
Setelah bangkit, Qian We langsung mengadakan pertemuan 10 orang yang mengetahui nama kecilnya. Mereka adalah 10 penguasa sebenarnya dari Kota Dingin.
Di sebuah meja bundar, 10 orang duduk dengan wajah jijik melihat Qian We kalah dalam peperangan. Mereka menganggap bahwa Qian We akan meminta bantuan yang lain.
Namun siapa sangka, setelah beberapa menit tidak mengatakan satu katapun, Qian We memukul meja di depannya dengan keras.
"Siapa yang menjadi pengkhianat di sini!" teriak Qian We penuh amarah. Tidak mungkin ada orang yang mengetahui nama kecilnya, kecuali 10 orang yang ada di ruangan.
"Kamu terlalu mengada-ada. Tidak mungkin salah satu dari kita berkhianat!" kata salah satu wanita cantik dengan nada tinggi.
Dia adalah wakil ketua Darah Ungu, kekuatannya memang tidak terlalu tinggi. Namun pengaruhnya dan kekayaannya sedikit dibawah Qian We.
Sebagai seorang wanita karier yang belum menikah di umur 32 tahun, wanita itu masih tampak sangat cantik di Domain Dewa maupun dunia nyata, namanya adalah Sofia.
Jika Blue melihatnya, maka dia akan langsung mengenalnya. Sofia adalah wanita yang menghancurkan hubungan Blue dan Nidia di masa lalu.
Walaupun terpaut 15 tahun, entah kenapa Blue bisa tergila-gila dengannya. Namun sekarang otaknya sudah lurus dan konsentrasi sudah meningkat, jadi tidak mungkin Blue masuk kedalam lubang yang sama.
"Omong kosong, aku mendengar sendiri pria itu menyebutkan nama kecilku!" Qian We tidak bisa mengontrol emosinya dengan baik. Sehingga dia memukul meja setiap kali mengatakan sesuatu.
Semua pria yang duduk di dalam ruangan tersenyum tipis. Hal itu membuat Qian We merasa ketakutan, jika semua orang ingin menendangnya dari posisi tertinggi bukanlah hal yang mustahil.
Pasalnya Qian We adalah orang terkaya dan menjadi ketua dari 10 penguasa sebenarnya. Di samping itu dia juga bukan keturunan asli daerah sekitar.
Sudah sewajarnya beberapa orang merencanakan pengkhianatan. Namun yang terjadi adalah sebaliknya, mereka semua tersenyum karena merasakan ancaman yang kuat.
Jika pria bertopeng itu mengetahui nama kecil Qian We, artinya salah satu orang yang hadir adalah pria tersebut. Makanya semua orang tersenyum untuk menandakan mereka tidak takut.
Perasaan saling tuduh mulai muncul di hati semua orang, tidak terkecuali Sofia yang mulai berpikir untuk keluar dari ruangan.
Tidak ada yang berbicara selama 5 menit. Mereka sedang merencanakan langkah cadangan untuk menghadapi pengkhianat. Semuanya menghubungi kenalannya dan mencari perlindungan.
Salah satu pria menghubungi Boa yang notabennya adalah pasukan khusus bayaran. Dia ingin meminta pengamanan untuk melindunginya dari para pembunuh.
"Baiklah, mari lakukan pertemuan," kata Boa dalam pesan tertulis.
Pria tersebut adalah Mudji, salah satu orang terkaya di kotanya. Sayangnya kekuasaan dan pengaruhnya jauh dibawah Qian We dan semua orang, makanya pilihan satu-satunya untuk menyelamatkan hidup adalah menghubungi tentara bayaran.
Pertemuan berakhir tanpa ada penyelesaian masalah, Qian We segera pergi dari ruangan untuk menghubungi beberapa kenalannya. Tidak berbeda dengan semua orang yang hadir dalam pertemuan.
Mudji langsung menuju sebuah tempat untuk melakukan pertemuan dengan Boa.
Di sebuah restoran pemain di pinggir kota. Boa dan Mudji duduk sambil minum dan makan beberapa hidangan sederhana.
"Berapa yang harus aku bayar untuk keamanan hidupku?" tanya Mudji langsung pada intinya. Dia tidak ingin lakukan pertemuan terlalu lama.
"Siapa orang yang mengincar nyawamu?" tanya Boa dengan suara pelan. Dia tidak ingin satupun orang mendengar percakapan mereka berdua.
__ADS_1
Namun siapa sangka pemilik restoran memiliki pendengaran yang cukup baik. Dia adalah anggota Dominan Ice yang memiliki restoran kecil di pinggir kota.
Secara tidak sengaja dia mendengar pembicaraan kedua orang tersebut dan melaporkannya pada Nidia sebagai ketua guild. Jika Lima Penguasa mengalami gejolak, Dominan Ice memiliki kesempatan untuk melarikan diri.
