
Ternyata budak itu adalah manusia setengah serigala. Ia hampir seperti Elf Salju, sayangnya rasnya ada di ujung timur benua utara. Blue belum ada rencana mengeksplorasi ke sana, ia harus merubah kelasnya terlebih dahulu.
"Menarik, produk ini sangat memuaskan. Berapa harganya?" tanya Blue dengan senyum bahagia.
Pria gendut bertanya balik, "Bagaiman jika Tuan yang menyebutkan harganya?"
"60 ribu?"
"Ini adalah produk yang sangat berkualitas, biasanya kami menjual dengan harga 6 digit."
"100 ribu?"
"Tuan, harga itu terlalu rendah. Bahkan kami akan melelangnya mulai dengan harga 105 ribu."
"Baiklah, karena aku suka. 200 ribu sepertinya cukup."
"Tentu, tentu."
Blue tidak berencana membayarnya sekarang, ia ingin meminta pertemuan dengan para budak yang dibeli.
Semua orang di masukkan kedalam ruangan sebelum mendapatkan segel budak. Blue berdiri didepan semua orang.
"Baiklah, aku akan langsung ke intinya. Ikuti aku dan jadilah kuat!"
"Haha, bodoh kau pikir bisa memperbudak kami hanya dengan membeli!" teriak seorang pemain dengan nada tinggi.
"Tentu saja aku bisa. Tapi sekarang aku akan menawar kalian pilihan terbaik, atau mungkin kalian ingin terus menjadi budak?"
Setiap orang hanya mempunyai satu akun Domain Dewa. Jika sepuluh orang itu menjadi budak, maka selamanya mereka akan menjadi budak.
Beda cerita dengan kasus di awal permainan, seorang pemain bisa mempunyai dua akun karena mereka menggunakan kaki dan tangan palsu. Singkat ceritanya dia tidak mempunyai kaki dan tangan.
Salah satu orang yang mempunyai dua akun adalah Yohan yang telah tewas bersama dengan Ansel pemimpin Dominasi Dunia. Tidak ada yang tahu siapa dalang di balik semua kejadian aneh itu.
Blue menebak dalangnya adalah organisasi pembunuh dan melempar kesalahan pada orang lain.
Kembali ke masa kini, sebenarnya hanya ada satu orang yang terus berontak. Namun 9 orang lainnya berpikir, karena kalung budak mereka tidak akan lolos dan harus pensiun bermain Domain Dewa.
"Berapa gajinya?" tanya seroang wanita yang keluar dari kantornya dan menghabiskan semua uangnya untuk membeli perlengkapan Domain Dewa.
"Tidak ada, tapi aku akan mengajari kalian untuk mencari uang yang banyak. Tidak ada satupun rekanku yang miskin, jadi tenang saja."
Wanita itu merenung dan menjawab, "Baik, aku akan ikut denganmu!"
__ADS_1
Akhirnya semua orang terpengaruh dan menyisakan satu pria yang berteriak dengan nada tinggi pertama tadi.
Karena tidak ada temannya, semua orang akhirnya memutuskan mengucap sumpah darah. Blue tersenyum manis dan berkata, "Selamat bergabung, aku berharap banyak dari kalian."
Dua pedang ditarik dari punggungnya, Blue menghancurkan belenggu semua pemain dan menggunakan energi kehidupan untuk memulihkan belenggu status.
"Pertama kalian harus memakai topeng ini!"
Blue mengirim 10 barang yang mirip dengan Topeng Setan. Kemudian ia berjalan menuju ruang selanjutnya.
Pria gendut terkejut melihat 11 orang keluar dari ruangan tanpa belenggu sedikitpun. Tanpa sadar ia melangkah mundur dan sedikit takut pada Blue.
"Aku sudah selesai dengan mereka. Apa produknya sudah disiapkan?" tanya Blue dengan tatapan mengintimidasi.
"Tentu saja sudah siap. Mari saya tunjukkan jalannya, Tuan."
Blue dan semua pengikut barunya mengikuti pria gendut. Mereka memasuki ruangan yang misterius, sebuah energi mengekang kekuatan semua orang.
[Energi kehidupan anda terlalu tinggi, kekuatan Dewi Bianca tidak bisa mengekang anda.]
10 pemain yang baru bergabung langsung berlutut, mereka tidak bisa melanjutkan langkah kakinya. "Bos, entah mengapa aku sangat lelah."
"Keluar dari permainan dan pulihkan tubuhmu dengan minuman konsentrasi." Blue memberikan 10 koin emas pada setiap orang.
Blue tidak menghentikannya karena ia juga berpikir begitu, sesuatu seperti ini hanya bisa dilakukan oleh pemain.
"Aku sungguh iri pada mahkluk abadi. Mereka bisa membunuh dirinya sendiri dan hidup kembali." Pria gendut mencoba membuka pembicaraan.
