Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Kerusakan Yang Mengerikan


__ADS_3

Saputra merupakan anak cerdas, jadi dia mengetahui seberapa banyak uang yang dibutuhkan untuk membangun sebuah guild.


Sedangkan Diana hanya seorang wanita yang barbar serta sangat setia dengan timnya.


Melihat keduanya tidak menjawab. Arief bertanya sekali lagi, "Bagaimana, apa kalian mau bergabung?"


Fairy Dance masih guild yang sangat kecil bahkan tidak bisa dikatakan sebagai guild rendah. Namun ia memiliki sepuluh pemain yang sangat potensial.


"Aku ingin memastikan sekali lagi. Apa yang akan kami dapatkan jika bergabung dengan guild?" tanya Saputra sambil membenarkan kacamatanya.


"Aku tidak bisa memberikan banyak, tetapi untuk saat ini bisa menggaji kalian 5000 kredit setiap bulannya."


Gaji adalah nominal minimal yang di dapatkan anggota guild. Mereka dapat menghasilkan uang tambahan jika mengikuti sebuah raid atau acara khusus.


Setelah acara Penyerangan Monster, harga koin emas akan turun drastis karena ditemukannya acara mencari koin emas yang lebih efisien.


Para guild besar akan memburu para monster yang menyerbu kota untuk mendapatkan koin emas sebanyak mungkin.


Setiap monster akan menjatuhkan 30 tembaga sampai 99 tembaga. Jika setiap jam mereka bisa membunuh 100 monster, artinya menghasilkan paling sedikit 3 emas.


Pengalaman yang didapatkan juga jauh lebih banyak dari monster field atau dungeon. Setidaknya setiap monster akan memberikan 300 pengalaman tanpa bonus tambahan.


Karena para pemain tidak terlalu mengerti cara berburu monster field yang benar, mereka menganggap pengalaman yang di dapat dari penyerangan monster lebih besar.


Fairy Dance tidak akan melindungi kota Danau Putih, mereka akan melindungi Desa Koral yang memiliki lebih sedikit monster penyerang.


Walaupun sedikit, mereka mempunyai monster lebih banyak dibandingkan membela kota besar atau lainnya.


Karena Desa Koral merupakan desa pemain, maka monster yang menyerang lebih kuat dan menghasilkan lebih banyak bonus.


Sebelum acara dimulai, Arief membeli pelindung kota di rumah petualang. Dengan pelindung kota, tidak ada pemain yang bisa masuk di daerah Desa Koral.


Untuk membeli pelindung Kota, Arief harus menyewa pengawal dengan harga yang tidak wajar bagi pemain sekarang.


Setiap pengawal mengharuskan pemain membayar 1 emas setiap harinya. Sedangkan untuk desa Koral membutuhkan 30 pengawal supaya bebas dari pemain.


Tidak ragu, Arief langsung memesan pengawal untuk melindungi desanya selama Acara Penyerangan Monster diselenggarakan.


Reaper masih butuh waktu sekitar 3 hari untuk sampai di Desa Koral, sedangkan Qin Huang sudah berhasil mencapai level 20.


Sekarang tinggal meningkatkan level Diana dan Saputra secepat mungkin. Akhirnya Arief memutuskan untuk mengajak mereka ke dungeon kelinci merah darah.


Kemampuan Saputra sangat cocok untuk menghadapi monster tipe kecepatan karena serangannya bersifat area seperti Argya.


Diana juga seorang Knight mempunyai jangkauan serangan menengah, sehingga dia dapat mengenai kelinci yang sedang berlari.


Arief mengajak Qin Huang, Leon, dan Argya. Karena Rina dan Lina sedang tidak aktif dalam Domain Dewa.


Menurut Cola, mereka sedang melakukan pemeriksaan kondisi tubuhnya yang kurang baik. Arief memberikan sebuah nasehat kepada Cola bagaimana cara untuk sedikit meringankan penyakit adiknya.


