Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Penawaran


__ADS_3

Arief yang melihat perkembangan seluruh orang di Desa Koral tersenyum. "Sepertinya perkembangan lebih cepat dari perkiraan."


Dia melihat ada 2500 petualang pribumi di Desa Koral yang berhasil menerobos tingkat 30. Sedangkan 720 lainnya masih berada dibawahnya.


Kapasitas Desa Koral hanya beberapa ribu, jadi tidak dapat menampung pemain cukup banyak. Karena petualang pribumi semakin membludak pendapatan Fairy Dance semakin meningkat.


Sekarang hanya dengan mengembangkan Desa Koral, Fairy Dance dapat mencukupi kebutuhan seluruh anggota.


Karena tidak ada peraturan pemain merah bebas masuk kedalam Desa Koral, jadi Arief melihat beberapa pemain merah sedang beristirahat.


Dia tidak keberatan menampung pemain merah selama membayar pajak kunjungan. Namun beberapa guild sudah mengirimkan pesan resmi ke Fairy Dance untuk menghentikan tindakannya.


Jessica juga sudah kerepotan membalas semua pesan dari para guild yang memprotes kebijakan Fairy Dance menciptakan desa yang dapat melindungi pemain merah.


Akhirnya Arief mendatangi Jessica di ruang kerjanya. "Jessica apakah masih banyak guild yang protes?" tanya Arief.


"Semakin hari guild yang mengirim pesan semakin banyak. Bahkan Galaxy Star mengirim pesan ancaman pemutusan kontrak jika tidak memberikan larangan untuk pemain merah."


Arief berpikir sejenak, dia tidak ingin menghilangkan ladang uangnya. Namun menjaga hubungan dengan guild lain adalah pilihan terbaik.


"Berikan larangan untuk pemain merah, aku akan pergi ke Barat untuk mencari peruntungan."


Jessica yang melihat nama Arief menjadi merah mengerutkan kening. Dia tidak berani bertanya kenapa Arief membunuh pemain putih. Sebenarnya dia sangat ingin tahu kenapa Arief melakukan hal tersebut.


"Kamu pasti bertanya-tanya kenapa aku menjadi pemain merah," kata Arief melihat ekspresi heran Jessica.


Arief menjelaskan detail permasalahan. Samsul adalah orang yang harus dihindari orang yang tidak mempunyai mental kuat.


Karena setiap perkataannya mengandung provokasi yang dapat menjerumuskan pemain dalam kebangkrutan.


Arief ingin merekrut orang yang memiliki kemampuan seperti itu untuk dijadikan pemicu propaganda dan rumor miring. Hal itu dilakukan untuk menghindari sorotan media.


Namun Samsul memiliki kepribadian yang sangat tidak kurang baik. Jadi Arief memilih untuk menunggu waktu, jika Samsul merubah sikapnya mungkin Arief tertarik merekrutnya.


Setelah menjelaskan detail permasalahan, Arief keluar Desa Koral karena peraturan baru melarang pemain merah masuk.


Dia menuju Barat untuk mencari manusia pribumi dengan nama Julius untuk menyelesaikan misi tersembunyi.


Julius akan memberikan misi tersembunyi untuk membunuh bandit di Gurun Sahara. Setelah membunuh bandit, pemain akan diberikan sebuah penawaran menarik.


Arief sampai di Gurun Sahara. "Seperti biasa cuaca disini sangat panas. Untungnya staminaku masih cukup banyak."


Dia harus berjalan selama tiga jam untuk sampai di tempat Julius karena belum ada pemain yang membangun jalur transportasi ke Desa Sahara.


Desa itu memiliki keunggulan dalam bertahan dan menyerang musuh, karena sepanjang mata memandang tidak ada gunung maupun tubuh han yang lebat.


Di luar Desa stamina pemain akan sangat cepat terkuras, makanya Desa Sahara sangat tepat untuk para pemain merah.


