Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Perlawanan


__ADS_3

Sebenarnya Blue harus segera ke utara, tetapi ia harus menancapkan benih Fairy Dance di setiap wilayah yang ia lalui. Itu dilakukan supaya kejadian di Benua Tengah tidak terulang.


Fairy Dance memang sangat kuat dalam pertahanan, tetapi mereka kesusahan untuk memperluas wilayah kekuasaan.


Para super guild sudah melakukan gerakan ketika Demon Slayer kalah, mereka mengakuisisi wilayah di sekitar kekuasaan Fairy Dance. Itu dilakukan untuk mencegah perkembangannya yang terlalu cepat.


Meskipun begitu, Salju melakukan tugasnya dengan baik. Ia mencari sekutu dan menghancurkan musuh dengan baik. Walaupun perkembangannya pelan, mereka merangkak naik.


Ketika semua guild melihat peringkat Fairy Dance naik, semua guild tingkat 1 panik. Mereka berusaha mencari perlindungan dari super guild maupun half super.


10 budak telah kembali, mereka berlutut didepan Blue dengan suka rela.


"Bangunlah, aku bukan orang yang pantas mendapatkan hal seperti itu. Sekarang waktunya berlatih." Blue menggunakan gate untuk berpindah ke wilayah serigala salju.


Blue menunjuk pria kasar yang pertama kali menentangnya. "Kau akan menjadi pemimpin kelompok ini, siapa namamu?"


"Bowo."


"Aku akan memanggil kalian kelompok Fairy dan kamu F1." Blue menunjukan pria paruh baya yang tampak setia.


Blue membagikan 10 koin emas lagi, kemudian ia melatih semua orang dengan keterampilan gerak kaki. Teknik gerakan itu terinspirasi dari elf salju, jadi gerakan mereka sangat gesit walaupun bukan kelas pembunuh.


Latihan berjalan selama beberapa hari, Blue membiarkan Roger berkembang di wilayah serigala salju. Ia mengamuk dan membunuh banyak monster.


"Sepertinya ia sudah menemukan jati dirinya. Tapi itu masih belum cukup!" ucap Blue yang melihat semua rekannya dari atas pohon.


Hari ini adalah pertandingan Martin dan Justin, Blue tidak bisa melewatkannya. Ia berencana membeli tiket taruhan lebih banyak.


Namun rencananya tidak berjalan mulus, Martin tampak lebih kuat dari sebelumnya. "Mm.... Dewi Bianca sudah ikut campur. Mari lakukan peperangan kecil."


Blue mengirim pesan pada Justin untuk mengalahkan Martin dengan kekuatan penuh. "Martin akan meledak pada pertarungan kali ini, jangan sampai kalah."


[Raja Segalanya memberikan energi kehidupan pada pemain Justin. Dalam 10 menit semua status akan meningkat sebanyak 10%.]


Meskipun hanya penambahan 10%, Blue harus mengorbankan 10 ribu energi kehidupan. Semakin sering Toko Keramat digunakan, maka harganya perlahan akan naik.


"Terima kasih, Bos. Akan aku pastikan kakakku menerima ganjarannya." Justin melangkah perlahan menuju lawannya.


Meskipun belum sempurna, Justin berhasil mengeluarkan petir dari pedangnya. Bibirnya terangkat, matanya menatap tajam ke musuhnya.


Martin tidak mau kalah, ia menciptakan petir dari kapaknya. Matanya berubah jadi merah karena skill Berserker. Tanpa menunggu musuh bergerak lebih banyak, Martin langsung menyerang lawannya.

__ADS_1


Biasanya Justin akan menerima serangan dari kakaknya, tetapi kali ini berbeda. Ia menghindar dan langsung melancarkan serangan balasan.


[Justin memberikan kerusakan - 10 ribu, serangan kritikal.]


Matanya yang tenang dapat melihat serangan susulan dari kakaknya. Ia langsung menunduk dan menusuk perut lawannya.


Kerusakan terus diderita Martin. Bukannya takut, ia malah menggunakan skill mengamuk dan membuat arena di sekitar hancur, ini adalah berkah dari Dewi Bianca.


[Berkah Dewi Bianca.


Mengeluarkan aura berwarna biru dan merubah mata pemiliknya menjadi merah ketika HP dibawah 40%. Meningkatkan 5 status utama sebanyak 20% dalam waktu 10 menit.]


Blue harus mengakui berkahnya tidak lebih baik dari Dewi Bianca. Namun pemanfaatan energi kehidupannya lebih efektif.


Justin tersenyum, ia sudah menunggu waktu yang tepat untuk menunjukkan kekuatan aslinya. Sebelum bertarung serius, ia melirik Blue yang ada di bangku penonton.


"Hajar," ucap Blue sambil menganggukkan kepala.


Petir yang ada di pedangnya tidak lagi berwarna biru, melainkan berubah menjadi ungu kehitaman. Blue telah mengajarinya teknik pedang keluarga Hu yang benar.