Tim Arief terdiri dari Blue, Leon, Argya, Qin Huang, Diana, dan Saputra. Mereka akan menyerbu kelinci merah darah.


Awalnya Diana dan Saputra menolak tawaran Arief, tetapi mereka sudah menjadi anggota guild Fairy Dance.


Setelah merasa yang aneh dari semua anggota guild, Diana dan Saputra menyetujui tawarannya.


Tidak ada satupun anggota guild lainnya yang protes ketika mereka akan menyerbu dungeon level 25.

__ADS_1


Setelah samapi di depan gerbang, Arief mengeluarkan senjatanya serta anggota guild lainnya menggunakan set perlengkapan Serigala.


Kostum sangat sulit didapatkan, jadi anggota guild masih belum memilikinya.


Saputra yang mengetahui seberapa mahal set perlengkapan yang mereka gunakan langsung membuka mulutnya.


"Tidak mungkin. Set perlengkapan Serigala, 100 ribu kredit!" kata Saputra terkejut melihat perlengkapan semuanya.


Bahkan Qin Huang yang merupakan anggota baru sudah mendapatkan set perlengkapan tersebut.


"Sebaiknya jangan terkejut terlalu dini," kata Leon sambil menepuk pundaknya.


Nama : Kelinci Merah Darah


Level : 25


Tipe : Kecepatan


"Baiklah, lempar 3 bom asap!" teriak Arief melihat segerombolan kelinci merah darah.


Setelah bom asap di lempar, para kelinci berkumpul menyerang tim Arief. Karena Cola tidak ikut serta, jadi Diana akan menjadi pemain depan atau tank.


Argya dan Qin Huang akan menjadi pemain dengan kerusakan tertinggi, Leon akan menjadi inisiator atau pemain yang menerjang ke depan.


Arief akan menjadi tower komando, sedangkan Saputra akan membantu memberikan kerusakan dengan skala besar.


Ratusan kelinci merah darah menyebut tim Arief. Diana yang baru pertama menghadapi monster sebanyak itu sedikit mundur.


"Jangan takut, percayalah tim!" teriak Arief melihat keraguan Diana.


Seorang knight mempunyai skill provokasi dengan efek sebentar. Namun Leon akan melakukan serangan bertubi-tubi.


Qin Huang menembakkan panahnya tanpa meleset satupun. Argya membantu dengan skill skala besar untuk melenyapkan para monster.


Melihat Saputra yang tidak melakukan serangan. "Saputra apa yang kamu lakukan. Serang!" teriak Arief memperingatkan Saputra yang tidak menyerang.


Teriakan Arief sangat kencang, membuat Saputra sadar dengan keadaan. Bahkan jika Saputra tidak menyerang, tim Arief akan mempersiapkan dungeon Kelinci dengan cepat.


Namun sebagai seorang tim, Saputra harus memberikan dukungan semaksimal mungkin. Sehingga mereka bisa disebut saling bekerja sama dalam tim.


Saputra melihat kerusakan tim hanya bisa melebarkan matanya. Tidak pernah terpikir olehnya menyerbu dungeon level 25 sangat mudah dengan levelnya yang masih belasan.


"Ayo lanjutkan ke ruangan selanjutnya. Kali ini Leon dan Argya tidak akan membantu. Diana, Saputra, dan Qin Huang lakukan yang terbaik!" kaya Arief memberikan instruksi.


Setelah sampai di ruangan kedua, Arief mengambil perang Diana sebagai pemain depan atau tank. Sedangkan Diana akan melindungi Qin Huang dan Saputra di belakang.


Ruangan kedua memiliki monster yang lebih sedikit. Namun kekuatan monster lebih kuat. Karena Diana masih sangat lemah, dia tidak akan bisa menahan serangan bertubi-tubi dari monster kelinci.


Karena pertahanan dan kecepatan Arief cukup tinggi, dia dapat menahan para monster dengan meminimalkan kerusakan yang di terima.