Sebelum para pemain merah menemukan tempat itu, Arief berencana mengambil semua misi. Jika beruntung dia akan mendapatkan hak pengembangan Desa.


Itulah alasan kenapa Arief pamit kepada Jessica untuk mencari peruntungan. Tidak ada yang tau cara mendapatkan Desa Sahara karena pemimpin desa adalah seorang pembunuh bayaran. Jadi informasi tentang Desa Sahara sangat sedikit.


"Paman, aku ingin membantu kesusahan anda," kata Arief di depan Julius yang berwajah lesu.


Setelah Arief menyelesaikan perkataannya, wajah Julius kembali cerah.


"Bagus, kamu adalah orang yang dikirim Dewa. Tolong ambil rebut Baru Safir Biru dari tangan para bandit," kata Julius dengan penuh semangat.


Misi Tersembunyi (Batu Safir Biru)


- Ambil Batu Safir Biru dari Bos Bandit Sahara (0/1)

__ADS_1


Arief langsung menuju markas para bandit di barat Desa Sahara, dia membutuhkan waktu 10 menit untuk sampai ke markas.


Setelah sampai, Arief mengerutkan kening. Dia melihat ada 20 bandit dengan level 20 dan 1 bandit berlevel 25.


"Mengapa para bandit sangat lemah?" kata Arief heran. Namun dia tetap waspada, ada kemungkinan level yang ditunjukkan adalah penyamaran.


Mata Dewa tidak akan membohonginya, tetapi kewaspadaan harus tetap dijaga.


Tanpa berpikir panjang, Arief mengeluarkan kedua pedangnya dan menerjang target seperti anak panah yang baru lepas dari busurnya.


Karena terlalu bersemangat, Arief menggunakan Ekstrim Blade untuk memulai pertempuran.


"Ekstrim Blade!" kata Arief menyebutkan nama skillnya.


20 Bandit yang tidak dapat melakukan gerakan pencegahan. Semua bandit langsung terjatuh serta tubuhnya menjadi transparan.


¬ Pemain Blue memberikan kerusakan - 17000 kerusakan kritikal.


Sebelum Arief menstabilkan pijakannya, Bos Bandit segera menyerangnya dengan pedangnya.


¬ Pemain Blue menerima kerusakan - 1352.


Melihat HP Arief yang berwarna merah, tanpa menunggu lama dia mundur serta meminum ramuan penyembuhan HP dan MP.


"Kesalahan, aku tidak memeriksa skill miliknya!" gumam Arief melihat status Bos Bandit yang tidak terlalu tinggi.


Namun dia memiliki beberapa skill yang dapat menyerang dengan 1000% kekuatan.


Nama : Bos Bandit (Biasa)


Level : 25


HP : 70 ribu


Skill :


- Slash (Menyerang dengan 1000% kerusakan)


Setelah selesai menyembuhkan HP dan MP, Arief menyerang dengan menggunakan kedua pedangnya. Namun kali ini dia tidak boleh menggunakan skill yang mempunyai jeda di akhir penggunaannya.


Sayangnya semua skill Arief mempunyai jeda di akhir penggunaannya, jadi dia hanya bisa mengalahkan Bos Bandit menggunakan serangan dasar.


Arief mengayunkan pedang kanannya untuk mendapatkan kerusakan yang terbaik. Namun Bos Bandit memblokir serangannya dengan mudah.


Untungnya Bos Bandi adalah pengguna pedang tunggal. Jadi dia tidak bisa menyerang dengan cepat setelah memblokir.


"Menarik, kamu pemain yang bisa mengimbangi ketrampilan!" kata Bos Bandit dengan senyum lebar di bibirnya.


Arief langsung mengerutkan kening, tidak seharusnya orang pribumi yang mempunyai kecerdasan rendah bisa berbicara.


"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Arief kebingungan.


"Aku Jeffry, Bos Bandit di seluruh Kota Danau Putih. Apa kamu ingin bergabung denganku?" tanya Jeffry.


Sistem : Anda mendapatkan tawaran dari Jeffry sang penguasa dunia bawah Kota Danau Putih.