"Aku tidak tahu, yang aku butuhkan hanya nyawaku aman." Mudji menatap Boa dengan mata yang penuh ketakutan.
"Baiklah, 1 miliar atau tidak sama sekali. Kecuali jika musuh yang mengincar nyawamu adalah Fairy Dance!" kata Boa berdiri dari duduknya.
Keduanya tidak memakan hidangan, mereka hanya melakukan kamuflase supaya tidak dicurigai.
Sebelum meninggalkan pintu, Boa berhenti dan mengatakan, "Sebaiknya jangan membuat maslaah dengan Fairy Dance atau kamu akan menyesal. Berlaku juga untuk Raja Ular, kami tidak akan mengambil misi jika musuhnya Fairy Dance."
Perkataan Boa membuat pemilik toko dan Mudji mulai berpikir keras. Memangnya seberapa kuat Fairy Dance yang dikatakan Boa.
Mudji sudah melihat penampilan Fairy Dance di Kota Dingin, mereka hanya kekuatan biasa yang bisa dikalahkan dengan mudah. Qian We saja yang terlalu bodoh yang berdiri sendiri di depan pasukan musuh.
Dia mengirim pesan kepada para pengintai untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh tentang Fairy Dance. Pasalnya Topeng Setan adalah orang dari Fairy Dance, makanya akan sangat beresiko menghadapinya.
Bahkan Pasukan Raja Ular yang tidak takut dengan Perusahan Aldi menekankan untuk mundur jika berhadapan dengannya. Artinya Fairy Dance lebih menakutkan dari Perusahan Aldi.
Dia merasa Topeng Setan sangat beruntung bisa bergabung dengan Fairy Dance. "Sial, siapa sebenarnya orang yang berada di balik Topeng Setan!" katanya kesal.
Pemilik restoran juga mengatakan informasi mengejutkan itu kepada Nidia supaya mereka bisa mendapat bantuan dari Fairy Dance. Padahal Nidia sudah membayar semua hutang ditambah bunganya, tetapi guild Darah Merah tiba-tiba meningkatkan bunganya.
Sehingga membuat Dominan Ice masih memiliki beberapa hutang. Nidia bukan anak orang kaya, makanya dia menuruti semua permintaan Darah Merah.
Setelah mendengar perkataan pemilik restoran, Nidia mulai berpikir untuk mengkhianati Darah Merah. Dia akan mencoba meminta pertolongan Fairy Dance, pasalnya pasukan khusus ada tang takut padanya.
Walaupun dia tidak mengerti seberapa kuat Pasukan Raja Ular, setidaknya dia tahu bahwa Fairy Dance bukan guild lemah.
Segera setelah menerima berita Nidia mengunjungi Blue di Desa Kasembon. Dia berharap Blue akan membantunya terlepas dari jeratan Darah Merah.
Suara langkah kali terdengar, Blue segera sadar ada orang yang masuk kedalam ruang kerjanya. "Nidia, ada urusan apa kamu mendatangiku?" tanyanya pelan.
Tindakan Nidia jelas tidak sopan kepada pemain yang baru dia temui. Namun Blue bukan orang yang mudah tersinggung, dia membiarkan sikapnya.
"Aku menerima misi untuk mengintai Fairy Dance. Makanya aku datang menemui kamu," kata Nidia dengan polosnya. Dia sudah mengetahui bahwa Blue adalah ketua Fairy Dance.
"Baiklah, apa yang kamu butuhkan?" tanya Blue berdiri dari kursinya dan berjalan perlahan ke arah Nidia yang masih berdiri.
"Apa yang kamu tawarkan untuk informasi Darah Merah," kata Nidia dengan suara yang bergetar. Dia sedikit takut dengan penampilan Blue yang tampak sangat mengancam.
Berbeda dari sebelumnya yang lembut dan berwibawa. Sekarang Blue seperti seekor singa yang sedang melihat rusa.
Blue tidak menjawab, dia hanya menatap Nidia dengan mata yang hampir tidak berkedip. Prana ditekan untuk menenangkan hatinya yang merasakan penyesalan.
Mereka berdua berdiri saling menatap, Blue sedikit menunduk karena tinggi badannya terpaut 20 centimeter dari Nidia.
__ADS_1
Karakter Blue setinggi 187, sedangkan Nidia setinggi 167. Tidak ada yang melihatnya, lama kelamaan muka Blue semakin mendekat. Nidia tanpa sadar memejamkan matanya.
Blue tersenyum tipis dan melangkah mundur satu langkah. "Baiklah, aku mengerti apa maksudmu. Sekarang hanya membutuhkan kontrak ketat supaya kamu tidak mengkhianati aku layaknya Darah Merah!"