Puluhan monster kelinci menuju Arief. Dengan gerakan khas seorang pendekar pedang, dia menghalangi setiap monster yang mencoba melewatinya.


"Saputra, Qin Huang, lakukan tugas kalian!" teriak Arief melihat kedua orang berdiam diri tidak menyerang.


Arief memaklumi mereka karena masih pemain amatir. Namun jika tidak di pupuk dari dini, kedepannya mereka akan menjadi pemain yang hanya menunggu makanan.


Walaupun Arief bisa menghalangi semua monster kelinci, dia masih membiarkan beberapa monster kelinci menerobos Pertahanannya.

__ADS_1


Qin Huang dengan gaya seorang pemanah sudah mulai menggunakan teknik panahnya yang sangat indah.


Saputra dengan sihir penghancur masal telah digunakan dengan efektif.


Diana melakukan tugasnya sebagai seorang pelindung pemain belakang dengan baik. Skillnya memiliki waktu pendinginan yang cukup lama, jadi dia menggunakan serangan normal untuk menghalau monster kelinci.


"Sepertinya sudah saatnya menyudahi sesi latihan kali ini," kata Arief sambil mengayunkan pedang ganda dengan lebih cepat.


¬ Pemain Blue memberikan kerusakan - 3700 serangan kritikal.


Setiap serangan pedang yang mengenai kelinci merah darah akan membunuhnya seketika.


Saputra yang merupakan orang cerdas mengetahui pemain terbaik di Domain Dewa tidak akan bisa mencapai prestasi tersebut.


Namun dia melihat seorang pemain menari dengan pedangnya dihadapan puluhan monster yang sedang mengepungnya.


"Siapa sebenarnya dia?" tanya Saputra penasaran.


"Sudah aku bilang kamu terlalu cepat untuk terkejut!" kata Leon yang duduk di belakang Saputra.


Dalam sekejap ruangan kedua berhasil diselesaikan dengan mudah. Level Diana dan Saputra melonjak dengan cepat.


Mereka sekarang berlevel 19, hanya tinggal membunuh beberapa monster akan menjadi level 20.


Sehingga bisa mengikuti Acara Penyerangan Monster. Serta menghasilkan uang lebih banyak.


"Ayo menuju ruang bos. Aku mendapat pesan dari Salju sehingga kita tidak bisa terlalu lama di ruang bos!"


Setelah bos kelinci merah darah keluar, suara raungan terdengar sangat keras. Membuat Diana dan Saputra terkena efek membeku.


Namun pemain lainnya tidak, karena mereka sudah mengetahui efek raungan hanya terkena kepada mereka yang takut.


Artinya Diana dan Saputra masih merasa takut dengan monster dengan tinggi 3 meter.


Walaupun tidka takut, masih ada kesempatan untuk terkena efek membeku atau lumpuh. Qin Huang telah dilatih Leon, jadi dia mempunyai sedikit pengetahuan.


Nama : Kelinci Merah Darah (Bos)


Level : 28


Tipe : Kelincahan dan Kerusakan


Arief tersenyum, kemudian menerjang bos seperti anak panah yang lepas dari busurnya.


Ketika bos kelinci menyerang dengan cakarnya, Arief menghindar dengan mudah. Tangan kanannya yang bebas mengayunkan pedang langsung menyerang dengan Slash.


"Blade Dance!" gumam Arief pelan.


Tarian pedang diperlihatkan Arief dengan sangat indah.


¬ Pemain Blue memberikan kerusakan - 5000 kerusakan kritikal. (3)


Dalam sekali skill, monster kelinci langsung tumbang.


"Ayo keluar. Leon aku serahkan Diana dan Saputra untuk mencapai level 20 secepat mungkin."


Saputra masih tidak percaya dengan kerusakan yang diperlihatkan Arief.

__ADS_1


__ADS_2