Hadiah :


- Tanda Kepemilikan Desa Sahara (Tinggi)


Arief hanya bisa tersenyum kecut melihat hadiah yang ditawarkan. Sekarang dia mengerti kenapa misi kepemilikan Desa Sahara sangat susah.

__ADS_1


Dengan wajah penuh penyesalan, Arief menolak tawaran Jeffry. "Maaf, aku adalah pemain yang baik hati!" katanya.


Jeffry langsung tertawa keras. "Apa kamu bodoh, nama merah di atas kepalamu tidak bisa membohongiku!"


Sekali lagi Arief terkejut, seharusnya orang pribumi biasa tidak dapat melihat nama pemain apalagi melihat warnanya.


Awalnya Arief sangat percaya dengan Mata Dewa miliknya, tetapi sekarang dia mulai meragukan kemampuannya.


Tidak ingin menunggu lama, Arief menyerang dengan serangan dasarnya. Dengan ayunan pedang dan gerakan kaki, Arief berusaha sekuat tenaga mengalahkan Jeffry yang sangat kuat.


Setelah beberapa saat bertarung, Arief sadar bahwa misinya bukan mengalahkan Jeffry melainkan mengambil Batu Safir Biru.


Dia mencari melihat semua tempat, Arief menemukan bahwa Safir Biru terletak di peti belakang kursi Bos Bandit.


Dengan kecepatannya yang tinggi karena status Kelincahan yang mencapai 149, Arief berlari menuju kursi Bos Bandit untuk mengambil peti.


Jeffry yang menyadari tingkah aneh Arief langsung mengejarnya dan menyerang punggung.


¬ Pemain Blue menerima kerusakan - 1500.


Tanpa mengurangi kecepatan, Arief memegang peti dan mengatakan, "Simpan!"


Namun sebelum menyimpan peti misterius langsung melindungi Arief dari semua kerusakan.


Jeffry yang melihatnya langsung melarikan diri. Bukan tanpa alasan, pemain yang berhasil mengambil peti akan menjadi sangat kuat untuk mengalahkannya.


Namun pelariannya sudah terlambat, Kelincahan Arief yang sebelumnya 149 menjadi 649. Dalam sekejap dia berhasil menyusul Jeffry, kemudian mengayunkan pedangnya untuk menghabisi Jerry.


¬ Pemain Blue memberikan kerusakan - 200 ribu serangan kritikal.


"Ini gila," kata Arief melihat kerusakan yang dia hasilkan. Kekuatannya yang awalnya 224 menjadi 1724, jadi sudah sewajarnya kerusakan yang dihasilkan sangat mencengangkan.


Dengan lesu Arief memberikan Batu Safir Biru kepada Julius. Dia tidak berharap mendapatkan hadiah yang melimpah.


Setidaknya pemain merah tidak akan bisa menyelesaikan misi kepemilikan Desa Sahara, itulah yang dia pikirkan.


"Bagus, Blue. Aku sangat berterimakasih kepada utusan Dewa," kata Julius memegang tangan Arief yang memberikan Batu Safir Biru.


Sekali lagi Arief harus terkejut, seharusnya penduduk pribumi tidak dapat melihat nama pemain.


Namun Desa Sahara sangat misterius, dalam satu hari dia menemukan 2 penduduk pribumi yang bis melihat namanya tanpa bertanya.


Sistem : Selamat telah menyelesaikan Misi Tersembunyi (Batu Safir)


Hadiah :


- Token Kepemilikan Desa Sahara (Langka)


- Judul Penolong


\=> Meningkatkan kerusakan teman dalam kelompok sebanyak 5%


\=> Menurunkan kerusakan yang diterima teman dalam kelompok 10%


- 20 poin status


- 20 poin profesi


- 20 poin skill


"Jekpot!" kata Arief dengan nada yang senang sambil melihat Token Kepemilikan Desa Sahara.

__ADS_1


__ADS_2