Nidia membuka matanya lebar-lebar dia seperti sedang dipermainkan. Namun pikirannya segera sadar karena tidak mungkin ketua guild besar menyukainya.
Kontrak yang sangat ketat mereka tanda tangani, Blue memberikan beberapa informasi palsu untuk mengecoh Darah Merah. Dia juga memberikan informasi untuk menggiring pasukan Darah Merah menuju jebakan yang sudah di pasang.
Chris dan pasukannya sudah bersiap untuk melakukan serangan ke Desa Batu yang sedikit lagi menjadi tingkat 3 milik Darah Merah. Reaper sudah membuat kerusuhan beberapa hari yang lalu, makanya banyak pemain yang meninggalkan desa untuk menghindari kerusuhan.
"Serang!" teriak Chris memberikan perintah, setidaknya ada 30 ribu pemain yang melakukan penyerangan ke Desa Batu.
Alasan penambahan kekuatan Fairy Dance karena 4 guild yang menguasai Kota Dingin mulai menyuruh beberapa pengintai untuk menyerang Darah Merah. Hal itu karena Qian We mulai mencurigai 4 guild lainnya.
Kelima guild sekarang tidak harmonis, semua saling menuduh. Blue berhasil menaikkan pengaruh Fairy Dance dengan mudah hanya karena menyebutkan nama masa kecil Qian We.
"Bos, Desa Batu sudah berhasil dikuasai dengan lancar." Chris memberikan laporan kepada Blue masalah perebutan Desa Batu yang sangat potensial untuk menghasilkan Apel.
Perlu di ketahui apel adalah bahan unggulan Desa Batu di masa depan. Sudah kita ketahui semua bahwa apel dapat diolah menjadi berbagai macam produk.
Hampir semua wilayah akan mengambil apel dari Desa Batu karena memiliki seorang peri hijau di sekitarnya. Untuk melepaskan potensi terbaiknya, Blue memberikan informasi tentang peri hijau kepada Chris untuk di selesaikan.
Chris tanpa pikir panjang segera melaksanakan tugasnya, dia tidak ingin menunda karena kekuatannya terus meningkat setelah mengikuti Fairy Dance, khususnya mengikuti perintah Blue.
Tidak berbeda dengan 10 orang lainnya yang mendapatkan banyak misi untuk segera diselesaikan. Hanya beberapa orang yang tampil di depan layar, sedangkan yang lainnya harus menunggu.
Karena lima penguasa sedang dalam keadaan tidak harmonis, Blue hanya menugaskan Chris dan Citra untuk melakukan ekspansi wilayah. Sedangkan 8 lainnya akan melakukan misi rahasia untuk meningkatkan kekuatan.
Ketika peperangan terjadi, 8 orang itu akan menjadi pilar terkuat Fairy Dance. Sedangkan untuk orang yang berlatih di Markas Fairy Dance akan mendukung tindakan mereka semua.
Fairy Dance akan membuat sebuah cabang Guild yang bernama 10 Pelindung Kota Dingin. Mereka akan menjadi pengendali Kota Dingin dimasa depan, jika tidak terjadi sebuah kecelakaan yang membuat Fairy Dance harus mundur.
"Jessica, bagaimana keadaan Danau Putih?" tanya Blue melalui panggilan suara.
"Semua bisa di selesaikan dengan mudah." Jessica memberikan laporan tentang para pembuat kerusuhan dan beberapa orang mencurigakan.
Fairy Dance sudah terlalu kuat di Kota Danau Putih, tidak ada pasukan lain yang mencoba untuk menggeser pengaruhnya.
Shadow dan Galaxy Star mulai migrasi ke tempat lain karena tekanan Fairy Dance terlalu kuat. Sehingga keuntungan mereka semakin menurun.
Blue tidak perduli dengan Shadow dan Galaxy Star yang mengalami kerugian. Yang dia tahu sekarang Fairy Dance mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari siaran langsung.
"Jessica, segera jalankan rencana selanjutnya!"kaya Blue dengan senyum manis di bibirnya.
Karena sudah menjadi penguasa yang sukar untuk digoyahkan, sekarang waktunya Fairy Dance menjadi terkenal. Mereka akan mengadakan kompetisi pertarungan satu lawan satu.
Pendaftaran tidak dipungut biaya dan pemenang akan mendoakan hadiah sebuah senjata tingkat Epik serta sejumlah uang.
__ADS_1
Kompetisi akan dilakukan setiap sebulan sekali, sehingga sponsor akan mulai masuk dan menutupi semua pengeluaran awal, bahkan bisa memberikan keuntungan yang menjanjikan untuk Fairy Dance.