus menggunakan kecepatan terbaiknya supaya bisa menghentikan Kelincahan monster kepiting.


"Gantian, sekarang biarkan aku bertahan!" kata Nakamoto dengan penuh percaya diri. Dia berhasil pulih ke kondisi terbaiknya hanya dengan 6 jam.


Blue tersenyum dan berkata, "Baiklah!"


Dia langsung duduk dan bermeditasi untuk memulihkan diri. Sebenarnya tidak butuh waktu 30 menit untuk memulihkan kondisinya, terapi Blue terus bermeditasi hingga batas terakhir Nakamoto.


Dengan susah payah Nakamoto berhasil menahan monster Kepiting selama 4 jam. Ayunan pedangnya semakin lemah, dia tidak seperti sebelumnya karena monster Kepiting semakin cepat.


"Maafkan aku," kata Nakamoto yang mencoba mengayunkan pedangnya. Tangannya bergetar karena terus menerus bergerak, tubuhnya tidak bisa digerakkan.


Blue segera berdiri dan mengeluarkan Sayap Hitam, dia menggunakan Langkah Cahaya untuk membantu Nakamoto yang tidak bisa bergerak.


"Segera pulihkan dirimu. Biarkan aku menjagamu," kata Blue sambil tersenyum.


Punggung Blue terlihat sangat lebar untuk Nakamoto yang sudah kelelahan. Tanpa sadar dia langsung menuruti perkataan Blue dan duduk bermeditasi.


"Sepertinya sudah saatnya menggunakan beberapa kartu." Blue mengeluarkan 2 Robot Penembak, dua mahluk aneh muncul dibelakang Blue, itu adalah prototipe Robot Penembak.


Walaupun belum sempurna, senjata itu bisa digunakan dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya.


Bee yang sudah lama berada di dalam penyimpanan langsung keluar. "Hai, akhirnya aku bisa melihat robot aneh yang kamu ciptakan," katanya langsung duduk di kepala Blue.


Nakamoto tidak sadar akan keberadaan Bee, dia sudah seratus persen masuk kedalam meditasi. Sehingga tidak bisa merasakan keadaan sekitar.


"Jangan menghinanya, walaupun terlihat jelas itu adalah robot canggih di dunia ini."


"Baiklah, ayo tunjukkan padaku cara kerjanya."

__ADS_1


"Serang!" teriak Blue memberikan perintah pada Robot Penembak sambil mengayunkan pedang untuk melindungi Nakamoto.


Drakula, Ela, dan Ela segera dikeluarkan untuk membantu menambah kerusakan.


Serangan Robot Penembak membuat Bee sedikit terkejut, karena ia bisa menembak 10 peluru setiap detiknya. Walaupun kerusakannya tidak terlalu besar, tetapi kecepatan tembaknya benar-benar gila.


600 peluru setiap menit itu sama dengan pistol Uzi Buatan Israel. Sungguh senjata yang sangat mematikan untuk pemain maupun monster.


Sayangnya konsumsi dayanya masih terlalu tinggi untuk Fairy Dance. Bahkan jika Blue mengubah semua Batu Energi menjadi tingkat tinggi, Fairy Dance tidak akan bisa menghidupi Robot Penembak lebih dari 10 buah.


"Bagus, bekerja dengan baik. Drakula berikan beberapa sentuhan manis untuk para Kepiting imut ini. Mari kita makan Kepiting goreng!" kata Blue dengan penuh semangat.


Drakula sangat semangat dalam membasmi monster, dia menggunakan keterampilan terbaiknya.


"Hell Flame!" katanya menyebutkan nama keterampilan.


Blue dan Bee langsung menoleh kearah Drakula yang terlalu bersemangat. "Hah...!" keduanya menghela napas bersamaan.


Api dari Neraka langsung membakar habis para Kepiting yang tersisa, setidaknya ada puluhan ribu Kepiting yang musnah karena keterampilan Drakula.


Kita tahu bahwa Drakula adalah monster yang berfokus pada serangan tipe area. Bukan tidak mungkin semua musuhnya akan hilang dalam sekejap.


Suara ledakan terdengar sangat keras, Blue melindungi matanya dengan sikunya. Bee menutup matanya dengan sayap besar, Ela menggunakan sihir untuk melindungi tubuhnya.


Raul seperti seekor serigala barbar hanya dia melihat para debu menabraknya. Matanya mempunyai kemampuan khusus dari petir, sehingga tidak bisa terlindungi.


"Kepiting goreng..." kata Bee sambil menghela napas karena semua Kepiting sudah hangus menjadi debu.


"Hehe, maafkan aku," kata Drakula seperti tidak mempunyai salah. Dia mempelajarinya dari Bee yang selalu bertindak biasa di hadapan Blue.


Ela dan Raul juga tampak sedih karena tidak jadi makan Kepiting goreng.


"Hei, lihatlah ini. Aku mempunyai banyak Kepiting disini," kata Blue sambil memperlihatkan Kepiting yang berhasil kalahkan sebelumnya.


Wajah semua familia miliknya langsung berubah bahagia. Blue tidak menunggu lama dan menggunakan keterampilan memasak untuk menyajikan hidangan sembari menunggu Nakamoto selesai bermeditasi.


Tidak lupa dia langsung memasukkan Robot Penembak pada ruang penyimpanan. Untuk sekarang dia tidak ingin Nakamoto mengetahuinya.


Blue dan rekan-rekannya langsung menyantap Kepiting goreng dengan lahapnya. Mungkin terlihat aneh ketika Drakula ingin membakar Kepiting malah disebutkan bahwa monster itu akan digoreng bukan dibakar.


Hal itu karena pembaruan keempat belum dirilis. Pasalnya sebelum pembaruan keempat, semua monster yang dibakar akan menjadi nama goreng. Itu otomatis karena sistem masih belum sempurna.


"Aneh, semua tanda sudah menunjukan pembaruan keempat. Namun mengapa belum juga dirilis?" tanya Blue dalam hati.


Nakamoto sadarkan diri, dia membuka matanya perlahan untuk menghemat energi yang keluar dari tubuhnya.


Namun betapa terkejutnya dia melihat Blue dan beberapa mahluk kecil terbang di sekitarnya.


"Siapa mereka?" tanya Nakamoto penasaran.


"Mereka rekan-rekanku. Jangan bilang aku terlalu bodoh menyerbu Dungeon Rahasia sendirian?" tanya balik Blue sambil menampilkan ekspresi polosnya.


"Hehe." Nakamoto hanya bisa tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


__ADS_2