"Kakakku tersayang, aku tidak pernah senang seperti ini. Ayo tunjukkan semua kekuatanmu!" kata Justin memprovokasi lawannya. Sekarang ia tampak seperti Blue dalam versi rendah.


"Oh, aku mengerti. Kau sebenarnya tidak bisa membuang napas karena itu akan menguras stamina, Kan?" tanya Justin sambil menghindari semua serangan lawannya.


Jika bukan karena penambahan status, Justin tidak akan bisa menyaingi Martin. Blue membuat taruhan yang sangat bagus.


Dalam mode mengamuk, Martin dikalahkan dengan serangan normal. Justin memandang rendah kakaknya seperti harimau menatap kelinci.


"Justin, bagaimana kau menjadi sangat kuat?" tanya Martin yang terlentang di lantai.


"Sebenarnya aku sudah kuat sejak awal, sayangnya ayah selalu membelamu dan menyuruhku kalah. Namun kali ini berbeda, ayah sudah keterlaluan dengan menyuruhku menyerahkan semua wilayah kepemimpinan ku." Justin tampak tegas dan berwibawa, ia mendapatkan pelajaran ini dari Blue untuk mengintimidasi lawannya.


Padahal kenyataannya tidak seperti itu, Justin baru mendapatkan kekuatannya dua minggu yang lalu. Dan gurunya menyingkat pelajaran setahun menjadi seminggu.


Disisi lain, Justin adalah jenius pedang yang sangat bersinar di masa depan. Ketika itu terjadi, Justin sudah bukan anak grup Hu. Jadi guild buatannya hanya bisa sampai Half Super.


Pertandingan selesai dengan kemenangan Justin. Kali ini Blue meraih 1 juta koin emas, ia tersenyum melihat kemenangan Justin.


Penasihat yang selalu ada di sebelah Justin bertepuk tangan. "Selamat, Tuan Muda. Anda menang dua kali berturut-turut, sekarang wilayah anda semakin luas."


Disela pembicaraan mereka berdua, Blue mengirim pesan terkait rencana berikutnya. Justin segera mengeksekusinya.

__ADS_1


"Penasihat, aku bukan pemuja Dewi Bianca. Aku mendapatkan kekuatan ini dari seseorang, tolong jangan bocorkan ini." Justin melempar jaring jebakan.


"Tentu, Tuan. Aku akan mengubur rahasia anda sangat dalam, jadi percayalah."


"Aku akan bermeditasi, tinggalkan aku sendirian." Justin menyuruh penasihatnya pergi.


Penasihat keluar dengan senyum aneh di bibirnya, ia tampak sedang merencanakan sesuatu yang menyeramkan.


Blue muncul dari kekosongan. "Aku sudah memastikannya, tidak ada satupun yang setia padamu. Sungguh pangeran yang malang," ejeknya dengan suara lembut.


"Sialan, aku terlambat menyadarinya. Sekarang aku tidak punya pilihan selain mundur dari pewaris grup Hu." Justin tampak lesu dan berpikir sudah kalah.


"Semua orang yang aku pilih tidak pernah putus asa. Sial, mungkinkah aku salah menilai!" ucap Blue dengan nada bercanda.


"Jangan seperti itu, Master. Meskipun aku tampak putus asa, sebenarnya otakku sedang bekerja keras." Justin memang kurang baik dalam politik, oleh karena itu Blue akan melindunginya dulu.


10 orang muncul dan berlutut, "Semua sudah beres, Bos."


"Baik, sekarang kalian akan menjadi pengawal bocah ini. Jangan biarkan ia tertekan dalam politik, aku yakin kamu sangat mengerti F1."


"Tentu saja, Bos."


Justin setuju dengan rencana masternya, ia memang lemah dalam politik. Namun ia masih meragukan kemampuan 10 orang didepannya.


"Tenanglah, mereka orang setia. Untuk sekarang lebih baik merendah dan menunggu bom meledak." Setelah mengatakannya, Blue menghilang dari pandangan semua orang.


Justin berbincang dengan semua rekannya, hanya butuh beberapa jam untuk menyakinkan semua orang bahwa mereka berada di pihak yang sama.


"Untuk pertarungan selanjutnya, kalah saja. Itu akan menstabilkan pendapat publik." F1 memberikan saran.


"Mengapa harus kalah lagi?"


"Untuk bersembunyi. Tugas kita tidak hanya memperluas wilayah, tetapi memperbanyak sekutu."


"Kau benar."


Justin akan mulai menjaring orang setia di dunia nyata maupun domain dewa. Untuk mengetahui mereka setia atau tidak sangatlah sulit, oleh karena itu Blue akan mengajarinya trik sederhana untuk mengetahui sifat seseorang.


Setelah pertandingan berakhir, Justin hanya membaca buku setebal 780 halaman. Semua itu adalah cara sederhana melihat sifat seseorang.


"Sialan, buku setebal ini hanya cara sederhana!"

__ADS_1


__ADS_2