"Aku juga sangat iri dengan penduduk pribumi yang sangat mudah mendapat pengakuan dewa. Ditambah lagi aku yakin kau sedang menyembunyikan kekuatanmu." Blue menyulut api permusuhan.
"Haha, anda terlalu memuji. Meskipun aku menyembunyikan kekuatan, pasti anda bisa membunuhku dengan mudah."
"Jangan berpura-pura, aku yakin kau akan membunuhku jika tidak membayar dengan benar, Kan?"
"Aku harap anda tidak melakukan itu, Dewi Bianca sangat benci pada orang yang tidak menepati janjinya."
"Haha, jangan terlalu sensitif. Meskipun aku mengatakan bahwa Dewi Bianca dikendalikan pemain kau tidak akan mempercayai. Jadi tenang saja pasti aku membayarnya." Blue tertawa kecil, ia tidak bisa membuat masalah sekarang.
Walaupun penampilan sangat biasa dan banyak orang meremehkannya. Ia adalah utusan Dewi Bianca, Majin.
"Haha, anda sangat senang bercanda."
Akhirnya mereka berdua sampai di ruang tempat mengurung manusia serigala. Blue melihat matanya yang penuh dengan penyesalan.
__ADS_1
"Tinggalkan kami sendiri." Blue menyuruh Majin pergi dari ruangan, kemudian ia menggunakan teknik prana untuk menyegel ruangan.
"Roger, aku menemukanmu." Blue tersenyum manis, ia mengucapkan sebuah kata kunci yang membuat monster di depannya berbicara.
Mata Roger melotot dan menggeram. "Siapa kau?"
"Pemain yang sudah membaca semua sejarah tentang ras manusia serigala. Sayangnya mereka terasingkan dan ditekan oleh ras manusia ular. Berita buruknya ayahmu sudah mati dalam misi menyelamatkanmu."
Blue mengatakan sesuatu yang diceritakan pada masa depan. Ada seorang pemain yang berhasil menyelamatkan Roger dan membawanya ke rumahnya. Sayangnya semua orang yang disayanginya sudah mati tepat ketika ia menghilang.
Roger adalah anak dari petarung terkuat ras manusia serigala. Karena terlalu keras kepala, ia menerobos pasukan musuh dan berkahir menjadi budak.
Menurut pemain itu, Roger telah di kurung selama 100 tahun. Jadi tubuhnya sudah berkembang dan menjadi rekan bertarungnya.
Jika Yami memiliki potensi perkembangan lebih dari 200, Roger tidak memiliki potensi sama sekali. Bisa dibilang mahkluk ini adalah monster setengah manusia. Berbeda dengan Elf Salju yang merupakan manusia setengah monster.
Mungkin terlihat sama, tetapi kedua makhluk itu sangat berbeda. Elf Salju bisa berpikir layaknya manusia, sedangkan Roger hanya mengandalkan insting monster.
Roger meraung dan menangis. "Aku akan membunuh semua manusia!"
"Tenanglah, tidak semua manusia jahat. Aku tahu siapa dalang dibalik penyerangan ras manusia serigala." Blue tersenyum manis, ia sedang melempar jaring untuk tangkapan besar.
"Siapa, bajingan itu!" kata Roger dengan nada tinggi.
"Aku tidak bisa mengatakannya sekarang, apalagi dengan kekuatan lemah itu. Tidak ada harapan bagimu untuk menerobos gerbang masuknya!"
"Jangan meremehkan ku, Manusia!" teriak Roger. Tubuhnya membesar, bulunya menjadi lebih lebat dan matanya berwarna merah.
Namun setelah mengeluarkan skillnya, Roger memuntahkan darah segar dari mulutnya. "Segel terkutuk!"
"Haha, lihatlah betapa bodohnya dirimu. Segel itu hanya satu yang tidak bisa selesaikan. Bergabunglah denganku, aku akan membuatmu menjadi kesatria seperti ayahmu." Blue tersenyum tipis.
Roger merenung, dia tidak pernah mempercayai siapapun. Namun entah mengapa hatinya merasa harus mengikuti manusia didepannya.
"Apa yang harus aku lakukan?"
"Ucapkan sumpah darah untuk melayani Fairy Dance. Kemudian aku akan mengajarimu teknik bertarung." Blue mengulurkan tangannya untuk membantu Roger berdiri.
Dengan hati yang lapang, Roger meraih tangan Blue dan merubah tubuhnya menjadi manusia. "Baiklah, aku berjanji akan melayani Fairy Dance!"
Roger mengusapkan darah di dahinya, ia sudah tidak bisa kabur lagi. Blue tersenyum dan berjalan keluar dari pasar gelap.
"Majin, aku sudah membuat segel khusus untuknya. Jadi mari selesaikan pembayaran." Blue menyelesaikan pembayaran, ia menghabiskan 350 ribu koin emas untuk membeli para budak.
__ADS_1
Meskipun mereka bukan budak yang sesungguhnya, Blue berharap mereka bisa membantu Justin merebut tahta.